Zayn adalah korban bully di sekolah dan di lingkungan rumahnya.
suatu hari Zayn yang sedang dikerjai oleh Clara dan teman-temannya di sebuah rumah kosong yang terlihat tua. Mendadak Zayn dapat melihat hantu setelah terjatuh dari kursi saat hendak mengambil sepatunya yang tersangkut di lampu hias yang tergantung di ruang tamu rumah kosong tersebut.
Zayn yang terjatuh itu pingsan dan setelah siuman, Zayn mendadak dapat melihat hantu cantik si pemilik rumah kosong itu.
Maudy. Ya, nama hantu cantik itu adalah Maudy.
Setelah pertemuan itu keduanya menjalin hubungan pertemanan.
Awalnya pertemanan itu tidak ada ketulusan karena saling ingin memanfaatkan.
tetapi apa jadinya kalau mereka berdua menjadi saling jatuh cinta karena terbiasa bersama?
"Kenapa lo jadi hantu?" tanya Zayn.
"Karena gue masih penasaran sebelum dendam gue terbalas."
"Lalu, setelah terbalas apa yang akan lo lakukan?"
"Gue hilang dari dunia ini, karena itulah perjanjian nya saat dulu gue nolak untuk dibawa ke alam selanjutnya," jawab Maudy.
"Deg," jantung Zayn seolah berhenti berdetak saat mendengar itu.
bagaimana kisah percintaan antara hantu dan manusia kali ini? yuk simak kaka semoga suka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode enam (Kamar pengantin)
Sementara itu, di sekolah. Clara sedang merasa hampa karena tidak melihat Zayn.
Di kantin.
"Lo kenapa, Cla?" tanya Iwan sahabat karib Clara.
"Gue hampa Wan, sehari aja gue pengen bisa nggak ngebully dia tapi kok susah ya," jawab Clara yang sedang menyangga dagu menggunakan tangan kirinya.
"Oh, jadi itu masalahnya."
"Iya," jawab Clara mengangguk.
"Cla, gue suka sama lo, makanya gue selalu bantuin lo buat ngerjain Zayn, tapi ternyata lo malah merasa kehilangan disaat Zayn nggak ada," gumam Iwan dalam hati.
"Gue balik ke kelas duluan ya," ucap Iwan meninggalkan Clara yang masih terdiam.
"Hhhmmm." Clara menarik nafas dalam kemudian ia melihat jam di tangannya menunjukan waktu istirahat yang hampir habis lalu Clara mengejar Iwan merangkulnya dari belakang.
_________________
Di rumah Maudy, dirinya sedang menatap tajam Zayn yang sedang menikmati nasi padang dengan ukuran dua porsi.
Zayn dengan asiknya terus melahap nasi padang itu tanpa melihat ke arah Maudy yang sedang memperhatikannya.
"Gimana mau diet kalau cara makan dia kaya gitu," gumam Maudy.
"Ini pr banget buat gue Zayn," lanjut Maudy.
"Apa gunanya gue cuma membatin, kan dia enggak dengar."
Lalu Maudy menyentuh tangan Zayn, menahan agar Zayn berhenti makan.
"Zayn, udah cukup!" ucap Maudy.
Sedangkan Zayn, dirinya menatap tangan Maudy yang menahan tangannya.
Zayn merasakan tangan Maudy sangat dingin, sedingin es.
"Lo bisa nyentuh gue?" tanya Zayn.
"Bisa kalau gue mau! dan lo juga bisa nyentuh gue tapi kalau gue mau," jawab Maudy.
"Zayn," lirih Maudy.
"Iya," jawab Zayn yang masih melanjutkan aktivitas nya memakan dua bungkus nasi padang.
"Gue mau lo serius Zayn!" ucap Maudy dengan nada yang sedikit tinggi.
Zayn melihat kearah Maudy dan menjawab, "Iya gue juga serius, tapi setelah ini, biarin gue menikmati makanan ini buat yang terakhir kali Dy."
"Awas aja lo Zayn kalau nggak konsisten!" batin Maudy.
_________________
Di rumah Zayn, Sulasih sedang merasa menyesal dan merutuki dirinya sendiri.
"Maafin Ibu ya Zayn, dulu Ibu sangat menginginkan punya anak yang gembul terlihat lucu dengan pipi chubby," ucap Sulasih seraya menatap foto Zayn semasa kecil.
"Dulu Zayn, waktu kakak mu masih kecil, dia susah gemuknya, Ibu nggak tahan saat orang-orang mengatai kalau Mykaila cacingan lah, gagal tumbuh lah, stunting lah, dan yang paling menyakitkan itu di saat Ibu di anggap tidak becus merawat Mykaila, Zayn," lirih Sulasih.
"Maafin Ibu ya Zayn kalau kamu sekarang jadi terlalu gemuk, ini semua salah Ibu yang awalnya terobsesi sama anak gembul Zayn, Ibu nggak nyangka kalau bakal kebawa sampai kamu remaja Zayn."
Gumam Sulasih masih dengan suara lirih nya.
___________________
Di toko perhiasan, Zayn sedang menjual sebatang emas milik Maudy, ya... Maudy berhasil memaksa Zayn.
"Ini beneran punya kamu?" tanya seorang wanita si penjaga toko
"Ya iyalah," jawab Zayn berbohong.
Zayn ternganga setelah melihat hasil dari jual emas Maudy.
