NovelToon NovelToon
OBSESI CINTA PERTAMA

OBSESI CINTA PERTAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Kriminal dan Bidadari / Idola sekolah
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Andara prina Larasati

"I think I'm addicted to your body"-Jeffranz Altair-


Sherra menyesali keputusannya malam itu. Malam dimana ia menyerahkan tubuhnya pada cinta pertamanya---Jeffranz Altair si Perisai PASBARA yang terkenal dingin dan kasar.

Sherra menyesal. Karena setelah hari itu sikap Jeff berubah. Yang awalnya benci menjadi terobsesi.

Jeff menghancurkan masa depan Sherra dengan mengurung gadis itu dalam hubungan rahasia.

Sherra terpaksa menjadi selingkuhan.
Diperlakukan layaknya binatang.
Hingga dianggap wanita murahan.

Hidupnya hancur berantakan. Namun Jeff sama sekali tak peduli.

Karena bagi Jeff apa yang ia lakukan pada Sherra, adalah hukuman karena gadis itu berani mengusiknya.







-----

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andara prina Larasati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Taruhan

...TOXICSERIES...

Berbicara tentang keluarga ALTAIR.

Selain menjadi pelopor bisnis di dunia pendidikan. Jerome Altair selaku kepala keluarga dan pemimpin perusaahan utama itu juga tak luput dari problematika.

Terutama dalam headline berita dua tahun lalu. Dimana terungkap ternyata Jerome Altair memiliki selingkuhan selama 15 tahun lamanya. Dan dikaruniai satu orang anak dengan selisih umur satu tahun dengan putranya saat itu.

Nama Jerome Altair yang terkenal akan image baik hati dan bijaknya berubah seketika. Kehidupan rumah tangganya disorot hingga beberapa dari mereka nekat untuk datang kekediaman Jerome dan keluarganya hingga membuat Jena Altair-istrinya trauma.

Hal itu pula yang mendasari Jena menjadi wanita kasar dan sering menyalahkan dirinya atas aspek apapun. Terutama saat Jerome memutuskan untuk membawa anak selingkuhannya untuk tinggal dirumah utama.

Sikap Jena menjadi tak karuan. Emosi wanita itu meledak setiap saat hingga Jerome geram dibuatnya.

"Ngapain kamu disini?" sinis Jena melihat Kai duduk diantara mereka yang tengah sarapan.

"Sarapan Mi" Jena langsung melempar tatapan tajam pada lelaki itu.

"Kamu pikir saya sudi makan satu meja dengan anak haram seperti kamu?" tutur Jena sadis. Wanita itu langsung mendorong kursinya. Kemudian pergi dari meja makan dengan mood yang sudah hancur berantakan.

Jeff yang sedang menikmati sarapannya pun ikut membanting alat makannya kemudian bangkit berdiri. Bersiap menyusul ibunya, pergi.

"Ck, dasar perusak suasana" Gerutu lelaki itu.

"Jeff berangkat" Jerome hendak menahan putranya namun seketika terhenti saat melirik Kai yang terlihat kenundukkan kepalaya dengan kwdua tangan terkepal kuat diatas meja.

"Maaf Pi, Kai berangkat sekarang" Kai mendorong meja. Hendak pergi.

"Duduk kembali!Habisin makan kamu dulu baru pergi. Gausah pikirin mereka" Kai menatap ayahnya sebentar. Jerome tersenyum menenangkan dan mengisyaratkannya putranya itu untuk kembali ke posisinya.

"Tapi Pi"

"Duduk! Saya gak suka mengulang ucapan saya" Kai mendengus. Mau tak mau ia kembali duduk dan menikmati sarapan. Sekalipun terpikirkan akan kejadian dimana ia begitu dibenci dirumah ini.

Terlebih oleh mereka yang menganggap Kai sepenggal dosa. Yang tak pantas diberi tempat setara.

...TOXICSERIES...

Seperti biasa Jeff akan datang lebih lebih awal dan langsung mengambil posisi untuk tidur di kelas. Jeff memang bukan pekerja keras apalagi orang sibuk pada umumnya.

Alasan ia mengantuk seharian karena kemarin malam ia party dengan anggota Pasbara lain dirumah Orion yang memang tak tinggal dengan orang tuanya.

Sebenarnya Jeff bukanlah orang yang menyukai ribut ribut tapi kalau sudah perihal alkohol? Jelas Jeff menyukainya!

Jeff itu candu akan alkohol. Apapun yang berasal dari minuman itu pernah ia coba. Dibanding nikotin yang katanya penghilang stress, Jeff lebih memilih mabuk hingga tertidur pulas.

Memang dari segi tampang Jeff tak terlihat seperti pemabuk. Tapi jangan salah, ia adalah satu satunya manusia yang sanggup menghabiskan 1 botol Wine dalam sekali tegakan.

"Woi!" Jeff terperanjat saat pundaknya ditepuk seseorang dari belakang.

Ternyata adalah Jojo yang baru saja datang dengan Orion. Dua manusia itu memang sulit untuk dipisahkan.

"Licik lo balik duluan!" tukas Jojo menyimpan ranselnya keatas meja. Orion pun demikian.

"Hn, sorry. Takut ketauan bokap" Orion berdecak sedangkan Jojo tertawa mengejek.

"Cemen lo!"

"Bacot!Lo gak ngerti!" Orion langsung mengambil posisi duduk di depan Jeff dan Jojo. Lelaki itu membalikkan kursinya agar mereka saling berhadapan.

"Gimana kesepakatan kita? Ambil gak lo?" Cetus Orion.

"Tau tuh. Lo milih dare minggu lalu tapi masih ae diem. Pengecut" kompor Jojo. Jeff menaikkan sebelah alisnya. Mulai terpancing emosi.

