NovelToon NovelToon
Diikuti Makhluk Ghaib

Diikuti Makhluk Ghaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Supernatural
Popularitas:274.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: yuppy

Hiatus : persiapan case baru
Mereka ada dimana mana. mengintai dari balik bayangan bayang.

Bersembunyi disudut ruang gelap, dibawah tangga atau dikolong tempat tidurmu, dibawah pohon, jembatan, atau bahkan menyelinap di keramaian malam.

Kadang mereka muncul dengan rupa yang akrab untuk mendekatimu. Kadang juga dengan rupa yang menakutkan yang membuatmu bergidik ngeri.

Sekali mereka tertarik padamu, mereka akan mengikutimu, mengganggumu, kemanapun kamu pergi, sepanjang waktu, Bahkan menyelinap di balik tidurmu dan menjadi mimpi burukmu.

Kau tidak bisa lari atau sembunyi. Mereka akan terus mengkutimu sampai mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuppy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kereta Hantu

"Kami mohon maaf!" suara masinis dari mikrofon itu terdengar lagi, "Karena perbaikan memakan waktu yang lama, jadi kami mohon para penumpang untuk keluar dari rangkaian kereta dan ikuti arahan petugas menuju stasiun berikutnya."

Begitu pintu kereta terbuka aku segera melompat keluar bergegas menjauh dari gerbong. Sambil sesekali melirik ke belakang berharap 'dia' tidak mengikutiku.

Aku berbaur dengan keramaian untuk mencari aman. Untungnya kereta berhenti tidak jauh dari stasiun. Jadi aku tidak berjalan terlalu jauh untuk sampai ke sana.

Sesampainya di stasiun, peron sudah dipadati calon penumpang. Begitu kereta tiba semua berebut untuk masuk. Karena kereta tertahan cukup lama penumpang jadi menumpuk di stasiun. Ini akan sulit untukku mendapatkan kereta berikutnya.

Aku mulai menyisir sekitar stasiun berharap ada kereta lain yang bisa kunaiki untuk pulang. Biasanya ada lebih dari satu jalur untuk tujuan kereta yang sama.

Aku berjalan ke peron yang agak sepi. Sambil memperhatikan plang jurusan yang tergantung memastikan jurusannya tidak salah.

"Ini lebih baik dari peron sebelumnya." Pikirku. Melihat jumlah penumpang yang menunggu lebih sedikit dari peron sebelumnya.

Begitu kereta tiba aku langsung menerobos di antara penumpang yang berdesakan-desakkan. Akhirnya aku berhasil masuk. Aku memandang ke luar gerbong. Sekitar 10 orang masih tertinggal di peron. wajah-wajah yang tampak lelah memucat tanpa ekspresi.

Pintu menutup. Kereta pun melaju kembali.

Gerbong ramai oleh penumpang namun masih cukup ruang untukku bernafas.

Untungnya tinggal lima stasiun lagi sampai. Jadi tidak ada masalah kalau harus berdiri di antara para penumpang.

Tiba-tiba sesuatu terjatuh bergulir tepat di depan kakiku. Sepertinya itu milik pria berjas hitam di depanku, yang berdiri memunggungiku.

"Pak, ada yang jatuh!" Aku memberitahunya tapi dia tidak menggubris.

Aku berjongkok meraih benda itu untuk membantunya. Sesuatu berbentuk bundar seukuran kelereng besar.

"Apa ini?"

Saat kuperhatikan aku nyaris menjerit tapi kutahan. Aku membekap mulutku menelan kembali suara, menahan nafas. Dengan ketakutan yang membanjiri diriku. Memandang sekeliling berharap tidak ada yang memperhatikan.

Aku menatap kembali benda bulat yang ada di telapak kananku.

Bola mata! Ini nyata! Aku tidak sedang berhalusinasi!

Pria di depan menepuk bahuku. Mengulurkan tangannya seolah meminta benda yang kupungut tadi.

