NovelToon NovelToon
A Way Back To You

A Way Back To You

Status: tamat
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Tamat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mahendra Andhika

Kayla dan Arka terjebak dalam hubungan friends with benefits yang nggak pernah punya arah. Buat Arka, Kayla cuma tempat pulang saat lagi kesepian. Tapi buat Kayla, Arka adalah orang yang diam ia cintai selama bertahun tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahendra Andhika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5.

Cahaya pagi masuk perlahan melalui celah tirai, menyinari wajah Arka yang masih tertidur di tepian kasur. Nafasnya terdengar pelan, dadanya naik turun teratur, sementara tangannya masih menggenggam tangan Kayla dengan erat seolah takut perempuan itu hilang saat ia lengah.

Kayla yang sudah lebih dulu bangun hanya menatap Arka diam, matanya lembut memperhatikan wajah laki-laki itu yang terlihat lelah. Lingkar hitam samar terlihat jelas di bawah matanya, rambutnya berantakan, bahkan posisi tidurnya pun tidak nyaman.

"Capek banget ya?" gumam Kayla pelan, ia mengangkat tangannya perlahan lalu mengelus rambut Arka dengan hati-hati, takut membangunkannya.

"Thanks Ka, maaf merepotin kamu." Gumam Kayla sendu sambil mengelus rambut Arka, mengingat malam tadi apa jadinya dirinya jika Arka tidak datang

Sentuhan itu pelan, hangat, membuat Arka sedikit terganggu namun ia nyaman, perlahan cowok itu bergerak. Alisnya mengernyit, lalu perlahan membuka matanya. Pandangannya masih kosong beberapa detik sebelum akhirnya fokus ke satu titik.

Kayla, Arka langsung menatap Kayla saat pertama membuka mata, wajah Kayla yang sendu, terlihat sangat damai, membuat Arka terpesona, namun ia segera tersadar dari lamunannya, ia menganggap Kayla sebagai partner tidak lebih, ia yakin tidak ada rasa sama sekali dengan Kayla.

"Kay?" ucap Arka cepat, ia langsung bangkit duduk dengan panik, tangannya spontan memegang bahu Kayla, memeriksa wajahnya dengan gelisah. Yang katanya tidak ada rasa namun saat begitu peduli dengan keadaan si cewek.

Gerakannya cepat, refleks, seolah takut terjadi sesuatu dengan perempuan itu.

"Lo gimana? Sakit? Pusing? Leher lo?.." ucap Arka bertubi-tubi, matanya turun ke balutan di leher Kayla, tangannya ikut menyentuh pelan seolah memastikan lukanya masih aman.

Kayla sedikit kaget dengan reaksi Arka, namun ia hanya tersenyum kecil mencoba menenangkan.

"Aku gapapa kok" ucap Kayla pelan, ia mengangguk kecil meyakinkan Arka, walaupun sebenarnya masih terasa nyeri.

Arka tidak langsung percaya, ia masih menatap Kayla tajam, tangannya tetap berada di dekat leher Kayla.

"Sakit nggak?" tanya Arka pelan, jarinya menyentuh sekitar luka dengan hati-hati, takut menyakitinya.

Kayla meringis kecil.

"Dikit..." jawab Kayla jujur, ia sedikit menunduk menahan rasa nyeri yang masih tersisa.

"Bibir aku juga tiba tiba sakit." Kayla mengaduh, merasa aneh padahal yang luka sekujur tubuhnya namun tiba tiba bibirnya sakit, wajar saja Kayla mengeluh.

Wajah Arka tiba tiba sedikit memerah, mengingat kejadian tadi malam membuat Arka salah tingkah sendiri, seorang Arka dikenal dingin menjadi salting? Entahlah. Arka teringat ia mencuri kesempatan untuk mencium perempuan didepannya ini, kini perempuan itu sadar atas kelakuannya.

"Nothing happens." Ucap Arka singkat, namun sekejap ia mengingat pelaku yang membuat Kayla seperti ini, seketika wajahnya mengeras.

