NovelToon NovelToon
System Toko Sepuluh Ribu Alam

System Toko Sepuluh Ribu Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Ruang Ajaib
Popularitas:36.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Hao Qi hanyalah seorang mahasiswa yatim piatu miskin yang tercekik hutang rentenir dan selalu dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya.

Namun, nasibnya berubah drastis ketika ia tanpa sengaja mengaktifkan Sistem Toko Sepuluh Ribu Alam di ponsel bututnya. Melalui sistem rahasia ini, Hao Qi bisa menjual barang-barang murah sehari-hari seperti mi instan dan korek api gas ke berbagai dimensi lain dengan bayaran selangit berupa koin sistem, emas batangan, pil penempa tubuh, hingga teknik bela diri kuno.

Sambil menyembunyikan identitas dan kekuatan barunya, Hao Qi mulai melunasi hutangnya, menyadari keberadaan energi Qi di dunia modern, dan melangkah naik untuk menghancurkan para orang sombong yang dulu meremehkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Hao Qi menekan tombol daya pada smartphone di tangannya. Layar menyala, menampilkan logo Toko Sepuluh Ribu Alam yang elegan... sebuah pintu kayu kuno yang dikelilingi bintang-bintang.

Hanya ada dua menu di layarnya, Katalog dan Obrolan. Sangat sederhana, user-friendly, dan revolusioner.

"Sempurna. Bisnisku baru saja naik kelas dari toko kelontong menjadi perusahaan e-commerce lintas alam," Hao Qi bergumam puas.

Ia berdiri dan merapikan jaketnya.

"Sistem, aku sudah siap. Bawa aku masuk ke Toko Sepuluh Ribu Alam. Ayo kita sambut pelanggan hari ini dengan barang-barang baru."

"Perintah diterima. Menginisialisasi pemindahan Host."

"Swosh!"

Tubuh Hao Qi terserap ke dalam pusaran cahaya.

Saat matanya terbuka, ia sudah berdiri di balik meja kasir kayu jati di dalam toko antik kesayangannya. Wangi cendana langsung menenangkan pikirannya. Tubuhnya kembali bersinar sebagai siluet putih tanpa wajah, memberikan aura misterius yang mutlak.

Hao Qi segera mengatur tata letak tokonya.

Ia memindahkan botol-botol anggur merah dan wiski ke rak paling atas yang diterangi lampu lentera, membuatnya terlihat sangat mewah dan menggoda. Tumpukan rokok premium disusun rapi di etalase belakang kasir. Di lemari kaca penyimpan makanan, ia menambahkan berbagai jenis es krim tub dan kue tart yang tampak membeku sempurna dan menyegarkan.

Lalu, ia menata tiga buah Pomsel Komunikasi Sepuluh Ribu Alam di atas meja kasir kaca, berdampingan dengan kotak-kotak P3K.

"Toko sudah rapi sekarang. Barang dagangan lengkap. Sekarang, kita tinggal menunggu ikan memakan umpan."

Hao Qi melipat tangannya di dada, senyum ceria merekah di balik siluet wajahnya.

"Ding!"

"Pemberitahuan Sistem: Sinyal transaksi ditemukan. Pelanggan berasal dari Alam Magis Benua Tengah. Memulai penarikan dimensi."

"Alam Magis lagi? Apakah penyihir atau ksatria kali ini?" Hao Qi memusatkan perhatiannya ke tengah ruangan.

"Wush!"

Gumpalan cahaya putih berputar dengan kecepatan tinggi. Saat cahaya itu meredup, sesosok pria tinggi tegap muncul. Ia mengenakan zirah besi tebal yang dihiasi ukiran singa emas di bagian dadanya. Sebuah pedang raksasa bersarung kulit tersandang di punggungnya.

Pria itu memiliki rahang yang tegas, bekas luka melintang di hidungnya, dan rambut pirang pendek yang berantakan. Ia tidak terlihat sedang terluka atau sekarat. Sebaliknya, ia terlihat sangat kelelahan dan frustrasi.

