NovelToon NovelToon
MENIKAHI MUSUH KERAJAANKU (Seson 1 & 2)

MENIKAHI MUSUH KERAJAANKU (Seson 1 & 2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Action / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:623.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ekouchi Aya

Apa?!! Menikahi Musuhku? Apa itu mungkin?... Namaku adalah Demian Wulfric, yaitu raja dari kerajaan Endom, kerajaan terkuat di belahan bumi Eropa. Aku disebut sebagai raja dari kayangan, karena parasku yang sangat rupawan dan sifatku yang sangat dingin.

Selama hidupku, aku menanggung amarah yang amat dalam kepada musuh yang telah membunuh orang tuaku dan memporak-porandakan rakyat serta kerajaanku.

Namun, takdir berkata lain, aku terpaksa harus menikahi putri dari musuhku, yaitu putri dari kerajaan Alamore yang bernama Putri Aurora Delacour. Ia adalah putri yang sangat cantik jelita yang memiliki 'Mutiara Abadi' di dalam tubuhnya. Mutiara yang membuatku sangat bergantung kepadanya dan aku harus menahan rasa cinta yang mendalam kepadanya, hanya karena masa lalu yang sangat menyakitkan di antara kami.

Bagaimana kisah perjalanan cinta kami selanjutnya? Jangan lewatkan kisah kami ya...

Jangan lupa like, komen & dukung cerita ini dengan 5 Vote yaah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekouchi Aya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepercayaan Buku Kuno Tentang Mutiara Abadi

Pagi hari di perpustakaan kerajaan Endom, tercium bau lipatan-lipatan tumpukan kertas dalam buku yang mulai usang. Ukiran seni terlintas di setiap sudut perpustakaan. Di bawah lampu kristal terlihat pamanku sedang membaca buku dengan serius.

Semenjak aku berada di istana aku sering sekali melihat pamanku menghabiskan waktunya di perpustakaan, hal itu yang menjadikan beliau menjadi orang yang sangat berwawasan. Awalnya aku sangat tidak menyukai buku. Namun semangat paman yang gemar membaca membuatku terinspirasi untuk meniru hobinya.

***

Setelah kabur dari ocehan Kai dan Ken, aku pun mengunjungi paman hanya untuk berdiskusi sejenak.

"Paman, apakah Paman membaca buku itu lagi?, berapa kali Paman terus membacanya?" Tiba-tiba aku mendatangi pamanku yang sedang serius membolak-balikkan lembaran halaman buku tua itu.

"Rupanya Anda, Yang Mulia," sambil tersenyum menatapku.

"Rahasia Mutiara Abadi" Aku membaca keras judul buku yang ada di genggaman pamanku.

"Seberapa besar Paman menyukai buku kuno ini?" Kuambil buku itu dari tangan pamanku tanpa meminta izin darinya. Pamanku hanya diam saja melihat tingkahku yang sedikit tak sopan padanya.

"Anda tidak akan mengerti, Yang Mulia," sahut pamanku.

"Bukankah, mutiara abadi sudah hilang?" tanyaku penasaran sambil mencoba membaca beberapa halaman yang tak pernah aku fahami.

"Entahlah Yang Mulia, paling tidak saya sudah membaca semua isi buku itu," tutur pamanku sambil mencari buku lain di rak buku, karena buku yang ia baca telah kuambil tiba-tiba.

Seketika itu Kai dan Ken datang dan melaporkan hal penting pada kami berdua.

"Yang Mulia, kami baru saja mendapatkan informasi mengenai kerajaan Alamore", lapor Kai.

"Apalagi yang ingin kalian katakan?" tanyaku yang meremehkan keseriusan mereka.

"Rupanya, apa yang dikatakan oleh para menteri benar adanya, Yang Mulia. Kerajaan Alamore sangatlah makmur dibawah pimpinan seorang raja, yaitu Raja Stiven Delacour, putra dari mendiang raja Alamore yang mati dua puluh lima tahun lalu," jelas Ken menambahi.

"Mmmmh, dugaanku benar. Raja Stiven telah memimpin kerajaan Alamore dengan sangat baik." Paman mulai duduk dan berdiskusi.

"Lalu bagaimana kita akan mulai melakukan penyerangan, Paman?" tanyaku tak sabar.

"Kita bisa kerahkan para kesatria dan prajurit elit kerajaan untuk menyerbu kerajaan Alamore," tutur pamanku dengan serius.

"Aku akan segera mendatangi Paman untuk berdiskusi lebih lanjut masalah ini. Kai, Ken, besok kita akan latihan dengan beberapa kesatria lainnya," perintahku hendak meninggalkan perpustakaan.

"Baik, Yang Mulia, " Kai dan Ken mengikuti langkahku pergi.

***

Malam yang sangat berkabut, bulan muncul dengan keindahannya. Hal yang biasa kualami pun terjadi.

"Hah..!!" suaraku terbangun dari tidur.

Dengan segara aku pun beranjak dari tempat tidurku dan meminum segelas air putih. Aku bernafas dengan sangat cepat. Kepalaku masih terasa pusing karena efek dari mimpi yang kudapatkan malam ini.

"Kenapa aku selalu bermimpi seperti ini?" Sambil mengusap wajahku karena keringat yang bercucuran.

"Aku harus segera menemui Paman lagi." Kuambil jubah untuk menutupi baju tidurku dan pergi ke kamar paman.

Selama perjalanan menuju kamar paman. Aku masih teringat dengan mimpiku barusan. Aku merasa aneh, kenapa mimpi semacam ini sering muncul dalam tidurku.

Beberapa saat kemudian, aku pun sampai di depan pintu kamar Paman.

