Di saat Alice selalu merasakan kekecewaan dari keluarga dan hubungan asmaranya, Carlos datang dalam hidup Alice untuk mengantikan rasa kecewanya menjadi kebahagiaan.. Namun di saat Alice sudah percaya dan memberanikan dirinya untuk berharap bisa bahagia di tengah kecewanya terhadap keluarganya, Carlos menghilang.. Carlos pergi tanpa meninggalkan jejak, seketika membuat Alice mempercayai jika di dunia ini tidak ada yang bisa membuatnya bahagia
Bab 5
Setelah Drama keluarga tante Grace selesai, mama Rosaline membantu nenek Rose untuk berdiri dan membawa nenek Rose untuk duduk di sofa.. Nathan dan Mario memanggil kakeknya di kamar, karena hanya kakeknya yang bisa menenangkan neneknya.
Rosaline melihat ke arah Alice dan Jane, walaupun mereka sangat kecewa dengan mamanya yang selalu membela sepupunya dan selalu membanggakan sepupu mereka tapi di dalam hati kecil mereka tetap menyayangi mamanya.
Alice melihat ibunya dengan pandangan sendu yang membuat Jane memberi semangat kepada kakaknya, Rosaline tidak berani berbicara banyak ke anak - anaknya.. sampai akhirnya Kelvin sang sulung yang meminta izin ke mamanya.
“Ma, untuk sementara kami akan tinggal di rumah nenek Hilda.. Kelvin tidak ingin mengambil resiko lagi jika kami tetap di sini Natalie dan Silvie pasti akan semakin membuat onar dan fitnah Alice.” Ucap Kelvin..
Rosaline hanya bisa menganggukan kepalanya pasrah dengan apa yang terjadi pada dirinya dan keluarganya..
“Aku memang sudah memaafkan mama, tapi maaf ma rasa kecewa ini tidak bisa hilang ma.. rasanya sakit banget ma.” Ucap Alice sambil menahan tangis
“Aku berusaha supaya mama juga selalu membanggakan aku dan selalu saja lebih membanggakan Natalie dan kak Silvie yang sebagian dari apa yang kerjakan itu adalah hasil menyontek dari teman mereka dan hasil ambil karya temannya sendiri untuk di claim mereka punya.” Ucap Alice lagi sambil menangis
Rosaline langsung berdiri dan melangkah menuju Alice dan memeluk Alice dan Jane dengan erat sambil menangis merasa bersalah karena selalu mengabaikan perasaan anak - anaknya.. ia juga merasa bersalah karena lebih percaya apa yang di katakan keponakannya dari anak - anaknya.
Setelah puas memeluk kedua anaknya, Rosaline menuju ke Kelvin, “tolong jaga adik - adik kamu ya.” Ucap Rosaline lalu ia perlahan berjalan menuju kamarnya karena tidak tega melihat wajah kedua anaknya yang membuatnya menjadi semakin merasa bersalah.
Mereka packing baju yang perlu saja karena sebagian baju mereka sudah di bawa oleh ayahnya.
----------------
Beberapa tahun berlalu, Alice sudah mendekati meja hijau.. selama itu juga mamanya masih saja membela kedua keponakannya tidak perduli sebanyak apa bukti yang di perlihatkan tetap saja yang salah itu Alice dan Jane, yang berujung keluarganya terpecah belah.. papa Indra benar-benar tidak tahan dengan kelakuan istrinya lebih memilih berpisah. Kelvin, Alice dan Jane lebih memilih ikut dengan ayah mereka.
Menurut mama Rosaline mereka sudah berubah, kelihatan memang berubah tapi itu hanya di depan mama Rosaline, Nenek Rose sampai sekarang sangat membenci keluarga tante Grace.. Kakek Arman dan Nenerk Rose tidak lagi mau mempercayai apapun tentang tante Grace dan Mama Rosaline.. karena sudah terlalu kecewa dengan mereka.
