Glegg
Arsa menelan ludahnya saat melihat tubuh Aurel yang hanya memakai lingerie tipis berwarna hitam, bahkan Arsa bisa melihat apa yang ada di dalamnya.
"Sayang boleh ya." Ucap Arsa memohon.
Aurel hanya mengangguk malu malu sambil menyilangkan tangannya, melihat anggukan Aurel, tanpa ragu lagi Arsa mulai mengeksplor setiap inchi tubuh istrinya.
"Emhhh, Arsa " Aurel mulai terbuai atas perlakuan Arsa, Arsa memperlakukannya sangat lembut, meski terkesan tidak sabaran namun Arsa berhasil menahan diri agar tidak menyakiti Aurel karena ini adalah pengalaman pertama mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah mengalihkan Topik
" Kok lo sendirian, mana bu ketu?" Tanya ian saat Arsa bergabung dengan mereka yang sedang bermain di kolam renang.
" Jangan bilang bu ketu masih tidur, pasti lo main nya kasar ya?" Monti mencoba menebak apa yang terjadi.
Melihat reaksi Arsa yang hanya terdiam membuat inti Orchi yang lain berspekulasi sama.
" Wah parah lo bos." Sam terkekeh.
"Jadi berapa ronde lo?" Lanjut Sam.
" Berisik lo pada." Arsa tak menggubris ledekan teman teman nya, pria itu menyugar rambut nya kasar merasa bersalah.
" Aurel marah sama lo?" Tanya Agra pelan, ia bisa tahu dari ekspresi murung Arsa.
" Salah gue, gue enggak bisa nahan diri." Jawab Arsa.
" Terus lo ngapain ada di sini, harus nya lo tetap ada di sisi istri lo, meski dia marah, kalau lo tetap di samping nya lama lama dia akan luluh." Jelas Agra.
Memang yang paling bisa di ajak diskusi dari keempat sahabat nya cuma Agra saja yang cukup bijak.
" Lo bener, ya udah, gue balik ke kamar deh." Putus Arsa
" Tapi lo harus ingat, tahan nafsu lo, se ingin apa pun kita, kalau istri lo sedang sakit, jangan memaksa, paham." Agra menasehati Arsa dengan serius, seperti ia pernah mengalami hal itu saja.
Arsa tak menjawab, dia hanya mengangguk dan kembali ke kamar nya.
" Lo kayak udah pernah ngerasain nikah aja Ga, dapet ilham dari mana lo?" Tanya Monti heran.
Agra mengangkat bahu nya, " Gue cuma bilang apa yang gue pelajari aja."
Monti mengangguk anggukan kepala.
" Ngomong ngomong para cewek pada kemana ni?" Tanya Monti
Arga mengedarkan pandangan nya, benar ia tak menemukan para cewek, kemana mereka? Gumam Agra.
" Sudah lah, nanti juga mereka balik, mungkin mereka sedang ... " omongan Sam menggantung saat melihat 4 gadis yang berjalan ke arah mereka dengan menggunakan baju renang, meski yang mereka pakai bukan bikini tetapi tetap saja itu sexy di mata mereka.
Pantas saja dari tadi mereka tak kelihatan, ternyata untuk ini, gumam Sam.
Bukan hanya Sam yang terkejut, Agra, Monti dan juga ian pun sama terkejut nya.
Melihat itu Agra segera bangkit dan melepaskan jaket nya dan memakaikan nya pada Arum.
Setelah memakaikan jaket nya pada Arum, ia pun menyuruh Sam memakaikan kemeja nya pada Icha.
" Sam, kemeja lo." Perintah Agra, Sam yang mengerti melepas kemeja nya dan memakaikan nya pada Icha.
Berbeda dengan reaksi ian dan juga Monti, mereka tak mempermasalahkan baju renang yang di pakai Senna dan juga Amel, karena menurut mereka baju yang di kenakan kekasih nya saat ini masih tergolong normal, Amel menggunakan tanktop dan hotpants, sedang Senna menggunakan kaos longgar dan hotpants tidak terlalu sexy.
Berbeda dengan baju renang Arum dan juga Icha, Arum menggunakan baju renang dengan punggung terbuka tetapi bawahan nya memakai rok celana, icha pun sama kedua nya kelihatan sangat sexy.
" Kamu kenapa si yang?" Tanya Arum saat Agra memakaikan jaket nya.
" Baju kamu terlalu terbuka sayang." Jawab Agra lembut.
