NovelToon NovelToon
NIKAH KONTRAK 9 BULAN

NIKAH KONTRAK 9 BULAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ningsih Hada

Dunia Sarah Wijaya jungkir balik setelah mendapat pelecehan dari seorang pria yang begitu ia segani dan hormati.Sebanyak asa yang mebumbung angan seakan sirna menjadi sebuah kemalangn. “Pergi! Menjauhlah dari hidupku selamanya”.Sarah wijaya “Jangan membenci takdir,maaf,kalau aku hanya singgah bukan untuk menetap”.Lingga Pratama. Tiada tebusan yang paling berharga atas rasa sakit tidak dianggap oleh seorang yang begitu diharapakn kehadirannya.Waktu telah merubah segalanya,membawa Lingga dalam penyesalan tam berujung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningsih Hada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Lingga mengobrol dan tanpa sadar langkah kakinya membawa dirinya ke taman belakang. Ia baru sadar setelah menutup panggilan. Dalam jarak sembilan meter, terlihat jelas adiknya tengah berbincang hangat menyodorkan obat untuk Sarah.

“Makasih Mas, tapi aku sedang tidak bisa minum obat,” jawab Sarah ambigu.

“Nggak suka obat ya, sama lah … makanya tidak boleh sakit. Tapi serius kamu pucet banget, mau ke rumah sakit saja?” tanya pemuda itu perhatian.

“Tidak usah Mas, terima kasih,” jawab Sarah sungkan

“Manggilnya jangan mas, mas terus, Naka aja,” ujar pria itu tidak mau terlalu di sanjung.

“Tidak sopan,” sahut sarah terbiasa mengikuti ibunya. Umur Sarah jauh lebih tua dua tahun dari Naka, tetapi sedari kecil ia terbiasa mengikuti ibunya yang memanggil putra majikannya dengan sebutan ‘Mas’ begitu pun dengan Lingga yang lebih dewasa tiga tahun dari Sarah.

“Nggak pa-pa, panggil Naka aja, lebih enak di dengar. Ya sudah Naka masuk dulu ya Mbak, jangan lupa obatnya di minum. Kalau sakit istirahat saja di kamar,jangn malah disini, udaranya kurang enak,”

Sarah mengangguk, sementara Naka berlalu.

Setelah kepergian Naka, Sarah berdiri dari duduknya. Lalu berjalan menuju tempat sampah. Ia membuang obat pemberian Naka tadi. Lingga yang melihat itu,sontak geram mendapati betapa ia tidak menghargai pemberian adiknya yang mempunyai rasa kepedulian tinggi.

“Kenapa di buang? Stress ya, kalau sakit tuh berobat, bukannya malah buang-buang obat, dasar tidak pandai menghargai pemberian orang!” Ucap Lingga membuat Sarah mengerem langkahnya.

Gadia itu memejam sejenak, hatinya bergemuruh hebat saat mendengar suaranya yang selalu tidak enak di dengar menggema. Ia berbalik lalu menatap pria di depannya dengan begitu marah.

“Iya, aku stress. Apa aku tidak salah dengar apa arti dari menghargai, bahkan yang bicara sok bijak saja tidak tahu arti menghargai!” hardik Sarah mendorong dada bidang Lingga dengan kesal. Bahkan ingin sekali menampar dan melenyapkan pria di depannya.

“Kalau kamu belum puas, ingin melihat kehancuran seorang gadis yang telah direnggut masa depannya, aku akan minum smua obat ini.” Sarah memungut kembali obat dalam plastik itu sembari memukulkan ke dada Lingga dengan kesal, lalu pergi begitu saja.

“Apa maksudnya? Bukankah sakit memang harus minum obat?” guman Lingga sungguh tidak paham.Bodo amat kalau mau minum semuanya, bahkan menghabiskan isinya. Dia yang sakit, kenapa juga Lingga yang repot-repot memikirkan gadis berhijab itu.

Hari berikutnya, Sarah masih belum berniat ke kampus. Ia menitipkan sebuah paketan pada ibunya yang tertuju pada anak majikannya tersebut.

“Bu, ini ada paketan untuk Mas Lingga, tadi kurir datang tapi orangnya tidak ada, di titip ke aku,” kata Sarah menitipkan sebuah bungkusan paket.

“Iya, nanti ibu sampaikan. Kamu mau kemana?” tanya Bu Maryam melihat putrinya siap-siap.

“Kuliah Bu, Sarah berangkat dulu ya, nanti kalau misalnya Sarah pulang terlambat, mungkin bisa jadi Sarah nginap di rumah teman, karna ada tugas kuliah kelompok, Bu,” pamit Sarah yang sebenarnya sumpek di rumah.

“Tumben masuk siang? Kamu mau nginep? Emangnya sudah baikan? Kalau masih tidak enak badan mending tidang usah berangkat dulu,Sa.” Bu Maryam terdengan khawatir.

“Iya Bu, lagi banyak tugas, Sarah pamit Bu!” seru Sarah meninggalkan salam.

Bu Maryam yang sekalian mau balik bekerja sembari membawa paketan untuk di berikan pada Lingga. Kebetulan pria itu sedang tidak di rumah, jadi menyimpanny lebih dulu di dekat dapur. Akan memberikan nya langsung nanti setelah pria itu pulang.

1
Sabil illah
bagus kak ceritanya.... semangat update kak
Ningsih Hada: Terima kasih ya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!