NovelToon NovelToon
SHOW ME

SHOW ME

Status: tamat
Genre:Contest / Badboy / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: Dhea Novita

[Terbit Novel]

Perjalanan cinta unik antara Psikiater dan CIA bernama Justin, untuk mendapatkan informasi mengenai mafia yang menjadi targetnya ia harus berpura-pura menjadi pasien dari Psikiater cantik bernama Jessy.

Bukannya berjalan dengan lancar sesuai rencana, ia malah harus terjebak bersama Jessy. Pertengkaran layaknya Tom & Jerry selalu mengisi pertemuan mereka. Tak menyangka, hal itu justru membuat mereka saling jatuh cinta.

Saat keduanya memutuskan untuk menikah, Justin tidak bisa menjawab pertanyaan Jessy 'Apa pekerjaan mu?' semua semakin rumit saat Justin mendapatkan misi tentang pembunuhan berantai yang disusul oleh kematian Larissa, sahabat Jessy. Kesalahpahaman dan kecurigaan mulai muncul. Akankah semuanya terpecahkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhea Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baju pilihan

Justin duduk disebuah sofa, menunggu tirai dihadapannya terbuka dengan sendirinya, karena jika ia yang membukanya kemungkinan besar akan ada tamparan melajang dari tangan Jessy.

"Lama sekali." Gerutu Justin. Ia saja sudah selesai memakai setelan jasnya. Tapi Jessy masih juga belum selesai.

"Dia mengganti baju atau mengganti kulit?" Tepat diucapannya yang kedua, tirai terbuka, menampilkan Jessy dengan seorang wanita disamping nya, seorang pelayan yang membantu Jessy mengenakan pakaian tersebut.

"Kalau begitu aku permisi." Ujar pelayan tersebut sambil tersenyum ramah meninggalkan Justin dan Jessy berdua.

Mata coklat terang itu seakan tak ingin mengalihkan pandangannya, dress berwarna Rosewood begitu melekat indah ditubuh Jessy.

"Bagaimana? Aku tidak terlihat gemuk kan?" Tanya Jessy, ia sedikit memutarkan tubuhnya dihadapan kaca. Dress ini membuat Jessy terlihat sangat tinggi dengan belahan garis di kakinya, ditambah hiasan pinggang yang membuat tubuhnya terlihat ramping.

"Tidak. Kau cantik." Jawab Justin lantang, ia berdiri dan mendekati Jessy. Jessy yang mendengar itu hanya mendelik, tumben sekali Justin memujinya.

Kini mereka bersampingan menatap cermin, memperhatikan pakaian mereka yang tampak serasi.

"Pintar juga kau memilih jas." Ujar Jessy saat melihat tampilan Justin dipantulan cermin.

"Bukan aku yang pintar. Tapi wajah tampan ku yang membuat semua jas cocok untuk ku." Jawab Justin dengan senyum bangga disudut bibirnya.

"Ya..ya..ya." gumam Jessy. Ia berbalik menatap Justin langsung, tangannya terulur merapikan rambut Justin.

"Potonglah sedikit. Rambut mu sudah panjang." Tatapan Jessy fokus menata rambut Justin, namun kebalikannya, Justin kini menatap Jessy dari dekat. Sedikit desiran halus terasa di dadanya.

Mata Justin berkedip pelan memperhatikan wajah cantik itu.

"Menapa kau bisa menghadapi ku?" Pertanyaan itu membuat Jessy terdiam, keningnya sedikit mengerut dan tangannya sudah kembali disisi tubuhnya.

"Menapa?" Tanya Jessy bingung.

"Aku selalu memancing keributan dan sering kali membuat mu kesal. Kenapa kau bisa tetap sabar dan tidak memutuskan untuk mundur? Kau memarahi ku tapi terkesan tidak dari hati, malah membuat mu lucu, tidak menyeramkan." Terlihat ulasan senyum Jessy yang rasanya sangat sejuk.

"Menghadapi anak nakal seperti mu memang menguras emosi, tapi aku sudah terbiasa menghadapi semua emosi orang. Bahkan ada orang yang mengamuk pun aku bisa sedikit tenang menghadapinya." Kini Justin yang mengerutkan keningnya.

"Mengamuk? Maksudmu?"

