NovelToon NovelToon
My Sexy Lady

My Sexy Lady

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:461.7k
Nilai: 5
Nama Author: lena linol

"Hi, Señorita!" Nero tersenyum miring seraya mengacungkan senjata api tepat di kening Elle.

"Kau ingin membunuhku?!" Elle terisak ketakutan saat pria itu hendak menarik pelatuk senjata apinya. Sebentar lagi dia akan mati.

DOR!

Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nero ingin melenyapkan wanita yang sangat dicintai.

Penasaran? Ikuti terus kisahnya. Dan jangan lupa, Follow IG Author @Thalindalena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu

"Tunggu dulu! Tadi kau bilang apa?" Nero menghentikan langkah tiba-tiba dan hal itu membuat Pedro terkejut karena hampir menabrak punggung boss-nya.

"Aku merindukan masakan ibuku," jawab Pedro dengan alis mengernyit menatap boss-nya.

"Bukan! Bukan yang itu, tentang Tuan Ben."

"Oh." Pedro mengangguk dan ber oh ria, seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, otaknya tiba-tiba nge-lag.

"Hanya oh saja jawabanmu? Aku butuh penjelasan Pedro!!" amuk Nero menatap kesal pada asistennya. "Jika Tuan Ben tahu identitas pemuda itu, artinya dia juga tahu tentang identitas Tuan Damon dan aku yang sesungguhnya?"

"Kurang lebih seperti itu, Tuan. Anda tahu sendiri 'kan kalau Tuan Ben berasal dari keluarga terpandang, dan istrinya pun dari keluarga bangsawan, tentu mereka sebelumnya sudah mencari tahu tentang Anda dan Tuan Damon. Itu hanya perkiraanku saja." Pedro memberikan penjelasan, meskipun akhir kalimatnya membuat Nero mengumpat keras.

"Sial!" umpat Nero dengan elegan. "Jika Tuan Ben tahu identitas kami di dunia hitam, kenapa dia tidak pernah membicarakan hal ini padaku atau Tuan Damon?" Nero bertanya-tanya pada Pedro dengan perasaan resah, dan takut kalau Tuan Ben mengetahui identitasnya.

"Mungkin dia menghargai privasi kalian," jawab Pedro asal.

"Mana mungkin seperti itu!" sanggah Nero.

"Iya, mana mungkin seperti itu," beo Pedro, mengangguk-angguk sambil menggosok dagunya dengan tangan kanan. "Anda harus berhati-hati, karena ini bisa menjadi bom waktu untuk Anda." Pedro mengingatkan boss-nya.

"Iya, kau benar," lirih Nero.

"Ya, aku selalu benar," jawab Pedro bangga pada dirinya sendiri dengan senyuman jumawa yang membuat Nero mendengus kesal melihatnya.

Nero kembali melanjutkan langkah, keluar dari markas tersebut.

"Jangan ikuti aku!" Nero menoleh, dan menatap tajam Pedro yang selalu menempelinya seperti lintah.

"Aku butuh tebengan, Tuan. Markas ini jauh dari Kota, jadi..." ucapannya terhenti saat Nero masuk ke mobil tanpa memedulikannya. "Astaga, kejam sekali," keluhnya saat mobil itu perlahan menjauh dari Markas, keluar dari wilayah hutan.

*

Nero mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh. Ucapan Pedro mengenai Tuan Ben tadi terus berputar di otaknya.

"Aku terlalu meremehkan Tuan Ben," gumamnya seraya mencengkram setir mobil dengan kuat. "Aku harus lebih hati-hati dalam melangkah."

*

Ele saat ini sedang berbicara dengan kedua orang tuanya melalui sambungan telepon.

"Ayolah, aku sudah di sini sesuai dengan keinginan kalian, tapi kenapa kalian masih saja cerewet dan mendekteku?!" kesal Ele, sangat marah pada orang tuanya yang selalu mengaturnya.

"Ele, jaga nama baik keluarga! Dan tetap patuh pada Nero! Turuti semua perintahnya!" sentak Ben sangat marah pada putrinya yang sekarang jadi pemberontak.

"Jangan lagi membuat Mommy dan Daddy kecewa!" Gloria tak kalah tegas mengingatkan putrinya.

"Iya ... Iya! Aku paham!" Ele sewot, lalu mematikan sambungan telepon secara sepihak dengan perasaan kesal bukan kepalang. "Ck! Mereka ini sangat menyebalkan, tak ada satupun yang mengerti perasaanku!" geramnya, lalu membuka kontak di ponselnya untuk menghubungi Nick. "Hanya dia yang mengerti perasaanku." Ele tersenyum saat panggilan teleponnya terhubung, namun tak segera mendapatkan jawaban.

"Kenapa tidak diangkat?" Ele mengernyit, tidak biasanya kekasihnya seperti ini. Biasanya Nick selalu cepat mengangkat telepon darinya.

*

"Tuan," sapa Botak, menyambut kepulangan Nero.

Nero hanya mengangguk dengan ekspresi datar.

"Kenapa Anda meminta Ava yang menjemput Nona Ele?" protes Botak dengan nada hati-hati.

"Dia baik-baik saja 'kan?" Nero balik bertanya dengan nada dingin.

"Ya, dia sampai dengan selamat. Tapi, pesan Tuan Ben, Anda harus menjemputnya sendiri karena Tuan Ben takut terjadi apa-apa pada Nona Ele, seperti kabur atau membawa kekasihnya, misalnya," jawab Botak, menahan senyum saat melihat rahang Nero mengeras.