Arka menghembuskan napas kasar, rahangnya mengeras, jelas ia menahan emosi yang dari tadi tertahan sejak semalam.

"Semalem itu..." ucap Arka pelan, ia menatap Kayla dalam, ekspresinya berubah serius.

Kayla langsung menatap Arka, merasa suasana berubah.

"Kenapa lo bisa kerja malam?" tanya Arka datar, namun nadanya terdengar berat, matanya menuntut jawaban.

Kayla terdiam sejenak, tangannya meremas selimut pelan.

"Aku... cuma nggak mau ngerepotin" ucap Kayla lirih, ia menunduk, tidak berani menatap Arka.

Arka langsung mengernyit.

"Ngerepotin siapa?" tanya Arka cepat, nadanya mulai naik.

"Orang tua... aku mau bantu" lanjut Kayla pelan, suaranya makin kecil.

Beberapa detik hening, dan Arka menatap Kayla tanpa berkedip.

"Bantu?" ucap Arka tajam, ia tertawa pendek tanpa humor, wajahnya berubah kesal.

Tangannya menjauh dari Kayla, ia berdiri dari kursi dengan emosi yang mulai naik.

"Lo kerja malem sendirian kayak gitu, itu yang lo bilang bantu?" ucap Arka dengan nada tinggi, ia berjalan beberapa langkah lalu berbalik lagi ke arah Kayla.

"NYUSAHIN TAU NGGA!." Suara Arka meninggi, ia menatap kasar Kayla berusaha mengontrol emosinya

Sementara Kayla cukup terkejut, ia menunduk sambil memainkan jari jarinya. Arka yang seperti ini membuatnya takut. Kayla terdiam, tangannya mengepal kecil di atas selimut.

"Aku bisa jaga diri..." ucap Kayla pelan mencoba membela diri, walaupun suaranya tidak yakin.

"Jaga diri?" ulang Arka dengan nada tidak percaya, ia mendekat lagi.

"Lo hampir mati semalem" ucap Arka tegas, jarinya menunjuk ke arah leher Kayla.

Kayla langsung terdiam, matanya berkaca-kaca. Arka menarik napas kasar, ia memainkan jari jarinya dibawah sana dan menggigit bibir dalamnya, Kayla gugup sekarang melihat Arka yang emosi membuatnya takut.

"Kenapa nggak bilang ke gue?" ucap Arka lebih pelan tapi penuh emosi, ia menatap Kayla tajam.

Kayla menggigit bibir bawahnya.

"Aku nggak mau nyusahin kamu..." jawab Kayla lirih.

Arka langsung tertawa pendek lagi, tapi kali ini lebih kesal.

"Nyusahin?" ucap Arka, ia mendekat hingga tepat di depan Kayla.

"Justru karna lo diem itu nyusahin gue, lo udah buat gue repot buat lawan orang itu!" lanjutnya, matanya tidak lepas dari Kayla.

Kayla menunduk, tidak berani membalas.

"Kalau lo butuh duit, bilang ke gue!" ucap Arka tegas, nadanya tidak bisa ditawar. Nada seperti tidak ada ingin penolakan didalamnya.

"Lo anggep gue apa hah?!, lo pikir dengan diem diem gini buat lo aman?."

Kayla langsung menggeleng pelan.

"Aku nggak bisa gitu, Ka..." ucap Kayla lirih.

Arka menatapnya beberapa detik, lalu menghembuskan napas panjang, berusaha menahan emosinya.

"Yaudah" ucap Arka singkat, ia memalingkan wajahnya. Suasana hening beberapa saat.

Arka mengambil dompetnya.

"Gue keluar bentar" ucap Arka singkat, ia berjalan ke arah pintu.

"Mau kemana?" tanya Kayla pelan, matanya mengikuti Arka.

"Beli makan" jawab Arka tanpa menoleh, lalu keluar dari ruangan.

...---...

Beberapa menit kemudian, Arka kembali dengan kantong plastik di tangannya, membelikan bubur untuk sarapan Kayla adalah pilihan yang tepat menurutnya. Wajahnya masih terlihat datar, tapi emosinya sudah lebih turun. Ia langsung mendekat ke tempat tidur, menaruh makanan di meja kecil.

