NovelToon NovelToon
Healer Dari Dimensi Lain

Healer Dari Dimensi Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Dokter Genius / Mengubah Takdir / Dunia Lain / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:634.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Xeiralana

Andressa, seorang healer paling berbakat dan dikenal sebagai Dewi penyelamat. Dia mati ketika menyelamatkan rekan-rekannya ketika perang sihir terjadi.

Sebelumnya, Andressa telah mengalami kematian sebanyak 99 kali. Gadis itu selalu mengalami perpindahan dimensi serta merasuki tubuh tak dikenal setiap saat ia kehilangan nyawa.

Pada kematiannya yang ke seratus, Andressa terbangun di tubuh seorang tabib tak berguna. Kali ini Andressa terjebak di dimensi yang tak mengenal apa itu sihir. Sebagai healer di kehidupan sebelumnya, dapatkah Andressa bertahan? Kini dia berharap kalau kehidupannya yang saat ini adalah yang terakhir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xeiralana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Operasi

Mereka tercengang. Padahal sepuluh menit yang lalu mereka masih melihat beruangnya mengamuk, tetapi sekarang beruang itu sudah terkapat mati di atas tanah. Mereka tidak menyangka kalau sesosok wanita dapat membunuh beruang itu.

"Apakah Anda sendiri yang menghabisi beruang ini?" tanya seorang kesatria.

"Benar, memangnya kenapa? Ini adalah hal mudah bagiku. Kalian bereskan sisanya, aku akan pergi sekarang."

Andressa melompat turun ke bawah. Dia berlalu pergi begitu saja tanpa memberi penjelasan lebih. Para kesatria hanya terdiam menatap punggung Andressa yang kian menjauh.

"Aethernya sangat kuat. Siapa wanita itu?"

"Aku tidak tahu, tetapi warna rambutnya aneh. Tidak pernah sekali pun aku temukan orang yang punya warna rambut perak."

Andressa berkeliaran sejenak di sekitar perbatasan ibu kota. Di saat dia tengah menikmati pemandangan sekitar, waktu tenangnya kembali diganggu.

"Hei, pasukan perang telah kembali!"

"Para kesatria sepertinya terluka parah. Cepat panggil para tabib!"

Para pasukan perang kekaisaran kembali dari perang perebutan wilayah kekuasaan. Mereka membawa kemenangan, tetapi di antara mereka menderita luka parah. Sungguh kasihan saat melihat tidak sedikit di antara mereka yang kehilangan tangan, kaki, atau mata.

'Luka mereka parah, jika tidak segera diobati maka mereka akan kekurangan darah. Aku harus membantu sebelum terjadi sesuatu yang lebih buruk.'

Andressa menerobos kerumunan orang yang berdiri mengitari para kesatria korban perang. Sungguh kasihan, nyawa mereka berada di ambang kematian.

"Tidak ada waktu untuk memanggil tabib! Mereka akan mati kalau tidak segera ditangani!" seru Andressa.

"Siapa kau? Kenapa kau seenaknya saja berbicara seperti itu?"

Seorang kesatria mencegat langkah Andressa yang hendak mengecek korban yang terluka. Dia meminta keterangan Andressa terkait siapa ia.

"Kebetulan aku juga seorang tabib. Aku bisa tahu kondisi mereka hanya dalam sekilas pandang. Bagaimana? Apa kau hanya membiarkan rekanmu gugur begitu saja tanpa ada penanganan khusus?"

Sorot mata Andressa tampak meyakinkan. Kesatria itu pun langsung memberi jalan untuk Andressa.

"Baiklah, tolong selamatkan rekanku."

Andressa mengangguk. Dia memeriksa satu persatu sepuluh orang kesatria yang mendera luka parah.

'Bagaimana ini? Tangan dan kaki mereka tidak bisa disambung kembali kalau hanya mengandalkan kemampuan seorang tabib. Andaikan saja ada sedikit mana, maka aku bisa menyambung jaringan tangan dan kaki mereka yang mati.'

