NovelToon NovelToon
Terpikat Mas Preman

Terpikat Mas Preman

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:511
Nilai: 5
Nama Author: Akira Fan

Kamila Larasati, seorang gadis cantik yang pintar, kritis, keras kepala dan punya pendirian kuat persis seperti ayahnya yang seorang Jendral TNI. Kamila menentang perjodohan yang dilakukan ayahnya dengan bawahannya. Dia tidak ingin mengikuti jejak kakaknya yang kehidupan pernikahannya terlalu banyak aturan.

Kamila masih sangatlah muda. Dia masih ingin bebas menikmati masa mudanya dengan berbagai pengalaman yang bermakna.

Sampai pada suatu hari, dia bertemu dengan Mahardika Pratama yang seorang preman kampung. Kejadian yang tak terduga menjadi awal pertemuan mereka hingga seiring berjalannya waktu tumbuhlah rasa cinta diantara mereka. Tapi ada sebuah rahasia yang sempat menggoyahkan perasaan Kamila. Apakah akhirnya cinta mereka akan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akira Fan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Perjalanan Mudik

Malam ini Kamila terlihat sibuk packing untuk ikut Veni mudik besok. Dia terlihat masih bingung memilih apa aja yang mau dia bawa. Maklum ini pengalaman pertamanya mudik, apalagi ke daerah pedesaan. Dia takut nanti di desa dia susah cari barang yang dibutuhkannya.

"Baju segini kurang nggak ya? Perlengkapan Make up, charger, camilan, apalagi ya? Ya ampun semua aku butuh, tapi ini kebanyakan nggak ya?," Kamila memandang kembali barang bawaannya yang masih memenuhi ranjangnya.

"Ya ampun Mil, kamar kamu kok berantakan gini?," Kamila kaget mendengar suara Karina yang terdengar nyaring karena syok melihat kamar adiknya yang sudah kayak kapal pecah.

"Aduh kak, ngagetin aja. Ketok pintu dulu kek," sewot Kamila.

"Kamu mau bepergian ya? Kemana? Kok banyak banget bawaannya?," Karina memberondong Kamila dengan banyak sekali pertanyaan.

"Hee, iya kak. Aku mau ikut Veni mudik ke kampungnya. Saudaranya ada yang mau nikahan. Pengen cari suasana baru aja. Bingung nggak ada kegiatan setelah lulus," jelas Kamila dengan senyuman manisnya.

"Emang berapa hari disana Mil?," tanya Karina.

"Belum tahu kak, kata Veni mungkin agak lama sekalian liburan gitu. Dia baru kembali ke kota kalau sudah ada info dari perusahaan tempat dia ngelamar kerja kemaren," Kamila hanya nyengir kuda.

"Kamu yakin betah disana? Kamu nggak pernah tinggal ditempat jauh lho, apalagi dalam waktu yang cukup lama," Karina terlihat mengkhawatirkan Kamila.

"Kakak tenang aja, kalau nanti Kamila nggak betah bisa pulang duluan kan? Suruh jemput pak sopir aja hehe,"

"Ya udah, hati-hati ya disana nanti. Kalau ada apa-apa kabarin kakak,"

"Iya kak, siap,"

"Eh Mil, yakin ini semua mau kamu bawa?," Karina mengedarkan pandangannya pada barang-barang Kamila yang sudah memenuhi ranjangnya.

"Hehe, sebenarnya Kamila masih bingung kak barang apa aja, yang perlu dibawa," Kamila cengengesan sendiri dengan apa yang dilakukannya.

"Sini kakak bantuin pilah-pilah barang mana yang perlu dan nggak, biar nggak kayak orang pindahan gini," seru Karina menawarkan bantuan.

"Makasih kak, kakak memang terbaik," Kamila memeluk kakaknya manja.

Karina memang sayang sekali pada Kamila. Setelah mamanya meninggal, dia bukan hanya menjadi kakak tetapi juga berperan sebagai ibu bagi Kamila menggantikan Almarhumah mamanya.

"Oh iya, jangan lupa pamit papa ya biar nggak khawatir!," ucap Karina mengingatkan.

"Oke kak, siap,"

Acara packing Kamila menjadi lebih cepat beres karena bantuan Karina. Ternyata lumayan menguras tenaga juga. Selesai packing, Kamila bersih-bersih dan beranjak ketempat tidur untuk mengistirahatkan badannya. Besok dia harus bangun pagi karena perjalanan ke kampung halaman Veni lumayan jauh. Butuh sekitar 6 jam untuk sampai disana. Kata Veni mereka akan naik travel sekitar pukul 06.00 pagi.

Sebenarnya kalau mau mereka bisa saja naik mobil pribadi Kamila. Tapi karena ini pengalaman mudik yang pertama untuk Kamila, dia ikut saja apa kata Veni. Sepertinya seru juga perjalanan rame-rame. Kamila sempat berfikir untuk naik bus saja, tapi kata Veni lebih aman naik travel, bisa istirahat di mobil dengan tenang dan nggak perlu mampir-mampir ke terminal dulu.

