NovelToon NovelToon
Karma Cinta

Karma Cinta

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:150k
Nilai: 5
Nama Author: chengil

Arsyila, putri manja yang harus merasakan rasa lelah dengan 'cinta'.
Saat ia memberi hati dan kepercayaan, yang ia dapatkan hanya sebuah luka dan kecewa.
Saat ia meyakini jika ia sudah merasa pas dan nyaman, ternyata itu milik orang.

Hati menjadi gersang hingga mungkin mati dengan sendirinya.

Bagaimana setelah kepergian semua cintanya, mampukah ia mengganti cintanya kembali ?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chengil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Q time with Adji

"Tidak suka !!"

Singkat, padat, dan jelas.

Kukontrol diriku sejenak memilah kata yang sekiranya tidak memperpanjang suasana. Lagian kenapa tidak suka. Aku kan hanya akan semesteran nantinya bukan tebar pesona.

"Iya " Akhirnya satu kata itu yang terlontar.

"Ya sudah.. nanti pulang sekolah hati-hati ya..?"

Dari tadi sih..

"Oke". Kututup panggilannya.

Chat masuk dari Dika lagi.

"Tidak sopan ! Asal tutup telfon".

Ehh.. bukannya tadi itu udah kata penutup ya tanyaku pada diri sendiri.

"Maaf". Kirim.

Hanya itu, lalu ku non aktifkan ponselku. Bisa stres sebelum semesteran kalau setiap hari seperti ini.

Waktunya pulang. Hari ini mau pulang telat. Soalnya diajak ke tempat kerja pacar si Dea. Dia punya toko fotocopy dan menyewakan ruang internet. Wahhh wifi gratis terkikik aku membayangkannya.

Tokonya lumayan besar dia merintis dari nol. Ternyata pacar Dea ramah dan punya selera humor juga. Pantas banyak yang datang sekedar wifian. Apa lagi ada tukang kopi, yang standby disamping toko pacar Dea.

Hanya satu jam aku disana. Karena sungkan banyak pelanggan yang datang. Akhirnya aku dan Dea pamit pulang. Dea tidak diantar karena sang pacar sedang sibuk-sibuknya. Akhirnya kami berpisah karena bus Dea sudah datang. Kami beda arah.

Tak lama bunyi suara klakson motor tepat di depanku. Saat itu aku sedang menunduk memperhatikan ponselku. Padahal tidak ada yang penting malah si ponsel ini dalam keadaan mati. Untuk mengusir rasa kesendirian saja.

"Ayo kuantar". Ajak Doni. Ya mpu si motor itu adalah Doni. Aku menggeleng.

"Tenang hari ini gratis kok. Tidak usah memakai bayaran cinta". Dia meledek sekaligus memaksa.

"Lagian bakal lama nunggu bus berikutnya. Nanti keburu berdebu". Lalu terkekeh.

Ya sudah deh ternyata juga sudah sore.

Aku naik keboncengan Doni.

"Maaf ya helmnya tidak dibawa".

"No problem". Jawabku singkat.

Motor melaju sedang.

"Syil.. sudah seperti kanebo kering saja".

" Kenapa ?"

"Kaku sekali". Sambil mengulas senyumnya.

"Masalah yang kemarin lupakan saja ya. Aku minta maaf. Anggap saja aku benar-benar lagi ngeprank".

Dia tersenyum tapi seperti senyum penuh arti dan matanya sendu terlihat dari kaca spionnya.

Aku tersenyum tulus sambil menganggukkan kepalaku. Tak ingin membahas lebih. Aku memilih bungkam.

Beberapa menit kemudian sampailah di depan rumahku. Aku berterimakasih. Kupersilakan Doni masuk tapi dia menolak.

Setelah selesai makan malam aku pamit ke kamar. Adji menelfon, tumben. Hihihi tapi aku suka. Akhirnya dia ada inisiatifnya juga.

"Halo". Suara di seberang sana.

"Iya"

"Malam mingguan yuk"

"Ya ini malam mingguan mau apa kalau bukan sekedar telfonan. Sudah seperti jarak kita dekat saja". Gerutuku.

"Hei.. aku sudah di depan rumah"

Tak percaya. Tanpa melepas telepon, kuberlari ke depan rumah. Huaaa dia benar-benar datang. Aku senang tapi juga sebal.

Jalan pelan, ku hampiri dia. Setelah jarak dekat yang mulanya aku tersenyum langsung kulayangkan pukulan kecil ditangannya.

