NovelToon NovelToon
Obsesi Papa Mertua

Obsesi Papa Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Dark Romance / Cinta Terlarang
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Dua minggu pernikahan menjadi neraka bagi Freya Arunika. Ia baru menyadari dirinya hanya dijadikan tumbal saat memergoki perselingkuhan suaminya, Sean Ravindra, dengan Bianca—adik tirinya sendiri. Sejak rahasia itu terbongkar, hidup Freya sepenuhnya terkekang.
Namun, takdir berputar liar ketika Ravael, ayah kandung Sean sekaligus sosok penolong masa lalu Freya, kembali dari luar negeri. Jatuh cinta pada pandangan pertama tanpa tahu identitas Freya, obsesi Ravael justru semakin membara setelah mendapati wanita itu adalah menantunya.
Kini, Freya terjebak di antara dua pria sedarah: suami kejam yang membencinya, dan papa mertua berkuasa yang terobsesi memilikinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5.

Matahari mulai tenggelam di ufuk barat, meninggalkan semburat warna jingga keunguan yang perlahan menggelap. Di dalam dapur mansion, Bi Tina menatap cemas ke arah daftar belanjaan bulanan yang sudah menipis. Kebutuhan dapur untuk makan malam Sean dan Bianca harus segera dipenuhi sebelum sang tuan besar pulang.

​"Nyonya Freya, biar bibi saja yang pergi ke supermarket. Di luar sudah mulai mendung, tubuh Anda juga masih lemas," bujuk Bi Tina dengan nada suara yang dipenuhi rasa khawatir, menatap punggung tangan Freya yang masih dibalut kain tipis akibat luka lepuh tadi pagi.

​Freya tersenyum tipis, menggeleng perlahan. "Tidak apa-apa, Bi. Aku bisa—"

​"He denger ya, pelayan tua!" sebuah suara ketus memotong kalimat Freya. Bianca berjalan masuk ke area dapur sambil mengunyah buah apel dengan angkuh. "Siapa yang mengizinkanmu menggantikan tugas dia? Sean bilang apa tadi pagi? Semua urusan rumah ini tugas si Freya! Biarkan saja dia yang pergi. Jangan manja!"

​"Tapi Non Bianca, ini sudah mau malam dan barang belanjaannya pasti banyak—"

​"Cukup, Bi Tina," potong Freya cepat, ia memegang lengan Bi Tina untuk menenangkannya. Freya tidak ingin asisten rumah tangga yang baik hati itu terkena imbas amarah Bianca. Freya menatap adik tirinya dengan pandangan datar tanpa energi. "Aku akan pergi sekarang, Bianca."

​Bianca mendengus sinis, berbalik pergi sambil bergumam makian.

​Dengan pakaian yang teramat sederhana—kaos oblong longgar yang pudar dan celana kain seadanya—Freya melangkah keluar dari mansion. Jangankan difasilitasi mobil dan sopir, Sean bahkan memblokir semua kartu kredit atas nama Freya. Alhasil, ia harus berjalan kaki menuju gerbang depan komples mewah tersebut untuk mencari angkutan umum.

​Di dalam angkot yang pengap dan berguncang, Freya menyandarkan kepalanya di besi jendela. Orang-orang di dalam angkot menatapnya biasa saja, mengiranya sebagai seorang ART yang baru pulang bekerja dari kawasan perumahan elit. Tak ada satu pun yang akan percaya bahwa wanita kurus berwajah pucat ini adalah istri sah dari Sean, sang konglomerat muda yang wajahnya kerap menghiasi majalah bisnis.

*

​Dua jam berlalu. Freya keluar dari supermarket dengan kedua tangan yang sarat akan kantong belanjaan plastik yang berat. Jari-jemarinya yang lentik memutih dan kaku menahan beban kantong-kantong tersebut.

​Petang telah sepenuhnya datang, digantikan oleh malam yang dingin. Freya berdiri di pinggir trotoar, celingukan mencari angkutan umum yang biasa lewat. Namun sial, jam-jam rawan menjelang malam membuat angkutan umum mendadak sepi dan jarang melintas.

