Keisha, meski memiliki paras yang cantik dan bentuk tubuh yang mendekati sempurna, tapi sama sekali tidak pernah tertarik untuk masuk ke dunia hiburan mengikuti jejak ibu ataupun sahabatnya. Namun, hidup Keisha dikelilingi dengan orang-orang dari dunia hiburan. Bertemu mantan pacar saat SMU yang sekarang menjadi sutradara, Keisha sempat menjalin kembali hubungan dengannya, tapi harus kandas karena suatu hal. Lalu menjalin hubungan yang intim dengan seorang model ternama, dia pun kembali harus mengalami kekecewaan yang bahkan jauh lebih dalam daripada sebelumnya. Akhirnya Keisha memutuskan untuk bersama dengan seorang laki-laki yang sudah menyayanginya sejak kecil. Namun apakah akhirnya Keisha bahagia dengannya? Apalagi setelah laki-laki yang selama ini mengisi hatinya datang kembali dan memintanya untuk menikah dengannya.
.
image cover from Canva
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Scarlettema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
The Wedding
Satu bulan kemudian, pesta mewah kembali digelar di tempat yang sama, mengawali tahun yang baru dengan lembaran-lembaran baru antara dua insan manusia yang saling mencintai.
Pestanya bahkan lebih meriah daripada pesta pernikahan Zafri dan Anggun. Sebuah saluran televisi menawari Zio untuk endorse pesta pernikahannya dengan syarat harus disiarkan secara live di salurannya, tapi sudah pasti Zio menolaknya mentah-mentah. Zio tidak kekurangan uang sampai harus menerima endorse dari pihak lain. Lagipula Zio menginginkan pestanya cukup private meskipun dia mengundang banyak sekali kenalannya dari dunia hiburan dan jurnalis.
Kristo datang dengan Papa, Mama dan adiknya, Kristy, yang didatangkan langsung dari New York tiga hari sebelum acara resepsi. Sebenarnya itu hanyalah alasan Kristo agar tidak datang sendirian ke acara yang ternyata masih membuat hatinya terasa sakit. Mau tidak datang juga tidak enak, mengingat hubungan antara dua keluarga yang sudah terjalin sejak orang tua mereka remaja.
Akhirnya meski dengan hati yang terasa sakit, Kristo datang ke pesta pernikahan Keisha dan Zio, menyaksikan dengan dua bola matanya sendiri betapa Keisha tampak sangat cantik hari itu. Kebahagian yang menguar dari dalam dirinya membuat Keisha tampak bercahaya. Zio pun tidak kalah bercahaya sebenarnya, apalagi dalam tampilan tuksedo hitam yang melekat dengan sempurna di badannya. Kristo ingin membencinya, tapi tidak bisa karena dirinyalah yang bisa membuat Keisha sebahagia ini.
***
Malam hari setelah pesta pernikahan usai.
"Zio, aku capek," kata Keisha saat melihat Zio berada diatasnya dan sedang menciumi lehernya.
Zio tampak segar karena baru selesai mandi, dan saat ini terlihat sangat menggoda dengan tubuh bagian atas yang tidak tertutup sehelai benang pun. Tidak tampak tanda-tanda kelelahan pada dirinya yang sebelumnya selama berjam-jam sibuk menerima ucapan selamat dan dengan sangat bangga memamerkan istrinya kepada banyak sekali orang. Berbanding terbalik dengan Keisha yang tampak sangat kelelahan.
"Kalau capek tidur saja." Zio menjawab tanpa menghentikan ciumannya. Tangannya mulai masuk ke dalam gaun tidur Keisha, membelai kulitnya yang ternyata jauh lebih halus daripada sutra tipis hitam yang sedang dikenakannya.
"Bagaimana aku bisa tidur kalau kamu seperti ini?" Keisha mencoba menahan desahannya yang mulai muncul karena stimulasi yang ditimbulkan oleh bibir dan tangan Zio.
"Kalau tidak bisa tidur ya temani aku saja." Zio menurunkan tali baju tidur Keisha lalu menciumi dadanya.
"Kita kan sudah sering melakukannya, tidak perlu serius begini dong di malam pertama kita. Aku benar-benar capek setelah acara pesta pernikahan kita tadi. Berdiri berjam-jam dengan high heels 15 cm."
"Kamu diam saja, tidur juga boleh, aku berjanji tidak akan membuatmu kecapekan. Aku cuma akan menciumimu saja kok."
"Duh, baru tadi menikah tapi sekarang kamu sudah berani bohong ya sama aku."
"Bohong apa?" Zio melepaskan ciumannya dan menatap Keisha, bingung memikirkan kebohongan apa yang sudah dia lakukan.
"Kamu cuma akan menciumiku? Kamu tidak akan membuatku kecapekan? Setelah kamu membuka bajuku seperti ini? Itu kan hal yang sangat mustahil."
Zio tertawa keras mendengarnya.
"Kamu benar-benar istri yang cerdas. Paham sekali dengan kebiasaanku. Satu kali aja ya, please? Aku merasa terlalu bahagia hari ini."
Keisha hanya memutar bola matanya lalu melupakan rasa lelahnya.
Jika di malam-malam sebelumnya yang sudah pernah mereka habiskan berdua Zio bertindak gentle, malam ini Zio sangat merciless. Setelah mereka bersama-sama mencapai klimaks, Zio hanya memberi waktu sebentar saja untuk beristirahat, sebelum kemudian dia mulai lagi untuk membawa dirinya dan Keisha ke kenikmatan-kenikmatan selanjutnya.
*SELESAI*
lanjutttt
satu hari z tanpa kabar uhhhh
sakittttt