NovelToon NovelToon
Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Nikahmuda
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: adelita

Delina Azzahra Gustia, gadis 21 tahun yang paling anti dengan yang namanya duda, harus menghadapi kenyataan pahit... ancaman dari ayahnya.

"Kalau kamu masih bangun siang terus, Bapak nikahkan kamu sama duda!"

Ancaman itu selalu ia anggap angin lalu.
Sampai suatu hari... semuanya berubah.

Sebuah kejadian konyol yang tak pernah ia bayangkan-kepeleset, lalu jatuh tepat di atas seorang pria asing-membuat hidupnya jungkir balik.

Lebih parahnya lagi, warga memergoki mereka dalam posisi yang... tak bisa dijelaskan.

Pria itu adalah Muhammad Agam Alfariz. Seorang gus berusia 30 tahun.

Dan sialnya... dia adalah tipe pria yang paling Delina benci. Namun karena fitnah yang terlanjur melebar, satu keputusan harus diambil.

Menikah...

Dalam semalam, Delina yang anti duda... justru sah menjadi istri seorang gus mantan duda.

Hidupnya yang dulu bebas, kini berubah total.

ig: adelgustian_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5

Langkah Delina semakin cepat begitu memasuki teras masjid. Suara komat masih terdengar sayup, dan suasana pagi begitu tenang. Hanya di iringi kicau burung dan semilir angin.

Dengan tergesa Delina membuka sandal berbulunya asal. mukena yang dipakai sampai berkibar ringan dan daster kartun mencolok diantara ibu-ibu lain yang berpakaian daster rapi.

Delina menghiraukan semua pandangan ibu-ibu yang meliirknya. Ia mengambil Shaf perempuan ia meletakan sajadah kecil di belakang ibu-ibu yagn sudah berbaris rapi. pandangan nya menyapu kearah bagian depan, dibalik sekat pembatas jamaah pria.

Ia tidak bisa melihat jelas, tetapi dari celah kecil ia menangkap sosok tinggi dengna sorban putih dan baju koko bersih bediri di shaf paling depan. tidak banyak gerak, sangat Khidmat. tetapi telrihat punggung tegapnya tidak asing.

" Eh jangan-jangan....." bisik pada dirinya ia memiringkan kepala, mencoba melihat dengan celah yang masih bisa di jangkau.

Beberapa menit kemudian, Sholat dimulai. Suara Imam terdengar-tenang, berwibawa dan suara nya sangat menenangkan hati.

Delina terpaku mendengarnya, begitu menggetarkan jiwa dan hati.

" Ya Allah, jika dia jodohku tolong dekatkan kami. GApapa sifatnya dingin dan ketus yang penting bilau jodohku Tuha." pikrnya mecoba menahan senyuman yang semakin melbear.

Sholat subuh yang sangt khidmat dan khusyuk yang sepanjang Delina lakukan hari ini.

Setelah salam terakhir, para jamaah perlahan mulai pulang satu persatu suasan masjid masih tenang dan hening, cahaya matahari pagi belum menembus jendela kaca.

Berbeda dengan Delina, yang masih stay disana hingga matahari tampak malu-malu menampakan wujudnya.

Ia masih bertahan ditempat membaca tadarusan mengikuti sang imam alias si Agam paman Aldo.

" Itung-itung dapat pahala." pikir Delina.

Baru satu lembar halaman, Delina merasa perutnya sakit...

" Duh...panggilan alam sialan. " umpat Delina terpaksa ngacir kedalam toilet masjid.

Sekitar 20 menitan barulah Delina keluar dengan keadaan tanpa penutup kepala ia melewati pintu shaf pria disana sudah tidak ada lagi orang sama sekali.

" Duh, jangan-jangan dia udah keluar duluan. " gumam Delina panik.

Hendak masuk kedalam berniat mengambil mukena nya langkah-langkah terdengar pelan dari arah belakang Delina dan terdengar samar-samar suara juga.

Beberapa lelaki paruh baya keluar dari ruangan sisi berseberangan  dengan shaf sholat, terlihat mereka saling bersalaman.

Pandangan Delina tertuju pada satu lelaki yang mampu membuat jantungnya berdetak kencang.

AGAM...

Peci putih masih terpasang rapi di kepalanya, baju koko warna yang senada serta sarung warna bercorak masih melekat ditubuhnya wajahnya yang tampak segar dan begitu adem jika dipandang mampu menenangkan hati dan jiwa siapapun yang melihatnya termasuk Delina hehe..

Delina ngebut masuk kedalam mengambil mukena nya dan langsung keluar lagi ia tidak mau melwatkan moment pertemuan nya dengan Agam.

Namun sebelum ia memakai sandal bulunya, seruan suara yang begitu Delina kenal membuat fokusnya terhenti.

" Deli? kamu ngapain masih disini? "

Delina reflek-dan langsung memukan Bapaknya—Roslan, yang tengh memandanginya dengan tatapan penuh tanda tanya.

" Eh bapak! Ya.... Aku kan sholat subuh lah pak." Jawab Delina cepat.

