Tiga tahun mengabdi sebagai seorang istri yang patuh dan di jadikan pengasuh anaknya. Marissa akhirnya menyerah setelah tahu dia di khianati. Bahkan putra sambung yang dia rawat selama ini tak lagi memihaknya.
Marissa marah, Dia yang seorang artis terkenal takkan akan diam dan akan balas semuanya.
Di sisi lain, Mendengar kakak angkat sekaligus wanita yang di cintainya terkhianati. Tentu saja Dylan murka. Pria itu takkan pernah mengampuni siapapun yang berani menyakiti Marissa, Wanita yang sejak dulu diam-diam ia sukai.
•••••
"Kau mencintaiku? Aku kakak mu..." Marissa Nugroho
" Kita sudah menjadi pasangan kakak beradik, Apa salahnya kita menjadi pasangan suami istri..." Dylan Sean Abraham.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mempermalukan Pelakor
Seperginya Gilang dan Kenan malam ini, Icha meraih kunci mobilnya. Wanita itu berniat mengikuti kemana sang suami dan putra sambungnya pergi. Yang jelas Gilang pasti pergi dengan Lula, Lihat saja kalau sampai mereka terbukti Icha tidak akan tinggal diam.
Dengan penampilan yang cantik serta gaun mewah yang di pakainya, Icha mengendarai mobilnya. Icha juga mengajak ART nya ikut, Karena wanita itu memang du butuhkan.
Memang itu tujuan Icha menolak permintaan Gilang untuk menyiapkan keperluan Kenan tadi. Icha juga bersiap, Icha harus tampil cantik semaksimal mungkin supaya dia bisa menunjukkan kalau dia lebih cantik dan lebih dari segala-galanya daripada si Lula Lula itu.
"Kali ini aku gak akan biarkan kamu lolos Gilang.. Lihat aja, Bukan cuma aku yang akan hancur dalam hubungan ini, Tapi kamu dan wanita itu.." Batin Icha dengan amarah yang tertahan. Dia takkan tinggal diam saja, Perlu di ketahui. Icha adalah putri kandung seorang Dimas yang dimana dulu pria itu juga punya sifat kejam. Selain itu, Sejak kecil dia di rawat oleh seorang Brian. Pria yang di kenal dengan mulutnya yang super pedas itu.
Mobil yang di kendarai oleh Gilang memasuki area restoran bintang lima. Sebuah restoran dengan fasilitas tempat dan menu yang mewah serta super mahal.
"Bahkan aku belum pernah kamu ajak makan disini Mas.. Brengsek kamu.." Icha menghentikan laju mobilnya tak jauh dari Gilang memarkirkan kendaraan roda empatnya itu.
"Bibi jangan keburu masuk dulu.. Masuknya nanti saja ya.." Ucap Icha pada Asisten rumah tangga nya itu..
"Baik Nya...
Terlihat dari dalam mobil yang Icha pakai Gilang turun dari mobilnya dengan menggandeng tangan Kenan. Setelah suaminya itu masuk, Barulah Icha ikut masuk.
Gilang benar-benar menemui Lula. Pria itu tersenyum manis ke arah wanita yang katanya adalah sahabat baik mendiang Mama Kenan itu. Siapa yang tidak marah melihat suami kita bersama wanita lain? Siapapun pasti akan marah.
Icha kembali melangkahkan kakinya dengan anggun sekali. Namun sebelum itu, Icha menyalakan ponselnya masuk ke camera live.
Icha masih belum memulainya, Alangkah lebih baik kalau dia cari tempat duduk yang tak jauh dari mereka. Dan rupanya, Gilang dan Kenan tak menyadari akan hal itu, Mungkin saking senengnya bertemu dengan wanita yang bernama Lula tersebut.
Di saat Icha sedang bersiap untuk mempermalukan mereka. Lula dengan begitu antusias sekali menyambut sepasang ayah dan anak itu.
"Mas Gilang.. Aku pikir kamu gak datang.." Kata Lula, Wanita itu tersenyum manis agar Gilang semakin tertarik padanya.
"Tante, Tante Lula cantik banget deh.." Suara itu adalah Kenan. Lula yang di puji pun langsung senang bukan main.
"Aaaa.. Sayangnya Tante.. Kenan muji Tante cantik? Owh, Makasih.." Sebelah tangan Lula mencubit gemas pipi Kenan.
