Adik kandungnya, Chantika tiba-tiba saja berubah sifat. Merebut pria yang dicintainya, memonopoli cinta kedua orang tua mereka, setiap usaha yang dipegang adiknya selalu berhasil.
Hingga, pada suatu saat Chantika entah kenapa berusaha membunuh Violetta.
Dalam kematian yang hampir menjemputnya, banyak tanda tanya dalam diri Violetta.
Bagaimana pun dia berusaha tidak akan dapat menyaingi Chantika? Mengapa kekasihnya lebih mencintai Chantika? Mengapa dunia ini begitu tidak adil?
Namun.
Tiba-tiba saja layar berisikan tulisan terlihat di hadapannya. Dilengkapi seorang pemuda dengan pakaian aneh.
"Protagonis telah ditemukan dalam keadaan hidup, siap melayani."
"Ka...kamu siapa?"
"Mulai hari ini anda adalah host yang saya layani. Saya adalah sistem perbaikan dimensi."
Dunia yang ditempati Violetta adalah dunia novel. Dengan Violetta yang merupakan protagonis. Sedangkan Chantika memasuki dunia novel dan merubah cerita seenaknya.
Pertarungan antara penjelajah dan protagonis dimulai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Isi Hati
Pria ini benar-benar tipenya. Tidak banyak bicara, penurut, pintar, juga begitu melindunginya. Ditambah dengan rambut putih panjang yang tidak diikat rapi. Menggunakan pakaian resmi bagaikan pelayan profesional. Bros rantai terlihat menghiasi pakaiannya. Wajah jangan ditanyakan, benar-benar dapat membuat para wanita berteriak. Hanya dirinya lah yang dapat melihat keindahan ini.
"Kemarilah...aku adalah hostmu. Jadi kamu harus menurut." Ucap Violetta menghela napas.
"Saya tidak memerlukan makanan dan tidur. Tugas saya adalah membantu anda untuk melenyapkan pelintas dimensi." Jelasnya dengan ekspresi kaku.
"Persetan! Aku adalah penggemar pria tampan!" Teriak Violetta menarik sang pemuda kemudian memeluknya di atas tempat tidur.
Pemuda yang hanya berbaring kaku. Tidak terlihat ekspresi apapun di wajahnya.
Violetta perlahan tersenyum, 3 tahun ini tidak ada orang yang dapat bicara dengan baik dengannya. Semua perhatian tiba-tiba direbut oleh Chantika. Tapi pemuda ini, entah apa namanya, yang terpenting ganteng.
***
Perlahan Violetta merenggangkan otot-ototnya. Kehidupan seorang pengangguran dimulai. Ini baru pukul 12 siang, dirinya tertidur beberapa jam.
"Selamat siang nona. Protagonis pria menghubungi anda beberapa kali. Mohon untuk mengangkatnya. Mengumpulkan rasa suka protagonis pria akan mendapatkan poin." Ucap sang pemuda menunduk.
"Tidak! Malas!" Violetta menguap, kemudian melangkah menuju kamar mandi, sambil sesekali menggaruk p*antatnya yang gatal.
"Sistem! Kamu dapat membantuku mandi? Bukankah ini bagian untuk menaklukkan protagonis pria. Kalau aku cantik, Sebastian akan tertarik." Alasannya, kapan lagi dapat begitu dekat dengan, entah makhluk apa ini.
"Siap melayani anda...nona." Sang pemuda tersenyum.
Sudah diduga olehnya, asalkan untuk kepentingan misi makhluk ini akan menurut. Perlahan wajahnya tersenyum senang.
Tapi.
"Aggh!" Teriaknya kala sang pemuda menarik waxing plaster.
"Sakit! Kamu benar-benar bersungguh-sungguh ya!?" Geram Violetta.
"Memperbaiki penampilan anda secata instan dapat dilakukan dengan menukarkan 1000 poin. Apa anda ingin mengumpulkan poin terlebih dahulu?" Tanya sang pemuda memberikan opsi. Bersamaan dengan layar transparan muncul, menunjukkan opsi lainnya.
