NovelToon NovelToon
Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Hantu / Iblis / Misteri / Roh Supernatural
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Ratih gadis miskin yang lugu dari Desa Cempaka yang di cintai oleh sosok Siluman ular yang berusia ribuan tahun----Setelah cintanya dikhianati oleh Arya, anak kepala Desa dusun Cempaka. Ratih Dipaksa membuat Perjanjian pernikahan dengan Pangeran Naga Seta yang sudah terobsesi pada Ratih----demi keamanan desanya lewat pernikahan gaib.
Warga Desa yang kembali terikat dengan Siluman ular penghuni aliran Sungai Seta harus memberikan sayeba setiap sebulan sekali untuk Siluman ular penghuni sungai, akankah warga desa terlepas dari perjanjian gaib ini.
Mengisahkan Dendam, Sakit hati, dan Perjanjian gaib di jadikan satu dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Ratih menghabiskan sisa hidupnya di istana siluman ular bawah sungai, dirinya memikirkan nasib ibunya di dunia manusia.

Para dayang di kamarnya itu tengah mendandaninya sebelum bicara empat mata----bersama Pangeran Naga Seta di aula istana.

Rambutnya di gelung indah dengan gerai sampai pinggang, Ratih mengenakan kemben warna putih dan bawahannya jarik batik lebih mewah.

Di sisi kanan dan kiri lengannya terdapat gelang emas, tak lupa Ratih di pakaikan kalung----di lehernya yang jenjang.

"Gusti putri nampak beruntung karena mau dijadikan permaisuri oleh Pangeran," puji salah satu dayang.

Hati Ratih merasa jika dirinya menerima cinta sang pangeran maka akan termasuk sesat dan musyrik, tapi seolah tak ada pilihan lain---dendamnya---hinaan--bahkan hutang yang di tinggal mendiang sang ayah terus berputar di kepalanya.

"Mari Gusti saya antar ke aula dimana sang Pangeran sudah menunggu," ajak dayang itu.

Ratih hanya diam dan menurut dirinya amat takut jika melawan akan terjadi sesuatu pada dirinya dan warga desa dusun Cempaka.

Di aula istana yang megah dengan tiang-tiang ukiran indah, di depannya berdiri singgasana dengan Pangeran Naga Seta yang duduk---menatap Ratih.

"Pangeran...," hormat para Dayang.

Sang Pangeran memberikan isyarat lewat kibasan tangannya agar pergi, Ratih masih diam tak bergeming dirinya takut jika mengatakan hal yang salah maka akan ada hal yang tak diinginkan----apalagi Ratih menyadari jika di hadapannya bukan sosok manusia, melainkan siluman ular.

Pangeran Naga Seta duduk di Singgasana dengan tubuh atletis bertelanjang dada rambutnya di gerai----dengan mahkota yang menghiasi kepalanya.

Ratih amat kagum dengan ketampanan sosok di depannya ini, "kemarilah Ratih," ujarnya.

Ratih berjalan mendekat, lalu tangannya di tarik untuk duduk di pangkuannya. Tangan sang Pangeran membelai pipi dan rambut Ratih yang tergerai.

"Sudah aku katakan jika aku bisa memberikanmu segalanya, kemewahan, perhiasan, dan aku juga bisa memberikanmu kekuasaan juga," tegasnya.

Ratih tercekat saat jari-jari Naga Seta membelai lembut pipinya, di tambah tubuhnya belum pernah seintim ini----dengan lawan jenis.

Napasnya berhenti sejenak, dinding yang terbuat dari batu yang di ukir seolah membuat tubuhnya terpenjara, meski di penjara bersama pria tampan----tapi tetap saja Ratih seolah tak memiliki kebebasan mutlak.

"Pangeran...aku hanya manusia biasa," ucap Ratih dengan nada lirih.

Jari pangeran membelai kulit halus Ratih di lengannya, lalu menatap setiap inci leher dan tubuhnya dengan matanya yang setajam elang.

