NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Elemen

Warisan Dewa Elemen

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Wen Yu sedang berpetualangan dengan mendaki bukit seorang diri di sebuah tempat wisata alam. Lalu sebuah kebetulan, ia bertemu seekor kucing yang memiliki sepasang sayap. Tanpa rasa takut dan hanya memiliki rasa penasaran yang tinggi, Wen Yu mengikuti kucing itu dan berusaha menangkapnya. Alih-alih berhasil, ia malah terperosok pada sebuah goa di dalam tanah yang ternyata sedang mengalami peristiwa aneh. Cahaya kebiruan bersinar melingkar seperti sebuah pintu lorong waktu yang sering ia tonton di film-film fantasi. Tak lagi bisa mengelak, Wen Yu jatuh ke dalam lingkaran biru itu dan menghilang seketika. Dan tiba-tiba terbangun di dunia antah berantah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cincin

Cincin

Aku tidak akan menyerah.

Itulah yang terus bergema di benak Ze Kai saat kakinya terus melangkah menembus semak-semak yang semakin lebat dan kabut yang semakin pekat. Bayangan putih kucing bersayap itu masih jelas terngiang di matanya. Tidak mungkin ia salah melihatnya. Itu adalah makhluk yang sama yang pernah membawanya keluar dari dunia lamanya.

Aku harus menemukan dia, harus tahu mengapa dia muncul kembali sekarang.

Ketika Ze Kai hampir menyerah dan berpikir sudah tersesat, secercah cahaya kecil muncul dari balik semak berduri dan tumpukan bebatuan yang besar. Ia segera mendekat, menyadari bahwa cahaya itu berasal dari sebuah celah sempit di antara dua batu besar yang menjulang tinggi. Celahnya terlalu kecil untuknya masuk dengan berdiri. Jadi ia terpaksa merangkak perlahan-lahan, dengan tubuh menekuk dan tangan yang terus menyangkut ranting-ranting kaku.

Tanah di dalam celah itu dingin dan lembab, bau tanah basah dan lumut menyelimuti setiap sudut. Ze Kai merangkak selama beberapa saat, merasa tubuhnya terus menyentuh dinding batu yang kasar di kedua sisinya. Namun perlahan-lahan, celah itu mulai membesar. Dari hanya cukup untuk tubuh kurus merangkak, hingga akhirnya ia bisa membungkuk sedikit, lalu akhirnya berdiri tegak dengan bebas.

Cahaya yang dulu hanya secercah kecil kini semakin jelas dan terang, menariknya untuk terus maju ke dalam. Lorong goa yang terbentang di depannya semakin lebar, dengan dinding-dinding yang tertutup lumut hijau pekat dan batu-batu yang mulai terlihat berbeda. Beberapa di antaranya memancarkan kilau lunak seperti permata, berwarna biru, hijau, dan merah muda. Jika orang desa melihatnya, mereka pasti akan terkejut. Batu-batu itu jelas sangat berharga dan bisa membuat siapapun menjadi kaya raya hanya dengan mengambil sebagian kecil darinya.

Namun Ze Kai tidak punya waktu untuk memikirkan kekayaan. Matanya terpaku pada satu titik di dalam goa yang lebih dalam, di mana cahaya paling terang berasal. Ia melangkah dengan hati-hati, mengikuti jalan yang kini sudah terlihat jelas. Hingga akhirnya mencapai ruangan utama goa, sebuah ruang besar dengan langit-langit tinggi yang membuatnya merasa seperti berada di dalam istana bawah tanah. Dan di situlah ia melihatnya, kucing bersayap putih itu sedang bersantai di atas batu besar yang rata, menjilat bulu-bulunya dengan lidahnya yang merah muda seperti tidak ada apa-apa.

"Akhirnya ketemu juga..."

