" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Butuh Cinta Dari Calon Suami
Sudah lebih dari tiga puluh menit Yura menunggu Arjuna di ruang tunggu perusahaan nya.namun pria itu tidak kunjung muncul .dia duduk gelisah melihat jam di tangan nya sambil mengomel dalam hati.
" Mbak? Apa masih lama meeting nya?" tanya Yura kepada sekretaris Arjuna.
Untuk bisa sampai ke lantai paling atas ,Yura di bantu oleh sopir keluarga Raharja.namun hanya sebatas mengantar saja, karena sang sopir pun tak berani menganggu meeting yang sedang berlangsung.ini Pertama kali nya Yura menginjak kan kaki nya di sini.kesan pertama yang Yura rasakan ketika masuk ke dalam gedung raksasa ini adalah luar biasa.jadi seperti ini rasa nya berada di tengah-tengah suasana perkantoran.
" Saya kurang tahu juga Nona,biasa nya sampai berjam-jam bahkan pernah juga sampai satu harian full."jawab Sekretaris Arjuna dengan sopan karena ia sudah tahu siapa sebenarnya Yura bagi Arjuna.
Yura membelalak kaget, seharusnya ia tak perlu ke sini kalau Arjuna sedang sibuk.tapi ia juga tak berani menolak permintaan calon mertua nya.tidak mungkin juga dia hanya tiduran di kamar.sementara status nya saja masih calon menantu.
Mau kabur ke tempat Intan dan Marta juga percuma, karena kedua sahabat nya masih berada di kampus hingga jam 17.00 nanti.
" Mereka lagi bahas apa di dalam sana?Bosan tahu Mbak duduk terlalu lama di dalam ruangan, ngantuk dan lebih parah nya lagi otak mumet,jangan sampai karyawan di sini mati muda gara-gara keseringan di ajak meeting sama bos mereka."ucap Yura sambil menopang dagu menggunakan sebelah tangan nya.
Sekretaris Arjuna langsung tertawa mendengar celotehan lucu dari Yura, ia sudah terbiasa mendengar keluhan seperti ini karena memang biasa nya Arjuna kalau mengadakan meeting tidak pernah sebentar.tapi keluhan kali ini berbeda karena datang langsung dari calon istri pemilik perusahaan.
" Kami para karyawan hanya mengikuti perintah Bos,sekalipun bosan para karyawan harus tetap bisa fokus supaya tidak kehilangan pekerjaan mereka." jawab Sekretaris Arjuna yang kali ini merasa beruntung tidak di libat dalam meeting yang sangat menguras tenaga dan pikiran.
Yura menghela nafas kasar, kesabaran nya sudah habis.ia tidak mungkin bisa menunggu lebih lama lagi.
Krucuk...Krucuk...Entah karena terlalu lelah menunggu, perut Yura tiba-tiba saja berbunyi padahal sebelum berangkat ke kantor Arjuna,Yura sudah lebih dulu menikmati makan siang bersama Ningsih.tidak biasa nya perut Yura mudah lapar seperti ini.
" Mbak,Aku minta tolong banget deh Mbak,tolong bilangin sama calon suami saya, menunggu itu sangat membosankan,jangan sampai saya jamuran di sini , kadaluarsa sehingga dia tidak bisa mencoba apa itu malam pertama dengan saya.bilangin Aku marah kalau sampai dia keluar lebih dari sepuluh menit."ucap nya setengah bercanda karena sudah tidak tahu lagi harus mengatakan apa di tengah suasana hati yang sedang kacau.
Penampilan Yura bahkan jauh dari kata perfect, sebagian rambut sudah kusut karena di garuk asal oleh Yura.rok jeans yang ia kenakan bahkan sudah naik sebatas paha akibat berulang kali menukar posisi duduk.
" Baik lah akan saya sampaikan Nona." ujar sang sekretaris tidak menyangka Arjuna akan menikah dengan wanita unik seperti Yura.
Setelah mendengar perut Yura keroncongan,sang sekretaris sempat menawarkan diri untuk memesankan makanan untuk Yura, tetapi Yura menolak tawaran itu karena tidak ingin mengganggu pekerjaan Sang sekretaris.
Lima menit kemudian,Yura kembali menatap pintu masuk berharap Arjuna segera datang menghibur hati nya,namun yang di harapkan belum juga menemukan hasil.dalam hati dia merasakan perasaan campur aduk cemas,takut jika Arjuna merasa terganggu dengan kedatangan nya,lalu bagaimana jika setelah menikah nanti Arjuna selalu menghabiskan waktu untuk kerja dan kerja.
Di dalam ruangan meeting yang begitu khidmat dan tenang,Arya si asisten pribadi langsung menyampaikan pesan dari Geni kepada Arjuna dengan nada serius.
