NovelToon NovelToon
FAKE LOVE MISSION

FAKE LOVE MISSION

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Ketos / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Xylona

Di sekolah, semua orang mengenal Aurora Kayanza sebagai gadis yang selalu mengejar uang. Baginya, uang bisa menyelesaikan banyak hal, bahkan menjadi alasan untuk menerima tantangan paling nekat sekalipun. Demi imbalan yang menggiurkan dari teman-temannya, Aurora setuju melakukan satu hal yang dianggap mustahil—mendekati cowok paling dingin dan sulit disentuh di sekolah mereka.

Namun semuanya berubah ketika Aurora tiba-tiba menemui Gama di rooftop sekolah dan tanpa ragu mengajaknya berpacaran.

Ajakan yang awalnya hanya dianggap permainan dan tantangan perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit. Di balik sikap dingin Gama, tersimpan luka dan rahasia yang tidak diketahui siapa pun. Sedangkan Aurora mulai terjebak di antara uang, rasa bersalah, dan perasaan yang tumbuh tanpa ia sadari.

Hubungan yang dimulai karena kepentingan itu perlahan mengubah hidup mereka berdua, membawa Aurora dan Gama pada kisah penuh rahasia, konflik sekolah, perasaan yang tak pernah mereka rencanakan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xylona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAGIAN 5.

Bel pulang sekolah sudah berbunyi nyaring murid-murid berbondong-bondong keluar kelas untuk pulang, ada yang naik kendaraan umum, ada yang naik mobil, ada yang naik motor, dan ada juga yang nebeng sama temen.

Aurora bersama kedua temannya berjalan beriringan sambil bercanda gurau.

"Ra lo mau bareng sama gue pulangnya?." Tanya Zara.

Aurora menggeleng pelan." Enggak usah, gue bisa naik gojek."

Karna rumah Aurora dan rumah Zara beda arah, Aurora tidak ingin merepotkan Zara hanya untuk mengantarkan Aurora pulang, sedangkan Khanza yang memang searah dengan Zara nebeng bersama Zara kebetulan Zara memang membawa mobil.

"Oh, okay kalau gitu mau kita tungguin nggak sampe dateng gojek nya?." Tanya Zara lagi.

"Enggak usah, kalian pulang aja gih." Tolak Aurora tidak enak hati dengan kedua temannya.

"Dih ngusir." Cibik Zara.

Aurora mendelik." Iya gue ngusir lo, cepet sana pergi lo."

Zara yang ingin protes kembali di urungkan karna Khanza yang sedang memelototkan Zara.

"Lo nyaut lagi gue sumpel bibir lo pake lem korea." Ancam Khanza.

Zara diam merengut kesal tidak bisa berbuat apa-apa, Aurora memeletkan lidahnya mengejek kearah Zara seolah mengatakan bahwa Aurora menang atas Zara.

Aurora berdiri di halte sekolah menunggu gojek datang sambil memainkan handphone, saat sedang fokus bermain ponsel tiba-tiba sebuah mobil berdiri tepat di hadapan Aurora, Aurora menyingkir karna mungkin Aurora menghalangi jalannya dan kembali fokus dengan handphonenya, tanpa Aurora sadari Seseorang berdiri di samping Aurora, Aurora yang menyadari kehadiran seseorang di sampingnya menoleh kearah samping.

Terlonjak kaget melihat Gama berdiri di sampingnya dan menatap Aurora tanpa ekspresi.

"Pulang."

Aurora merengutkan kening bingung."Iya ini emang udah waktunya pulang."

"Masuk."

Menghela napas agak keras lama lama Aurora kesal juga dengan keiritan bicara Gama yang tidak bisa Aurora pahami dengan otak lemotnya."Bisa nggak kak kalau ngomong jangan satu kata aja, otak aku yang lemot ini nggak bisa cerna maksud kata kata Kak Gama." Cerca Aurora kesal.

Gama menahan senyum melihat Aurora tampak menggemaskan di saat mengomel.

"Gue anter lo pulang." Jelas Gama.

"Nggak usah kak, aku udah pesen gojek tadi." Tolak Aurora memang benar Aurora tadi sudah memesan gojek untuk pulang, masa Aurora harus mengcancelnya hanya karna Gama mengajak pulang bersama, gimana nasib tukang gojeknya kalau Aurora tiba-tiba mengcancelnya kasian pikir Aurora.