​"Ya Tuhan... dingin sekali," bisik Freya, tubuhnya menggigil saat angin malam menerpa kulitnya yang dibalut pakaian tipis.

​Melihat situasi yang semakin gelap, Freya memutuskan untuk berjalan kaki menuju persimpangan besar di seberang jalan sana, berharap di jalan protokol itu ia bisa mendapatkan angkot atau taksi konvensional dengan lebih mudah. Ia berjalan dengan langkah terseok-seok, membawa beban berat di kedua tangannya.

​Sret... brak!

​Karena kurang konsentrasi dan tubuhnya yang terlanjur lelah, kaki Freya tersandung undakan trotoar yang rusak. Tubuhnya limbung. Kantong-kantong belanjaan di tangannya terlepas, membuat buah-buahan, sayur, dan beberapa botol susu menggelinding berantakan di atas aspal jalanan yang remang-remang.

​"Ah..." Freya merosot berlutut di atas aspal. Rasa perih menjalar di lututnya yang bergesekan dengan jalanan keras.

​Bukannya langsung membereskan belanjaan, pertahanan batin Freya justru runtuh di tempat itu. Di pinggir jalan yang sepi, di bawah temaram lampu jalanan, Freya menunduk dan mulai terisak pelan.

Mengapa untuk membeli belanjaan saja jalannya harus sesulit ini? Mengapa hidupnya semenjak menikah terasa begitu menggenaskan?

​Ciiiitt!

​Suara derit rem mobil yang halus terdengar berhenti tepat di samping tempat Freya terjatuh. Sebuah mobil sport mewah berwarna abu-abu pekat berhenti dengan lampu hazard yang berkedip.

​Pintu mobil terbuka, dan seorang pria dengan setelan kemeja formal yang lengannya digulung hingga siku melangkah turun.

 Pria itu memiliki perawakan tinggi, berwajah tampan dengan rahang tegas namun memiliki sorot mata yang hangat—sangat kontras dengan sorot mata Sean yang selalu menghunus tajam.

​Awalnya pria itu hanya berniat menolong seseorang yang mengalami kecelakaan kecil di jalan. Namun, begitu ia berlutut di dekat wanita itu, gerakannya langsung terhenti.

​Di bawah cahaya lampu jalanan yang kekuningan, pria ituterpaku menatap wajah Freya. Wanita itu sedang menangis, bulu mata lentiknya basah oleh air mata, dan bibirnya yang sedikit pucat bergetar menahan isak.

 Meskipun pakaiannya sangat sederhana dan wajahnya tanpa riasan sama sekali, kecantikan alami Freya justru terpancar begitu murni. Ada kelembutan dan aura rapuh yang luar biasa dari dalam diri wanita itu yang seketika mengetuk pintu hati pria itu.

​"Anda tidak apa-apa?" suara pria itumengalun bariton, terdengar sangat lembut dan penuh perhatian di telinga Freya.

​Freya tersentak, cepat-cepat menghapus air matanya dengan punggung tangan dan mendongak takut. "A-ah, iya... saya tidak apa-apa. Maaf membuat Anda berhenti."

​"Lutut Anda terluka," ucap pria itu, matanya menangkap goresan merah di lutut Freya. Tanpa ragu, pria itu mulai memunguti buah jeruk dan botol-botol susu yang berserakan, memasukkannya kembali ke dalam kantong plastik. "Biar saya bantu bersihkan."

​"Jangan, Tuan... tidak usah, baju Anda bisa kotor," cegah Freya panik, merasa tidak enak melihat seorang pria berpenampilan perlente seperti pria itu harus memunguti belanjaan di atas aspal.

​"Pakaian bisa dicuci, tapi membiarkan wanita terluka sendirian di jalanan malam hari itu bukan sifat saya," jawab pria itu santai, memberikan senyuman tipis yang teramat tulus. Kelembutan suara pria itu entah mengapa membuat dada Freya yang selama ini sesak, mendadak terasa sedikit hangat.

​Setelah semua belanjaan rapi, pria itu berdiri dan mengulurkan tangannya pada Freya. "Mari, saya bantu berdiri."