" Pak,saya baru saja menerima pesan dari Geni kalau Nona Yura sudah sejak tadi menunggu anda ,Nona Yura mengancam akan marah jika Pak Arjuna tidak keluar kurang dari sepuluh menit."bisik Arya di telinga Arjuna agar tidak mengganggu jalan nya meeting.
Arjuna mengangguk paham, meskipun ekspresi wajah nya menunjukkan kalau dia tidak takut dengan ancaman dari Yura,dia mengalihkan pandangannya ke jendela.ia tak mungkin mengusir Yura dari perusahaan ini karena ini adalah pertama kali nya wanita itu datang ke sini.lagian tadi sang ibu sudah mengirim pesan kepada nya mengenai kedatangan Yura ke kantor.aneh nya lagi wanita itu tidak ada menghubungi diri nya.
" Bubarkan meeting nya, besok Kamu lanjut kan saja. Kalau ada yang masih salah,usir mereka dari sini."kata nya tegas sebelum fokus menatap layar ponselnya.
Para peserta meeting satu persatu mulai meninggalkan ruangan yang sangat menyesakkan dada, untuk hari ini mereka bisa lolos,tapi tidak dengan hari esok.malam ini sudah bisa di pastikan seratus persen jika semua peserta meeting tidak akan bisa tidur nyenyak untuk menyiapkan berkas laporan yang benar tanpa ada cacat sedikitpun karena Arjuna sangat perfeksionis.
" Ingat Arya, setelah saya resmi menikah dengan Yura, lakukan yang saya perintahkan tadi." ucap Arjuna sebelum meninggal kan ruangan meeting.
" Siap Pak." balas Arya cepat.
Arjuna dan Arya berjalan beriringan menuju ruangan tempat Yura menunggu, pesona pemilik perusahaan ini tidak terkalahkan oleh siapapun.begitu juga dengan Arya yang sangat tampan dan memiliki wajah datar mirip seperti bos nya.
"Tolong tinggalkan kami ."ucap Arjuna kepada Arya karena di dalam sana penampilan Yura sangat mengenaskan.
Setelah menutup pintu dengan rapat,Arjuna berjalan perlahan menuju sofa besar yang ada di dekat Yura.sebelum menjatuhkan tubuhnya pada sofa tersebut,Arjuna terlebih dahulu melepas jas nya lalu di lilit pada paha Yura.
" Kamu sengaja datang ke sini untuk menggoda saya?" goda Arjuna tanpa ekspresi padahal kata-kata yang ia ucapkan sangat menggelikan.
Yura membelalak mendengar itu.menggoda apa maksud lelaki di hadapannya ini.padahal yang menyuruh nya untuk datang ke sini adalah ibu dari Arjuna sendiri.
" Anggap saja begitu, cepat tunjukkin mana cincin nikah nya, setelah ini Aku mau pulang saja." sungut Yura kesal.sudah lelah menunggu malah di tuduh macam-macam.
Sungguh lelaki tidak berperasaan.ingin sekali rasa nya Yura mencakar wajah Arjuna supaya tidak sok kegantengan lagi.
Kali ini Arjuna yang di buat menggeleng,mulai sekarang ia harus terbiasa menghadapi sikap Yura yang menurut nya lebih sering kekanakan.
" Kalau Kamu pulang sekarang,yang ada Mama akan marah sama Saya karena di anggap mengusir menantu kesayangan nya." kata Arjuna dengan tegas.
" Masih calon menantu,kita belum resmi menikah, cepat tunjukkin mana cincin nya.Aku sudah bosan berada di sini." ujar Yura sambil mengulurkan tangan nya ke hadapan Arjuna.
Arjuna tersenyum sedikit menatap tangan mungil putih mulus milik Yura.
" Tak.."
Bukan cincin yang keluar, melainkan telapak tangan Arjuna yang beradu dengan telapak tangan Yura,lalu kedua tangan itu saling menggenggam dengan tangan kokoh Arjuna sebagai kunci nya.
" Ayok kita ambil cincin nya." ajak Arjuna sambil menarik tubuh Yura untuk berdiri.
Tangan Arjuna terulur merapikan rok Yura yang tidak lagi berada pada tempat nya.lalu naik ke kepala Yura untuk merapikan rambut Yura yang sangat acak-acakan. begini kan cantik dan sangat anggun kata Arjuna dalam hati nya.
" Kenapa harus berbelit-belit sih,Suka banget bikin Aku emosi." keluh Yura mendengus kesal.
Yura memundurkan tubuhnya saat melihat Arjuna yang menatap ke arah nya dengan sangat intens.jangan sampai lelaki ini kembali mencuri ciuman kedua nya.
" Jangan bilang kalau Kamu mau cium Aku lagi! Nggak ya." Yura menutup rapat bibir menggunakan tangan .
Hahahahaha...Tawa Arjuna pecah.wanita ini selain kekanakan ternyata juga mampu membaca isi pikiran nya.
Arjuna menggeleng kepala berusaha menghalau pikiran kotor yang bersarang di kepala nya.