"Huwaa, udah beres semua. Waktunya kita tidur," Kamila menguap dengan mata yang sedikit berair karena sudah mengantuk. Sekitar 5 menit dia sudah terlelap dalam tidurnya sambil memeluk boneka kesayangannya.

Tit tit tit tit

Suara benda yang berada diatas nakas Kamila terus berbunyi. Semalam dia sudah mengatur alarm pukul 05.00 pagi agar dia tidak kesiangan.

"Huwaa," Kamila menguap dengan posisinya yang masih setengah sadar.

Kamila mengerjabkan matanya sekejap, kemudian meraih alarmnya untuk memaksanya berhenti berteriak. Kemudian dia meregangkan tubuh sebentar dan beranjak menuju kamar mandi untuk bersiap sholat subuh yang sedikit terlambat.

Sementara Karina seperti biasa sibuk didapur bersama bi Wati. Sudah menjadi kebiasaannya setiap pagi untuk memasak dan menyiapkan sarapan keluarganya. Hari ini dia sedikit bangun lebih awal. Dia memasak sarapan dan juga bekal untuk Kamila makan diperjalanan nanti. Pasti pagi ini Kamila tidak sempat makan banyak, makanya Karina menyiapkan bekal juga.

"Pagi kak,"

"Pagi Mil, kamu sudah siap? Kayaknya semangat banget nih?," goda Karina pada adiknya.

"Iya dong, ini kan mudik Kamila yang pertama hehe," jawab Kamila mantap.

"Sudah ngabarin papa?," tanya Karina memastikan.

"Oh iya, Kamila lupa kak. Untuk kakak ingetin, papa bisa marah-marah kalau Kamila nggak ijin dulu," Karina hanya menggeleng kepala kecil melihat kebiasaan adiknya itu yang suka ceroboh.

Kamila buru-buru mengambil handphonenya dan menelepon papanya. Saat panggilannya sudah tersambung, Kamila terlihat nyengir serta manggut-manggut. Hal itu pasti karena dia sedang di omeli papanya. Salah sendiri, pamit bepergian jauh kok dadakan. Harusnya kan tadi malam sebelum tidur dia sudah mengabari papanya.

"Gimana? Dibolehin nggak sama papa?," tanya Karina penasaran karena Kamila memasang wajah agak cemberut saat kembali menemui Karina.

"Yeii, dibolehin dong. Lagian sudah mau berangkat juga mana bisa nggak jadi pergi hehe," Kamila hanya nyengir kuda.

"Besok-besok lagi jangan diulangi ya?," Karina mengelus kepala adiknya dengan penuh kasih sayang walau adeknya sedikit bandel.

Kamila sudah bersiap dengan barang bawaannya. Veni sudah mengabarinya kalau mobil travel yang ditumpanginya sebentar lagi sampai.

Dengan penuh semangat Kamila berpamitan pada Karina, kemudian masuk ke mobil yang dimana Veni sudah berada didalamnya.

Selama perjalanan Kamila merasa sangat bersemangat seperti anak kecil yang baru diajak naik mobil. Dia tersenyum menikmati pemandangan yang dilihatnya disepanjang jalan.

"Ternyata asik ya mudik tuh, jadi nggak sabar untuk segera sampai dikampungmu Ven," ucap Kamila dengan semangat menggebu.

"Benarkah semenyenangkan itu Mil? Jangan kaget ya nanti kalau sudah tahu rumahku dan warga dikampungku," Veni menggelengkan kepalanya pelan dengan senyum lembutnya.

"Lihat aja nanti, jangan di kira aku anak kota yang manja ya," Kamila merasa tertantang mendengar ucapan Veni tadi.

"Oke, kita lihat nanti buktinya," mereka kemudian tertawa bersama.

Disepanjang perjalanan tak hentinya Kamila takjub dengan pemandangan yang dilihatnya. Selama ini seringnya dia hanya melihat pemandangan gedung-gedung bertingkat. Kalau pun keluar kota dia pasti melewati jalan tol sehingga pemandangan seperti saat ini belum pernah dia temui.

Berbeda dengan Veni, dia memilih untuk tidur karena perjalanan yang cukup lama. Dia tidak memperdulikan Kamila yang heboh sendiri. Lama kelamaan Kamila terlihat bosan juga saat melihat Veni yang tertidur lelap. Rasanya dia juga mulai mengantuk. Ternyata jarak dari kota ke kampung Veni memang lumayan jauh. Kamila pun memutuskan untuk ikut tidur disamping Veni.

Cekiiit

Gubrakk

Para penumpang dimobil itu pun kaget dan terbangun dari mimpi indahnya. Mobil yang mereka tumpangi tiba-tiba berhenti mendadak.

"Ada apa pak? Hati-hati dong," ucap salah satu penumpang.

"I-itu," pak sopir terlihat gemetar sambil menunjuk ke arah depan mobilnya.

1
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Akira Fan: Siap kak, terima kasih supportnya 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!