NovelToon NovelToon
Di Balik Topeng Kembar

Di Balik Topeng Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / CEO
Popularitas:527
Nilai: 5
Nama Author: Diyanathan

Ziva kembali ke keluarga kandungnya setelah dua puluh tahun terpisah, namun ia harus menyembunyikan identitas aslinya sebagai bos mafia yang kejam.

Di sana, ia bertemu Arsen—pria yang dikenal sebagai pengusaha sukses, tapi ada aura bahaya yang tak bisa dibohongi oleh naluri Ziva.

Mereka saling tertarik, tapi sama-sama memakai topeng.

Saat rahasia terbongkar, akankah cinta mereka bertahan... atau justru menjadi alasan untuk saling menghancurkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyanathan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir di Tengah Badai

Melihat mobil yang membawa sosok cantik itu menjauh, Arsen masih terpaku di tempatnya. Jantungnya berdegup kencang, perasaan asing yang begitu hangat menyelimuti hatinya. Ia baru pertama kali kali merasakan getaran seperti ini. Wanita itu... Ziva, telah berhasil merebut perhatiannya hanya dalam waktu singkat.

"Dia luar biasa," gumam Arsen pelan dengan senyum tipis di wajahnya. Akhirnya, ia menghela napas panjang dan memutuskan untuk kembali ke kantor. Karena ingin menikmati suasana dan berpikir jernih, ia memutuskan untuk pergi sendirian tanpa mengajak pengawal maupun asistennya. Ia ingin berjalan kaki sebentar menuju tempat parkir mobilnya yang agak jauh.

Namun, ketenangan itu hancur dalam sekejap.

Dor! Dor!

Suara tembakan terdengar memecah keheningan malam.

"Argh!" Arsen tersentak, ia merasakan panas dan nyeri yang hebat di bagian perutnya. Darah segar segera membasahi jas mahal yang ia kenakan.

"Siapa...?!" Arsen berusaha tetap berdiri tegap, matanya mengawasi sekeliling dengan waspada. Terlihat sekelompok pria bertopeng dengan senjata lengkap mulai muncul dari bayang-bayang. Mereka adalah pembunuh bayaran yang dikirim untuk menghabisi nyawanya sebagai CEO muda yang berpengaruh.

"Maaf, Tuan Arsen... Anda harus mati malam ini," ucap salah satu dari mereka dengan nada dingin.

Arsen tidak memiliki senjata, dan kondisinya kini sangat lemah. Darah terus mengalir deras. Ia tahu ia tidak akan menang jika bertarung habis-habisan saat ini. Dengan sisa tenaga yang ada, ia memutuskan untuk berlari.

Ia berlari memutar otak, mencari jalan keluar, namun rasa sakit di perutnya membuat pandangannya mulai kabur. Napasnya tersengal-sengal, kakinya terasa berat seperti diisi timah.

'Apakah ini akhirnya...?' batin Arsen lemah.

Namun, saat ia hampir menyerah, bayangan wajah wanita yang baru saja ia lihat di arena tinju tiba-tiba muncul di benaknya. Wajah cantik itu, tatapan tajam itu... seolah menjadi kekuatan magis baginya.

Senyum tipis kembali terukir di bibir Arsen yang pucat.

'Belum... aku belum boleh mati. Aku belum sempat mengenalnya lebih dekat...'

Dengan tekad itu, Arsen terus berlari memasuki gang-gang sempit, berusaha menyelamatkan nyawanya yang seakan sudah melayang.

 

Di sisi lain...

Di kediaman mewah keluarga Sterling, Ziva duduk di tepi jendela kamarnya. Earphone di telinganya menangkap laporan terbaru dari Gabriel.

'Bos, ada info penting. Kelompok sayap hitam sedang bergerak. Target mereka adalah CEO terkemuka di kota ini, Arsen. Mereka berniat membunuhnya malam ini juga untuk mengacaukan perekonomian kota.'

Mata Ziva menyala. Ia membenci ketidakadilan. Membunuh orang demi kepentingan sendiri adalah hal yang menjijikkan baginya, meskipun ia hidup di dunia bawah tanah, ia punya prinsip sendiri.

"Baik, terima kasih infonya. Aku akan bertindak," jawab Ziva singkat.

Tanpa membuang waktu, Ziva mengenakan jaket kulit hitam tebalnya. Dengan gerakan lincah seperti kucing, ia memanjat turun dari jendela kamarnya, menghindari pengawasan penjaga rumah.

Di luar pagar, sebuah motor sport berwarna hitam legam sudah siap menunggu—pesanan khusus dari anak buahnya. Ziva menyalakan mesin, menderu kencang menembus malam. Ia berniat menyelamatkan CEO tersebut, setidaknya untuk menegakkan keadilan.

Namun, malam ini seolah alam semesta sedang bermain permainan yang rumit.

Wush! Brak!

