Squel novel Bidadari sang gus season 3
❌ JANGAN PROMOSI DI NOVEL ON GOING !!!!!!
SILAHKAN PROMOSI DI NOVEL YANG SUDAH TAMAT !!!!
Rasya Syafaraz, sering kali dipanggil Gus Rasya yang saat ini usianya sudah menginjak 33 tahun.
Selama hampir 6 tahun ia hidup sendiri dengan membesarkan putri cantiknya seorang diri.
Janji 'Aku akan selalu mencintaimu kapanpun, dimanapun, dan apapun yang terjadi. Aku tetap ingin berjalan bersamamu hingga ke Jannah Allah'
Hingga sampai saat ini, Rasya masih setia dengan sumpah ikrarnya pada sang istri.
Lalu bagaimana ia menghadapi kehidupan ketika takdir mempertemukan anaknya dengan seorang wanita yang selalu di anggap sebagai ibu-nya ?
Masih bisakah Rasya mempertahankan Ikrar cintanya pada Aisya ?
Saksikan terus cerita yang menarik ini dalam kisah Ikrar Cinta Gus Rasya !!!
Happy Reading guys !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliraa al syifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mas, suara apa itu ?
Rembulan menjadi saksi dua insan yang tengah bersitatap menikmati indahnya makhluk ciptaan Tuhan.
Setelah keduanya berhasil melakukan pernikahannya kembali, kini saatnya mereka mengulang segala hal yang pernah terjadi di masa lalu di tempat yang sama dan dengan orang yang sama.
Kisah cinta seorang Rasya dan Aisya nyatanya belum bisa di katakan sempurna walaupun sudah banyak hal yang mereka lewati demi menyempurnakannya.
Rasya mengangkat dagu istrinya dengan satu jari, ia menatap manik mata yang selalu mengganggu tidurnya itu. Menikmati sejenak semilir angin dari sela jendela yang masih terbuka.
"Kali ini mas gak akan melepaskan mu apapun yang terjadi sayang. Malam ini adalah malam kita, kejadian yang pernah kita lakukan di awal pernikahan dulu, malam ini akan terulang. Apa adek siap kembali menyerahkan apa yang seharusnya mas miliki ?" Tanya Rasya dengan suara lemah lembutnya yang ternyata berhasil menghipnotis Aisya hingga entah sadar atau tidak ia langsung menganggukinya dengan cepat.
Rasya tersenyum, tangannya mulai terangkat meraba bagian alis mata Aisya.
Cup..
Kecupan mesra yang cukup lama itu Rasya berikan di kening istrinya.
"Kita shalat dulu !" Ucap Rasya dan Aisya kembali mengangguk.
Aneh rasanya. Aisya tidak bisa berkata-kata atau menolaknya. Ia seperti terhipnotis dengan suara dan sosok Rasya yang kali ini sudah benar-benar sah menjadi suaminya, seseorang yang akan menemani perjalanan hidupnya hingga akhir.
Selintas bayangan masa lalu muncul. Dimana malam itu Aisya benar-benar agresif menyerahkan kehormatan yang selama ini ia jaga untuk suaminya. Lenguhan, des*han, jeritan kecil, mereka menikmati malam panas itu dengan penuh cinta.
"Ma-mas.." gumam Aisya lirih namun masih bisa terdengar di telinga Rasya.
"Hem, kenapa sayang ? Adek gak papa ?" Tanya Rasya sedikit panik melihat Aisya yang tengah memegangi kepalanya.
Aisya menggeleng pelan,"Aisya gak papa mas. Tapi.."
"Tapi apa ?" Tanya Rasya penasaran.
Aisya sengaja menggantung kalimatnya, ia merasa malu menanyakan hal ini pada suaminya. Tapi apa benar dia seagresif itu ?
Aisya kembali menggeleng tak berani mengatakan apa yang ingin ia tanyakan, terlebih lagi mengenai sesuatu hal yang baru saja hadir di kepalanya.