"Hanya orang dengan mental lemah yang tidak percaya diri dengan penampilannya sendiri." Violetta mengibaskan rambutnya.
"Benar! Protagonis wanita selalu memiliki wajah yang cantik." Jawab sang pemuda, mengeringkan rambut Violetta.
"Apa kamu juga membantu orang lain?" Tanyanya penasaran.
"Saya hanya melakukan sesuai yang ditugaskan sistem." Hanya jawaban datar dari pemuda yang tersenyum ramah.
"Kamu sebenarnya makhluk macam apa?" Gadis yang mengernyitkan keningnya penuh dengan rasa ingin tahu.
"Tidak ada ingatan, tidak memiliki perasaan. Saya hanya akan melindungi dan setia pada host. Hingga misi berhasil." Lagi-lagi jawaban datar, membuat Violetta mengernyitkan keningnya.
Tapi, entahlah... siapa yang tidak terbawa perasaan melihat makhluk seindah ini.
"Apa ada aturan dalam membantu host-mu yang tidak boleh kamu langgar?" Tanyanya hanya ingin tahu.
"Saya tidak dapat menghidupkan orang mati lebih dari 3 kali, dalam satu misi. Saat nona mengalami kecelakaan saya sudah menggunakan 1 kesempatan. Masih ada dua kesempatan." Ucapnya terlihat tenang.
"Apa yang akan terjadi jika kamu menghidupkanku lebih dari 3 kali?" Violetta menghela napas, masih menatap cermin kala pemuda ini mengeringkan rambutnya.
"Saya akan menghilang sesuai peraturan dimensi. Tapi itu tidak akan terjadi. Saya tidak akan melanggar peraturan. Karena itu mohon host segera selesaikan misi." Sebuah jawaban dengan nada suara menyejukkan. Benar-benar ketampanan super sempurna.
Pemuda ini tidak memiliki nama. Hanya bagian dari sesuatu yang disebut dengan sistem. Tapi perlakuannya, luar biasa.
Merias rambutnya, memakaikan pakaian yang sesuai. Bahkan mengenakan sepatu padanya. Untuk pertama kalinya bagi Violetta diperlakukan layaknya tuan putri.
"Nona akan terlihat lebih menarik jika menggunakan perhiasan dengan motif tidak terlalu mencolok." Ucapnya memakaikan anting dan kalung pada Violetta.
"Sistem kamu punya pacar?" Tanya Violetta.
"Mohon host hanya menanyakan tentang misi." Kalimat yang tidak dapat terbantahkan. Orang ini kaku seperti robot atau kecerdasan buatan. Menyebalkan...tapi menantang...
"Baik! Aku rubah pertanyaannya. Apa yang akan kita lakukan?" Tanya Violetta.
"Pria selalu tertarik pada visual. Untuk mendapatkan protagonis pria kembali maka penampilan ada di urutan pertama." Sebuah jawaban tenang, membuat Violetta menghela napas. Kemudian bangkit.
"Aku akan membuat pengkhianat bersama pengkhianat!" Teriaknya penuh semangat.
"Nona perlu saya ingatkan, mengumpulkan rasa suka protagonis pria, maka nona akan mendapatkan poin. Mendukung akhir yang indah untuk nona." Jelas sang pemuda tanpa ekspresi.
"Hidupku aku yang tentukan. Sebagai sistem kamu hanya harus menurut. Mengerti!?" Tanya Violetta.
"Mengerti...nona." Pemuda yang kembali melangkah mengikutinya.
Violetta melirik ke arah sekitarnya. Para pelayan memang tidak dapat melihat pemuda ini. Hanya dirinya saja yang melihat.
Melangkah turun menuju lantai satu. Sebuah pemandangan memuakkan terlihat, bagaimana Sebastian dan Chantika berciuman di ruang keluarga lantai satu.
