NovelToon NovelToon
LENTERA ARWAH DI LEMBAH SUNYI

LENTERA ARWAH DI LEMBAH SUNYI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Romansa Fantasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

No plagiat 🚫

" Di bawah naungan gerbang kuno Lembah Sunyi, He Xueyi berdiri tegak. Jemarinya yang dingin mencengkeram gagang lentera emas yang berpijar redup.
Angin malam menerpa jubah merahnya, namun ia tak bergeming. Baginya, raungan arwah penuh dendam di depannya hanyalah musik pengantar tidur.

Dengan tatapan setajam sembilu, ia bergumam pelan, 'Dendammu adalah bebanku. Masuklah ke dalam lentera, atau hancur menjadi debu tanpa jejak.'"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Logika di Ruang Es Seribu Tahun

Gerbang raksasa Istana Musim Salju Kekaisaran Utara terbuka dengan suara derit logam yang berat, menyambut kereta kencana hitam He Xueyi yang tampak seperti noda tinta di atas hamparan permadani putih. Begitu turun dari kereta, He Xueyi tidak langsung menyapa barisan pejabat yang sudah berjejer rapi dengan pakaian formal mereka. Hal pertama yang ia lakukan adalah merapatkan jubah bulu rubahnya yang berwarna putih salju—yang secara logika membuatnya tampak menyatu dengan lingkungan, namun auranya tetap memisahkan diri dengan keangkuhan yang nyata.

"Pangeran Li Wei," panggil He Xueyi tanpa menoleh sedikit pun, suaranya menggema dingin di aula utama yang megah namun hampa. "Secara logika arsitektur, pemanas ruangan di istana ini sangat tidak efisien. Anda memiliki Jantung Naga yang energinya mampu menghangatkan seluruh benua jika dikelola dengan benar, tapi kenapa tamu kehormatan Anda harus merasa seperti ikan beku yang dipajang di pasar pagi?"

Pangeran Li Wei, yang berjalan setengah langkah di sampingnya, hanya bisa tersenyum masam sambil menggosok telapak tangannya sendiri. "Itulah masalah utamanya, Nona He. Sejak Jantung Naga itu hilang tiga malam yang lalu, suhu di seluruh kompleks istana ini turun sepuluh derajat setiap malam secara konstan. Jika benda itu tidak segera dikembalikan ke porosnya, dalam satu minggu seluruh kota ini akan berubah menjadi kuburan es abadi."

"Menarik," gumam He Xueyi, matanya menyipit meneliti setiap ukiran es di dinding. "Mari kita lihat Tempat Kejadian Perkara-nya sekarang juga. Aku ingin tahu seberapa 'pintar' pencuri yang berani mengusik jam tidurku ini hanya untuk sebuah batu naga yang rewel."

Mereka berjalan menuju Ruang Es Seribu Tahun, sebuah bunker rahasia yang terletak tiga puluh meter di bawah pondasi utama istana. Ruangan ini dilindungi oleh pintu baja berlapis meteorit setebal satu meter yang digravir dengan mantra pengunci kuno yang seharusnya tidak bisa ditembus oleh kekuatan fisik manapun. Begitu pintu itu dibuka, hawa dingin yang luar biasa menyeruak keluar, begitu pekat hingga Xiao Bo langsung melompat dan bersembunyi di dalam lengan baju Bian Zhi yang hangat.

He Xueyi melangkah masuk dengan tenang. Di tengah ruangan yang luas itu, terdapat sebuah altar kristal yang kini kosong melongpong. Di sekeliling altar, tiga orang pengawal elit kekaisaran—pendekar tingkat tinggi yang seharusnya mampu membelah gunung—masih duduk mematung dalam posisi siaga dengan mata terbuka lebar, namun tubuh mereka benar-benar kaku seperti patung lilin.

"Mereka tidak mati," ucap He Xueyi setelah memeriksa denyut nadi salah satu pengawal dengan ujung jarinya yang dilapisi energi Yin tipis. "Secara logika metafisika, jiwa mereka tidak dicuri, tapi 'dipinjamkan' secara paksa ke dimensi cermin. Inilah yang menyebabkan mereka terlihat seperti mayat hidup yang terjebak dalam waktu. Teknik yang sangat rapi, tapi sangat berisiko bagi si pengguna."

Bian Zhi mendekat ke arah altar, matanya yang tajam meneliti setiap inci lantai marmer yang membeku. "Tuan, tidak ada bekas congkelan pada kunci, tidak ada jejak kaki di debu es, dan yang paling aneh... tidak ada sedikit pun sisa aroma bubuk mesiu atau alat mekanis lainnya yang biasanya digunakan pencuri profesional."

He Xueyi mengangkat lenteranya tinggi-tinggi ke udara. Cahaya emas-ungu dari lentera itu mendadak berubah warna menjadi biru elektrik yang berderak saat menyentuh sisa energi di atas altar. Tiba-tiba, muncul sebuah pantulan bayangan samar di dinding es—sebuah rekaman energi sisa dari kejadian tiga malam lalu yang berhasil dibangkitkan oleh logika lentera He Xueyi.