"Tante Lula kan emang cantik.. Ya, Kan Pa.." Ucap Lula menatap Gilang hanya langsung mengangguk mengiyakan.
"Iya, Tante Lula emang cantik.." Jawab Gilang tersenyum tipis. Bahkan Lula yang cantik dari lahir pun tak pernah Gilang puji seperti itu.
"Kalau boleh Tante Lula tahu, Lebih cantikkan mana Bunda Kenan atau Tante.?" Tanya Lula pada Bocah itu. Kenan terdiam, Bocah itu mengetuk dagunya menggunakan jari telunjuknya.
"Lula, Udah lah, Jangan tanya yang aneh-aneh. Mending kita pesan makanan dulu.." Kata Gilang, Pria itu tidak mau nanti putranya bicara yang tidak-tidak.
"Bentar Mas.. Aku mau tanya dulu jawaban putra kamu yang ganteng itu ini.. Lebih cantik aku atau Istri kamu.." Lula mengedipkan matanya sebelah sebelum kembali menatap Kenan.
"Ayo sayang, Jawab... Lebih cantik mana Tante atau Bunda kamu..
"Kalau kata aku sih, Lebih cantik Bunda. Bunda meski gak dandan udah cakep.." Senyum di bibir Lula langsung luntur begitu saja mendengar kejujuran Bocah itu.
"Owh, Gitu ya.. Jadi Tante gak cantik rupanya.." Ucap Lula memasang wajah yang sedih.
"Sudah jangan dengarkan, Kenan masih anak kecil.. Cara bicaranya masih suka ngelantur.." Ucap Gilang mencoba menenangkan Lula agar memaklumi.
"Dasar bocah.. Cantik seperti apa sih wanita itu sampai Kenan bilang dia cantik.." Batin Lula. Meski selama ini dia tahu Icha itu seorang artis, Dan selama itu Lula belum tahu seperti apa paras Icha yang sesungguhnya. Karena mereka memang belum pernah bertemu sebelumnya.
"Iya Mas.. Aku maklum kok.." Ketiganya akhirnya diam. Begitupun dengan Gilang yang kembali mengingat ucapan Icha tadi.
"Aku bukan pengasuh Mas.. Yang bisa kamu perintah ini dan itu.. Dulu aku mau menikah sama kamu karena aku kira kamu memang mencintaiku apa adanya.. Tapi setelah aku pikir-pikir... Ternyata semua dugaan aku salah.. Kamu itu nikahi akh cuma buar baby sitter.. Aku kamu jadikan pengasuh anak kamu.." Ucapan itu kembali terlontar saat Gilang kembali meminta untuk mempersiapkan keperluan Kenan tadi. Dan lagi ucapan bukan pengasuh itu kembali terdengar.
"Mas..
"Ah ya..
"Ayo makan.. Ini pesanannya udah datang..
"Iya.." Gilang melihat beberapa menu yang baru saja dia pesan.
"Mau aku ambilkan.." Tawar Gilang pada Lula, Tentu saja Lula mengangguk karena karena dia memang sudah sangat lama menantikan momen ini.
Icha yang melihat itu mengepalkan tangannya. Dia sudah sangat geram sekali..
Mereka pun mulai makan malam bersama layaknya keluarga yang begitu harmonis. Bahkan orang-orang yang makan disana mengira kalau mereka adalah satu keluarga, Padahal juga bukan.
"Kayak pernah kenal sama pria nya, Siapa ya?
"Iya kayak gak asing, Suami artis bukan sih?
Bisik-bisik beberapa pengunjung pun terdengar.
Emosi Icha sudah tak dapat di bendung lagi. Wanita itu bangkit seraya bertepuk tangan membuat semua yang ada di sana menoleh ke arah sumber suara.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Prok
Prok
Prok
Icha melangkah maju menuju meja dimana suami dan anaknya berada bersama seorang wanita yang tak Icha kenal tapi yang jelas Icha mengenal Lula adalah dosen baru di tempat dimana Gilang mengajar sekaligus sahabat baik mendiang Mama Kenan.
"Icha.. " Lirih Gilang terkejut dengan kedatangan wanita itu disini.