"Manusia sepertimu sangat cantik, aku sudah menunggumu Ratih...Kamu ingat saat kamu bersama kakekmu sedang mencari ikan di sungai," ujar sang Pangeran dan Ratih hanya terdiam masih setia duduk di pangkuan sang pangeran.

Ratih sudah lupa dirinya berusaha mengingat saat itu, dan Ratih hanya mengangguk dengan takut dan ragu.

"Saat itu kamu menyelamatkan aku yang tertimpa dahan dan melepaskanku ke Sungai," ucapnya.

Ratih langsung ingat saat masih kecil usianya sekitar 7 tahun, saat itu dirinya mau makan ikan dan harus menangkap ikan di sungai bersama kakeknya.

Dan melihat seekor ular putih yang terjebak, Ratih pelan-pelan melepaskannya dan membiarkannya pergi sebelum di lihat oleh kakeknya.

"I-iya Pangeran...dan saat itu setiap aku memancing selalu mendapatkan ikan," jawab Ratih menunduk karena tak berani secara langsung menatap pangeran.

"Itu aku Ratih," jawabnya singkat.

Ratih masih menunduk karena masih belum berani menatap sang pangeran secara langsung, sampai akhirnya Naga Seta menarik dagunya lembut dengan tangan.

"Tatap aku," kata Naga Seta mengangkat dagu Ratih perlahan.

Ratih menengadahkan sedikit menatap sang Pangeran, pipinya bersemu merah hatinya berdegup kencang, entah mengapa dirinya merasa nyaman dan tak risih meskipun ini lawan jenis.

Meskipun Ratih sepenuhnya sadar jika Naga Seta bukanlah Manusia, tapi perasaan yang dulu bersemi untuk Arya yang layu seolah kembali mekar setelah hari ini.

Tangan Pangeran Naga Seta menunjuk hati Ratih, "buka hati terdalam milikmu Ratih dan jadilah pendamping sekaligus permaisuriku," pintanya sekali lagi.

"Ratih aku sudah banyak menghadapi manusia tamak, banyak pula yang sombong. Tapi kau berbeda kamu mencintai pria dengan tulus, menikahlah denganku daripada kamu menikahi manusia tamak itu," pinta sang Pangeran Naga Seta.

"Tapi--" belum sempat Ratih melanjutkan kalimatnya, bibirnya di tahan oleh telunjuk Naga Seta.

"Jangan banyak bicara Ratih, jika kamu menjadi permaisuriku kamu bisa sepertiku hidup lebih dari ribuan tahun."

Ratih mengigit bibirnya lalu memejamkan matanya, dadanya sesak dan mulai bergumam.

"Aku hanya ingin bahagia, memiliki anak hidup sederhana dengan suamiku."

Ratih memejamkan matanya tanpa di sadari air mata mengalir dari celah matanya, Naga Seta menghapus air mata Ratih.

"Jangan menangis Ratih," ujarnya menghapus air mata Ratih, arus sungai yang deras kembali seperti hembusan angin rambut keduanya juga terbang sepoi-sepoi.

"Aku berhutang budi padamu Ratih," ujarnya membelai Rambut Ratih yang panjang.

Ratih masih ragu dan takut karena dirinya, tahu meski tampan dia bukan manusia. Bagaimana hidupnya nanti jika menikahi siluman di depannya.

"Apa kamu masih memikirkan aku ini siluman dan kamu manusia?" tanya Naga Seta seolah tahu isi hati Ratih.

Ratih menjawab dengan anggukan kepala, seperti impian banyak wanita yang ingin prianya mengerti sisi hatinya. Ratih pun sama---tapi bukan menikahi siluman ular.

"Cinta tak memerlukan kesamaan Ratih kadang yang berbeda akan saling melengkapi," jawab Pangeran Naga Seta.

Ratih terdiam mendengar penuturan Pangeran Naga Seta, lalu momen kebersamaan keduanya terhenti saat patih Bulus melapor.

"Salam yang mulia pangeran," ujarnya.

"Berani sekali kamu masuk tanpa izinku!" marahnya. Tapi Ratih menyentuh lengannya untuk meredakan kemarahan sang Pangeran, membuat keduanya bertatapan sejenak.