'Anda pasti cemburu 'kan? Hayo, mengaku,' ucap Botak, tapi sayangnya hanya di dalam hati.

*

Like dan komentarnya!

1
Anonim
Berta panik setelah melihat jam tangannya. Dia sudah melanggar aturan Botak.

Cammora tidak peduli dengan aturan Botak untuk Berta. Camorra mengajak Berta bersenang-senang. Cammora menggenggam erat tangan Berta menuju mobilnya.

Cammora membawa Berta ke salon kecantikan.

Cammora ingin pegawai salon merubah penampilan Berta menjadi cantik, sampai membuatnya pangling.
Anonim
Botak bisa galau juga - Berta sudah satu jam lebih pergi sama Cammora belum kembali.

Elle senang tersenyum puas menikmati kegalauan Botak.

Cammora pria yang bisa membuat Berta bisa tersenyum. Berta merasa di hargai, di inginkan, dan di perhatikan.

Berta hatinya tersentuh dengan perhatian-perhatian kecil dari Cammora.

Apalagi Cammora memberikan Berta semangat dan dukungan moril, juga memberi nasehat.

Berta tumbuh dengan rasa ketakutan, tidak percaya diri, dan terasingkan.

Kini ada pria yang mengatakan Berta berharga. Jangan pernah lagi merasa rendah diri. Berta gadis hebat dan kuat.

Berta dengan mata berkaca-kaca mengucapkan terima kasih pada Cammora.
Berta tersentuh, terharu dengan apa yang dikatakan Cammora.
Anonim
Sepertinya Cammora mau ngajak Berta jalan-jalan sore.

Cammora bertanya pada Berta - Botak yang menjawab.

Cammora tak terima pada Botak yang ikut campur urusannya dengan Berta.

Elle datang - menyelamatkan Berta dari aturan Botak yang seenaknya sendiri.

Botak kalau suka sama Berta bicara terus terang. Sok meremehkan Berta. Nyatanya cemburu Berta didekati Cammora.

Rasain Batak. Suka memarahi Berta - mana bilang bukan hanya wajah Berta yang jelek, tapi cara kerjanya juga jelek.

Lihat tuh si jelek disukai Cammora yang kaya raya. Botak tak ada apa-apanya dibanding Cammora.
Anonim
Cammora tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Tinggal di rumah Nero hanya di beri batas waktu seminggu.

Cammora memanfaatkan waktunya untuk mendekati Berta.

Bahkan kemanapun Berta pergi, Cammora mengikuti.

Berta sampai protes pada Cammora.
Anonim
Cammora memaksa Berta untuk duduk di sampingnya. Cammora memperkenalkan diri.

Berta menyebut nama sekalian nama panggilannya.

Elle dan Nero berada di kamar menatap mereka.

Nero tak terima istrinya memuji Cammora yang gentelman.
Yennie Ika
lanjut thorrrr.... dabel uppp🔥🔥
isni afif
next kak....paling botak nyeselll tow....
isni afif
lanjut kak...🥰🥰🥰
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
jare wong jowo anak Pitu meteng telu🤣
Anonim
Cammora gombalannya maut. Berta baginya berlian wkwkwk.

Meronalah kedua pipi Berta mendengar tamu majikannya mengatakan - berliannya Berta.
Anonim
Cammora benar-benar mengincar Berta. Sampai menginap di rumah Nero.

Di kasih waktu satu minggu oleh Nero.

Nero mengancam Cammora akan kehilangan kepalanya kalau melakukan hal bahaya atau melukai penghuni rumah Nero.

Elle memperbolehkan Cammora menginap - biar Botak cemburu dan sakit hati.

Elle syok mendengar penuturan Nero - Botak tidak pernah mau menikah. Mungkin Botak tidak tertarik pada wanita.

Sepertinya Botak tidak mau menikah bukan karena gay, Elle.
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋😘💋💋💋
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋💋💋
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣upin ipin
Ayna Adam
ditunggu updatenya lagi kak 😊
Ainal Fitri
Mak Lena aku jd terkikik sendirian ngebayangin paman botak sampe shock gt seandai nya ad gambar pasti lebih seru lg liat nya 😂😂😂😂🤣 entah knp akunikut bhgia seperti Elle liat paman botak mnderita gegara galu. lanjut ya Mak aku dukung Elle buat nyiram bensin knhati nya paman botak wlonpun bensin lg mahal tak masalah 🤣🤣🤣
🥰🥰🥰🥰
Ainal Fitri: bener kak LANY lengah dikit batu x jd berlian d tangan cammora.. 🤭
total 2 replies
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘩 𝘣𝘰𝘵𝘢𝘬 𝘨𝘦𝘨𝘢𝘯𝘢🤣🤣🤣
Ainal Fitri
nah itu dia bawa k salon dan permak sebaik mgkn pasti nya bakalan mirip Kim Kardashian 🥰
biar nti pulang paman botak pangling dan lupa ngasih hukuman 🤣🤣🤣
Ainal Fitri: auto d ganti kak.. maka nya paman botak sampe pangling Krn Berta waktu pergi dan daaat pulang bukan Berta yg sama lg penampilan nya 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Tuti Tyastuti
𝘤𝘢𝘮𝘮𝘰𝘳𝘢 𝘬𝘦𝘳𝘦𝘯 𝘥𝘢𝘩👍
Ainal Fitri
api muali mnyla danntugas Elle adalah mnyiram nesin setiap saat agar api itu semakin besar menyala hingga membakar seluruh tubuh paman botak bukan hanya hati nya torpedo nya nya ikut hidup dan meronta ronta 🤣🤣🤣🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!