Bodohnya aku! Benda itu bahkan masih ada dalam genggamanku. Kalau orang lain pasti sudah melemparnya jauh-jauh.

Dengan tangan gemetar aku memberikannya pada pria di depanku. Sambil berusaha bangkit dengan kaki lemas.

"Terima kasih." ucap pria itu lalu berbalik. Suaranya membuatku merinding. Aku mengangguk dengan tangan kiriku masih menutup mulut dan hidungku. Sekarang aku tahu bau apa yang sejak tadi menusuk hidungku. Bau anyir bercampur bau busuk. Perutku mual. Aku ingin muntah tapi kutahan.

Perlahan aku melangkah mundur mendekat ke pintu kereta. Tanpa sengaja aku menyenggol wanita di sebelahku yang sedang memunggungiku. Kepalanya yang nyaris putus jatuh ke belakang punggungnya.

"tidak! siapapun tolong aku." jeritku tak berdaya dalam hati, menyaksikan ini.

Dia terlihat marah sekali dan sedikit menggeram. Matanya yang melotot hampir lepas dari wajahnya. Aku membungkuk beberapa kali meminta maaf. Akhirnya dia mengabaikanku dan membetulkan kepalanya.

Pelan-pelan aku berhasil menepi ke pintu gerbong. Aku memperhatikan kembali ke para penumpang. wajah-wajah pucat seperti mayat dengan baju-baju lusuh yang dipenuhi bercak darah.

"Aku yakin sudah memastikannya sebelum naik, jadi kenapa ini terjadi?! Bagaimana bisa aku terjebak di gerbong yang dipenuhi hantu!" gerutuku kesal dalam hati, mengutuk semua kejadian hari ini.

Aku merasakan kelelahan yang semakin menjadi. Kalau aku pingsan di sini apakah orang-orang akan menemukanku dalam keadaan hidup. Atau aku malah terjebak selamanya di sini tanpa bisa kembali.

Aku harap hari yang berat ini segera berlalu. Aku harap begitu aku terbangun semuanya kembali normal seperti tidak terjadi apa-apa. Namun harapanku pupus saat memandang ke luar jendela. Pemandangan yang nampak asing untukku.

Aku bahkan tidak tahu aku di bawa kemana. Aku menelan keputusasaan.

Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya aku mendengar kereta akan berhenti di stasiun berikutnya. Aku tidak tahu di mana itu. Tapi itu lebih baik dari pada berdiam di sini bersama mereka.

Aku bergegas melompat turun dari kereta begitu pintu terbuka. Aku berbalik dan melihat anak laki-laki yang kutemui tadi pagi. Memakai switer kuning bertudung, berdiri di antara mereka. Dia melambaikan tangannya padaku sesaat sebelum pintu kereta tertutup dan meluncur pergi.

"Jahat!" serukutku kesal. "Aku memberimu Permen dan kamu membalasnya dengan semua ini?! Aku tidak akan memberimu Permen lagi! Tidak akan!"

Pandanganku beralih ke bangunan yang disebut stasiun ini. Bangunannya tampak tua berbeda dengan stasiun-stasiun lainnya. Stasiun ini hanya terdiri dari dua peron.

Aku berjalan sepanjang peron yang lenggang tanpa ada seorang pun. Beberapa lampu sudah dipadamkan sisanya dibiarkan menyala.

"Di mana ini?"

Aku memperhatikan plang yang menggantung di langit. Tapi cahaya yang samar dan tulisan yang mulai memudar membuatku sulit membacanya.

Aku berjalan menuju pos informasi berharap masih ada seseorang yang bisa kutanyai.

Pintunya terkunci dan tak dapat seorang pun di dalam saat aku mengintip melalui kaca jendela.

Aku duduk di kursi. Beristirahat sejenak sambil mengecek handphoneku. Jam menunjukkan pukul 22:30.

'Berapa lama aku terperangkap di kereta tadi? Huff! Paling tidak tempat ini nyata,' pikirku melirik lokasi yang terdeteksi di handphoneku. Walaupun tempat ini cukup jauh dari tujuanku.

