[NIKAH KONTRAK]❗
[OBSESI] ❗
[DARK ROMANCE] ❗
start proses : Juni 2026-Ongoing
by Leni Utami
"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CDB 5
Pada malam berikutnya setelah pulang kerja lembur di toko, Layla mendapati seorang pemuda tergeletak bersimbah darah di lorong yang gelap, saat itu pelaku juga masih ada di sana untuk melancarkan serangan terakhirnya. Namun keburu di cegah oleh Layla dengan mengancam polisi akan segera datang ke TKP. Pelaku melarikan diri karena panik. Layla buru-buru menolong pemuda itu dengen tindakan pertolongan pertama sambil memanggil ambulance. Teryata pemuda itu adalah Zhao Lee. Tangan Layla berlumuran darah serta nafas Zhao Lee yang mulai melemah dan akhirnya Zhao Lee tak sadarkan diri di tempat. ''La-Layla...'' kalimat terakhir yang di ucapkan Zhao Lee sebelum pingsan. Layla memangil keras nama Zhao Lee dengan mimik wajah cemas dan ketakutan.
Beruntung Zhao Lee selamat dari kejadian itu, perlu tindakan operasi untuk menutup lukanya. Sekarang ia sedang di rawat intensif di IGD rumah sakit. Layla menemani Zhao Lee dan mengurusnya dengan telaten. Ia melakukannya karena merasa iba pada Zhao Lee, ternyata dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain paman angkatnya itu, namun sang paman masih berada di luar negri karena tugas penting. Orang-orang yang di cintai Zhao Lee telah tiada, belum lagi persaingan bisnis yang ketat antar keluarga yang membuat situasi Zhao Lee semakin runyam. Itulah yang ia tangkap dari cerita Pamannya.
Mengetahui situasi sulit Zhao Lee, Layla berfikir sejenak, "Aku masih tetap masuk kerja di pabrik. Tapi untuk toko bunga, aku izin beberapa hari. Tidak ada pilihan lain. Kasian ia sendirian di sana," kata Layla.
Kemudian dia memutuskan untuk cuti sementara dari pekerjaan part timenya, ia menelfon bosnya untuk memberitau, "Hallo bos, aku tidak bisa datang ke toko untuk beberapa hari. Temanku sedang berada di rumah sakit, ia tidak punya siapa-siapa untuk menjaganya dan walinya sedang tidak ada di tempat. Jadi aku putuskan untuk menjaganya sementara waktu sampai walinya datang," Layla menjelaskan.
"Baiklah aku mengerti," jawab bos Layla yang bernama Riri.
Yang Layla tidak ketahui bahwa sebenarnya Zhao Lee telah siuman dari komanya, namun ia berpura-pura masih dalam keadaan yang sama agar ia mendapatkan perhatian extra dari Layla. Tiga hari berikutnya saat Layla baru pulang kerja dari pabrik, ia panik karena Zhao Lee tidak ada di ruangannya. Ia tidak tau kalau Zhao Lee sudah pindah ke bangsal VIP. Kemudian Layla bertanya ke perawat yang ada di sana, ternyata Zhao Lee sudah pindah ke bangsal VIP untuk pemulihan dan pamannya lah yang memindahkannya. Mendengar itu Layla lega dan meninggalkan Rumah sakit dengan tenang.
Sedangkan di bangsal VIP, Zhao sedang berharap-harap cemas kedatangan Layla. Ia sampai menanyakan wanita itu kepada pamannya "Paman Chen, apa wanita itu sudah datang? Biasanya jam segini dia sudah datang menjengukku. Apa karena dia tidak tau aku sudah pindah?" Ia penasaran dimana wanita itu sekarang.
"Saya rasa sekarang dia sudah tau Tuan, perawat pasti sudah memberitahukannya," jawab Paman Chen.
"Ini semua gara-gara paman, kenapa buru-buru pindah sih?" Zhao Lee kesal karena kepindahannya yang tiba-tiba, raut wajahnya cemberut seperti anak kecil.
"Tuan, tolong jangan kekanak-kanakan, anda harus segera pulih agar bisa memimpin perusahaan lagi. Saya punya kabar bagus, perusahaan keluarga Berenice mau melakukan kerjasama dengan perusahaan kita, namun dengan syarat anda harus menikah dengan putri satu-satunya penerus keluarga itu. Bagaimana?" ucap Paman Chen.
Mendengar syarat itu, Zhao Lee merasa kesal kepada musuhnya itu, ia curiga perusahaan miliknya ingin di akuisisi sepihak dengan dalih pernikahan politik, "Sial! Mereka memang tidak pernah berubah!" Zhao Lee mengepalkan tangan hingga buku-buku jarinya memutih.