"Brak!"

Ksatria berbaju zirah itu menjatuhkan dirinya ke lantai kayu toko dan bersandar pada meja kasir dengan napas berat.

"Hah... hah..."

"Sihir teleportasi macam apa ini? Di mana aku?" Ksatria itu mendongak dan melihat Hao Qi. Tangannya secara refleks meraba gagang pedang raksasanya, namun ia terlalu lelah untuk mencabutnya.

Hao Qi memasang postur berwibawa dan menyapa dengan nada ramah.

"Selamat datang di Toko Sepuluh Ribu Alam, Tuan Ksatria. Saya adalah Pemilik Toko. Anda ditarik ke dimensi ini karena resonansi kelelahan dan rasa frustrasi Anda yang memuncak. Ada yang bisa saya bantu?"

Ksatria itu mengusap wajahnya yang kasar. Ia menatap deretan barang aneh di rak belakang Hao Qi.

"Toko? Kau seorang pedagang?"

Ksatria itu tertawa dengan hambar.

"Hahaha..."

"Kebetulan sekali. Namaku Arthur, Komandan Pasukan Perbatasan Kerajaan Matahari. Kami sudah dikepung oleh Pasukan Orc selama dua bulan penuh di Benteng Batu. Pasukanku kelelahan, moral prajurit hancur, dan persediaan bir kami sudah habis sejak minggu lalu. Telingaku rasanya mau pecah mendengar genderang perang para Orc setiap malam."

Arthur meninju pelan lantai kayu.

"Bugh."

"Aku butuh sesuatu untuk menenangkan pikiranku. Sesuatu yang kuat. Ramuan penenang? Bir? Apa saja yang bisa membuatku dan perwiraku melupakan perang sialan ini sejenak sebelum kami mati besok pagi. Kau punya barang seperti itu, Tuan?"

Hao Qi tersenyum sangat lebar. Pelanggan yang membutuhkan pelarian dari stres perang adalah target pasar terbaik untuk barang-barang barunya.

"Tuan Arthur, Anda datang ke surga yang tepat."

Hao Qi berbalik dan mengambil sebotol Wiski murni yang cairan keemasannya berkilau diterpa cahaya lentera, serta satu bungkus rokok filter premium kemasan emas. Ia meletakkan kedua benda itu di atas meja kasir.

"Ini adalah Air Keberanian dari duniaku, dan ini adalah Gulungan Asap Ketenangan," Hao Qi memperkenalkan wiski dan rokok itu dengan nama fantasi yang epik.

"Air Keberanian ini jauh lebih kuat dari bir gandum yang biasa Anda minum. Seteguk saja akan menghangatkan tubuh Anda dari dalam dan membakar semua rasa takut. Dan Gulungan Asap ini... saat Anda membakarnya dan menghisap asapnya, segala tekanan di kepala Anda akan menguap."

Arthur menatap kedua benda itu dengan pandangan ragu. Ia meraih botol wiski itu, membuka tutup gabusnya.

"Pop."

Aroma alkohol yang sangat kuat, tajam, dan manis langsung menusuk hidungnya. Mata Arthur melebar. Sebagai pemabuk kelas berat di pasukannya, instingnya mengatakan bahwa minuman ini memiliki kadar alkohol yang luar biasa tinggi.

"Glek... Glek..."

Tanpa gelas, Arthur langsung menenggak wiski itu dari botolnya.

"Ughk!"

"Khah!!"

Arthur terbatuk pelan, dadanya membusung. Cairan wiski itu membakar kerongkongannya layaknya api cair, sebelum akhirnya menyebar menjadi kehangatan yang luar biasa nyaman di perutnya. Rasa tegang di bahunya yang selama dua bulan kaku menahan beban zirah seketika mengendur.