Tak...
Telunjuk milik Arjuna mendarat mulus di kening Yura.
" Pikiran mu terlalu jauh, sini ikut saya dulu." ajak Arjuna lagi mengalihkan pembicaraan.
" Mau kemana? Aku lemas ini." keluh Yura lagi bersamaan dengan suara perut yang kembali menggema memenuhi ruangan itu.
" Kamu lapar? Belum makan siang?" tanya Arjuna menyipit kan mata.
Bukan nya merasa malu,yang ada Yura malah memukul Arjuna menggunakan tangan kiri nya karena tangan kanan kembali di genggam oleh Arjuna.
" Aku sudah makan siang bareng Mama,ini semua gara-gara nungguin Kamu terlalu lama maka nya Aku jadi kelaparan lagi." jujur Yura.
Sedang kan Arjuna mengangguk paham merasa senang dengan kejujuran Yura.andai saja mereka sudah menikah dan gengsi nya tidak setinggi langit.sudah sejak tadi Arjuna melahap habis bibir Yura yang sudah menjadi candu bagi nya.padahal tadi mereka hanya melakukan nya sebentar tapi Arjuna sudah ketagihan untuk menyentuh bibir itu lagi.
" Kita ambil cincin di mall X nanti sekalian mampir cari makanan untuk Kamu." putus Arjuna.
Arjuna lalu menjelaskan kepada Yura kenapa cincin itu bisa berpindah-pindah tempat dalam waktu singkat.Yura memahami penjelasan dari Arjuna.saat ini wanita cantik ini sedang sibuk memikirkan makanan apa yang akan dia makan.masalah cincin ia serahkan semua nya kepada Arjuna.
" Kamu yang bayarin kan?" tanya Yura sambil tersenyum nakal ,hanya sekedar untuk memastikan karena di dompet nya hanya tersisa tujuh puluh ribu saja.
Maklum saja dua hari ini Yura tidak di beri jatah jajan oleh kedua orang tua nya.tujuh puluh ribu itu adalah uang jajan sisa kemarin yang Yura irit takut ada keperluan mendesak.
Cup...
" Hukuman untuk Kamu yang memanggil calon suami mu tidak sopan." Arjuna langsung menyosor bibir Yura dengan rakus.
" Kamu..." tegur Yura dengan mata melotot.
Cup...
" Ulangi saja terus kesalahan yang sama,Kamu sangat suka sekali di hukum oleh saya." ujar Arjuna begitu santai dengan wajah tanpa dosa.
Yura kembali memukuli lengan Arjuna dengan brutal.habis sudah ciuman kedua dan ketiga nya.Arjuna sudah merampas nya tanpa permisi.
" Nggak adil banget jadi orang, giliran Aku salah langsung di hukum,giliran Kamu yang selalu ngomong formal dan nggak ada romantis nya malah di biarkan gitu saja.Aku marah ya sama Kamu yang sudah mencuri ciuman pertama kedua dan ketiga ku." gerutu Yura melepas paksa tangan nya dari genggaman tangan Arjuna.
" Saya sudah terbiasa berbicara seperti ini dari dulu.jadi nggak cari makan nya?" tanya Arjuna.
Hfttt... Sangat tidak adil sekali pria ini .mau protes tapi perut sudah lapar,meladeni Arjuna yang pintar berdebat pasti membutuhkan tenaga yang besar.untuk sekarang Arjuna bisa menang tapi tidak dengan esok hari.
" Jadi lah,Kamu yang bayarin kan makanan Aku?"Yura menolak mentah-mentah tangan Arjuna yang hendak menggenggam tangan nya.
Kini kedua tangan nya sengaja di sembunyikan di balik badan.
" Tentu saja,Kamu mau beli mall nya sekalian pun akan saya beli untuk Kamu." ujar Arjuna begitu sombong.
Jika wanita lain yang mendengar gombalan ini pasti langsung tersenyum sumringah dan rela menyerahkan semua yang mereka miliki kepada pria ini,tapi tidak dengan Yura yang meskipun sejak kecil sering di perlakukan tidak adil tapi ia tak pernah silau dengan harta milik orang lain.
" Tidak perlu,Aku tidak butuh mall ataupun seluruh isi mall.yang Aku butuhkan sekarang cinta dan kasih sayang dari calon suami ku." ujar Yura dengan tenang meskipun dalam hati sedikit bergetar.
Arjuna mengangkat alis terlihat sedikit terkejut dengan permintaan Yura.
" Berikan tangan mu, nanti Kamu nyasar kalau tidak aku pegang." ujar Arjuna kembali berusaha mengubah pembicaraan karena ia sendiri bingung mau mengatakan apa kepada Yura.
" Aku bukan anak kecil! Jalan nya sendiri - sendiri saja.nanti Kamu malah nyuri ciuman Aku lagi."
Tak...
Bersambung