" Nama nya juga mau berenang, masa pakai jaket si." Rajuk Arum.
" Kamu lihat Senna, pakai baju kaya dia aja, jangan baju ini, baju ini di pakai kalau kita berdua udah nikah aja nanti." Bisik Agra di telinga Arum.
" Ish kamu ni." Arum mencubit pinggang Agra malu malu.
" Ganti ya baju nya." Bujuk Agra lagi.
" Iya deh," Arum Akhir nya menuruti permintaan Agra.
" Cha, ganti baju lo!" Ucap Agra pada Icha
" Iya, iya." Jawab Icha sambil misuh misuh.
" Jangan ngambek sayang, sebenar nya kamu cantik pakai baju ini, tapi aku enggak mau kalau kecantikan kamu di lihat banyak orang, cukup buat aku aja nanti." Sam berbisik di telinga Icha, membuat pipi gadis itu merah padam.
Akhir nya, dengan tanpa perlawanan Arum dan Icha mengganti baju nya dengan kaos longgar dan celana pendek, persis yang di pakai oleh Senna.
*
Sementara itu, para orang tua sedang berdebat masalah di mana Arsa dan Aurel akan tinggal setelah menikah nanti.
" Kalau menurut pendapat saya Nyonya, Aurel dan Arsa lebih baik tinggal bersama saya, rumah saya akan sepi jika putri saya satu satu nya pergi dari sana." Ucap Derry baru saja mendebatkan Manda yang ingin menantu nya tinggal bersama nya.
" Tidak bisa begitu tuan Derry, istri harus tinggal dimana suami nya tinggal, dan Aurel harus nya ikut tinggal di mansion Wirayuda, anda jangan kuatir, sesekali mereka bisa menginap di rumah anda, lagian Aurel masih sangat muda dan perlu banyak belajar untuk menjadi seorang istri." Jelas Manda.
" Menurut saya juga seperti itu tuan." Dika membenarkan ucapan istri nya
" Apa kalian tidak kasihan melihat saya sendirian di mansion sebesar itu, saya tak bisa berpisah dari putri saya satu satu nya." Kekeh Derry .
" Sebentar lagi anda akan punya menantu dari Rey, Karina akan menjadi pengganti Aurelia." Bantah Manda.
Rey dan Karin yang ada di sana hanya menyimak perdebatan para orang tua, seperti nya tidak akan ada habis nya.
" Atau ada opsi lain." Ucap Rey tiba tiba.
Para orang tua seketika diam untuk mendengar kelanjutan Rey berbicara.
" Apa itu?" Tanya Derry penasaran.
" Bagaimana kalau Ayah menikah lagi, dengan begitu kalau Aurel tinggal di mansion Wirayuda, Ayah tidak akan kesepian." Rey berbicara dengan sangat santai.
Krik krik krik..
Suasana seketika hening.
" Ide bagus, kebetulan saya punya wanita yang cocok dengan tuan Derry ." Manda melirik Riana yang sedang duduk diam menyimak obrolan mereka.
" Bagaimana pendapat mu tentang tuan Derry, Riana?"
" Uhuk... uhuk... " Riana langsung tersedak saat mendengar pertanyaan dari sahabat nya itu.
" Sungguh tak masuk akal." Gumam Derry.
Riana yang mendengar nya menjadi sedikit kesal, " Saya belum berminat ke arah sana." Ucap Riana santai, menyesap kembali teh nya.
" Saya juga tak berfikir untuk ke arah sana, apa lagi dengan sembarangan wanita." Ucap Derry dingin
" Maksud anda apa dengan sembarangan wanita?" Riana sedikit tersinggung dengan ucapan Derry.
" Tidak ada maksud apa apa, maaf kalau anda tak berkenan dengan ucapan saya."
Sebenar nya Derry kesal, kenapa Riana begitu datar menanggapi ini, padahal ia sedikit terganggu.
" Sayang, seperti nya kamu salah mengalihkan topik, jadi kacau begini kan obrolan nya." Bisik Karina.
Setya juga berfikir seperti itu, harus nya dia tak menyinggung ini dari awal.
Hallo guyss gimana nih lanjut kah nggk, jangan lupa absen ya, kalo ada salah kata mohon di maklumin, kalo bisa komen aja gpp kalo salah penyebutan atau typo🫶🫶big love love keleen🙏🙏🫶🫶🫶🫶🫶🫶
Semangat 💪💪