NovelToon NovelToon
ReyLin

ReyLin

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Teen / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Luh Sumartini

REMINDER !! ADA Beberapa Adegan D3w4s4



Rendy dan Linda

Dua manusia yang bersatu atas dasar perjodohan. Tidak ada yang tahu cerita itu, bahkan sampai mereka tidak jadi menikah pun ceritanya di tutup rapat.

tapi kilat putih dimalam itu membawa cerita yang berbeda -----


#mohon maaf masih pemula 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Sumartini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flash Back I

"Kamu itu gak cocok sama Rendy. Gadis mesum kayak kamu itu mana bisa jadi tunangan seorang putra dari keluarga Chandra." kata Diana mengepalkan tangannya.

"Tapi aku memang tunangannya. Sayang sekali ya Diana, kamu menolaknya saat itu. Aku jadi bisa memiliki dia untukku sendiri." jawab Linda mendekap pinggang Rendy yang membuat pemuda itu semakin berdebar - debar.

Memang Linda selalu mencari perhatiannya tapi sentuhan sedekat ini sangat tidak aman untuk jantungnya. Rendy baru tau kalau Linda kesal gadis itu bisa senekat ini, tapi Rendy menyukainya.

"Pergilah Diana. Aku sedang ingin berdua saja sama Linda malam ini. Ada hal yang harus aku lakukan bersama tunanganku. Bisa kamu dan kalian berdua memberi kami privasi?" sahut Rendy menatap datar kearah Diana.

Silvi san Damian sangat mengerti jadi mereka memilih pergi memberi mereka berdua waktu untuk mereka berdua.

"Ayo kita ke tempat lain Diana. Kalau kamu gak mau nanti pulang sendiri ya. Aku antar Silvi aja." ucap Damian mulai melangkah pergi dan Silvi yang melambaikan tangan kearah Linda dan di balas ucapan bye bye oleh Linda.

"Ayo kita ke tempat lain Linda." ajak Rendy membawa Linda pergi meninggalkan Diana dan segudang perasaan marahnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

-Tiga Tahun yang Lalu-

Dion Chandra mendesah pelan menatap putranya yang menyatukan kedua alisnya saat dia mengatakan hal penting yang sepertinya ditolak keras oleh Rendy. Disebelahnya Lazio mengelap keringatnya melihat situasi tegang antara Ayah dan anak ini.

"Ayah. Masih banyak sepupuku yang lain yang bisa ditunangkan dengan Diana Angkasa. Aku sebelumnya udah mendengar ada kabar aku mau ditunangkan sama dia, aku menolak. Lagi pula Ayah masih punya dua putra lagi yang bisa dijodohkan sama Diana Angkasa." kata Rendy dengan nada kesal. Dia tidak mau bertunangan dengan perempuan yang tidak dia sukai.

"Rendy. Memang benar Diana yang akan menjadi tunanganmu-"

"Maka dari itu saya menolak Ayah. Mohon Ayah mengabulkan permintaan saya." potong Rendy yang membuat Dion sekali lagi harus menahan sabar.

Dion memiliki tiga orang putra. Anak pertama bernama Jean Chandra lebih tua tiga tahun di atas Rendy sedang berada di luar negeri, belajar beberapa hal sebagai penerus Chandra. Sedangkan putra ketiganya yang bernama Devan Chandra yang satu tahun lebih muda dari Rendy juga berada di luar negeri karena lebih suka sekolah disana alasannya memilih suasana yang berbeda. Tersisa Putra Kedua nya yang memiliki seratus persen fotocopy dirinya yang saat ini tengah duduk di hadapannya memandang tajam kearahnya.

Uap panas mengepul dari cangkir yang berada di meja. Dion menyeruput kopi hangat itu. "Dengarkan Ayah sampai selesai dulu Rendy." kata Dion dengan sabar, karena permintaan istri kesayangannya yang mengatakan jika ingin menaklukkan Rendy maka Dion bisa menggunakan cara bagaimana dia membuat Viona memihak padanya.

Meski rupa Rendy seratus persen seperti Dion tapi sikap Rendy seratus persen seperti Viona.

Rendy mendengus kesal. Jika bukan Ayahnya yang berbicara maka Rendy sudah pergi lebih dulu. "Akan saya dengarkan."