Dalam bayangan transparan itu, terlihat sosok wanita dengan gaun putih panjang yang melayang menembus pintu baja tebal seolah-olah pintu itu hanyalah gumpalan asap tipis. Wanita itu tidak memiliki wajah, hanya permukaan rata yang memantulkan cahaya di sekelilingnya. Ia mengambil Jantung Naga dengan satu tangan tanpa menyentuh altar, lalu sebelum menghilang, ia menoleh ke arah 'kamera' imajiner He Xueyi dan membungkuk hormat dengan sangat anggun—sebuah gerakan provokasi yang nyata.

"Dia menyapaku," desis He Xueyi, matanya menyipit penuh amarah profesional. "Dia tahu aku akan datang dan melihat rekaman energi ini. Secara logika, ini bukan sekadar pencurian barang berharga untuk dijual kembali. Ini adalah undangan tantangan terbuka dari Sekte Bayangan Tak Terlihat yang ditujukan langsung ke alamat Paviliun Lentera Abadi."

"Tapi Nona He," sela Pangeran Li Wei dengan nada tidak percaya, "Sekte itu sudah dinyatakan musnah dalam perang besar lima ratus tahun lalu. Catatan sejarah kami menyebutkan tidak ada satu pun dari mereka yang selamat."

"Dalam dunia roh dan bayangan, Pangeran, istilah 'musnah' hanyalah bahasa halus untuk 'istirahat panjang' atau 'bersembunyi di balik cermin'," sahut He Xueyi sambil berjalan mengelilingi altar. "Pencuri ini menggunakan teknik Jiwa Pemantul Cermin. Dia tidak benar-benar ada di sini secara fisik, itulah sebabnya pintu bajamu yang mahal itu tidak berguna sama sekali. Dia mengambil Jantung Naga menggunakan proyeksi energinya yang padat."

He Xueyi kemudian berjongkok perlahan, gaun birunya sedikit menyentuh lantai es. Ia memungut sesuatu yang sangat kecil dari celah kristal altar. Sebuah jarum perak yang sangat tipis, hampir transparan dan nyaris tak terlihat oleh mata biasa.

"Bian Zhi, lihatlah ini secara saksama."

Bian Zhi mengambil jarum itu dengan ujung jarinya yang dilapisi sarung tangan kulit bear. "Ini adalah jarum Penusuk Sukma. Biasanya digunakan untuk mengunci semua panca indra korban agar tidak bisa merasakan kehadiran orang asing di dekat mereka. Tapi jarum ini... aromanya aneh. Ada bau bunga persik yang sangat kuat menyengat."

"Bunga persik di tengah badai salju utara yang mematikan?" He Xueyi berdiri tegak, senyum sinisnya yang tajam kembali muncul di wajah cantiknya. "Logikanya tidak sinkron sama sekali. Pencuri ini ingin kita berpikir bahwa dia adalah bagian dari sekte kuno yang bangkit kembali, tapi dia meninggalkan bau parfum yang hanya diproduksi di Lembah Harum, wilayah kekuasaan musuh politik utama Kekaisaran Utara di Selatan."

Pangeran Li Wei terperanjat, wajahnya memucat. "Maksud Anda... ini adalah konspirasi politik tingkat tinggi dari Selatan?"

"Politik atau dendam pribadi, itu urusan rumah tanggamu, Pangeran. Urusanku adalah menangkap wanita tanpa wajah ini karena dia sudah berani membuatku mual selama perjalanan dan mengganggu waktu tidur siangku yang berharga," ucap He Xueyi sambil merapikan jubahnya dengan gerakan elegan. "Bian Zhi, siapkan ritual Pelacak Jejak Sukma di luar ruangan ini. Kita akan mengikuti aroma bunga persik ini sampai ke lubang persembunyiannya yang paling dalam. Dan Pangeran... pastikan koki istanamu sudah menyiapkan sup sarang burung yang paling mahal dan hangat. Investigasi ini akan membuatku sangat lapar dalam satu jam ke depan, dan aku tidak menerima alasan 'stok makanan beku'."

He Xueyi melangkah keluar dari ruang es dengan gaya yang sangat dominan, seolah-olah istana itu adalah miliknya sendiri. Ia sudah menemukan benang merah pertamanya. Baginya, kasus ini hanyalah teka-teki logika yang harus dipecahkan dengan cepat agar ia bisa kembali ke selimut bulu angsanya.

"Oleh karena itu," gumam He Xueyi sambil menatap butiran salju yang turun di luar jendela besar, "pencuri itu sebaiknya mulai berdoa agar aku menemukannya dalam keadaan perut kenyang. Karena jika aku menemukannya saat aku sedang lapar, aku tidak akan menjamin dia masih akan memiliki 'permukaan rata' untuk disebut sebagai wajah."

1
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Wah, sudah disuguhi pemandangan kayak gini awal-awal 😭
Diah nation: eh itu baru awalan lho tapi nanti pas tengah tengah bab bakal ada kejutan 😂😂baca aja dulu seru kok hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!