"Menjadi seorang psikiater harus bisa menghadapi berbagai emosional seseorang. Jika ada yang traumanya kambuh apa aku harus kabur ketakutan? Tentu tidak, aku yang harus menenangkan nya dan menyembuhkan nya. Bahkan aku pernah menghadapi seorang anak hyperaktif dengan banyak riwayat kenakalan tanpa batas disekolahnya." Tanpa Justin tahu, Jessy didalam hatinya menambah ucapan 'tapi dalam menghadapi mu butuh ektra kesabaran penuh dan emosi tinggi, bahkan aku sudah beberapa kali ragu dengan keputusan ku sendiri.'

Justin mengangguk dan ia tersenyum kecil.

"Ahh, aku jadi tidak sabar ingin segera menikah." Gumam Justin membuat Jessy tertawa hambar. Sepertinya Justin akan memulai perdebatan dengan senyuman nya itu.

"Apa yang membuat mu tidak sabar?" Bodoh! Pertanyaan apa itu? Pria itu akan kesenangan diberi pertanyaan seperti itu. Jessy menutup matanya sabar dan menarik nafas saat melihat senyum Justin yang terlihat jahil.

"Agar aku bisa memakan mu. Kau menyebut nama ku dengan semangat. Menghabiskan malam indah bersama. Bahkan aku siap push-up puluhan kali asal dibawahnya ada dokter secantik mu." Nah! Sudah bisa ditebak kemana arah pembicaraan pria ini.

Jessy mengibaskan sebelah rambutnya. Mengabaikan Justin yang tengah tersenyum tengil.

"Aku akan membeli baju ini. Sudah sana, aku harus mengganti baju lagi." Usir Jessy dengan sedikit mendorong tubuh Justin. Terdengar suara tawa pelan dari mulut pria itu.

"Kau sepertinya selalu menghindari perbincangan mengenai itu." Mata Jessy kini terlihat tajam.

"Apa?! Perbincangan apa? Berbincang dengan mu tidak akan benar, sudah sana!"

"Kau harus sabar dan mengendalikan emosi mu Jess. Apa kau selalu memarahi pasien mu seperti ini?" Ejek Justin.

"Tidak, hanya saja kau selalu membuat emosi ku meningkat." Jessy mendorong tubuh Justin sedikit keras. Lalu menyibakan tirai pemisah diantara mereka. Terdengar suara gelak tawa Justin disebrang sana.

Wajah Jessy mulai memerah, ia kesal dengan sikap Justin yang selalu membuatnya kesal.

'Lihat saja, aku pastikan kau yang membayar baju ini.' gumam Jessy dalam hati. Benar-benar pria tidak tahu malu, sedikit saja rasa malu, seperti nya Justin tidak memiliki itu.

___

Thank you

DHEA

Instagram: Dheanvta

1
Neno Arya
mulai back ni
Alexa Juliana
Justin menghilang kemana yaaa?
Tina Nine
Luar biasa
Nona Thampuz
ini awal nya baca novel yg mana dulu sih ?
bingung aku...
mohon pencerahannya para readers sekalian
Ig: Dheanvta: 1. one night stand with my CEO
2. show me
3. the perfect match
total 1 replies
Utiira
ceritanya menarik dan unik, memiliki warna sendiri yang selalu membuat penasaran untuk lanjut membaca..
semangat terus berkarya author
Aishnina(✿ ♥‿♥)
ceritanya menarik
tp aku lebih suka visual jessy yg di cerita tentang Alicia
Cancer
🤣🤣kocak bngett
Cancer
masih ngakak sma pikiran jessi tentang pkerjaan justin, menangkap hewan buas? 😂
bunda Thalita
syukaaaaa bangeeeetttt semangat terus ya buat karya2 baru yang luar biasa
yhoenietha_njus🌴
selalu menarik
Marhaban ya Nur17
oh gtu toh ???
Marhaban ya Nur17
ciyeeee udh baekan
Marhaban ya Nur17
yes thor g pp 😁 gw paam ko
Marhaban ya Nur17
se will pembunuhnya ??? berarti larissa
Marhaban ya Nur17
waduh ! Jessy emang berlebihan y
Marhaban ya Nur17
sabar wil
Marhaban ya Nur17
petakilan semua se kaya e
Marhaban ya Nur17
wkwkkw gw ngebayangine yg film Jackie chan yg part ini 😀😁
Marhaban ya Nur17
neh klo di ftv mh pantese vino ama Marsha ye
Marhaban ya Nur17
😜😀😝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!