Ze Kai mulai melangkah mendekat dengan hati-hati, siap untuk menangkapnya. Namun tepat ketika tangannya hampir bisa menyentuh bulunya yang lembut, sesuatu di belakangnya menarik seluruh perhatiannya.

Di tengah ruangan, tepat di belakang kucing itu, berdiri sebuah batu menjulang setinggi tubuh ku. Permukaannya halus seperti dipoles dengan indah, dan di atasnya bersinar cahaya keemasan yang begitu terang hingga membuatku terpana. Di balik selimut cahaya itu, sebuah benda kecil tampak melayang-layang di udara tanpa ada apa-apa yang menopangnya.

Ze Kai menggosok matanya dan memperhatikan dengan lebih seksama. Itu adalah sebuah cincin kecil dengan ukiran rumit yang kusam namun tetap memancarkan kilau yang memesona.

Tanpa sadar, Ze Kai melangkah lebih dekat, melupakan keberadaan kucing di depannya. Ketika ia hampir sampai di depan batu menjulang itu, kucing itu tiba-tiba berbalik arah, matanya yang biru kehijauan tampak penuh rasa takut. Ia segera melompat dan berlari ke arah sudut gelap goa, menghilang di balik tumpukan batu dengan cepat.

Ze Kai tidak peduli lagi dengan kucing itu. Ada sesuatu yang kuat yang menarik perhatiannya pada cincin itu. Seolah ada suara dalam dirinya yang terus mendorongnya untuk menyentuhnya. Tanpa berpikir panjang lagi, Ze Kai mengulurkan tangan kanannya perlahan-lahan. Udara di sekitarnya terasa semakin hangat, dan denyut nadinya mulai meningkat dengan cepat.

Ketika ujung jarinya akhirnya menyentuh permukaan cincin yang dingin, sekejap saja...

"BLAARR!"

Cahaya keemasan meledak dengan sangat terang hingga membuatnya terpaksa menutup mata.

Kemudian, semua terjadi begitu cepat. Ze Kai merasa tubuhnya seperti terangkat dan terseret masuk ke dalam lautan ingatan yang dalam. Matanya melihat gambar-gambar yang begitu nyata seolah ia sedang mengalami semuanya dengan langsung. Seorang lelaki tampan dengan rambut hitam yang menggelombang dan mata yang tajam seperti pedang, berdiri di atas bukit yang penuh mayat. Dia memiliki kekuatan yang dahsyat. Dari telapak tangannya yang kanan, muncul api yang membara dengan warna jingga kemerahan. Dan di tengah nyala api itu, kilatan petir putih menyilangkan langit dengan kekuatan mengerikan. Di saat yang sama, tangan kirinya mengendalikan aliran air yang deras, membentuk tirai air yang kuat dan kemudian berubah menjadi kristal salju yang tajam seperti jarum. Angin kencang berhembus mengelilinginya, membawa badai salju yang menghalangi setiap serangan musuh.

Bibir lelaki itu sedikit mengerut ketika ia menginjakkan kaki ke tanah. Dari bawah tapak kakinya, tanaman-tanaman besar tumbuh dengan cepat, menjalar ke segala arah dan menjebak musuh-musuhnya dengan akar yang kuat seperti tali baja. Beberapa tanaman bahkan berubah menjadi batang kayu yang keras seperti logam, membentuk tembok pertahanan yang kokoh. Tak hanya itu, dari tanah di sekitarnya muncul batu besar dan pecahan logam yang terkontrol dengan presisi, menghantam musuh dari segala arah

Dia bertempur melawan ratusan bahkan ribuan orang. Beberapa mengenakan baju besi yang mengkilap, yang lain mengeluarkan energi elemen tunggal dengan berbagai warna. Ada juga mereka yang memiliki kekuatan kultivasi yang membuat tubuh mereka melayang di udara, menyerangnya dengan serangan yang cepat dan mematikan.

Tak hanya manusia, monster-monster besar dengan tubuh seperti naga, singa berkaki enam, bahkan makhluk mirip harimau namun dengan tanduk di kepalanya juga menghadangnya.