"Katakan Aisya ! Jangan buat mas khawatir, mas penasaran. Katakan ada apa ?" Rasya sedikit memaksa istrinya untuk berbicara hal yang membuatnya sangat penasaran.
"Emm..suara apa itu mas ?"
"Suara ? Mana ? Kapan ?" Rasya menanyakan serentet pertanyaan. Bahkan ia tidak mendengar suara apa pun selain nafas istrinya.
"Eh," Aisya gugup dan gelagapan merasa bodoh dengan pertanyaan nya sendiri.
Lagi pula, Rasya mana tahu suara apa itu.
Bukankah suara itu muncul di bayangannya ? Dan sudah pasti hanya dirinya sendiri yang bisa mendengar.
Rasya geleng-geleng kepala kemudian membereskan sajadah dan menyimpannya di atas kursi.
Aisya pun segera melepas mukenanya dan melipatnya kembali.
"Adek inget sesuatu ?" Tanya Rasya seraya menatap istrinya yang masih belum membuka cadar.
"Iya," jawab Aisya lirih.
"Apa ?" Tanya Rasya lagi namun kali ini posisi mereka semakin dekat.
Aisya terus memundurkan tubuhnya dikala Rasya semakin melangkah maju mendekati nya.
Ia masih belum bisa menjawab pertanyaan Rasya yang menurutnya sangat menggelikan untuk diceritakan.
Deg..
Tubuhnya terbentur ranjang hingga membuat Aisya terduduk di atas kasur.
"Boleh mas buka cadarnya ?"
Aisya mengangguk kecil. Tangan Rasya mulai meraba kepala Aisya dan perlahan menarik tali yang mengaitkan niqabnya.
Jreng.. jreng.. sya la la la la uh, cantika mantuliti🤣🤣
"Masyaallah, wajahmu masih sama cantiknya sayang. Walaupun berbeda," ucap Rasya setelah berhasil melihat wajah istrinya yang ayu kek yuyu. Gak lah ya, cantika mantuliti dong, uh..cantul😂
Aisya menunduk malu, wajahnya mendadak berubah panas mendengar setiap kalimat pujian dari bibir suaminya.
Rasya kembali mengangkat dagu Aisya dengan satu jari, sedikit memajukan wajahnya dan..
Uh..
Othor deg-degan gengs😋
Bibir berwarna pink alami itu berhasil Rasya sentuh dengan bibirnya.
Sekali, dua kali, ah.. rasanya kurang !😂
Rasya menikmati bibir istrinya dengan penuh penghayatan. Mencium, mengecap, bahkan mel**atnya dengan lembut hingga sang empunya berhasil merem-melek.
Ah, othor gila nih😋
Udahan aja kali yak, lanjut besok..
Gak kuattttt😩😩😩😩😩
Tanggung ah, dikit lagi masuk wkwkwk😂😂
Posisi mereka dengan Rasya di atas tubuh istrinya. Memainkan sesuatu benda kenyal, kek cenil alias apalah itu pokoknya uh..cantul.
"Uh, mas.." lenguh Aisya dengan suara berat dan sedikit gemetar menahan sesuatu dalam dirinya.
Apakah itu ?
Huah pokoknya lanjut besok
**Vote dan hadiah nya jangan pelit ya mbeb
Happy Reading pemirsah
TBC**
nyari yg Satue gak ada disini.....mo buka aplikasi lagi Sik males ....🙏
kakak sering bolong update saja udah bisa dipastikan bulan depannya level akan turun.
saran kalo mau level cepet naik, up tiap hari, max. bolong hanya 3hari/bulan jangan lebih.
jumlah kata jg bisa mempengaruhi.
Cemunguts z deh Thor
Tp sayangnya langsung end...
Semoga, sukses di karya barunya, Thor
makasih thor cerita yg bgs
semangat untuk berkarya sll ya