Lalu melanjutkan perkataannya kembali yang masih di liputi rasa amarah, "Dulu mereka memaksa kakek menyerahkan perusahaan yang dibangunnya dari nol. Kakek menolak, begitu juga orang tuaku. Tapi orang itu terlalu serakah, sehingga keluarga kami kalah. Karena itu kami membangun kembali perusahaan baru sendiri." ucap Zhao Lee.
"Tuan...," Paman Chen khawatir jika Zhao Lee bertindak gegabah.
Zhao Lee tertawa getir lalu mengatakan, ''Begitu perusahaan orang tuaku mulai berkembang... mereka mati dalam kecelakaan yang disebut polisi sebagai kecelakaan tunggal." Tatapan Zhao Lee berubah dingin.
"Aku tidak pernah percaya itu kecelakaan." Tangan Zhao Lee masih mengepal erat.
Dengan semangat yang menggebu-gebu dan perasaan dendam yang mendalam, Zhao Lee mengucapkan sumpah yang tak pernah akan di ingkarinya, "Mereka sudah mengambil terlalu banyak dariku. Kali ini giliranku yang akan mengambil semuanya dari mereka." Senyum licik tergores di wajahnya yang tampan. Zhao Lee menutup matanya sebentar lalu berkata, "Tapi masih ada satu hal yang harus ku lindungi terlebih dahulu," ia tersenyum saat mengingat wanita itu.
"Ya Tuan, saya akan membantu anda apapun itu. Keluarga anda sangat berarti bagi saya. Saat keluarga kami dalam keadaan sulit dan sempit keluarga anda senantiasa berdiri di belakang kami. Walau sesulit apapun keadaan keluarga anda" kata Paman Chen.
"Terimakasih paman" kata Zhao Lee.
Paman Chen tersenyum mendengar ucapan terimakasih yang keluar dari mulut Zhao Lee. Anak yang dulu ia asuh dari umur 5 tahun sekarang sudah dewasa dan menjadi pemimpin perusahaan keluarga yang menggurita.
"Bisakah paman membantuku untuk mencari informasi tentang wanita itu? Namanya Layla hanya itu saja yang aku tau. Dia yang menolong ku," pinta Zhao Lee.
"Saya mengerti, secepatnya saya akan dapatkan informasi tentang nona Layla," ucap Paman Chen lalu pergi ke resepsionis untuk menanyakan identitas wanita yang menolong Tuannya.
Ini pertama kalinya Zhao Lee tertarik dengan lawan jenisnya. Biasanya ia hanya akan mengirim paman Chen untuk bertemu orang-orang yang ingin menemuinya, tanpa peduli siapapun itu.
Bayangan Layla masih begitu membekas di hadapannya. Senyumnya, sentuhan lembutnya, matanya semuanya yang melekat pada diri Layla masih terbayang-bayang jelas di hadapannya. Senyum manis merekah di wajah Zhao Lee saat mengingat Layla, walaupun belum banyak moment yang di lalui bersama, tapi setiap waktu bersama Layla itu berharga baginya.
Tak sengaja Zhao Lee melihat keluar jendela dan melihat Layla berjalan melewati taman rumah sakit. Ia merasa kesal kenapa wanita itu tidak menemuinya lagi. Zhao Lee terlalu terpaku melihat Layla pergi menjauh dari area rumah sakit hingga tak terlihat lagi sosok itu, tanpa sadar Paman Chen sudah berada di sisinya kembali.
"Aku sudah mencari dokumen wali pasien, saya hanya menemukan ia bekerja di toko bunga dekat pabrik kita. Dia juga tak menyertakan nomor ponselnya melainkan nomor telpon toko itu," kata Paman Chen.
"Aku tau, aku juga tau dia bekerja di pabrik kita. Aku pernah mengantarnya pulang ke dorm yang di sediakan pabrik kita untuk para karyawan. Aku ingin tau latar belakangnya seperti apa atau statusnya apa dan bagaimana keluarganya serta masa lalunya yang belum sempat ia ceritakan sebelumnya. Aku ingin tau lebih banyak tentang dia, paman.
Ahhh aku jadi penasaran apa dia pulang dengan selamat ya,'' kata Zhao Lee.
"Baiklah aku mengerti, bagaimana dengan Sechpia?" paman Chen bertanya penasaran.
"Tentu saja aku tidak tertarik dengan wanita itu, ia hanya target balas dendam ku. Aku sudah tau semua tentang seluk beluk wanita sampah itu," ucap Zhao Lee serius.
"Ini pertama kalinya anda tertarik dengan wanita, apa semenarik itu wanita yang bernama Layla ini?" lagi-lagi Paman Chen penasaran.
"Paman jangan coba-coba untuk mencari labih dari yang aku perintahkan," Zhao Lee merasa cemburu karena mengira Paman Chen juga tertarik kepada Layla.
"Ternyata Tuan Zhao Lee adalah tipe pencemburu berat," gumam Paman Chen, keringat dingin mengucur di dahinnya. Ia tidak berani melanjutkan pertanyaan lebih dalam lagi.
...****************...