Dengan setiap gerakan, lelaki itu menggabungkan semua elemen dengan sempurna. Api membakar yang dibantu oleh angin, air yang mengendur tanah untuk membuat musuh terpeleset, tanaman yang menjebak sementara batu dan logam menghantam dengan keras. Darah memercik ke mana-mana, suara jeritan dan teriakan memenuhi udara, dan pemandangan kekuatan luar biasa yang menguasai semua elemen membuat Ze Kai merasa tertegun sepenuhnya.

Semua hal yang dulu hanya di lihat di film fantasi atau anime ketika ia masih menjadi Wen Yu, sekarang semuanya terasa begitu nyata. Seolah-olah ia sendiri yang sedang berada di sana, merasakan setiap aliran energi, setiap kombinasi elemen, setiap rasa marah dan kesedihan yang dialami lelaki itu yang mampu menguasai Api (dengan tingkat tertinggi Petir), Air (meliputi Udara dan Salju), Tanah (bersama Logam dan Batu), serta Tanaman dengan keahlian yang tak tertandingi.

Cahaya cincin yang tadinya sangat terang mulai meredup, kembali pada keadaan semula.

"Apa... apa ini..."

Suara Ze Kai tercekik, tubuhnya mulai bergoyang-goyang. Rasa mual yang tak tertahankan datang dengan tiba-tiba, dan ia tidak bisa menahannya lagi. Ze Kai membungkuk dan muntah dengan dahsyat, perutnya terasa seperti akan keluar keseluruhannya. Kepalanya mulai terasa sangat berat dan pusing luar biasa. Ia merasa kakinya tidak bisa menopang tubuhnya lagi, dan akhirnya jatuh ke tanah dengan keras. Saat jatuh, sisi kepalanya menghantam batu kasar di dekatnya. Rasa sakit yang menusuk membuatnya hampir pingsan. Dan darah hangat mulai mengalir dari sayatan di dahinya, perlahan-lahan menetes ke tanah dan menyentuh bagian bawah cincin yang ikut jatuh di dekatnya.

Pada saat darahnya menyentuh cincin itu, sebuah suara yang terdengar seperti suara mekanis namun jelas terdengar di dalam kepalanya.

[SISTEM PEMBANGUNAN KEKUATAN SEJATI AKTIF]

[IDENTITAS TERVERIFIKASI: ZE KAI / WEN YU]

[MENDETEKSI PEMILIK BARU... SUKSES]

[MEMUAT DATA KEKUATAN DARI PEMILIK SEBELUMNYA – MASTER SEMUA ELEMEN: API/PETIR, AIR/UDARA/SALJU, TANAH/LOGAM/BATU, TANAMAN... 30%... 60%... 100% SELESAI]

[SELAMAT DATANG, PEMILIK BARU. SILAKAN CEK MENU UTAMA UNTUK MENGENAL FUNGSI SISTEM]

"Apa ini? Ada apa dengan kepalaku?"

Suara itu begitu keras di dalam kepalanya hingga Ze Kai merasakan telinganya berdenging. Tubuhnya masih bergetar hebat, dadanya terasa sesak dan sulit bernapas. Ze Kai menatap ke atas dengan mata yang masih kabur, melihat cincin keemasan itu sekarang sudah terpasang erat di jari tengah tangannya, memancarkan cahaya yang lebih hangat dan lembut dari sebelumnya. Dan di dalam cahaya itu, tampak bayangan semua elemen yang pernah dikuasai oleh lelaki hebat itu...

-

-

-

Bersambung...

1
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
orang dewasa tau resikonya memilih lari, kalo anak2 pantang pulang sebelum menang
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa senjata leluhur?
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
nih biar yu sdar yg suka petualang itu anak kecil 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
namanya sekarang jadi kai yu
Sangat Licin
tjakeup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!