"Makan" ucap Arka singkat, ia membuka bungkus makanan itu, Arka ingin menyuapi Kayla.

Kayla menatapnya ragu.

"Aku bisa sendiri kok..." ucap Kayla pelan, tangannya mencoba mengambil sendok. Secara cepat Arka langsung menahan tangannya.

"Diem" ucap Arka datar, ia mengambil sendok lalu menyendok makanan.

Kayla terdiam, lalu perlahan membuka mulutnya. Arka menyuapi Kayla dengan pelan, sesekali meniup makanannya agar tidak terlalu panas. Gerakannya terlihat kasar dari luar, tapi sebenarnya penuh perhatian.

"Pelan" ucap Arka, matanya fokus memperhatikan Kayla makan.

Kayla diam aja, sesekali menatap Arka, perasaannya campur aduk antara takut, hangat, dan bingung.

...---...

Arka masih duduk di samping ranjang, tubuhnya sedikit condong ke depan, satu tangannya memegang sendok sementara tangan satunya lagi tanpa sadar bertumpu di kasur, dekat dengan tangan Kayla.

Ia kembali menyendok makanan, meniupnya pelan, lalu mengarahkannya ke bibir Kayla.

"Buka" ucap Arka singkat, nadanya datar tapi tidak sekasar tadi.

Kayla menurut, membuka mulutnya perlahan. Gerakannya masih pelan, terlihat jelas tubuhnya belum sepenuhnya pulih. Ia mengunyah dengan hati-hati, sesekali matanya melirik Arka yang dari tadi tidak berhenti memperhatikannya.

Arka menatap Kayla tanpa berkedip, memastikan setiap suapan masuk dengan baik. Tatapannya fokus, serius, seolah hal paling penting saat ini hanya memastikan Kayla makan.

"Sakit lagi?" tanya Arka tiba-tiba, ia menahan sendoknya di udara, matanya turun ke leher Kayla.

Kayla menggeleng pelan.

"Enggak... cuma masih ngilu" ucap Kayla lirih, tangannya tanpa sadar naik sedikit mendekati balutan di lehernya.

Arka langsung menangkap gerakan itu, ia menahan tangan Kayla sebelum menyentuh luka dilehernya.

"Jangan dipegang" ucap Arka cepat, nadanya refleks, ia menurunkan kembali tangan Kayla ke atas selimut.

Kayla terdiam, sedikit terkejut, tapi tidak melawan. Arka kembali menyuapi, gerakannya lebih pelan dari sebelumnya.

"Pelan makannya" ucap Arka lagi, ia meniup sendok sebelum menyuapkannya.

Kayla hanya mengangguk kecil, menurut tanpa banyak komplen. Keheningan terasa, namun keheningan itu tidak canggung justru terasa dekat.

Setelah beberapa suapan, Kayla lebih nyaman, memikirkan Arka yang peduli terhadap dirinya membuat Kayla salah tingkah, andai saja mereka pacaran, Kayla akan merasa lebih senang jika hal itu terjadi. Ia mengangkat pandangannya, menatap Arka yang masih serius menyuapinya.

"Ka..." panggil Kayla pelan.

Arka tidak langsung menjawab, ia tetap menyendok makanan.

"Hm?." Jawabnya singkat, tanpa menoleh.

"Kamu... dari semalem nggak pulang ya?" tanya Kayla pelan, matanya sedikit melembut.

Arka berhenti sebentar, lalu melanjutkan lagi.

"Nggak" jawab Arka datar.

Kayla menatapnya beberapa detik.

"Nggak capek?" tanya Kayla lagi.

Arka mengangkat bahu sedikit.

"Biasa aja" ucapnya singkat, tapi matanya tetap fokus ke Kayla.

Padahal jelas ia capek, malam yang seharusnya Arka harap bisa fun namun berubah menjadi kejadian seperti ini, tapi Arka tidak mengatakan ia capek, demi Kayla apapun itu ia akan usahakan.