Gama mengangguk pelan tapi tidak pergi dari hadapan Aurora, Aurora yang merasa heran kenapa Gama tidak pulang juga apa yang di tunggu Gama lagi.

"Kakak kenapa nggak pulang?."

"Ngusir?." Gama malah bertanya balik.

"Eh...nggak bukan itu maksud aku."

Sebelum Aurora menjelaskannya gojek yang di pesan Aurora datang, Aurora yang ingin pamit kepada Gama urung karna malah Gama yang terlebih dahulu menghampiri gojek tersebut, entah apa yang di katakan Gama pada gojek tersebut karna terlihat supir gojeknya mengangguk dan tersenyum ke arah Gama, terlihat juga Gama menyerahkan sejumlah uang mungkin terlihat 100/200 ribu Aurora tidak tahu dan supir gojek tersebut pergi dari hadapan Gama.

Aurora yang panik melihat gojek pesanannya pergi begitu saja tanpa membawa Aurora pulang."Eh, kenapa gojeknya malah pergi, terus ini gimana pulangnya."

Gama memandang kearah Aurora yang terlihat panik." Sama gue pulangnya."

Aurora mendongak menatap Gama diam tanpa mengiyakan ajakan Gama.

"Ayo."

Aurora bingung apa harus terima saja ajakan Gama untuk pulang atau tidak, ini juga sudah sore sekali, akhirnya Aurora mau tidak mau melangkah mendekati pintu mobil Gama yang sudah di buka oleh Gama, masuk ke dalam mobil dan Gama menutup pintu pelan dan berjalan kearah samping kemudi.

Mobil Gama berjalan dengan kecepatan sedang, keheningan melanda mereka berdua Gama yang fokus menyetir dan Aurora yang canggung di sampingnya tidak tahu harus memulai percakapan dari mana.

"Mau makan dulu?." Tanya Gama menoleh sesaat kepada Aurora sebelum kembali fokus ke depan.

Aurora tersadar dari lamunannya menoleh kaget." Eh, nggak usah kak kalau bisa aku mau langsung pulang aja."

Gama mengangguk pelan tanpa membantah sampai di rumah Aurora mereka tidak ada pembicaraan apapun.

"Kak makasih ya, udah nganterin aku pulang."

Gama mengangguk mengiyakan

"Kakak mau mampir dulu ke rumah?." Aurora hanya berbasa-basi.

Tanpa di sangka Gama membuka seatbelt dan keluar dari mobilnya, Aurora cengo di tempat apakah Gama tidak bersungguh-sungguh untuk mampir ke rumah Aurora ia hanya basa basi tidak serius untuk Gama mampir ke rumahnya oh tuhan.

Akhirnya mau tidak mau Aurora mengajak Gama masuk ke rumah dan bertemu dengan ibu Aurora.

"Assalamu'alaikum bu." Salam Aurora sambil melepaskan sepatu dan kaos kakinya dan meletakkannya di rak sepatu di sisi pintu rumahnya, Gama juga malakukan hal yang sama seperti Aurora lakukan.

"Waalaikumsalam, eh siapa nak ganteng ini?." Tanya ibunya Aurora nama ibu Aurora adalah ibu Larasati.

Gama menyalami ibu Aurora dengan sopan di sambut dengan ramah oleh ibu Larasati.

"Ayo ayo masuk nak, duduk duduk sebentar ya nak ibu bawakan air putih dulu." Ujar Ibu Larasati.

Gama awalnya menolak takut merepotkan ibu Aurora, tapi Ibu Larasati bersikeras mengambilkan air untuk di suguhkan kepada Gama.

Aurora menatap tidak percaya kearah ibunya yang bersikap ramah kepada Gama, dan mengabaikan Aurora sebagai anaknya, menghentakkan kaki kesal melangkah masuk dengan tatapan cemberut kearah ibunya yang sekarang sedang menyuguhkan air kepada Gama.

Ibu Larasati menatap kearah Aurora." Malah diem di sana, cepet ganti baju dulu sana nanti ke sini temenin teman kamu." Suruh ibu Larasati.