"Bagus.. Bagus ya.. Selama kita menikah, Kamu gak pernah mengajak aku makan di restoran mewah seperti ini Mas, Tapi dengan wanita ini?" Tunjuk Icha pada Lula. Gilang tentu saja kaget dengan kedatangan Icha yang secara tiba-tiba. Lula pun sama kagetnya, Dia yang bukan siapa-siapanya Gilang langsung tertunduk malu. Mana suara Icha lantang banget lagi.
Sejak tadi dia begitu santai memamerkan keharmonisannya dengan sepasang ayah dan anak ini. Bahkan ada sebagian dari orang-orang yang telah mengira kalau mereka adalah keluarga cemara.
Tapi sekarang semua telah berubah. Icha memergoki mereka. Gilang juga ikut malu, Seperti nya dia lupa kalau Icha itu adalah seorang artis terkenal.
"Icha? Kamu kesini?" Tanya Gilang, Icha memberikan kode pada seorang wanita yang tak lain salah Asisten rumah tangganya.
"Baik Nyonya.." Wanita paruh baya itu mendekati Kenan yang masih bingung dengan situasi ini.
"Den, Ayo Den... Kita pulang dulu.." Ajaknya pada Kenan, Bocah itu menggelengkan kepalanya enggan ikut.
"Ayo Den..
"Aku gak mau.. Gak mau Bi!!" Meski menolak untuk pergi, Kenan tetap di bawa oleh sang ART.
Icha menatap dua manusia khianat ini. Tak ada kesedihan dan tak ada air mata.
PLAAAK!!
PLAAAK!!
PLAAAK!!
Tiga tamparan mendarat di pipi Gilang. Setelah itu, Icha melihat kuku nya seolah mengecek takut ada yang rusak.
"Icha kau!!
"Tiga tamparan ini sepertinya kurang ya.. Tapi aku takut kuku ku rusak.." Kata Icha dengan nada yang manja. Matanya menatap Gilang yang memegang pipinya.
Selama tiga tahun membina rumah tangga, Baru kali ini Icha menamparnya. Tapi Icha tidak peduli, Yang dia mau sekarang adalah menghancurkan dua orang ini.
Tatapan Icha kini beralih pada Lula, Wajah wanita itu mulai ketakutan dan pucat pasi. Icha meraih satu gelas jus melihat jus tersebut dengan seksama lalu mengangkat satu sudut bibirnya.
Byuuurr!!
"Aaaa!
Lula berteriak, Icha menyiram jus yang masih utuh itu ke wajah Lula.
"ICHA!!" Bentak Gilang.
"Kenapa? Kamu mau marah dan belain dia? Kamu mau belain selingkuhan kamu itu? Kalau kamu belain dia? Mending berhenti jadi dosen.. Otak kamu dungu soalnya, Gak cocok kalau jadi dosen.. Profesi dosen itu terlalu pintar buat orang yang gak punya otak kayak kamu.." Kata Icha dengan nada mengejek. Dada Gilang naik turun, Semua orang mulai melihatnya. Bahkan ada pula yang merekamnya.
"Iya itu benar suami artis..
"Marissa pemain sinetron dan layar lebar itu kan?
"Ih, Suami nya selingkuh. Mana selingkuhannya jelek lagi..
Gilang menatap Icha dengan tajam.
"Icha? kau!" Gilang membuka jas nya hendak diberikan pada Lula yang basah kuyup. Sayangnya Icha tiba-tiba saja menangis sedih..
"Lihatlah... Kalian bisa lihat sendiri. Aku memergoki suamiku berada di restoran ini dan dia sedang berselingkuh dengan wanita ini.." Icha menunjuk Lula dengan suaranya yang tersedu-sedu. Dia adalah artis yang sedang vakum, Berada dalam situasi yang seperti ini jelas akan cepat viral.
"Bahkan suamiku lebih membela nya.. hiks hiks.." Gilang semakin menatap tajam Icha. Gilang lupa, Icha adalah seorang artis yang pandai berakting. Sudah pasti semuanya ini hanya Akting belaka.
"Mereka ini dosen, Bagaimana bisa seorang yang punya pendidikan tinggi tidak punya moral seperti ini!." Ucap Icha lagi, Wanita itu tersenyum sinis ke arah suami dan Lula yang menahan malu sejak tadi.
"Satu...
"Dua..
"Tiga...
•
•
•
TBC
hancur kan siaoa saja yg pernah menyakiti mu Icha.
lanjut thor