Kayla menunduk lagi, menggigit bibir bawahnya pelan perasaan hangat itu muncul lagi, membuat perutnya dipenuhi kupu kupu. Sementara itu buburnya hampir habis, Arka menyuapkan suapan terakhir.

"Udah" ucap Arka, ia menaruh sendok dan bungkus makanan ke samping. Ia mengambil tisu, lalu menatap Kayla.

"Mulut" ucapnya singkat.

Kayla sedikit terdiam, lalu mendekat sedikit. Arka mengelap sudut bibir Kayla dengan pelan, gerakannya hati-hati, tidak terburu-buru.

Jari Arka sempat menyentuh bibir Kayla dan perempuan itu tersentak langsung teringat sesuatu.

"Bibir aku masih sakit..." gumam Kayla ia sedikit menjauhkan bibirnya, kalau saja ia tau Arka yang memberi luka dibibirnya pasti Kayla sudah menjerit histeris disana hihi.

Arka langsung berhenti, wajahnya berubah canggung sepersekian detik.

"Hm?." Ucapnya singkat, ia langsung menarik tangannya dan membuang tisu ke samping. Kayla menatapnya heran, Arka mengalihkan pandangan, berdehem kecil.

"Ya... mungkin kebentur," ucap Arka asal, suaranya terdengar tidak terlalu yakin.

Kayla masih menatapnya, tapi tidak bertanya lebih jauh, Arka terlihat salah tingkah sebentar, lalu langsung berdiri.

"Gue panggil perawat," ucapnya cepat, seolah mencari alasan untuk kabur dari situasi.

Ia berjalan menjauh beberapa langkah. Kayla menatap punggung Arka dengan bingung. Beberapa saat kemudian, perawat masuk ke ruangan.

"Bagaimana keadaannya?" tanya perawat itu ramah, ia mendekat ke arah Kayla sambil membawa alat.

Kayla tersenyum kecil.

"Udah mendingan" Kayla tersenyum kecil, ia menjawab pelan.

Perawat mulai mengecek tekanan darah, infus, dan balutan di leher Kayla. Arka berdiri di samping, tangannya masuk ke saku celana, matanya memperhatikan setiap gerakan perawat dengan serius.

"Lukanya cukup baik, tapi tetap harus diobati ya, bisa dikasih salep, atau menunggu sekitar 2 harian untuk dirawat kalau belum mau pulang" ucap perawat itu sambil menulis sesuatu.

"Iya" Arka langsung mengangguk, jawabnya singkat.

Kayla menoleh sedikit ke arah Arka.

"Dua hari?, lama banget aku pengen pulang Ka" ucap Kayla pelan.

Perawat mengangguk, sementara Arka menatapnya tajam, Kayla menciut ia mengerucutkan bibirnya sedih, menunggu dua hari dirumah sakit membuat Kayla merasa bosan pikirnya.

"Biar lebih aman, takutnya ada infeksi," jelas perawat itu

Kayla mengangguk pelan, setelah perawat keluar, ruangan kembali sunyi. Arka kembali duduk di kursinya, posisinya tidak jauh dari ranjang, Kayla bersandar, menatap langit-langit.

"Ka..." panggil Kayla pelan.

"Hm?" Arka menoleh, kemudian ia menjawabnya singkat.

"Makasih ya," ucap Kayla pelan, ia menoleh ke arah Arka.

Arka mengernyit.

"Makasih buat?" ucapnya sambil mengusap punggung tangan Kayla yang lembut dengan halus.

"Udah nolong aku... sama nemenin," lanjut Kayla, suaranya pelan.

Arka terdiam, ia memalingkan wajahnya.

"Ya emang harus" ucap Arka singkat, seolah itu hal biasa

"Udah tugas gue untuk bantu lo sebagai... Temen." Lanjut Arka dengan memelankan suaranya dikalimat akhirnya.

Kayla tersenyum kecil. Walaupun jawabannya begitu cukup membuat jantungnya berdebar debar.

...---...

Siang mulai berganti sore, Kayla merasa sangat bosan dari pagi hanya berbaring diranjang, sedangkan Arka sibuk memainkan ponselnya, tangan satu Arka tetap mengelus lengan Kayla.