"Rendy. Memang benar Diana Angkasa yang menjadi calon tunanganmu tapi Diana menolaknya. Lalu Linda Angkasa di tunjuk sebagai pengganti untuk calon tunanganmu-"

"Aku setuju jika itu Linda."

Sekali lagi Dion harus bersabar, menyela pembicaraan ini memang seperti Viona.

"Bukankah Ayah suruh kamu diam dulu?"

"Ayah. Jangan terlalu banyak bicara, langsung saja ke intinya. Ayah bilang Diana di gantikan oleh Linda kan? Jika itu memang Linda, aku setuju untuk bertunangan." jawab Rendy meneguk tehnya.

Dion mengernyitkan alisnya, "Rendy apa kamu suka Linda?"

"Ya." jawab Rendy singkat, namun samar - samar ada warna merah di pipinya.

Dion tercengang, Viona. Anakmu jatuh cinta, kamu seharusnya lihat wajah Rendy yang malu - malu ini. Teriak Dion di dalam hati.

Dion tersenyum lembut, "Ayah mengerti. Ayah anggap kamu sudah setuju." ucap Dion meneguk kembali kopinya.

"Aku setuju jika itu Linda Angkasa. Jika selain Linda, saya menolak. Terimakasih pengertiannya Ayah. Saya permisi." jawab Rendy berpamitan dan melangkah keluar ruangan kerja Dion.

Sepeninggal Rendy, Lazio menarik nafas lega, memang diantara mereka bertiga Rendy adalah putra Dion yang memiliki aura dominan. Persis seperti Ibunya.

-Sementara itu di rumah besar keluarga Angkasa-

"Aku menolak. Kakek aku baru saja kembali dan anda malah menjodohkan saya dengan orang yang belum pernah saya temui? Ada Linda yang bisa anda jodohkan dengan dia." ucap Diana Angkasa. Seorang gadis yang rambutnya di cat pirang, tersenyum agak angkuh karena ia sebelumnya tinggal dan sekolah di luar negeri berbeda dengan saudaranya yang lainnya.

Siapa sih yang suruh dia balik lagi kesini? Batin Damian jengkel.

Badra Angkasa menghela nafas lelah. Dia menatap cucu dari putra keduanya. Anak perempuan satu - satunya milik putra keduanya itu sudah lama tinggal berjauhan dari mereka. Badra memiliki tiga orang putra.

Putra pertama bernama Vito Angkasa, dia memilki dua orang anak. Putri sulungnya bernama Linda Angkasa dan adiknya seorang anak laki - laki lebih muda dua tahun dibawah Linda bernama Bagas Angkasa.

Putra kedua bernama Rio Angkasa, dia hanya memiliki seorang putri yang sangat manja bernama Diana Angkasa. Sejak kecil Diana tumbuh jauh di luar negeri bersama kedua orang tuanya. Segala kemewahan sudah Diana terima sebagai putri kesayangan Ayahnya.

Putra ketiga bernama Deon Angkasa, dan dia hanya memiliki satu anak laki - laki bernama Damian Angkasa. Hanya satu orang putra karena istrinya meninggal setelah melahirkan Damian.

Dari ketiga anaknya, Vito adalah anak yang diangkat menjadi kepala keluarga Angkasa karena dia putra pertama. Vito memiliki rupa yang sangat mirip seperti mendiang ibunya. Hal itu selalu mengingatkan Badra akan kehadiran istrinya.

Badra menatap putranya Vito, "Vito, bagaimana menurutmu?" tanya Badra.

Vito melirik Linda. Meski dia cukup senang karena Dion Chandra adalah sahabat baiknya namun keputusan ada di tangan Linda, dia tidak mau memaksa putrinya menerima hal yang tidak disukainya. "Linda.. Ayah tau kamu sudah kenal Rendy, tapi Ayah tidak akan memaksa kalau kamu gak mau. Apa keputusanmu nak?" tanya Vito menatap Linda yang berada disebelah istrinya.

"Saya mengerti Ayah. Saya akan menggantikan Diana bertunangan dengan putra kedua keluarga Chandra." jawab Linda dengan tegas.

Badra tersenyum lembut menatap cucu yang selalu mengerti dirinya, "Terimakasih Linda. Kakek akan mengirim beberapa hadiah karena kamu sudah mau menuruti permintaan Kakek."

