Sage Iskandar atau lebih sering dipanggil Ge, merupakan murid badung di sekolah. Sejak kecil dia memang dirawat oleh pasangan rentenir. Orang sering menganggapnya preman, karena memang kebanyakan orang terdekatnya adalah preman.
Sampai suatu hari, seorang pria asing mendatangi Ge dan mengatakan sesuatu yang selama ini dirahasiakan darinya. Apakah itu?
"Kamu tuh ya, Ge! Nggak capek kamu tiap hari kerjaannya keluar masuk ruang BK terus, hah?!" omel guru BK.
"Nggak capek lah, Bu. Kan guru BKnya cantik," sahut Ge gamblang. Dia langsung kena jewer.
"Ge! Kamu ya yang ambil duit Mamak? Dasar anak kurang ajar!" timpal ibunya Ge sambil berlari keluar.
"Makasih, Mak! Love yuhh!" Ge langsung pergi dengan motornya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 5 - Reputasi Palsu
Sosok gadis itu keluar dari balik pintu yang setengah terbuka. Ge yang tadinya berdiri santai langsung mengernyit. Matanya menyipit.
“...Tantri?”
Gadis itu juga tertegun. Matanya membesar saat melihat siapa yang berdiri di depan rumahnya.
“Ge?!”
Beberapa detik mereka hanya saling menatap. Angin malam berhembus pelan di gang sempit itu.
Ge masih menatap Tantri dengan wajah heran. Dia tentu kaget melihat gadis yang dirinya kenal cantik, bersih dan kaya raya, kini terlihat lusuh dengan kaos oblong usang.
Tantri sendiri tampak panik. Rambutnya tidak serapi biasanya. Sangat berbeda dengan penampilannya di sekolah yang selalu terlihat rapi dan mahal.
Bang Ucup lanjut melakukan tugasnya. Dia langsung menunjuk pria kurus yang berdiri di belakang Tantri. “Udah dua bulan lu ngilang! Sekarang bayar!” bentaknya.
Pria itu gugup. “Bang… saya lagi susah…”
Bang Jali langsung memotong. “Semua orang juga susah! Tapi yang penting bayar!"
Tantri terlihat semakin tegang. Dia melirik Ge lagi. Lalu mendekatinya cepat.
“Ge.”
“Hah?”
“Bisa ngomong sebentar?”
Bang Ucup langsung menyela. “WOY! Apa-apaan lu?! Mau ngerayu anak bos kami, hah?!" timpalnya.
Tantri menatap mereka. “Aku mau bicara sama dia. Cuma sebentar.”
Bang Jali memandang Ge. “Lu kenal dia?”
Ge mengangkat bahu. “Temen sekolah.”
Bang Ucup berpikir sebentar. Lalu menunjuk Ge.
“Cepet! Lima menit ya!”
"Makasih, Bang!" Tantri langsung menarik tangan Ge menjauh beberapa meter dari rumah itu.
Mereka berdiri di bawah lampu jalan yang redup. Beberapa detik Tantri hanya diam.
Ge menatapnya. “Lu lagi cosplay atau beneran nih?" pungkasnya.
Tantri terlihat ragu. Namun akhirnya dia bicara pelan. “Yang mereka tagih… itu utang bokap gue.”
"Bukannya itu jelas ya?" Ge melirik ke arah rumah kumuh itu.
Tantri menggigit bibirnya. Dia sebenarnya ragu apakah Ge bisa diajak kerjasama. "Tolong jangan bilang siapa-siapa di sekolah..."
Ge mengangkat alis. “Siapa lu ngatur-ngatur gue? Gue yakin ini bakalan jadi berita panas di sekolah!” balasnya sambil cengengesan mengejek. Ge ingat betul bagaimana sikap Tantri dan geng Bintang di sekolah. Dia ingat mereka sering menindas yang lemah.
Tantri seketika cemberut. Lampu jalan membuat bayangannya terlihat panjang di aspal.
“Gue akan lakukan apapun buat nutup mulut lu. Apapun!" ujar Tantri.
Ge mengernyit. "Emang lu bisa ngasih gue apa? Uang? Cih! Kayaknya lu nggak punya," sahutnya sambil terkekeh. Ge membuang muka sambil memasukkan dua tangan ke saku celananya.
Tantri tersenyum pahit. "Gue emang nggak punya uang, tapi gue punya tubuh gue," ucapnya.
Mata Ge terbelalak. Namun saat itulah Tantri memegangi wajahnya dan langsung melumat bibir Ge dengan mulutnya. Sebuah ciuman mendarat ke bibir Ge begitu saja tanpa aba-aba. Ge bisa merasakan bibir dan lidah Tantri yang membuat bibirnya jadi basah.
Sontak Ge langsung mendorong Tantri. Ciuman mereka seketika terlepas. "Eh! Apa-apaan lu? Udah gila ya?!" timpalnya tak percaya. Ia segera mengusap bibirnya dengan punggung tangan.
"Anggap saja itu imbalan buat lu untuk tutup mulut," kata Tantri.
"Imbalan apaan! Gue nggak nafsu kali sama lu!" balas Ge tegas.
"Ge! Udah nggak? Ini udah lima menit!" panggil Bang Jali.
"Bentar, Bang!" sahut Ge.
Saat itulah Tantri tiba-tiba menjatuhkan kakinya ke tanah. Dia berlutut dan memegangi kaki Ge. "Gue mohon... Bantuin gue, Ge... Jangan kasih tahu tentang keadaan gue ke semua orang, apalagi geng Bintang..." mohonnya.
Ge tercengang. "Gue kira lu mohon biar utang bokap lu dipermudah, lah ternyata buat reputasi palsu lu!" tukasnya.
"Itu segalanya buat gue, Ge... Mengenai hutang bokap, gue punya uang buat bayar separuhnya," kata Tantri. "Plis... Rahasiain ya... Lu mau ngew*e sama gue? Gue jabanin deh!" tambahnya.
"Gila ya lu!" Ge tak menyangka Tantri akan menyerahkan harga dirinya demi reputasinya.