" Bukan, maksud bapak... tumben kamu mau sholat subuh di masjid apalagi jam segini kamu belum pulang,  masih pakai baju daster kartun dan sandal bulu bulu mu." ucap Pak Roslan mengernyitkan dahinya menatap sang anak baru bungsu dari atas sampai bawah.

" Gak ada larangan bapak kusayang.... Harus pakai baju apapun ke masjid."

" Masa sii Lin....." Sahut seseorang yang dari belakang Pak Roslan menampakkan wajah tengil nya.

" Kamu kan biasanya ga pernah seniat itu kalau gue ajakin sholat dimasjid. Pasti ada sesuatu nya nih hemm..." Ucap Aldo Menaik turunkan alisnya berniat menggoda Delina yang wajah nya memerah bukan malu lebih tepat nya emosi.

Belum sempat Aldo melanjutkan obrolan nya terdengar suara lelaki dewasa yang tampak tegas menyahut duluan diantara mereka dua lelaki tersebut.

" Maaf sebelumnya bapak Roslan, saya izin pamit duluan. Masih ada jadwal perkenalan ke sekolah pagi ini

"

" Oh, Yo wes...Yo wess silahkan pak duluan saja." Ucap pak Roslan ramah mempersilahkan Agam duluan.

" Man, tungguin gue...bye bye Deli, pamit dulu om Roslan." Ucap Aldo ngacir terlihat sangat terburu-buru menghampiri Agam ia hanya takut Dengan tatapan mematikan Delina.

Setelah dirasa k dua telah pergi,barulah Pak Roslan membuka suara. " Deli...Deli.. liat yang ganteng dikit aja di desa langsung mau ke masjid." Ucapk pak Roslan tak habis pikir dengan sikap anaknya.

" Kan aku tobat pak, kata Mamak jangan tunggu tua baru tobat, harus sadar dari dalan diri sendiri makanya mulai sekarang aku mau rajin ke masjid tapi...subuh aja hehehe." Ucap Delina cengengesan.

"Itukan alasan mu doang kalau mau tobat  jangan setengah-setengah perbaiki dulu hijab mu."

" Kalau itu mah nanti aja pak belum terbiasa heheh...."

" Mulai sekarang dibiasakan, siapa tahu kamu nikah sama Duda alim dan kamu disuruh pakai hijab takutnya kamu kaget nanti gak terbiasa."

" Ishh duda duda duda duda..... Melulu, doakan anaknya dapat perjaka dong." Sungut Delina.

" Loh bapak kan hanya bilang contoh nya saja , bukan mendoakan."

" Itu sama aja Pak, aku gak bakal mau nikah sama duda! " Tekad Delina bulat sebisa mungkin dia akan menghindari laki laki duda sebelum memulai hubungan ia harus tahu status pria itu apa.

" Bapak heran sama kamu, kenapa sebenci itu sama duda? Apa salahnya sama status duda?"

" Salah bapak, duda itu tandanya dia lelaki jahat yang pernah menduakan dan KDRT pasangan nya kalau bahasa gaul sekarang avoidant dan red flek." Jelas Delina jalan beriringan bersama bapaknya.

" Kita gak boleh mengambil kesimpulan seperti itu Deli, kita gak tahu kenyataan yang sebenarnya gimana."

" Tapi kebanyakan seperti itu Bapak."

" Iya bapak tau, tetapi gak semua orang. Hanya segelintir saja. "

" Tapi rata rata pria duda yg di tinggal istri ya. buanyak gak bisa moveon dari pasangan sebelum nya walaupun sudah buka lembaran baru tetep istri pertama dihatinya." Kukuh Delina.

" Kaya yang pernah ngalamin sja kamu Deli...Deli, sok tahu bener." Sahut Mamaknya dari arah pintu rumah yang masih memegang sapu rumah.

" Memang anak mu terlalu mengikuti standar sosmed kebanyakan main hp makanya begitu." ucap Bapak Roslan sembari masuk ke dalam rumah.

" Ihh kenyataan nya Mak! Pak! " Kesel Delina.

" Sudah sudah mendingan kamu siap siap saja bantu Mamak jualan dipasar."

" Iya mak." Sahut Delina merenggut masuk kedalam rumahnya.

...➰➰➰➰...

Siang mulai menampakkan cahaya nya yang menyengat menembus masuk ke celah-celah jendela rumah keluarga Pak Roslan.

Delina baru saja sampai dirumahnya dan memarkirkan motor maticnya sehabis membantu mamak nya berjualan dipasar.

sedangkan Mak Nurlela menurunkan karung karung yang sebagian kosong sebagiannya lagi masih tersisa sedikit.

Sedangkan Bapak Roslan, entahlah mungkin beliau ada urusan dibalai Desa dengan beberapa guru baru. Karena memang Bapak dipercayakan oleh kades disini dalam mengatur tempat tinggal keperluan dan perkenalan serta laporan kegiatan untuk pendatang baru atau dinas di kampung mereka.

Tapi pandangan Delina tertuju pada lelaki diseberang sana yang pernah yang tengah mencuci kendaraan nya sangat bgtu serius dan terlihat....

