NovelToon NovelToon
Setelah Kata Usai

Setelah Kata Usai

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Menikah dengan Kerabat Mantan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:226
Nilai: 5
Nama Author: Fahri Sohil Munawar

Beberapa hubungan berakhir bukan karena rasa cinta yang pudar, melainkan karena rahasia yang terlalu berat untuk dipikul sendirian.
​Diputus sepihak oleh Putri membuat Alex terjebak dalam labirin pertanyaan tanpa jawaban. Rasa patah hati membawanya pada titik terendah, memaksa Alex merangkak bangkit dan menata ulang takdirnya lewat kata demi kata yang ia tulis.
​Kehadiran Syafa seperti cahaya senja yang tenang—menghangatkan hatinya yang beku dan membantunya menyembuhkan luka. Namun, saat batas antara masa lalu dan masa depan semakin kabur, Alex dihadapkan pada kenyataan pahit yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.
​"Setelah Kata Usai" adalah perjalanan emosional tentang bagaimana menyembuhkan diri dari pengkhianatan, memahami arti melepaskan, dan menemukan cinta sejati di tempat yang paling tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fahri Sohil Munawar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Rencana yang gagal

Setelah badannya terasa segar dan wangi, Alex keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Dia merasa sedikit lebih tenang, meski rasa sesak di dadanya belum sepenuhnya hilang. Alex duduk di tepi kasur, menatap layar ponselnya yang tergeletak pasrah di atas seprai.

Namun, karena energinya hari ini sudah benar-benar terkuras habis akibat terjaga semalaman dan dihukum Pak Obe, Alex pun tergoda untuk rebahan sejenak. Sialnya, begitu kepala menyentuh bantal, matanya langsung terasa berat. Tanpa disengaja, Alex pun tertidur pulas.

Saat terbangun, jam di dinding sudah menunjukkan pukul delapan malam. Alex sontak terkejut dan langsung terduduk. Ingatannya seketika tertuju pada tiga kartu SIM yang ia beli bersama Umam tadi siang di konter dekat kampus.

Dengan gerakan cepat, jari-jarinya yang cekatan membuka slot kartu SIM di ponselnya, lalu memasukkan kartu pertama. ‘Bismillah, semoga kali ini berhasil,’ batinnya penuh harap.

Begitu bar sinyal muncul di pojok atas layar, Alex langsung membuka aplikasi Instagram. Dia sudah menyiapkan satu username baru yang terlihat seperti akun netral—tanpa foto profil dirinya, melainkan hanya foto pemandangan alam agar Putri tidak menaruh curiga sedikit pun.

‘Oke, saatnya cari akun dia.’

Alex mengetik nama akun Instagram Putri dengan tangan yang sedikit gemetar. Namun, setelah menekan tombol cari, layar ponselnya justru menampilkan hasil yang mengecewakan: User not found.

Alex mengernyitkan dahi. Dia mencoba sekali lagi, kali ini dengan mengetik username yang jauh lebih spesifik, tapi hasilnya tetap sama. Kosong.

"Hah? Kok bisa?" gumam Alex bingung.

Dia mencoba membuka profil Putri lewat tautan lawas yang pernah dikirim di akun temannya yang lain, tapi tetap tidak bisa diakses. Saat itulah, sebuah kesadaran pahit menghantam logikanya. Instagram sekarang memiliki fitur blokir tingkat lanjut yang tidak hanya memblokir satu akun, tetapi juga semua akun baru yang dibuat dari perangkat atau HP yang sama.

"Sial... bener-bener enggak ada celah ya, Put?" Alex tertawa miris. Harga diri dan egonya kembali terusik, tetapi kali ini rasa sakit itu berubah menjadi ambisi yang meluap-luap. Kalau di Instagram dia sudah dikunci rapat-rapat, dia masih punya satu akses terakhir: WhatsApp.

Tanpa membuang waktu lagi, Alex segera mengunduh ulang aplikasi WhatsApp di ponselnya. Dia mendaftarkan nomor baru yang pertama tadi. Proses verifikasi berjalan lancar tanpa kendala. Begitu aplikasi terbuka, Alex langsung menekan tombol chat baru dan memasukkan nomor ponsel Putri yang sudah dihafalnya di luar kepala.

Alex menatap kolom obrolan yang masih putih bersih itu dengan tatapan kosong. Jantungnya berdegup tidak karuan, berkejaran dengan waktu. Apa yang harus gue tulis? Kalau terlalu galak, dia bakal langsung blokir nomor ini. Kalau terlalu melas, gue kelihatan menyedihkan banget.

Setelah menimbang-nimbang, jarinya mulai mengetik.

"Put, ini gue. Gue cuma mau satu penjelasan kenapa semua harus berakhir kayak gini. Gue enggak bakal ganggu kalau lo emang udah enggak mau, tapi setidaknya hargai lima tahun hubungan kita dengan satu alasan yang masuk akal."