Aku mencoba memesan ojek online atau taksi online. Sayangnya semuanya gagal setelah lama menunggu.

Aku terlalu lelah untuk berpikir. Sambil duduk, aku meluruskan kaki yang keram sejak tadi.

"Bermalam di stasiun mungkin bukan ide yang buruk." ucapku setengah putus asa. Aku sangsi masih ada kereta yang lewat.

Aku harap tidak akan ada hal buruk lagi yang muncul. Aku terlalu lelah untuk berlari. Sayangnya harapan itu mengkhianatiku saat aku mendengar suara langkah kaki yang menggema dari lorong yang gelap.

Aku terdiam sambil mengumpulkan semua keberanian. Suara langkahnya semakin mendekat. Sesosok pria berseragam keluar dari balik bayangan. Dia menghampiriku.

"Adek dari mana?" Tanyanya.

Aku memandangnya ragu. Wajahnya tidak tampak jelas. Tapi dari suaranya dia tampak ramah. Pria tua dengan wajah kecil dan sedikit rambut di kepalanya yang hampir botak.

Dia orang sungguhan kah? petugas stasiunkah? kenapa dia sendirian? atau..

Orang itu masih memperhatikanku menunggu jawabanku.

"Tidak tahu, Pak? Sepertinya saya salah naik kereta dan tiba di sini." jawabku lesu.

"Jam berapa kereta arah sebaliknya datang pak?" tanyaku balik bapak tua itu yang tampak seperti petugas stasiun ini. Sementara dia mengamatiku balik.

"Pak?"

1
Jonah Fernanda
aku suka ceritanya, disini banyak pertanyaan sebenarnya siapa bocah kecil misterius itu apa hubungannya dengan meneror melly
Jonah Fernanda
bagus ceritanya,seram tapi menarik
Rizki
Lumayan
Kak Ya
mantab thor , salam dr dokter indigo ya😊
Kak Ya
mantab kak , salam dr dokter indigo ka
Kak Ya
cerita nya keren kak , mampir jg ya k karya ku 😊🙏
Yuyun
ceritamu kemana2 Thor.. ngambang GK jelas.. 😜😜
tamat kah thor.
MASIH MENUNGGU.
huff.
akhir nya berakhir jga kisah pilu dan menegangkan ini.
Legaaaaa.....
maraton kejar baca.kejar napas
Sejauh ini aq baca.
Ceritany menarik,seru dan tegang.
aq suka 👍👍👍
like komen
Liana'S
Lanjut, Thor!

Selalu ditunggu.
Kartika
up lagi thor....
estycatwoman
,❣️MiITOS & FAKTA (JGN TERLALU PERCYA TPI JGAN NYEPELEIN JGA KRN KITA HIDP BRDAMPINGN DGN MG JGN LUPA BERDOA SAAT KELUAR RMH ❣️

Saya juga dianugerahi sense of horor yg peka wlau sekrng gk bisa liat lgi ,klo wktu kcl sering mreka nampk ,karna khodam warisan leluhur trlalu nyeremin mkya wlau mata batin dh kebuka max ttp aja mreka TAKUT NAMPAKIN DIRI .
Cuma kdng pas lwt t42 yg "wingit" suka panas dingn & benturan energi bkin aq gatel2 smlman biasa mlai magrib smpe subh hbis tu norml lgi , sya kdamg lngsung rukyah mandri utk netralin Alhamdulillah

Salam dari Danyang LELEMBUT 😘
estycatwoman
SERU CERITANYA DRI AWAL DH BKIN CREEPYY MAYAN UTK TMN NGUPI SMA BEGAGANG ,THANKS THOR ,😘
~N.V~
woiya dong harus itu mah, eh bentar harimau kan itu bukan singa?
senja
ku kira kucing yg diselamatkan tu Tania
senja
sayangnya keduanya gak bs ketemu lagi
senja
quotes bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!