"Lo tidur aja" ucap Arka tiba-tiba, melihat Kayla yang mulai lelah.

Kayla menggeleng kecil.

"Nggak ngantuk" ucapnya.

Arka menghela napas pelan.

"Tidur bentar" ucap Arka lagi, kali ini nadanya sedikit lebih lembut.

Kayla menatapnya kesal, Arka sungguh tidak peka, ia kini sedang bosan, ajak ngobrol kek atau ajak keluar gitu, ini malag disuruh tidur. Orang ngga ngantuk dipaksa ngantuk, gimana itu bang Arka. Arka menarik selimut, merapikannya sampai menutupi tubuh Kayla dengan benar.

...---...

TO BE CONTINUE

1
Chusnul Chotimah
lanjut donk thor.ceritanya bagus kok,ga bosenin
dikanjut: terimakasih udah baca cerita aku, wahh tpi aku ada cerita baru tntang masa sma juga yaa/Smirk//Smirk/
total 1 replies
rh
gak lnjut lagi ceritanya thor,,pdhal seru lho
dikanjut: terimakasih udah baca, tpi yg ini udah end, aku ada cerita baruu tungguin ya, masa sma juga latarnya/Sly//Smirk/
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf🥑⃟naylaa🍊⃟𝐒𝐓𝐉
pulang aja kay /Puke//Angry//Angry//Angry//Angry/
❤️⃟Wᵃfdilupinguin🐇🥑⃟
nyesel nih ceritanya?🤣
Chusnul Chotimah
up donk Thor,seru ceritanya
🍊⃟𝐒𝐓𝐉 ^𝒂𝒚𝒔𝒂^‮‮‮‮
parah😭😭
🍊⃟𝐒𝐓𝐉 ^𝒂𝒚𝒔𝒂^‮‮‮‮
hiks apakah tidak ada cowok seperti ini di dunia nyata? MAU YG SUKA NGELUS' GINI
❤️⃟Wᵃf🅰ყ🅤⁴꧂🍊⃟𝐒𝐓𝐉
Siapa Orang Laki²...Kayla Takut ..😭😭
❤️⃟Wᵃf🅰ყ🅤⁴꧂🍊⃟𝐒𝐓𝐉
Ceritanya Bagus 👍👍👍
🍊⃟𝐒𝐓𝐉 ^𝒂𝒚𝒔𝒂^‮‮‮‮
gerammmmm
❤️⃟Wᵃf༺⬙⃟⛅𝓙𝓮𝓼𝓼♕⃟ᶜᶻⱽ
bukannya nomor kamarnya 210/Doubt//Doubt/
❤️⃟Wᵃf༺⬙⃟⛅𝓙𝓮𝓼𝓼♕⃟ᶜᶻⱽ
takut luka leher kay terbukaaa/Sob/
❤️⃟Wᵃf༺⬙⃟⛅𝓙𝓮𝓼𝓼♕⃟ᶜᶻⱽ
udaahh gas jadian ajaa arkaa, daripada bingung dengan perasaan tidak suka alias cemburu ituu kannn/Slight//Slight/
Stella 🍊⃟𝐒𝐓𝐉
aduh si Kayla ini malu2 yaa.. jangan-jangan 🤭
Stella 🍊⃟𝐒𝐓𝐉
cieee ciee arkaa, cemburu nih yaa?🤭🤭
❤️⃟Wᵃf🥑⃟naylaa🍊⃟𝐒𝐓𝐉
g gt jg ☺️☺️
❤️⃟Wᵃf🥑⃟naylaa🍊⃟𝐒𝐓𝐉
pantesan aja semalem 🤗😍🥰
❤️⃟Wᵃf🥑⃟naylaa🍊⃟𝐒𝐓𝐉
geramnyaa
❤️⃟Wᵃf🥑⃟naylaa🍊⃟𝐒𝐓𝐉
lanjut thorrr
❤️⃟Wᵃfdilupinguin🐇🥑⃟
bagus menarik ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!