​Freya menatap tangan kokoh itu dengan ragu. Sejak menikah dengan Sean, tangan pria yang menyentuhnya hanyalah tangan yang menjambak dan menamparnya. Perlakukan sopan dari pria itu membuat Freya merasa canggung.

​"Terima kasih, saya bisa sendiri," bisik Freya lembut. Ia bangkit berdiri sendiri meskipun kakinya sedikit pincang.

​pria itu menarik kembali tangannya tanpa merasa tersinggung. Ia justru semakin terpikat dengan sikap pemalu dan kelembutan tutur kata wanita di hadapannya ini. Di kota besar yang bising, jarang sekali ia menemukan wanita seanggun dan selembut ini, bahkan dalam kondisi terpuruk sekalipun.

​"Ini sudah malam, dan barang bawaan Anda sangat banyak. Angkutan umum di sekitar sini juga sudah jarang lewat. Di mana rumah Anda? Biar saya antar," tawar pria itu dengan nada yang tidak ingin dibantah, namun tetap terdengar sopan.

​"T-tidak usah, Tuan. Saya tidak ingin merepotkan. Saya bisa cari angkot di seberang sana," tolak Freya halus, menyembunyikan tangannya yang memerah di balik kantong belanjaan. Ia takut jika Sean melihatnya pulang bersama pria lain, neraka di mansion akan semakin menyiksanya.

​pria itu menatap tajam ke arah tangan Freya yang gemetar menahan berat belanjaan. Tanpa meminta izin lagi, pria itu langsung merebut kedua kantong belanjaan besar itu dari tangan Freya.

​"Eh? Tuan?" Freya terkejut.

​"Nama saya Rafael," potong Rafael sambil tersenyum menawan, menatap dalam ke manik mata Freya yang indah. "Dan saya tidak menerima penolakan dari wanita yang sedang terluka, Nona. Masuklah ke mobil, saya akan mengantar Anda dengan selamat sampai ke tujuan."

​Freya terpaku di tempatnya berdiri, menatap punggung tegap Rafael yang berjalan membawakan belanjaannya menuju bagasi mobil. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Freya merasa diperlakukan layaknya seorang manusia yang berharga.

*

*

*

JANGAN LUPA LIKE, COMENT, GIFT DAN VOTE 🙏 🥰

🌺🌺🌺

1
MissSHalalalal
mau doubel up gak nih ... hehehe
+1: mau! tripel juga boleh!
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
+1
uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu 🌚🌚🌚 gelap malamku
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
bongkar kebusukan ibu & adik tiri Freya. . udah sabar bgt nih Freya di bully dan diselingkuhi tinggal cerai aja 🔥🔥🔥
ina
kak plss bikin freya cinta sama rafael saling mencintai
ina: semangat bikin freya rafael bucin 🤭
total 2 replies
Kamsia
kasian freya hdp sendiri dan udh hncr.bnt kak thor buat freya bisa jatuh cinta sama rafael
MissSHalalalal: sudah terlalu sakit hati kak.
total 1 replies
MissSHalalalal
siap, di tunggu ya 🙏😍
ina
up
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Norahsikin Ismail
lanjutkan lg🙏🙏👍
ina
bikin freya cinta sama rafael min
Fifi Afifah
👍
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
semoga aja Freya Nerima Rafael setelah dicerai sean
Mita Paramita
tragisnya nasib Freya terjebak diantara ayah dan anak yang bikin hidup nya kacau
Mita Paramita
Freya di terkam mertua nya🤣🤣🤣 gimana reaksi Sean kalo ketahuan 🤨 Thor novel nya ganti judul ya .
MissSHalalalal: iya nih. 🙏 yang kemaren kepanjangan 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
Freya istri lemah ngapain belain suami laknat begitu 🤨jadi gemes liatnya. lanjut Thor 💪💪💪
Mita Paramita
sean keterlaluan kejamnya 🤨🤨🤨 Freya mending kabur aja
Mita Paramita
kasian banget Freya 😭
Mita Paramita
seru baru episode pertama
MissSHalalalal: terimakasih 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!