"Sebenarnya bagaimana mereka dapat bersama, sistem?" Tanyanya pada sang pemuda.
"Seharusnya protagonis wanita menghabiskan malam yang panas bersama protagonis pria yang tengah mabuk. Setelah malam itu, protagonis pria ketagihan dengan tubuh protagonis wanita. Hingga terjadi pemaksaan." Penjelasan pelan dengan suara yang begitu merdu bagi Violetta.
Violetta terdiam sejenak, kemudian berfikir."Sebastian hanya kuda jantan yang ketagihan dengan berhubungan badan. Tidak peduli dengan siapapun, sekali mencoba maka akan ketagihan. Pria br*ngsek!" Gumamnya yang telah mencintai Sebastian dari kecil.
Tapi hanya karena sekali berhubungan dengan Chantika hatinya berubah? Benar-benar baj*ngan berkelas.
"Jadi Chantika menggantikan takdirku yang seharusnya menghabiskan malam panas dengan Sebastian?" Tanyanya mengingat beberapa bulan lalu seharusnya dirinya yang mengantar Sebastian dalam keadaan mabuk pulang. Tapi Chantika malah bersikeras mengantar saat itu. Dan benar saja Chantika dan Sebastian menghabiskan malam panas untuk pertama kalinya.
"Benar! Mohon nona untuk merebut apa yang seharusnya nona miliki. Akan ada cara untuk merebut perhatian protagonis pria kembali." Jawaban dari sang pemuda.
Hal yang membuat Violetta terdiam sejenak. Perlahan wajahnya tersenyum."Aku mencintai Sebastian selama bertahun-tahun. Melihatnya mengunyah bibir Chantika, itu menjijikkan."
Kembali Violetta melangkah, menggunakan minidress bewarna merah.
"Ada beberapa opsi untuk menaklukkan pria. Menjadi wanita baik, polos, atau menjadi wanita penggoda penuh napsu. Saya akan membimbing nona." Ucap sang pemuda mengikuti Violetta.
Benar-benar melangkah dengan anggun.
Kala Sebastian menyadari ada seseorang yang melangkah, ciumannya dan Chantika terlepas.
Chantika menghela napas, mengapa orang ini selalu menggangu dirinya saat bersama dengan protagonis pria. Sebastian begitu tampan, bentuk tubuhnya juga begitu bagus, ditambah merupakan salah satu orang terkaya di negara ini. Benar-benar penjabaran protagonis pria yang sempurna.
"Kakak, ini tidak seperti yang kakak kira. Ka...kami hanya..." Chantika menangis sesenggukan. Bagaikan tidak bersalah dalam hal ini.
Tapi.
Plak!
Satu tamparan mendarat di pipi Sebastian.
"Merebut perhatian pria bukan dengan kekerasan. Mohon host pertimbangkan." Ucap pemuda yang berdiri di belakang Violetta.
"Apa maksudnya ini!?" Bentak Sebastian.
"Aku menyerahkan pria br*ngsek sepertimu, pada adikku. Mulai sekarang, kita tidak memiliki ikatan apapun." Ucap Violetta tersenyum menghina.
Namun.
Tiba-tiba ada pemberitahuan sistem. Pemuda yang berdiri di belakangnya berucap."Berhasil merebut perhatian protagonis pria. Nilai rasa suka dari 5% bertambah menjadi 10%. Penambahan 20 poin sebagai hadiah untuk host."
Benar saja layar transparan yang hanya dapat dilihat olehnya bertambah 20 poin lagi.
Bagaimana bisa tindakan menampar malah menambah rasa suka protagonis pria? Benar-benar aneh bukan.
Tapi jemari tangan Sebastian memang mengepal. Bagaikan sedikit kehilangan sosok Violetta yang selalu mengejar dan mengikutinya.
melewati lembah?
atau melewati bukit?
bongkar rahasia kalau sebenarnya Violetta pewaris sah harta itu
biar prana dan Diana jadi gembel juga gpp
ketawa jahat boleh ga sih