Sebuah keajaiban entah datang dari mana menghampiri Andressa. Gadis itu tiba-tiba merasakan setitik mana di jantungnya. Walau samar-samar, tetapi Andressa bisa memastikan bahwa itu memang benar adalah aliran mana.

'Aliran mana?! Ini sangat kecil, tetapi jika aku gunakan untuk membantu menyambungkan jaringan tangan dan kaki mereka, maka ini sudah lebih dari cukup. Meski aku tetap harus melakukannya secara perlahan, bukan instan seperti healer.'

Andressa memilih memikirkan masalah mana itu nanti. Sekarang dia harus bergerak cepat menyelamatkan orang-orang itu.

"Bisakah kalian memindahkan mereka terlebih dahulu ke tempat yang lebih lapang? Aku tidak bisa menyatukan tangan dan kaki mereka jika berada di tempat seperti ini."

Semua orang tercengang mendengar Andressa.

"Anda bisa menyatukan tangan dan kaki mereka lagi?"

"Iya, maka dari itu, tolong bawa mereka ke ruangan atau tempat kosong. Aku akan segera memulai mengoperasi mereka," tegas Andressa.

"Baik, kami akan membawa mereka ke tempat kosong."

Satu per satu dari para korban itu dibawa ke sebuah bangunan rumah tua yang tidak lagi digunakan. Andressa bersiap-siap melakukan operasi darurat.

"Apakah ada yang punya sarung tangan?!" Sekali lagi Andressa menyeru meminta sarung tangan.

"Pakai punya saya. Ini masih baru." Sesosok wanita paruh baya menyerahkan sepasang sarung tangan baru untuk Andressa.

"Terima kasih."

Andressa masih kekurangan orang untuk membantunya. Apabila menunggu Tabib, maka dia akan kehabisan waktu.

"Apakah di sini ada seorang tabib atau asisten tabib?" tanya Andressa kepada kerumunan orang sekitar.

Sepersekian detik menunggu respon, seorang gadis muda mengangkat tangannya.

"Saya, Nona, tetapi saya hanya seorang pemula," ucap gadis itu.

"Tidak masalah, ayo bantu aku."

Gadis itu mengikuti Andressa ke dalam ruangan. Sebelum itu, Andressa menutup mulutnya dengan masker seadanya.

"Siapa namamu?" Andressa bertanya ke gadis itu.

"Saya Amelia, Nona."

"Baiklah, Amelia. Tugasmu tidak terlalu sulit, kau cukup berdiri di sampingku lalu melakukan apa yang aku perintahkan. Paham?"

Amelia mengangguk penuh keraguan. "Saya paham."

Sebenarnya, Amelia tak kuasa menahan rasa gugupnya. Akan tetapi, melihat ketenangan Andressa, dia pun menjadi ikut tenang.

"Tolong berjaga di depan dan jangan biarkan satu pun orang masuk. Apabila kalian ingin rekan kalian selamat, turuti perintahku," titah Andressa kepada sejumlah kesatria.

"Baik, Nona."

Andressa mengamati satu persatu pasien di ruang tersebut. Dia harus menyelesaikan tahap operasi dengan cepat menjelang para tabib datang membuat ulah.

"Apa yang hendak Anda lakukan?" tanya Amelia.

"Operasi."

"Operasi?" Amelia bertambah bingung.

Wajar saja dia bingung, pasalnya di dunia ini tidak ada yang tahu apa itu operasi. Segalanya mereka lakukan secara tradisional, hanya mengandalkan obat-obatan saja.

"Aku akan menyambung kembali tangan dan kaki mereka yang putus." Andressa memperjelas maksud dari operasi.

"Itu terdengar mustahil. Tidak ada tabib—"

Perkataan Amelia terpotong ketika seorang pasien terjaga dari pingsan.

"Apakah Anda tidak bercanda, Nona? Apa saya sungguh bisa menggunakan tangan saya lagi untuk mengayunkan pedang?" Pasien itu bertanya dengan suara terputus-putus.

"Iya, asalkan kau bisa menahan sedikit rasa sakitnya karena di sini tidak ada bius. Bisakah kau bertahan? Aku akan menyambungkan tanganmu lagi."

