Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5 ALICIA??
... Setelah Leon berhasil bikin penjahat itu pingsan, kini mereka mulai maju berhadapan untuk melawan Leon. Tidak cukup lama setelah adu mekanik puluhan orang Leon menghajar mereka seorang diri, terlihat gagah berani dengan wajah sangar, semua penjahat terpapar tidak berdaya...
Janet yang melihat Leon bertarung dengan mereka ia terkesan dengan kemampuan Leon yang luar biasa.
"sebaliknya kita pergi dari sini". ucap Leon bergegas naik ke dalam mobil, begitu pun juga Janet..
Di perjalanan Janet terus berusaha menghubungi Alicia, tapi tidak dapat di hubungi, ia sangat khawatir dengan keadaan Alicia, Leon pun tancapkan gas kecepatan penuh, mobil pun melaju cepat..
tidak lama mobil mereka sampai di depan rumah. Leon dan Janet terkejut dengan suasana rumah sudah berantakan penjaga rumah sudah tidak bernyawa banyak darah di mana-mana. mobil pun di parkir depan rumah dengan aman, mereka berdua keluar dari dalam mobil.
Janet bergegas ke dalam rumah.
"ALICIA!!! ALICIA KAMU DI MANA!!?? ALICIA!?? ". teriak Janet memanggil adiknya tapi tidak ada respon, di dalam rumah terlihat sepi dan hening, Janet semakin khawatir, ia melangkah naik ke anak tangga melihat sekeliling rumah.
Leon yang masih di luar rumah melangkah mendekat ke orang yang sudah terpapar penuh luka di tubuh orang itu. Leon mengecek denyut di leher pria yang terpapar sudah tidak bernyawa.
Leon melihat-lihat setempat ia bangkit melangkah jalan menyusuri luar rumah, ia melangkah jalan kebelakang rumah terlihat ada kolam renang begitu besar, ada satu ibu tua mengambang di tengah kolam renang dia adalah pembantu rumah Janet sudah tidak bernyawa. Leon lanjut jalan mengabaikan ibu itu mengambang di tengah kolam.
di dalam rumah, Janet mencari Alicia di kamar.
"ALICIA!! ". teriak Janet namun tak kunjung ketemu. Janet mulai khawatir perasaannya takut terjadi sesuatu pada Alicia. ia bingung harus cari kemana, di telepon tidak bisa di cari pun seisi rumah tidak ada siapa pun.
Janet kembali turun dari anak tangga, Leon muncul melangkah jalan menghampiri Janet yang lagi gelisah.
"aku tidak menemukan adik aku, aku harus cari kemana!!? ". ucap Janet kebingungan dan gelisah
" tenang.. lebih baik pangil polisi, banyak korban di luar rumah tidak ada yang selamat semuanya sudah mati". ujar Leon dengan nada tenang tapi tegas.
"iya, kau bener". Janet menghubungi polisi langsung
*****
Akhirnya para polisi menyusuri TKP di rumah nya Janet, unit polisi mencoba untuk mendapatkan sesuatu. Malam hari pun tiba para polisi masih memeriksa di TKP salah satu polisi pasang garis di kejadian, mobil ambulan pun ada para korban di angkut ke dalam mobil ambulan untuk di Ouptopsi
Janet hanya terdiam melihat para polisi berkerja, isi kepala nya mengingat Alicia, ia sangat khawatir takut terjadi sesuatu. Satu polisi melangkah menghampiri Janet yang terdiam melamun.
"maaf nona Janet!! ". Sahut pak polisi di depan nya, Janet pun tersadar
" gimana pak?? ". tanya Janet dengan wajah sedih
" yang saya lihat ini seperti perampokan atau penculikan, ada jejak kaki beberapa orang, sepertinya adik nona, di culik". ujar nya
"di culik?? ". ucap Janet terkejut
" iya, hanya ter mungkin na, apakah nona punya musuh atau rekan kerja bikin sakit hati?? ". tanya nya dengan nada tenang
" tidak ada, saya sebenarnya juga di kejar sama seseorang dia adalah sopir pribadi saya tapi ternyata dia sekongkol, saya tidak tahu apa yang mereka cari dari saya". Ujar Janet
"ok, kalau misalnya ada nomor tidak di kenal tolong, hubungi kami, kami akan segera mengurus nya, saat ini masih belum dapat apa-apa!"