Tiba-tiba seseorang muncul dari balik sudut jalan dan menyerang dengan pisau lipat. Ziva refleks mengendalikan stang, namun serangan itu membuat keseimbangannya goyah. Motor itu oleng dan terlempar, membuat tubuh Ziva terpental jauh hingga berguling di aspal keras.

"Argh!"

Untungnya jaket yang ia pakai sangat tebal dan kuat, melindungi tubuhnya dari luka gores parah, namun rasa sakit akibat benturan itu tetap terasa menyiksa seluruh tulangnya.

Ziva segera bangkit, napasnya memburu. Musuh sudah hilang entah kemana, mungkin hanya ingin menjatuhkannya. Dengan tubuh yang pegal-pegal, ia berlari masuk ke dalam gang sempit untuk bersembunyi dan memulihkan diri, namun kepanikan membuatnya berjalan tanpa arah yang jelas.

Di tengah kegelapan, ia menabrak sesuatu yang keras dan kokoh.

Bugh!

"Aduh!"

"Ugh..."

Ziva terhuyung mundur, dan saat ia mengangkat wajah, ia melihat seorang pria tampan dengan wajah pucat, memegangi perutnya yang berdarah. Itu adalah Arsen.

Mereka saling bertatapan, keduanya sama-sama terkejut.

"Kau...?" bisik Arsen, matanya membelalak. Wanita di depannya... adalah wanita yang ada di pikirannya sejak tadi!

Tapi situasi tidak memungkinkan untuk basa-basi. Langkah kaki para pemburu terdengar semakin dekat.

"Mereka datang..." bisik Arsen cepat. Tanpa berpikir panjang, instingnya mengambil alih.

Arsen menarik tubuh Ziva dengan sisa tenaganya, menyeretnya masuk ke sudut yang paling gelap di antara dua kontainer besar. Dalam sepersekian detik, Arsen memeluk tubuh Ziva erat-erat, menempelkan tubuh mereka berdua hingga tak ada celah sedikitpun.

Dan sebelum Ziva sempat protes atau meronta...

Muaach!

Arsen menunduk dan mencium bibir Ziva dengan sangat intens, dalam, dan penuh gairah yang tertahan.

Ziva terpaku! Mata nya terbelalak kaget. Dunianya seakan berhenti berputar. Ia, Ratu Mafia yang tak pernah tersentuh oleh pria mana pun, kini sedang dicium oleh orang asing!

Namun, ciuman itu bukan sekadar nafsu. Itu adalah strategi penyamaran yang sempurna. Dari luar, mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang bermesraan dan bersembunyi, bukan dua orang yang sedang dikejar.

Arsen memejamkan matanya, menikmati setiap detik ciuman itu, seakan rasa sakit di perutnya hilang terbawa angin. Ia sangat yakin, gadis inilah takdirnya.

Ziva awalnya ingin mendorong pria itu, tapi instingnya menangkap suara langkah kaki yang lewat tepat di depan mereka. Ia mengerti maksud pria ini. Jadi ia membiarkan saja, meski jantungnya berdegup kencang bukan main—bukan karena takut, tapi karena sesuatu yang lain.

Setelah suara langkah kaki itu menghilang dan situasi dirasa aman, Arsen perlahan melepaskan ciumannya, namun pelukannya masih belum lepas. Mereka saling menatap dalam keheningan malam, napas mereka memburu dan saling bersentuhan.

"Kau..." Arsen ingin bicara, tapi rasa sakit kembali menyerang. Wajahnya berubah pucat dan ia melepaskan pelukan, kembali memegangi perutnya yang semakin banyak mengeluarkan darah.

Ziva tersentak kembali ke realitas. Ia melihat luka tembak di perut pria itu.

"Kau terluka parah!" seru Ziva sigap. Ia segera merogoh sakunya, mengeluarkan alat P3K portabel yang selalu ia bawa.

"Siapa yang melakukan ini? Apa kau baik-baik saja?" tanya Ziva dengan nada khawatir, mulai membersihkan darah dan menutup lukanya sementara dengan rapi.

Arsen menatap wajah gadis itu yang begitu fokus merawatnya. Ia tersenyum lemah. "Tidak apa-apa... terima kasih."

Ziva mengobati luka itu dengan hati-hati, seolah-olah orang yang ada di hadapannya adalah orang yang sangat berharga. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa pria yang sedang ia rawat dengan penuh perhatian ini, adalah CEO Arsen yang menjadi target pembunuhan dan orang yang ingin ia selamatkan sejak awal.

"Siapa namamu?" tanya Arsen pelan.

"Ziva," jawabnya singkat tanpa menoleh.

"Ziva..." Arsen mengulang nama itu, mengukirnya di dalam hatinya. "Aku Arsen."

1
YusWa
karya baru Thor? semangat semoga sukses
Mimpi Pencatat: Terimakasih suportnya ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!