Jarinya sempat melayang di atas tombol kirim selama hampir satu menit penuh. Matanya mendadak berkaca-kaca saat menatap foto profil WhatsApp Putri yang muncul di layar foto yang sangat dia kenal baik, foto saat mereka sedang liburan berdua tahun lalu.

Klik. 

Pesan terkirim.

Setelah menunggu sekitar tiga puluh menit lamanya dalam keheningan malam, pesan panjang itu akhirnya dibaca. Muncul tanda centang dua biru di layarnya. Jantung Alex berdegup begitu kencang. Namun, jawaban yang muncul di luar ekspektasi. Putri hanya menjawab dengan sangat singkat dan dingin:

"bye"

Belum sempat Alex membalas untuk memprotes, foto profil Putri langsung menghilang. Nomor baru pertamanya resmi diblokir lagi.

Melihat dia hanya dijawab sesingkat itu lalu langsung diblokir begitu saja, harga diri Alex semakin terasa diinjak-injak. Amarahnya langsung menyengat ke ubun-ubun. Dengan napas memburu, ia langsung membongkar slot kartu SIM-nya dan mendaftarkan ulang nomor kedua yang ia beli tadi. Setelah berhasil melewati proses pendaftaran dan verifikasi, ia tidak peduli lagi dengan kata-kata yang sopan. Alex langsung mengirim chat penuh emosi ke nomor Putri:

"Maksud Lo apa? Gw minta penjelasan baik baik malah Lo blok lagi pengin lu apa sih? Ga ngehargain perjuangan gw banget sih anjg."

Karena sudah kepalang emosi, Alex mengirimkan pesan kasar tersebut tanpa berpikir panjang. 

Selang beberapa menit kemudian, ponselnya bergetar hebat. Putri ternyata membalas, namun kali ini dengan huruf kapital semua, memancarkan kemarahan yang tidak kalah meledak:

"EH ANAK SETAN STOP YA GW GA MAU LAGI LO NGECHAT GW YA BANG*AT MAU SEBANYAK APAPUN GW GA PEDULI "

Dan tepat setelah pesan itu masuk, nomor kedua Alex kembali diblokir seketika. Profil Putri hilang lagi.

Alex benar-benar kalap, tetapi dia ingat bahwa dirinya masih menyimpan nomor ketiga. Sambil mengumpat dalam hati, dia kembali mendaftarkan nomor terakhirnya itu ke aplikasi WhatsApp. Begitu aktif, Alex langsung menembak Putri dengan pesan yang menuntut sekaligus menyindir kelakuannya:

"Ehh bocah gw ga tau ya alasan Lo benci gw apa kaga ada penjelasan satu pun, Gw udah cape ya Ba*i dengan segala tingkah ke anak anak kan Lo, Dewasa sedikit lah.

Pesan ketiga terkirim. Di seberang sana, mungkin karena sudah merasa saking risih, terganggu, dan frustrasinya menghadapi kenekatan Alex, Putri akhirnya memberikan sedikit clue atau petunjuk tentang alasan kenapa dia tiba-tiba memutuskan hubungan mereka:

" EH GW KASIH TAHU YA GW UDAH CAPE DI BOHONGIN TRS SAMA LO YA ANj*iNG, URUS HUBUNGAN LO SAMA MANTAN LO YANG DULU ITU.

Pluk. Dan setelah memuntahkan pesan itu, kontak ketiga Alex kembali diblokir untuk yang terakhir kalinya malam itu.

Alex seketika terpaku di tepi kasurnya. Ponselnya perlahan terlepas dari genggaman. Dia benar-benar bingung dan syok dengan kata-kata terakhir dari Putri.

Mantan? Hubungan yang belum selesai? Otak Alex mendadak buntu mencoba mencerna petunjuk tersebut. Jadi sebenarnya, apa yang terjadi selama ini di belakangnya? Apakah Angel, mantan kekasih Alex sebelum dia berpacaran dengan Putri, diam-diam menceritakan sesuatu yang tidak benar kepada Putri? Apakah Angel telah memfitnahnya?

Malam yang semakin larut kembali menyisakan kesunyian di kamar Alex, meninggalkan sejuta pertanyaan besar yang menggantung tanpa jawaban.

1
Putry Chan
deskripsi terlalu bertele-tele, belum nyambung.
judul dan tagar tidak nyambung " dusta yang sempurna" tema balas dendam, romansa fantasi tapi deskripsi nya hanya berbicara putus cinta dan trauma tidak ada unsur kebohongan, fantasi, atau persaingan.
tidak memancing penasaran.
kurang emosi yang terasa

dan cover tulisan belum menyatu
kurang memikat mata
belum ada menggambar isi cerita
Fahri Sohil Munawar: terimakasih kak atas sarannya akan saya perbaiki terimakasih mohon bimbingannya
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
lanjut kakk
Fahri Sohil Munawar: makasih kak sudah mampir 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!