"Pembohong !! Bilangnya pulang Minggu depan. Jahat !! Hari ini tidak ada kabar !! Mau apa kemari hah"

Adji malah tertawa menangkup pipiku sambil digeleng-gelengkan.

"Gemassss"

"Sudah dramanya ya ?? Yuk pergi !!"

Huhh menyebalkan sekali aku disebut drama. Lalu kutatap rumah sejenak.

Seolah mengerti. "Tadi ketemu Ayah sudah izin kok".

Aku hanya merespon dengan mimik muka tidak percaya. "Begini saja sudah cantik". Sambil menelisik penampilanku dari bawah sampai atas.

Itu pujian atau memang melarangku ganti kostum karena waktu sudah menunjukkan setengah 9 malam.

Begini saja dia bilang cantik. Piyama kuning motif tawon dan rambut asal cepol dengan sendal khas rumahan. Kupukul lagi tangannya.

"Mau fitnah apa mau bikin malu model begini di bilang cantik"

"Sekedar tidak rela kamu keluar dengan aura yang menarik perhatian orang banyak yank".

"Begini saja sudah imut". Terangnya lagi dengan jari yang mencolek hidungku.

Blussshhh merona sudah pipiku.

Dipakaikannya helm demi keselamatanku. Aku naik lalu kuselipkan telapak tanganku di kedua kantong jaket kulitnya. Menghindari dinginnya angin malam. Dia pun hafal dengan kebiasaanku itu. Kuletakan daguku di salah satu bahunya sesekali tersenyum menikmati obat rinduku juga menikmati ramainya jalanan.

Tidak ada percakapan di antara kami. Hanya saling melirik dan melempar senyum. Sesekali dia usap tanganku. Menyalurkan betapa bahagianya dia malam ini.

Adji ini penampilannya memang seperti preman. Namun perlakuannya kepada wanita sungguh me-ratu-kan sekali. Buktinya dia dan ibunya sangatlah akrab. Bahkan jika dia kepergok sedang menelfonku langsung habis - habisan digodanya. Ibunya tidak boleh bekerja berat-berat. Semua dipermudahkan oleh Adji.

Motor menepi. Ehh pasar malam. Pantas saja tidak usah berdandan.

Setelah memakirkan motor gedenya lalu dia menggandeng tanganku. Berjalan bersama.

"Tangannya dingin sekali yank. Ini bukan karena grogi kencan dengan pacar sekeren ini kan ?!"

"Narsis". Cibirku

Dia tersenyum. Membawaku pada bangku taman dekat pasar malam tersebut.

"Tunggu disini jangan pergi kemana-mana"

Tak lama dia datang membawa segelas coklat hangat. Lalu diserahkan kepadaku. Dia diam lamat menatapku. Aku menoleh kearahnya dan berterimakasih.

"Maaf ya kencannya kesini dulu. Sudah kemalaman. Mau kencan yang jauh tapi nanti sekalian honeymoon kita".

Wait... Mataku membola tapi bibirku tersenyum.

Dia ini benar-benar..

"Syila.. beberapa bulan LDRan kamu bertambah cantik tapi juga galak" Mengingat pertama kedatangannya disambut dengan pukulan tangan walaupun itu tidak sakit sama sekali.

"Sebenarnya mau romantisin apa mengajak perang". Jawabku nyalang tapi hatiku bahagia.

Adji tertawa lalu matanya menatapku dalam. "Aku masih mencoba jadi pria yang kamu mau. Kamu masih mau setiakan sama pria yang sedang berjuang ini. Aku sudah terlanjur nyaman dengan duniaku sebelum ada kamu Syila. Tapi karena kamu, aku sadar ini tidak akan baik untuk hubungan kita kedepannya. Aku tidak akan rela kamu ikut terjerumus di duniaku. Aku janji akan berubah demi kamu. Tapi kumohon pelan-pelan saja. Beri aku waktu. Ini tidak akan mudah untukku. Mengertilah".

Adji menyebut namaku itu artinya dia dalam mode serius. Aku teringat sering kali dia berbohong saat dia sedang pesta alkohol bersama teman-temannya.

Aku menghela nafas panjang. Baru mau berucap sudah keduluan dia.

"Aku merindukanmu.. sangat..". Ucapnya tulus.

"Gadisku tumbuh menjadi gadis yang sangat manis jika sedang diam begini."