"Terimakasih Kakek. Saya akan menerimanya dengan senang hati." jawab Linda tersenyum lembut.

Hal itu tentu saja membuat Diana menjadi kesal. Kenapa selalu saja Linda bisa membuat Kakek Badra tersenyum hangat menatap gadis itu. "Kakek. Aku juga mau hadiah, aku kan baru datang dari luar negeri. Tidakkah Kakek merindukan cucu kakek juga?" kata Diana mencoba merayu Kakek Badra. Namun hal itu membuat Rio menarik putrinya.

"Ayah mohon maafkan cucu Ayah yang sudah bersikap lancang ini." ucap Rio membungkukkan badannya menggantikan Diana meminta maaf.

"Ayah lancang darimana? Linda aja dapat hadiah masa aku gak? Linda yang selalu di sisi Kakek bisa dapat hadiah lantas aku yang sudah lama gak pulang masa gak dapat apa - apa. Itu gak adil Kakek." ujar Diana sedikit memberontak.

"Rio.. Apa kamu dan istrimu tidak mengajari anakmu sopan santun? Diana menolak perjodohan yang aku sampaikan dan melempar kearah Linda tanpa bertanya apakah Linda setuju atau tidak. Lalu tiba - tiba meminta hadiah? Sekali pun dia keturunan Angkasa, aku bisa mencoret nama kalian kapan saja jika kalian masih kurang ajar begini." sahut Badra dengan aura dingin yang mengelilingi tubuhnya.

Semua orang disana menelan ludahnya. Rio ingin berbicara namun Badra menghentikannya.

"Aku sangat lelah. Aku akan kembali ke kamarku. Hari ini cukup sampai disini." ucap Badra mengambil tongkatnya dan di bantu Pak Bari seorang asistant kepercayaan Badra yang bekerja sudah sangat lama bersamanya.

"Selamat istirahat Ayah." ucap Vito dan Deon bersama.

"Selamat istirahat Kakek." ucap Linda dan Damian.

Sepeninggal Badra Angkasa...

"Kak ada hal yang mau aku diskusikan denganmu , kalau Kakak gak sibuk, apa aku bisa berkunjung ke kantor hari ini?" tanya Deon memperlihatkan tab miliknya kearah Vito.

Vito tersenyum lembut, "Aku memiliki beberapa botol yang segar di ruanganku. Ayo kita kembali Deon."

"Kau sangat tau apa yang ada di pikiranku." balas Deon tersenyum misterius.

"Sayang. Lagi? Tidakkah kalian ingat sama umur kalian?" Merry istri Vito datang menghampiri suami dan adik iparnya.

"Apa kabar kakak ipar? Biarkan hari ini kita bersenang - senang. Melepas lelah dari pekerjaan sebagai generasi Angkasa itu menguras banyak energi Kakak Ipar." kata Deon dengan wajah memelas.

Merry mendesah pelan, "Sepertinya aku harus membantu pelayan masak banyak untuk makan malam nanti."

"Kakak Ipar memang yang terbaik." jawab Deon menunjukkan jempolnya membuat Merry tertawa kecil.

"Apa kita makan malam di rumah Om Vito, Ayah? Wah sudah lama aku rindu masakan Tante Merry. Selain wajahnya yang cantik, masakan Tante juga buat aku jatuh cinta." kata Damian memberikan tanda love lewat jari tangannya membuat Merry menarik gemas telinga keponakannya.

"Sejak kapan kamu pandai merayu begini, Deon apa yang kamu ajarkan kepada anak mu?" tanya Merry penuh selidik.

"Aku tidak mungkin mengajarinya yang aneh - aneh Kakak Ipar." sanggah Deon.

"Sudahlah, ayo kita pulang. Rio apa kamu mau gabung?" kata Vito.

"Tidak Kak. Aku ada urusan setelah ini." tolak Rio.

"Sampai jumpa lagi Rio." pamit Vito disusul istri dan anaknnya serta Damian.

"Sampai jumpa lagi Kak Rio." pamit Deon yang mulai ikut melangkah menyusul Vito

1
Jro Resmiasa
terus berkarya Thor 💪💪💪🙏
Sumartini: terimakasih kak 🙏 semangat berkarya juga 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!