Ratih segera berdiri dari pangkuan Pangeran Naga Seta, lalu segera keluar ruangan Singgasana.

1
neni nuraeni
mungkin kah anaknya yg melindungi ibunya,,, kalau iya bkl tmbh seruuu ni
Putri Sabina: Yah itu udah insting anak laki-laki kak, kalo dimana² pasti akan melindungi ibunya
total 1 replies
kinoy
kyknya pemuda tu anak Ratih ma seta deh
Putri Sabina: itu kekuatan nya kak dari bangsa siluman🙏
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuuut
neni nuraeni: ok deh😉
total 2 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐁𝐞𝐫𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩 𝐱 𝐬𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐀𝐦𝐛𝐚𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐤𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐤𝐞 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐬𝐢𝐡.
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐠𝐚𝐤 𝐝 𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡. 😞
Putri Sabina: ikutin aja kak alurnya😄
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuut
Putri Sabina: besok lanjut kakak
total 1 replies
neni nuraeni
wiih mantaaap.. lnjut
Putri Sabina: besok kak pasti lanjut kok😄
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
Ke desa Cempaka baru rencana, kpan ksitu nya Rania. 😂
Putri Sabina: sabar atuhh, kan lagi persiapan Dania juga masih sekolah jugaa kak😩
total 1 replies
neni nuraeni
semoga aja Ratih kuat...
neni nuraeni: iya ksian... 🙂
total 2 replies
kinoy
si Ambar cr mati..JD dia yg nambahin racun ke tubuh Ratih..SMG aj CPT ketauan trus dipateni
Putri Sabina: tunggu aja kak, karmanya buat kobra Ambarwati😄 dan orang jahat pasti akan ada karmanya🤭
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐉𝐝 𝐭𝐨𝐤𝐨𝐡 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐧𝐲𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐭𝐮 toh😳😆, 𝐠𝐚𝐤 𝐧𝐲𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚 𝐭𝐩 𝐬𝐞𝐫𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫. 😂
Putri Sabina: sesuai keinginan readers kak, nanti di bab selanjutnya akan ada banyak tokoh tambahan🙏
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐝𝐞𝐡 𝐏𝐫𝐚𝐛𝐮 𝐍𝐚𝐠𝐚 𝐬𝐞𝐭𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐫𝐚𝐤𝐲𝐚𝐭 𝐱 𝐦𝐞𝐦𝐞𝐥𝐮𝐤 𝐚𝐠𝐚𝐦𝐚 𝐢𝐬𝐥𝐚𝐦 𝐲𝐚. 😃😃
Putri Sabina: aminn😉🙏
total 1 replies
neni nuraeni
jgn smpai dong Ratih meninggal kasian ibu ya,,,
neni nuraeni: ya dehhh
total 2 replies
kinoy
waduh..gmn nasib Ratih y
Putri Sabina: tunggu kelanjutannya kak, besok update koo😄
total 1 replies
Nur Bahagia
kamyuuu nanyaaa? 🤭
Nur Bahagia
ternyata pangerannya jahad 🤨
Putri Sabina: namanya juga siluman kak
total 1 replies
Nur Bahagia
oii pangeran.. pikirin juga dong calon ibu mertua mu
Putri Sabina: Yah begitulah kak, sifat alami siluman😉 egois🤭
total 1 replies
Nur Bahagia
seperti nya pangeran harus mengurangi ego nya 🤭
Nur Bahagia
kenapa pangeran tau2 ngamuk 🤔 jangan bilang kalau kamu masih labil pangeran 🤣🤭
Putri Sabina: bukan labil, dia nggak mau Ratih pergi kak🤐
total 1 replies
neni nuraeni
yaaa bersmbung
neni nuraeni: 👌 othor... dtunggu ya klnjutannya... 🥰
total 2 replies
Nur Bahagia
kalo kamu berhutang budi, harusnya dari dulu kamu bantu Ratih dan keluarga nya biar bisa hidup enak 😁🤭
Putri Sabina: Naga Seta maunya Ratih jadi istrinya kak🥲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!