"Tok tok tok,,, Paman, ini aku Demian. Apakah Paman sudah tidur?" suaraku sangat pelan khawatir membuat keributan di tengah malam.

"Masuklah, Yang Mulia," sahut pamanku yang kala itu masih terjaga.

"Sedang apa Paman? kenapa belum tidur?" tanyaku basa basi sebelum melanjutkan pertanyaan aneh.

"Kenapa Anda malam-malam kemari?, apa Anda bermimpi tidur dengan wanita cantik itu lagi?" tebak pamanku yang bikin aku menghela nafas.

"Entahlah Paman, kenapa aku sering bermimpi aneh seperti ini?" sesalku sambil memijat dahiku yang mulai lelah menghadapi mimpi yang menghantuiku selama ini.

"Oleh karena itu Yang Mulia, segeralah untuk menikah. Mungkin selama ini mimpi yang Anda alami adalah isyarat untuk menyuruh Anda segera menikah" kata pamanku sedikit meledek.

"Sudahlah Paman." Sambil kuusap rambut kepalaku karena basah keringat.

"Bukankah Anda sudah berumur dua puluh lima tahun Yang Mulia, apa salahnya untuk menikah?" kata paman lagi mendesak.

"Aku masih ingin melakukan banyak hal sebelum aku menikah," jelasku.

"Atau mungkin selama ini Anda menyukai wanita yang sering muncul di mimpi Anda, Yang Mulia?" tanya pamanku mencoba serius.

"Jangankan berjumpa, aku pun tak kenal dengan gadis yang selalu muncul di mimpiku ini. Lalu, bagaimana bisa aku memimpikannya hampir setiap malam. Bahkan mimpiku ini sangat keterlaluan," ujarku terheran-heran.

Hampir setiap malam, aku bermimpi bersama seseorang wanita yang sangat cantik yang belum pernah kutemui sebelumnya. Dan anehnya, dalam mimpiku aku dan wanita itu melakukan hal yang seharusnya hanya suami istri saja yang boleh lakukan hal terlarang itu. Tapi, mengapa mimpi itu terus menghantuiku.

"Apakah Anda masih ingat wajahnya?" Pamanku mulai serius bertanya.

"Iya, sedikit banyak aku mengingatnya," jawabku sambil melamun dan mencoba membayangkan wajah wanita misterius yang sering aku mimpikan.

"Ah...entahlah. Aku tak peduli siapa dia," ujarku berusaha tak memperdulikannya.

"Oh Yang Mulia, saya hampir lupa. Dalam waktu dekat ini, kita akan kedatangan tamu dari kerajaan tetangga yaitu kerajaan Tamir." Paman menyampaikan Informasi padaku.

"Kerajaan Tamir?, apa tujuan mereka kemari?" Aku pun mulai membicarakan urusan politik.

"Kerajaan Tamir memiliki seorang putri mahkota yang cantik dan ahli dalam ilmu politik" Pamanku berdiri menunjukan surat yang ia terima.

"Apa Raja Tamir adalah teman Ayahku?" Aku pun mulai membaca surat itu.

" Iya, Yang Mulia. Dahulu mendiang Raja Simon pernah berkeinginan melakukan kerjasama dengan kerajaan Tamir dengan hubungan pernikahan," terang pamanku.

"Maksud Paman, menjodohkanku dan putri mahkota itu?" tanyaku spontan.

"Benar, Yang Mulia" mantap pamanku.

"Apa itu benar keinginan mendiang Ayahku?" tanyaku lagi.

"Benar, Yang Mulia," jawaban yang sama keluar dari mulut pamanku.

"Apa boleh buat, suruh orang orang istana mempersiapkan dan menyambut mereka dengan baik," ucapku dan langsung pamit kembali ke kamar.

"Baik, Yang Mulia," jawab paman.

Aku pun tak peduli pernikahan macam apa itu, selama tujuanku belum tercapai aku akan tetap untuk fokus kepada apa yang kuinginkan.

Setelah aku kembali ke kamarku dan mencoba merebahkan badanku lagi, tiba-tiba dalam pikiranku muncul keinginan yang sama sekali tak terduga.

"Wanita dalam mimpiku memanglah sangat cantik. Apakah ada wanita seperti itu di dunia ini?" gumamku sambil melihat langit-langit kamar.

"Jika saja dia benar-benar hidup di dunia ini, maka apa yang akan aku lakukan padanya?" kataku sedikit menghayal.

Ketika aku memikirkannya, tiba-tiba muncul bayangan pada saat aku mencium lembut bibir wanita itu di atas tempat tidurku.

"Aiishhh! kenapa aku membayangkan mimpi itu lagi?" sesalku dengan menyadarkan diri.

"Bikin suasana jadi panas saja" ucapku yang kemudian berusaha memaksa untuk meneruskan tidur malamku.

BERSAMBUNG...

1
snaaflh_desu
mangat thor
Fetry Nokas
aa terharu banget 🥲
Fetry Nokas
aurora cantik banget raja damian juga 👑🤩
Fetry Nokas
Raja Nuel ko gatel banget yah
seorang raja ko sifatnya seperti itu menyebalkan
Fetry Nokas
ftonya ratu aurora dong
Ika Fitri
the best
Ika Fitri
semangat up Thor
Ika Fitri
like so much
Ika Fitri
aku padamu Thor
Ika Fitri
lanjut
Ika Fitri
seru abiss
Ika Fitri
vote ku untukmu thor
Ika Fitri
up
Ika Fitri
bagus karyamu Thor
Ika Fitri
seru banget
Ika Fitri
aku mendukungmu Thor
Ika Fitri
wow bintang Korea semua Thor
Ika Fitri
lucu thor
Ika Fitri
musuh dalam selimut
Ika Fitri
like like like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!