" Tampan." Gumam Delina tersenyum-senyum sendiri melihat nya.

" Kamu bilang apa Eli?" Tanya Mamak Nurlela sambil berhenti mencuci barang barang hasil dari kebun yang dibawa bapak semalam.

Delina tersentak kaget, lalu tertawa kecil sambil menoleh ke arah mamaknya. " Gak ada kok Mak, mungkin mamak salah denger."

"Hemm iyaa udah, mamak masuk duluan kedalam mau Masak sekalian mandi."ucap Mamak Nurlela.

" Iya mak."

" Kamu cepet cepet masuk kedalam jangan diluar melulu digondol duda nanti Hahahah..." Tawa Mamak Nurlela ngacir kedalam rumah,

" MAMAK NYEBELIN!!" pekik Delina mencak mencak.

...➰➰➰➰...

"Masya Allah, ganteng banget calon jodoh gue." ucap Delina tanpa sadar yang kini tengah menompang sebelah tangan nya di balai teras depan rumahnya.

Ia menatap pria bernama Agam itu yang ternyata masih mencuci mobil miliknya dihalaman rumah.

Degnan rambut yang dibiarkan tergerai bebas dan masih stengah basah, ya wanita itu setelah membersihkan dirinya terburu-buru segera duduk diteras sembari memotong-motong sayuran.

Sedang asik mengagumi wajah tampan dan tubuh kekar pria diseberang sana, tiba-tiba...

PLUK...

" AWWW..." Delina meringis saat sesuatu yang keras mengenai jidat mulusnya. menyadarkan wanita itu dari kenyataan indah.

" Do! lo yang nimpuk gue kan." tuduh Delina begitu menemukan Aldo sahabat sengklek nya itu sedang berdiri didepan pagar rumahnya dengan pakaian yang basah sepertinya ia ikut membantu Paman nya itu.

" Sore-sore ngelamun aja, kesambet mbak kun phon mangga baru tahu rasa lo." ucap Aldo lagi tertawa puas melihatnya.

" Kurang ajar! gue doain lo ya, yang didatangin." ancam Delina.

" Serem amat, lo liatin apa si? serius banget ampe air liur netes segala."

" Gue lagi liatin calon jodoh masa depan. " jawab Delina ketus.

" Siapa? Bokap gue? janganlah, udah gak kuat buat goyang. Mendingan sama gue aja." ucap Aldo saat melihat Pak Gio yang tengah merokok didepan rumah nya.

" Ngawur! Paman lo lah!" seru Delina.

" Idih! pede bener, Paman gue mana mau sama cewe marmut modelan kayak lo mirip pulu-pulu." ledek Aldo.

" Kurang ajar lo! makin dibiarin-makin menjadi-jadi anak ini! " kesal Delina.

" Iyalah, selera anak kota beda bos! mana mau mereka sama anak kampungan kayak kita."

" Liat aja nanti, lo sebagai saksinya. tuh Paman lo bakalan bertekuk lutut sama gue."

" Dih gaya banget lo, jangan terlalu berharap lebih. dia gak mudah ditaklukan sifatnya dingin, pendiam irit banget kalau ngomong dan kata-katanya nyelekit dihati dia terkenal anti sama perempuan dan......" ucap Aldo lagi kali ini wajah pria itu terlihat lebih serius tidak seperti biasanya sembari mendekat kearah Delina.

" Apaan?" tanya Delina ikut penasaran ia menegakan tubuhnya.

" Kata Tante Sum, dia... IM-PON-TEN."

DUAR.....

" EH MONYONG!!! "

" EH SETAN KEPALA EMPAT!!!! "

Latah keduanya saat terdengar suara nyaring dari arah seberang rumah Aldo.

" DO, SINI BANTUIN DULU. BAN MOBIL PAMAN MU MELEDAK." teriak Om Gio memanggil sang anak dari arah seberang.

" OH IYA PA, SEBENTAR. "

" Satu lagi kalau lo tahu yang sebenarnya lo pasti akan benci, kalau dia itu Du-"

" ALDO SINI BANTUIN SAYA DULU! " Hardik Agam meneriaki Aldo lagi.

" Udah sana lo pergi aja dulu Do, nanti aja lo sambung lagi..." dorong Delina memaksa sahabtnya itu segera pergi dari rumahnya.

" Eh tunggu dulu sebentar, gue belum kasih tahu bagian pentingnya." ucap Aldo yang semakin dir dorong-dorong hingga lelaki itu hampir terjerembab kedepan.

" Ck, nanti aja. Lo bantu calon pujaan hati gue dulu sana, Kasihan sendirian." todong Delina lagi.

" Huh, yaudah deh. " pasrah Aldo.

1
Dhika Bundanya Dedeg Afnan
bagus lanjut lgi donk
Eu Angel Lie
kena omongan ortu dapat duda ya🤣
Aimee Aiko
kok lama kelanjutannya
Anime aikō-kā
p
Aimee Aiko
kok lama gak muncul" lanjutannya
Adelita0305: Malam ini mimin update ka ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!