Aurora makin cemberut dan melangkah gontai kearah kamarnya untuk berganti pakaian rumahnya.

Gama melihat Aurora yang terlihat cemberut tidak kuasa menahan gemas melihat tingkah Aurora yang menurutnya lucu.

Gama melihat lihat rumah Aurora di ruang tamu terdapat foto foto keluarga, ada juga foto masa kecil Aurora yang terlihat tersebut memperlihatkan gigi depannya yang ompong, omong omong ibu Aurora sudah berpamitan kepada Gama untuk meninggalkan Gama karna ada urusan di luar.

Gama mendengar suara langkah kaki menengok ke depan melihat Aurora sekarang sudah berpakaian santai.

Aurora duduk berhadapan dengan Gama, Aurora menatap ke sana kemari menghindari tatapan Gama yang sedang menatap lurus kearah Aurora.

"Ekhem...kak maaf cuman ada ini aja."

"Iya nggak apa-apa."

Hening kembali tidak ada percakapan, Aurora yang merasa canggung dan tidak nyaman bingung untuk memulai pembicaraan.

"Gimana sama tawaran itu?." Tanya Gama tiba-tiba.

Aurora diam belum bisa menjawab pertanyaan Gama soal tawaran siang tadi, Aurora bimbang dengan tawaran itu.

Gama yang tahu Aurora belum ada jawabannya." Nggak perlu buru buru, gue nggak maksa lo harus setuju sama tawaran gue."

Aurora mengangguk kiku di saat canggung seperti ini, suara melengking memecahkan keheningan di antara mereka berdua.

"Assalamu'alaikum pangeran mahkota datang tolong sambut dengan penuh hormat." Ucapnya heboh ia adalah adik Aurora yang masih smp kelas 3.

Aurora mengutuk adiknya yang banyak tingkah itu, lihat sekarang bahkan adiknya bertingkah seolah dia seorang pangeran dari sebuah kerajaan.

"Eh, siapa nih." Tanya adik Aurora sebut saja Arkan.

Gama tersenyum kecil dan menyapa adiknya Aurora." Hai, saya Gama."

"Siapanya ni lampir?." Tanya Arkan kurang ajar.

"Heh! Mulut kecombrang enak aja di sebut lampir." Aurora jelas tidak terima dengan hinaan adiknya terutama ini di hadapan Gama.

Arkan menghiraukan ocehan kakak perempuannya dan fokus kearah Gama." Lo temennya ni lampir? Mana mungkin pacarnya ni lampir wajahnya nggak cocok bersanding sama lo bang." Hina Arkan tanpa habisnya.

Aurora merengut kesal tidak bisa membela diri sejelek itukah dirinya sampai adik dajjalnya mengatakan bahwa Aurora tidak pantas bersanding dengan Gama.

"Belum." Ujar Gama geli melihat saudara ini saling bertengkar.

"Loh belom, jadi nanti kalian akan jadian gitu."

Aurora menabok keras kepala Arkan tanpa perasaan.

"ADOH SAKIT ANJIR." Ringis Arkan.

"Lo kalau ngomong asal cemplos aja, sana pergi lo yang jauh ganggu aja." Tukas Aurora kesal dengan memelototkan matanya.

Arkan mendelik kesal kearah kakak perempuannya." Emang kakak biadab."

"APA LO BILANG BARUSAN HAH!!!." Teriak Aurora menggelegar sampai Gama menutup kupingnya karna teriakkan kencang Aurora.

Sebelum mendengar omukan kakaknya lagi Arkan buru buru lari kearah kamarnya dan mengunci pintu kamarnya.

Aurora yang masih kesal yang tingkah adiknya seketika memandang kearah Gama yang sekarang juga sedang menatap Aurora, seketika Aurora merasa malu dengan tingkahnya barusan.

Aurora tidak bisa bersikap lembut kalau ada adiknya, Aurora akan bersikap bar bar karna kesal dengan kelakuan adiknya yang sangat menyebalkan itu.

1
Davina Aurora
bagus ka ceritanya😍
aurora: terima kasih☺
total 1 replies
T28J
hadiir kk🙏
aurora: terimakasih😊☺😍
total 1 replies
Wawan
Semangat ✍️
aurora: terimakasih 🤗🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!