"Saya akan menahan rasa sakitnya, yang terpenting saya bisa sembuh."

Andressa tersenyum puas melihat tekad hidup kesatria tersebut.

"Jangan khawatir, kau bisa menyerahkan sepenuhnya kepadaku."

Jemari Andressa mulai melakukan tugasnya. Tangan yang terputus akibat sayatan pedang disatukan kembali menggunakan sebuah jarum dan benang. Gerakan tangan Andressa amat sangat cepat sampai-sampai mata Amelia tidak dapat mengikuti pergerakannya.

'Apakah teknik bernama operasi ini sungguh berhasil? Belum ada sejarahnya tabib menjahit tubuh orang. Terlebih lagi, cahaya hijau apa itu? Cahayanya menyelimuti tangan dan jarum jahitnya,' pikir Amelia.

Sang pasien operasi berupaya semaksimal mungkin memperkuat diri menahan rasa sakit akibat jarum jahitnya.

'Untung saja aku dulu pernah beberapa kali menjadi Dokter di dunia modern sehingga melakukan operasi ialah hal mudah bagiku.'

Sampailah di operasi terakhir, terdengar suara datangnya para tabib. Mereka datang di waktu yang sangat terlambat.

"Ada di mana pasiennya?"

Para kesatria langsung mencegat para tabib yang hendak memasuki ruang tempat Andressa melakukan operasi.

"Tolong jangan masuk ke dalam karena sudah ada tabib yang menangani korban yang terluka."

Para tabib sangat kebingungan kala itu.

"Siapa yang menanganinya? Lalu mengapa terdengar suara teriakan pasien dari dalam? Apa yang terjadi?"

1
Jade Meamoure
cacar kusta 😷🤒🤕 🤔🤔
Jade Meamoure
pindah aja dr klinik Glory koq masih bertahan aja kan aneh 🤔🤔🤣🤣
Wynne a.m
356 eps. oke fine. akan aku terjang, karna aku suka genre karya" othor yg fantasy, adventure, romance, dan yaahh... itulah pkoknya. semoga makin bnyak lagi ceritanya yg bergenre itu ya thor 😁😁😁🥰🥰🥰🥰🥰
Nana Febri
Thor lanjutkannn dongg
davina aston
Luar biasa
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
udah seru, gak ada lanjutan.... ayo dooong thor
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
😞
rudy adji
Luar biasa
Dwi Putra
kenapa tamat Thor?
Buke Chika
andressa telalu lembek udah tau dia dalang nya masih aja dibuat santai
Buke Chika
ceritanya kebanyakan muter2 ditempat
Elisabeth Ivony Pakpahanz
lanjut thorr
Tuan BigBang
menarik,satu satunya novel seri wanita yang bikin gw menarik untuk sekarang😼
komentar terbaik
kenapa bordir? bukannya bordil?
komentar terbaik
sebutan ibu suri ke andressa udah sopan sekarang. bilangnya wanita dulu kan ja lang
komentar terbaik
plot ini sering banget dah. ke toilet sendirian, terus diapa2in di sono. ngga ada yang tahu sampai aemuanya sudah terlambat.
komentar terbaik
yuuhuuuu ibu suriiiii where are youuuuuuuuu
komentar terbaik
sebenarnya apa pekerjaan penjaga dimensi ini. ada ruang kontrol tapi tidak bisa mendeteksi aliran energi mengarah ke batas dimensi. apakah mereka tidak punya teknologi yang tepat guna?
komentar terbaik
miria ini bodoh amat. ngapain pakai bros mewah waktu bakar klinik andressa. bukannya menyamar gitu.

kan sebagai reader kesal, andressa terlalu gampang menemukan pelakunya, ga ada tantangan gitu.
Putri FaRhul: kan dia tidak berpengalaman
total 1 replies
komentar terbaik
oh jaman itu udah ada minyak tanah ya.
udah tahu dong proses bikin minyak tanah... dari sejak ditambang sampai diproses dipanaskan menghasilkan minyak tanah bensin solar dan sampahnya jadi aspal...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!