Satu minggu lalu saat mereka party party seperti biasanya di Bar. Para anggota Pasbara sepakat memainkan Truth or dare. Dan botol sialan itu malah tertuju pada Jeff. Dimana pada akhirnya Jeff harus memilih antara.

Truth or Dare.

Dan double sial lagi. Kala ia akan menjawab truth para teman teman bangsatnya itu malah melempar pertanyaan tolol. Yang jelas membuat Jeff enggan untuk menjawab.

"Berapa kali lo onani dalam sehari?"

"Terus siapa yang jadi bahan fantasi lo?"

Bajingan!

Semua anggota tertawa. Mencela harga diri Jeff yang setinggi menara. Lelaki itu langsung menolak mentah mentah dan bungkam. Namun si anak setan Jojo malah kembali melempar pernyataan.

"Kalo lo gak bisa jawab? Artinya lo milih Dare"

Emosi Jeff benar benar sampai di ubun ubun. Dengan genrakan marah lelaki itu menyimpan gelas winenya kasar.

"Deal"

"Oke. Dare dari gue sebenarnya asik.Karena gue akan kasih lo reward kalo lo sampai berhasil"

"Gausah bacot anjing! Cepet!" Sentak Jeff tak sabaran. Jojo terkekeh.

"Santai dong"balas lelaki gondrong itu sambil menghisap rokoknya. Jeff sudah melempar tatapan membunuh namun Jojo malah semakin berani.

"Dare-nya. Lo harus HS sama si Sherra...."Netra Jeff terbelalak sedangkan anak anak lain malah bersorak kegirangan.

"Stres lo! Mana mau gue anjing!"

"Itu artinya lo pengecut. Banci" Jeff semakin menatap wajah menyebalkan Jojo tajam. Jika saja lelaki itu bukanlah kawannya maka sudah Jeff habisi hingga tak berbentuk lagi.

"Lo pikir gue cowo brengsek?" Jojo tertawa. Orion di samping Jeff tiba tiba ikut bersuara.

"Udahlah terima aja. Tuh cewe dikasih perhatian dikit aja siap 'ngakang' buat lo" Jojo tertawa. Shakka yang kebetulan berada di sana menatap satu persatu anggotanya nyalang.

"Gue gak ikutan"

"Cupu lo Ka!"ejek Bara.

"Hahaha tenang Jeff. Sebrengsek apapun cowo gaakan punya bekas. Beda lagi sama cewe. Jadi apa yang lo takutin?" Kompor Jonathan Alpha. Yang langsung diangguki Orion---kawan gilanya.

"Lagian dare gue gak cuma cuma kok. Cukup tunjukin videonya sama kita. Dan lo akan dapet 100 juta. Gimana?"

Jeff semakin dibuat kesal namun Jojo dan Orion justru menggila saat Jeff terlihat tertekan dalam menerima pilihan.

Uang 100 juta? Sial! Jojo selalu saja tau kelemahannya!

"100 juta and motor KLX lo. Gue baru ambil" Jojo dan Orion bertepuk tangan heboh mengundang atensi para anggota lain yang asyik dengan minuman mereka. Bahkan Jojo langsung menjabat tangan Jeff dengan bangga.

"Deal! Dalam waktu 1 bulan!" Jeff mau tak mau menghela nafasnya kasar.

"Deal!"

Setelah itu yang terdengar hanya hiruk pikuk musik bersama kegaduhan malam gulita ditengah banyaknya lampu kerlap kerlip dan para waita penghibur yang sial melayani remaja yang beranjak dewasa tersebut.

Jeff mendelik kesal kemudian membuka kalender di ponselnya.

"Tenang aja. Gue bakal dapetin dia kurang dari waktu yang lo tentukan" Jojo menyeringai.

"Gue tunggu" Setelah mengucapkan itu, Jojo bangkit dari duduknya kemudian pergi bersama Orion.

Meninggalkan Jeff dengan telapak tangan mengepal. Menahan amarah.

...TOXICSERIES...

"Kai kamu udah gak marah?"

"...."

"Masa?"

"...."

"Iya iya maaf juga. By the way kamu bakal jemput aku sekarang?"

"...."

"Gapapa, aku bisa pulang naik bus atau nebeng Mona sama Zara"

"...."

"Kalau gasalah hari ini jadwal Jeff Eksul. Aku gamau ganggu dia"

"...."

"Hah? Seriusan? Deket banget berarti?"

"...."

"Mau! Ajakin aku kesana dong"

"...."

"Iya janji gaakan ketiduran"

"...."

"Oke. Udah bel ya? Kalau gitu tutup aja telponnya, aku juga lagi diruang loker. Mau ambil baju olah raga"

"....."

"Iya iya semangat juga! Dadah"

Sambungan terputus bersamaan dengan seutas senyum yang tak luntur. Sherra kemudian membuka lokernya dan mengambil baju olah raganya.

Tanpa gadis itu sadari seseorang dari balik pintu sudah menunggunya sedari tadi.

"Je-jeff.... Tumben? Ngapain kamu kesi-"

"Buat lo" Sherra mengernyitkan keningnya bingung saat Jeff menyerahkan satu buah roti beserta susu vanila padanya.

"Hah? Dalam rangka apa?" Jeff berdecak.

"Cepet ambil! Gausah bawel!" Sherra pun menerima pemberian Jeff. Tubuh lelaki itu lalu berbalik sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku. Hendak pergi.

"Gue tau lo belum sarapan"

Setelah mengucapkan itu. Jeff benar benar menghilang dari pandangannya. Sedangkan suara dan harus parfumnya masih melekat kuat diingatan Sherra. Yang membeku, masih belum bisa mencerna apa yang Jeff lakukan padanya.

...TOXICSERIES...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!