"iya Pak" ucap Janet
Leon yang melihat Janet lagi mengobrol sama pak polisi dari kejauhan merasa kasihan dengan kondisi Janet yang mengalami mengerikan, Leon masih bingung dan penasaran sebenarnya apa yang telah terjadi____
Janet terdiam duduk di kursi sambil melihat para polisi berkerja, ia sangat takut akan kehilangan Alicia satu-satunya keluarga tersisa, ia khawatir takut mereka mencoba melukai Alicia dirinya tidak bisa tenang selalu gelisah.
Leon datang memberikan satu botol minum untuk Janet. Janet mengmbil botol minum dari tangan Leon.
"aku takut terjadi sesuatu dengan Alicia, Leon!! ". ucap Janet dengan wajah sedih
" jangan khawatir para polisi sekarang lagi berkerja, aku yakin mereka bisa menemukan adikmu ".
" iya aku berharap secepatnya di temukan "
"ngomong-ngomong, sebenarnya ada masalah apa dengan keluarga kamu, kenapa segitu nya, sampai tega membunuh orang tidak bersalah". ujar Leon merasa heran
"aku pun tidak tahu, ayahku saja masih misteri kematiannya, aku juga tidak mengerti!! ". Ucap Janet
" pernah berkelahi dengan seseorang atau bully dan musuh, biasanya seseorang kalau benci atau sesuatu pasti dari orang terdekat kita". ujar Leon
"entah lah, aku tidak memiliki masalah itu, setahu aku, ayah ku iya ada, pernah menghina seseorang, tapi aku tidak kenal dengan orang itu". ucap Janet bicara lantang namun tenang
" ok, kayaknya dari ayahmu".
"ayah ku?? ". jawab Janet bingung
****
****
****
sudah menjelang pagi, kini Janet tertidur di samping Leon kepala nya menempel di bahu Leon. mereka berdua tertidur di ruang tamu duduk di kursi sofa dengan nyaman.
Leon membuka mata melihat ke kiri, ternyata Janet tidur dengan nyaman, Leon tersenyum melihat wajah Janet yang lucu dan cantik.
Janet terbangun melihat ke kanan. mereka berdua saling menatap satu sama lain perasaan mereka mulai terjadi.
Janet menyentuh pipi Leon dengan lembut sambil menatap mata penuh arti.
"bisakah kamu lindungi saya dan Alicia!!? ". tanya Janet menatap mata dengan lembut
" iya... aku akan menjaga mu". jawab Leon menatap Janet.
Janet pun mengalihkan wajah nya bangkit berdiri melihat Leon dengan tatapan Tajam
"Terimakasih kamu mau menjaga saya dan keluarga saya! ". Ucap janet lalu melangkah jalan pergi meninggalkan Leon yang lagi melihat dirinya duduk di kursi sofa itu
Janet yang melangkah naik anak tangga dengan langkah berat melihat sekitar rumah yang sudah berantakan di acak-acak oleh orang yang sudah menculik adiknya itu. Janet berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Leon berfikir sejenak, ingin membantu mencari adiknya Janet. tapi dirinya juga bingung harus mencari kemana. Leon bangkit melangkah jalan ke pintu untuk keluar rumah.
Leon buka pintu melangkah keluar tidak lupa juga menutup pintu rumah dengan lembut, ia melihat sekeliling luar rumah begitu ramai ada para polisi dan juga awak media untuk meliputi berita.
"Keluarga ini cukup luar biasa, sehebat apa nona janet itu? ". Leon berkata dirinya sendiri sambil melihat di depan sana.
berdering
Seketika Leon sadar mendengar suara dering ponsel nya, ia mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana nya tidak berfikir panjang ia pun mengangkat telepon dari adik perempuan nya.