NovelToon NovelToon
Anak Kembar COE Terpisah

Anak Kembar COE Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Seraphina Gunawan atau yang sering di sebut Sera, menikahi CEO Ashford Sync yang dingin dan tanpa perasaan serta hanya mencintai, cinta pertamanya Celesta.

Selama tiga tahun Sera hanya menanggung rasa sakit karena hanya menjadi pengganti dalam hidup sang CEO dan melihat pria itu telah bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Namun, ketika dia ingin meninggalkan kehidupan nya yang menyakitkan tiba-tiba dia mengandung anak CEO.

Bagaimana kelanjutan cerita nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Celesta Datang Lagi

"Kenapa bisa begitu, Bi?" tanya Dominic makin penasaran.

"Bibi, tidak tau Tuan, hanya saja kadang saat Bibi mengantar makanan terdengar isakkan tangis dari kamar Nyonya," ungkap Bibi Yuni nampak khawatir.

"Kenapa Bi Yuni tidak cerita pada ku?" ujar Dominic mengerutkan keningnya, terlihat sedikit gelisah membuat Bibi Yuni karena tuannya tidak pernah menujukan ekspresi seperti itu sebelumnya.

"Anu Tuan, Bibi Minta maaf bukankah tuan sendiri yang mengatakan bahwa Bibi tidak boleh membahas tentang Nyonya di depan Tuan," jelas Bibi Yuni mencoba mengingatkan Dominic tentang peraturan di rumah yang harus di patuhi semua pekerja termasuk nyonya rumah itu sendiri.

"Aish.. Kan aku sudah menagatakan dia bisa keluar kalau aku pergi," desis Dominic berdiri dari duduknya dengan perasaan murka.

Dia kemudian berjalan dengan langkah cepat di ikuti Bibi Yuni yang berjalan di belakangnya, mereka menaiki tangga dengan terburu-buru. Mereka menuju kearah tangga kemudian menitinya dengan langkah yang terburu-buru.

Hingga sampai lah mereka di depan pintu kamar Sera yang tertutup rapat bersama keheningan yang menusuk. Dominic mengetuk pintu dengan keras berharap perempuan yang mendiami kamar iru membuka pintu nya. Hingga beberapa menit pintu tak kunjung di buka.

Sedang sang perempuan yang mendiami kamar itu, mulai mengerjabkan matanya karena mendengar suara keras yang bertubi-tubi itu, dia mencoba untuk bangun karena firasat kali ini bukan Bibi Yuni yang datang. Dengan langkah tertatih Sera mulai menuju kearah pintu kamarnya dan bersiap untuk membukakan pintu.

Setelah memegang gagang pintu Sera tercengang ternyata orang yang berada di balik pintu kamarnya adalah Dominic, "Kenapa dia kesini?"keluh Sera, jujur saja saat ini dia tidak ingin bertemu dengan siapapun terlebih lagi Dominic.

"Mengapa kau mengunci diri di kamar? sudah ku katakan kau boleh keluar saat aku tidak di rumah, kau jangan sampai menyusahkan Bibi Yuni untuk mengantarkan makanan," marah Dominic seolah-olah Bibi Yuni mengadu pada Dominic bahwa Sera menyusahkan pembantu rumah itu. Sedangkan Bibi Yuni sedikit khawatir seolah sedang mengadu dombanya.

Sera mulai mengerti arah tujuan dari Dominic, pria mungkin menganggap menyusahkan orang-orang yang bekerja di rumah, itu sebab dia repot-repot datang kekamar. Alih-alih menjelaskan tentang malam mereka bersama atau meminta maaf pada Sera. Perempuan itu tau bahwa dia tak penting bagi Dominic.

"Oh baiklah, aku tidak akan menyusahkan Bibi Yuni, Bibi tolong berhenti mengirimkan makanan. Jika aku ingin makan, aku akan pergi ke bawah tidak perlu repot-repot..." minta Sera sembari menatap Bibi Yuni.

Dominic terlihat murka kemudian menarik tangan Sera, "Ada apa dengan kau? Aku bertanya mengapa kau mengunci kamar? bukan malah memerintah pelayan ku,"

"Lalu, aku harus bagaimana Tuan? bukan kah Anda yang mengatakan untuk tidak menyentuh ranah privasi masing-masing," ujar Sera menatap nyalang kearah Dominic.

Bibi Yuni mulai khawatir dengan ekspresi kedua majikannya itu, karena udara semakin memanas. Tatapan mata mereka terlihat berapi-api seolah saling menyalahkan, "Tuan, Bi Yuni tidak apa-apa, Tuan. Nyonya sudah saya anggap keluarga sendiri," kata Bibi Yuni.