"Gila, ini banyak banget, gue baru liat uang sebanyak ini Dy," ucap Zayn yang masih berada di toko, tentunya Zayn di anggap gila oleh orang-orang yang melihat Zayn seperti bicara sendiri.
"Iya udah sekarang kita belanja buat kebutuhan lo Zayn, diet juga butuh modal loh," ucap Maudy.
Zayn menganggukkan kepalanya lalu menggendong tas yang berisi uang jutaan rupiah itu. Sekarang ia sedang berdiri di tepi jalan menunggu angkot, sedangkan Maudy mengira kalau Zayn sedang menunggu taksi.
Lalu Zayn melambaikan tangan pada angkot yang akan melintas agar menepi, Zayn bersiap untuk naik angkot tersebut tetapi Maudy menahan Zayn.
"Gue kira kita bakal naik Taksi Zayn," kata Maudy.
"Kenapa, naik angkot juga nggak papa," ucap Zayn yang sedang berdiri di pintu angkot.
"Panas Zayn, gue mau naik taksi aja," ucap Maudy.
"Ah elah, gue lupa kalau ada bidadari di samping gue," ucap Zayn.
Semua orang yang berada di dalam angkot memandang Zayn dengan tatapan aneh, semua mengira kalau Zayn sedang berbicara sendiri alias gila.
"Eh, gendut, jadi nggak? Buruan!" ucap supir angkot tersebut.
"Gila nih anak," gumamnya kemudian.
"Nggak jadi Bang," ucap Zayn.
"Alaah, dari tadi dong!" seru sopir angkot seraya menancap gas dengan kesal dan membuat Zayn terhuyung, untung saja ada Maudy disampingnya yang menahan tubuh gendut Zayn.
_______________
45 menit kemudian, Zayn dan Maudy sekarang sudah berada di dalam mall, Zayn mendorong trolli dengan Maudy yang duduk di dalamnya.
Maudy mengarahkan Zayn dengan mengatakan apa saja yang perlu di beli dan Zayn menurutinya.
Lalu Maudy merasakan ada kekuatan hitam didalam mall itu.
Maudy melihat sekeliling nya dan mendapati gumpalan awan gelap,
awan gelap itu mengikuti Zayn.
Zayn yang sedang asik memilih buah-buahan segar tak menyadari kalau akan ada bahaya yang menimpanya, Zayn hampir saja tertimpa rak buah yang sedang digerakkan oleh awan hitam tersebut.
Dengan bantuan Maudy yang menahan rak itu membuat Zayn selamat, Setelah itu Maudy mengejar awan hitam itu yang kemudian terbang masuk kedalam ruangan CEO mall tersebut,
Maudy masuk kedalam ruangan itu tetapi tak menemukan awan hitam yang ia cari.
Setelah itu Maudy kembali pada Zayn dan ternyata Zayn sudah selesai dengan belanjanya, sekarang Zayn sedang berdiri di kasir dan Maudy menghampiri Zayn.
"Dari mana Dy? Kok tiba-tiba hilang?" tanya Zayn.
"Iya, kenapa Mas?" tanya penjaga kasir itu yang mengira Zayn sedang mengajaknya berbicara.
"Oh, enggak Mbak," jawab Zayn seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Selesai dengan berbelanja nya kini Zayn dan Maudy sedang berada di dalam taksi menuju ke rumah kosong milik Maudy.
"Yakin turun di sini, Mas?" tanya sopir taksi tersebut.
"Iya, ini ambil kembaliannya," ucap Zayn seraya menyodorkan tangan membayar taksi.
Maudy membantu Zayn membawakan barang belanjaan, lalu keduanya membongkar belanjaan tersebut untuk di simpan ke dalam lemari es.
Tetapi ada satu yang membuat Maudy jengkel yaitu Zayn membeli beberapa mie instan tanpa sepengetahuan Maudy.
"Lo tau nggak Zayn, ini tuh bikin lo gemuk tau," gerutu Maudy.
"I-iya maaf," ucap Zayn yang menundukkan kepala.
Zayn takut akan membuat Maudy marah.
Lalu terdengar suara 'Tin' dari luar rumah Maudy, Ternyata Samuel yang datang. Samuel menepati janji nya kalau ia akan kembali.
Maudy menjentikkan jarinya mengarah pada barang belanjaan untuk menyembunyikan di dalam bufet.
"Zayn, gue mau lo naik keatas cepat dan sembunyi didalam kamar!" perintah Maudy.
"Maudy... yuhuuuu... gue balik lagi sayang," ucap Samuel.
Kali ini Samuel datang bersama dengan dukun, Samuel ingin mengusir Maudy dari rumahnya, tetapi sayangnya Samuel telah tertipu oleh dukun tersebut.
Maudy mengeluarkan kekuatannya membuat suara petir, menambahkan aura gelap didalam rumah Maudy dan hawa dingin membuat kedua manusia itu merasa merinding dan belum apa-apa dukun tersebut sudah mengompol.
Maudy mendorong kedua mahluk itu keluar dengan sekali mengibaskan tangan membuat Samuel dan dukun itu ketakutan lalu berlari.
Kemudian Maudy mencari Zayn di kamar nomor satu tetapi Maudy tak menemukannya, lalu Maudy membuka kamar miliknya yang terhias seperti kamar pengantin dan melihat Zayn sedang berdiri di bawah foto prewedding Maudy dan Samuel.
"Siapa suruh lo masuk kesini, hah?" seru Maudy.
Bersambung.
Jangan lupa klik like dan love nya ya kaka 🙏🙏