Sekarang Alice sudah tinggal di rumah sendiri tidak tinggal di rumah nenek Hilda lagi, selama kuliah dia membantu pekerjaan papanya di perusahaan. Gaji dan uang jajan dari papa, kakek dan neneknya dari kecil ia tabung karena sudah terkumpul ia membeli rumah sederhana.
Selain membantu papanya, ia juga punya usaha kecil - kecilan bersama para sepupunya.. tidak ada yang tahu kapan jadwal meja hijaunya, ia ke kantor papanya setelah sidang meja hijaunya.. setelah berganti pakaian, ia ke ruangan papanya untuk mengantarkan berkas.
Tapi itu bukan sembarangan berkas, isi berkas itu adalah bukti kalau ia sudah lulus sidang skripsi dan mendapatkan nilai yang memuaskan
Tok Tok
“Masuk”
Ella segera masuk ke dalam, dan melihat di dalam ruangannya ada Nenek Hilda dan tante Kiana.. Alice langsung sangat senang melihat tante Kiana.
“Tante Kiana!!!” Heboh Alice langsung menuju di mana tante Kiana berada.
Kiana tersenyum melihat Alice langsung berdiri dan memeluk Alice yang sangat dia rindukan..
Papa Indra dan nenek Hilda langsung menggelengkan kepala mereka melihat tingkah keduanya..
“Ehem!!! Papa kamu di sini, nak.” Ucap papa Indra merasa di abaikan oleh anaknya.
Kiana merenggangkan pelukannya, ia tersenyum melihat tingkah temannya yang sangat posesif jika anak perempuannya dekat dengannya.
“Oh iya hehehee…” ucap Alice lalu berjalan ke meja papanya dan menyerahkan berkas yang dia bawa..
Alice berdiri menunggu di depan meja papanya, menunggu papanya menyelesaikan pengecekan berkas yang ada di depannya..
Alice menahan senyum melihat ayahnya mengerutkan keningnya ketika membaca berkasnya, tidak lama kemudian ayahnya shock dan langsung menatap Alice.. yang di tatap hanya tertawa tidak berdosa…
“Selamat anak papa, sudah lulus!!!” Heboh papa Indra yang membuat Nenek Hilda dan tante Kiana bingung..
“Ada apa, Dra?” Tanya tante Kiana tidak paham dengan situasi ini.
Indra tidak menjawab pertanyaan Kiana, ia langsung bangkit memeluk anaknya.. Nenek Hilda yang sudah kelewat penasaran langsung melihat berkas yang di antarkan oleh Alice tadi. Iya sama terkejutnya dengan papa Indra dan mengambil berkas itu untuk di baca oleh Kiana..
Kiana terkejut dan merasa bangga dengan anak temannya bisa lulus dengan nilai yang memuas..
Nenek Hilda dan tante Kiana jadi ikutan heboh. Mereka melerai pelukan bapak dan anak itu hanya untuk memberi selamat ke Alice.
Papa Indra hanya bisa pasrah dengan kelakuan ibu dan sahabatnya itu..
“Selamat sayang, nenek bangga sekali sama kamu.” Ucap nenek Hilda
“Selamat sayangnya tante, kamu hebat sekali sayang.” Ucap tante Kiana.
Alice sangat senang, baginya tante Kiana sudah seperti orang tuanya sendiri.. bukan bearti dia melupakan ibu kandungnya… walaupun ia merasa kekecewaan tapi ia tetap menyayangi mama Rosaline hanya saja ia nyaman dengan tante Kiana.
Mungkin sebagian besar orang yang tidak mengetahui tentang apa yang terjadi, akan mengatakan bahya Alice anak yang tidak baik dan lebih nyaman dengan orang ketimbang dengan ibunya sendiri.
Nenek Hilda sangat senang kalau Alice membuktikan dirinya dapat sukses dengan kemampuannya sendiri.
...****************...
Maaf ya hari ini hanya 1 bab saja, karena aku lagi tidak enak badan.. so selamat membaca semoga kalian suka dengan ceritanya