"Oh, begitu, ternyata kalian sudah seakrab itu," jawab Dominic menghempaskan tangan Sera setelah mendengarkan penjelas dari pelayan yang mengasuh sejak kecil, bahkan di anggapnya seperti orang tuanya sendiri, Dominic cemburu.

"Mengapa kau mengunci diri di kamar? sudah ku katakan kau boleh keluar saat aku tidak di rumah, kau jangan sampai menyusahkan Bibi Yuni untuk mengantarkan makanan," marah Dominic seolah-olah Bibi Yuni mengadu pada Dominic bahwa Sera menyusahkan pembantu rumah itu. Sedangkan Bibi Yuni sedikit khawatir, merasa seperti sedang mengadu domba.

Sera mulai mengerti arah tujuan dari Dominic, pria mungkin menganggap menyusahkan orang-orang yang bekerja di rumah, itu sebab dia repot-repot datang ke kamar. Alih-alih menjelaskan tentang malam mereka bersama atau meminta maaf pada Sera, dia malah datang untuk menyalahkan Sera. Perempuan itu tau bahwa dia tak penting bagi Dominic.

Sera menarik tangannya dengan kasar, kemudian menggosok bagian tangannya yang di cengkram oleh Dominic dengan gerakkan kasar. Jujur saja, itu sangat menyakitkan.

"Kita sudah membahas nya kan untuk tidak menyentuh ranah privasi masing-masing kan, dan untuk apa pula kita memberitahu satu sama lain? tidak penting, Ya kan?" jawa Sera dengan sedikit bergumam, menyiratkan tentang malam bersama yang mereka lewati, dan bagaiman Dominic memilih tidak membicarakannya lagi, yang entah pura-pura tidak tau atau tidak tau kerena mabuk.

"Apa maksud kau, aku..." Dominic mengerutkan keningnya, dia bingung dengan apa yang ucapkan Sera.

"Brak..."

Baru saja, Dominic ingin melanjutkan pertanyaannya. Namun, Sera dengan cepat menutup kembali pintu kamar itu dengan kasar, membuat Dominic terkejut sekaligus marah di buat Sera. Terlihat jelas dari rahangnya yang mengeras dan giginya yang gemeretak serta mata nya membulat akibat amarah yang memuncak.

"Begitu rupanya! Ternyata kau sudah berani, bertindak kasar pada ku!" geram Dominic, menatap pintu itu dengan penuh amarah, sebelum akhirnya berbalik arah untuk meninggalkan tempatnya berdiri.

Sedangkan, Bibi Yuni masih mematung di tempatnya, takut akan ekspresi Tuannya. Karena, ketika sedang marah Tuannya tidak bisa didekati, karena Tuannya bisa saja melampiaskan amarahnya pada siapapun yang berada di dekatnya.

*

*

Selepas kejadian itu, Sera kembali pada rutinitas hariannya, hanya saja kini kegiatannya tidak lebih dari pergi ke meja makan untuk menyantap makanannya di kala Dominic tak ada di rumah. Rupanya, Dominic lebih sering tak ada di rumah dibanding sebelumnya. Sera juga lebih sering menghabiskan waktu di kamar, di banding duduk di sofa ruang tengah sembari menonton TV.

Karena, semua terasa melelah dan menyakitkan. Di tambah lagi, wanita yang merupakan cinta pertama Dominic seringkali datang kerumah ~ meskipun dia tau Dominic, suami tak ada di rumah hari itu.

Sera saat ini terlihat sedang duduk kursi meja makan, menatap makan diatas meja dengan wajah yang terlihat tidak berselera sama sekali.

Beberapa menit kemudian, terdengar suara langkah sepatu high heels menyapa telinganya. Sera langsung tau siapa itu, dan Bibi Yuni yang berdiri di dekat Sera terlihat segera mundur dari tempatnya ketika melihat siluet wanita itu yang semakin jelas. Dia tau wanita itu akan menyakiti Nyonyanya, tapi dia tak berani untuk melawan, mengingat wanita itu adalah kekasih lama Tuannya.

Wanita itu meletakkan tasnya dengan anggun di atas meja makan yang jelas ada Sera di sampingnya. Jelas dia ingin menyombongkan diri bahwa sang Celesta bisa membeli tas brand, entah itu dari Dominic atau bukan. Celesta nampak tersenyum licik di balik gaun midi berwarna burgundy yang tentu saja mahal dan berkualits premium.

Dia menekan permukaan meja itu dengan kasar, seolah akan memecahkannya. Sengaja memperlihat tangannya yang memiliki gelang emas dan cincin berlian. Dan tentu saja Sera tidak tertarik dengan kemewahan yang Celesta perlihatkan.

1
Greenindya
aku kira Dominic bakalan langsung beli tuh RS pas ga dikasih info
Kas Mi
semangat berkarya
Kas Mi: masama thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!