"Sihir apa ini?! Rasanya seperti menelan matahari yang sedang terbit!" Arthur berseru dengan mata berbinar-binar. Ia memandangi botol itu dengan takjub.

"Sekarang cobalah yang ini, Tuan Arthur."

Hao Qi mengeluarkan sebatang rokok, menyelipkannya di bibir Arthur, lalu menyalakannya dengan korek api gas.

"Klik."

"Tarik napas dalam-dalam, lalu hembuskan perlahan."

Arthur menurut. Ia menghisap rokok itu. Asap tebal memenuhi paru-parunya. Tembakau premium dicampur nikotin tingkat tinggi memberikan efek relaksasi instan pada sistem sarafnya yang tegang.

"Fuuuuh..."

Asap putih mengepul dari mulut Arthur. Ia bersandar di meja kasir dengan mata setengah terpejam. Beban perang, teriakan Orc, dan rasa frustrasi seolah ikut terhembus keluar bersama asap itu.

"Demi Dewa Cahaya... ini sangat luar biasa. Kepalaku yang mau pecah tiba-tiba menjadi sangat ringan. Tuan, benda ini adalah harta karun perang sesungguhnya!"

Arthur berdiri tegak, moralnya kembali penuh. Ia menatap Hao Qi dengan pandangan sangat serius.

"Berapa banyak Air Keberanian dan Gulungan Asap yang kau miliki? Aku akan membeli semuanya untuk perwiraku malam ini!"

Hao Qi tersenyum ceria. Ia melipat kedua tangannya di atas meja.

"Saya memiliki persediaan yang cukup untuk membuat seluruh perwira Anda tidur nyenyak malam ini. Namun, barang-barang ini sangat langka, Tuan Arthur. Apa yang akan Anda berikan kepada pedagang fana ini sebagai gantinya?"

Arthur melepaskan sarung tangan zirahnya. Ia merogoh ke dalam kantong kulit di pinggangnya dan mengeluarkan dua buah benda yang membuat napas Hao Qi nyaris terhenti.

Sebuah gulungan perkamen yang memancarkan cahaya keemasan, dan sebuah kristal bundar seukuran kepalan tangan yang di dalamnya terdapat pusaran badai salju kecil yang terus bergerak.

"Sistem, pindai kedua benda ini dengan cepat!" perintah Hao Qi dalam hati, bersiap untuk meraup keuntungan gila-gilaan malam ini.

1
Dell AliNka
lah pake beli vila kok masih sisa 5 jt
Hadi Hadi
sikat
Pecinta Gratisan
mantap💞 thor
Pecinta Gratisan
bantai thor
Pecinta Gratisan
mantap thor⚡🔨 cerita nya💞
Riyanganz
👍👍
Riyanganz
ceritanya menarik,semoga aja kedepannya ga monoton ceritanya
Orimura Ichika
nggak bisa nabung 🗿
Orimura Ichika: penasaran Thor sama lanjutannya🤭
total 2 replies
Gege
lucuan versi bogelnya jiuer ...🤣🤣
Aoooo: cute sekali /Drool/
total 1 replies
Aisyah Suyuti
good
Sebut Saja Chikal
yaah nunggu lg 😅
Hadi Hadi
up up up up up 😍😍😍
Gege
mantabbb...selalu apik dan epic updetannya
Orimura Ichika
oke juga
Manusia Biasa
nah itu berarti bakal ada kemungkinan perkembangan plot ke orang dunia lain, apa mc dapat Heroine dari dunia lain kayaknya lucu wkwk😂
Manusia Biasa
wkwkw nama saya adalah pemilik toko😭😭
Manusia Biasa
dan kalian gak tahu yang dihadapi itu MC🗿
Manusia Biasa
Menarik kak. karya ini punya potensi sih, semangat terus nulisnya
Manusia Biasa
itu senter mbak😂
Manusia Biasa
kalau ini dari dunia Isekai pasti🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!