"Heii !!...". Baru juga mau komplain tapi dia benar-benar tidak ingin memberiku kesempatan untuk itu.

Dia sudah menarikku ke wahana pemainan.

Aku hanya diminta untuk mendengarkan, memahami lalu mengerti. Jauh dihatiku aku pun berharap semoga kelak dia benar-benar bebas dari dunia gelapnya.

Dia seperti itu dengan alasan dia korban broken home. Orang tuanya bercerai. Ayahnya suka bermain kasar dengan Ibunya, bahkan Ayahnya terang-terangan membawa wanita lain lalu bermesraan di depan Adji. Sejak saat itu rasa jijik dan benci kepada Ayahnya pun terpatri dihatinya. Adji saat itu masih duduk dibangku SMP. Lalu bertemu dengan teman-teman sesatnya. Lantaran trauma dan kurang kasih sayang dia melampiaskan dengan obat-obatan dan alkohol yang bilangnya bisa membantunya sedikit bahagia dan melupakan masalah keluarganya.

1
Ovi Bungsu Umi
hallo kk, salam kenal jangan lupa ya mampir dikarya aku yang berjudul (LELAH)
Ana Novelista
Semoga makin sukses Thor Chengil 🌹🌹🌹
Chengil: makasih tehh aaamiin
total 1 replies
MommyAtha
balik kandang lah... punyaQ ttp disini
Chengil: loh udah pernah🤭🤭 kpan2 aku balik ke sini lagi. hihi sekarang merantau dulu
total 3 replies
Fenti
🥰🥰🥰
Chengil: mampir yaa😁
total 1 replies
Rini Antika
Aku mampir kak, Salken dr Pengorbanan Cinta, smg berkenan mampir jg ke ceritaku..🙏
Zed Analytical Number Nine
udah lama gak mampir, eh taunya udah end novelnya. tetap semangat ya Thor 💪🏻👏🏻 semoga sukses
Chengil: yaa sayang sekali. iya deh gpp. hihihi
total 4 replies
Elina zivana
mantap 👍👍👍👍
semangat terus Kak 💪
bolehlah ya kita saling mendukung.. hehehe 😊
kalau suka novel bergenre misteri atau thriller, jika berkenan mampir juga ya di karya aku.
judulnya: malam tadi.
Elina zivana: wah makasih banyak Kak
total 3 replies
Khalisah Rochman
mimpi kencan sm tuan saga 🤣🤣🤣🤣🤣 itulah knp aq gk bgitu suka cerita ttng CEO.... ngehalux tingkat dewa
Chengil: 🤣🤣🤣 gara2 tuan saga aku berhalu tingkat tinggi
total 1 replies
Khalisah Rochman
bgus kok thor.... gk kliatan amatiran mlah keren
Khalisah Rochman
keren thor.... penulisannya bgus, bahasax indah... nyaris tak ad typo... gk nyangka klo ini karya pertamamu thor, sking bgusx
Chengil: terima kasih dukungannya
total 2 replies
Khalisah Rochman
bgus ceritax.... ringan.... jdi lbih berasa dgn kehidupan coz tema sehari-hari,gk terlalu ngehalu....trus trng lbih suka cerita yg bgni drpd ttng CEO
Chengil: wahhh terimakasih. tapi nanti juga berujung CEO😄😄
total 1 replies
MommyAtha
thor.. balik kandang??
Chengil: wah di sebelah laris manis thu sama yg hot2. malah yg di beranda erotika semua🙃🙃
total 6 replies
Rini Haryati
ceriranya bagus
sukses
semangat
mksh
Chengil: mampir juga ki karya ku kedua di fizzo kak, dengan judul LOVE STORY PEWARIS DARAH BIRU
total 2 replies
Aris Pujiono
semangat syila
Yen Lamour
Chat aku dong kak, kirim linknya karena aku gak bisa dwnload app nya
Daerahku gak tersedia utk app nya
Yen Lamour: Diinbox kak😊
total 2 replies
Fenti
lanjut thor 🔥🔥
Aris Pujiono
Hahaha laura
Anita_Kim
Semangat Kak.
Nur Hidayah
Kak Author pinda lapak😭
Chengil: soalnya hpnya ga mendukung😂😂😂kebanyakan aplikasi. aku fokuskan untuk literasi dulu.

gimana aku maniskan, semanis gula jawa?😂😂😂


mual? muntah aja gpp?


susah kalo narsisnya keluar thu
total 5 replies
YouTrie
Lanjut kak author semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!