Lima tahun yang lalu dia mengubah identitasnya, membuang jauh masa lalunya karna rasa kecewa pada suaminya.
Dan kini di saat dua buah hatinya menanyakan sang ayah, apakah yang akan di lakukan ALEA, akankah dia berkompromi pada hatinya demi kebahagian buah hati tercinta. Atau dia mengabaikan demi gengsi dan harga dirinya walau sebenarnya dia masih sangat mencintai pria tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvi Barta Jadul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terhanyut dalam perasaanmu
Jesica langsung memeluk Leea, lima tahun tak bertemu karna wanita itu menghilang dari kehidupan Ziga membuat Jesica merindukannya.
"Bagaimana kabarmu Vi? kapan kau kembali? kemana saja kau selama ini?" Jesica mencecar Leea dengan serentetan pertanyaan.
"Mana yang harus ku jawab terlebih dahulu?" Leea balik bertanya pada Jesica.
"Aku ingin kau jawab semuanya" jawab Jesica.
"Ehm" Deheman Ziga menyadarkan Jesica bahwa masih ada beberapa orang di sekitar mereka.
"Oh, maaf Ziga. Aku hanya terlalu bersemangat bertemu dengan istrimu lagi" ucap Jesica menyesal.
"Sekarang ceritakan padaku bagaimana kalian bisa bertemu kembali dan oh ya katakan siapa dua bocah kecil yang tampan dan cantik ini' ucap Jesica yang menyadari kehadiran Aiden dan Zeline.
"Mereka anak anakku" jawab Leea
"Anak kita" ralat Ziga tak rela Leea tidak menyebutnya.
"Ya, anak kami" ucap Leea sambil tersenyum, dia tahu suaminya sedang mode waspada karna kehadiran Fello.
Fello yang mendengar Via menyebutkan kedua anak kecil ini adalah anak anaknya dengan Ziga seketika pikirannya menjadi kosong. Dia tak menyangka setelah lima tahun menghilang kini Via kembali dengan dua orang anak yang juga di akui sebagai anak Ziga.
"Oh Tuhan, bagaimana bisa ?" tanya Jesica terkejut.
"Tentu bisa" jawab Ziga padahal Jesica sedang bertanya pada Via.
"Sebaiknya kau duduk dan perkenalkan tunanganmu" ucap Ziga dengan menekankan kata tunangan sambil melirik ke arah Fello yang masih terdiam.
"Karna kami tidak punya banyak waktu" tambah Ziga.
"Ya maafkan aku, aku sampai lupa tujuanku mengajak kalian bertemu" ucap Jesica jujur, dia memang terlalu antusias dapat bertemu kembali dengan Via.
"Perkenalkan ini tunanganku Ricardo Fello Augusto" ucap Jesica memperkenalkan Fello pada sahabat sahabatnya.
"Dan ini adalah sahabat baikku Ziga dan Erik serta ini istri dari Ziga, Via namanya" ucap Jesica pada Fello.
Fello mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Ziga, Erik serta Via.
Ziga menyambut uluran tangan Fello dengan dingin, Erik sendiri berusaha bersikap normal karna sejujurnya dia khawatir Ziga akan kembali mendapat masalah dengan Via setelah pertemuannya dengan Fello.
Leea sendiri tersenyum canggung, dia benar benar berada di posisi yang serba salah. Dia tidak mau Ziga cemburu karena kehadiran Fello tapi dia juga tidak bisa mengesampingkan fakta bahwa Fello telah menyelamatkan nyawanya dua kali. Hanya saja setelah Leea mengetahui perasaan pria tersebut padanya dari Steve lima tahun lalu, Leea memang berusaha untuk menghindarinya.
"Apa kabar Tya?" tanya Fello yang masih memanggil Via dengan nama yang dulu di kenalkan oleh wanita itu saat ia menjabat tangan Via.
Ziga langsung meraih pinggang Via posesif membuat Fello dengan segera melepaskan jabatan tangan mereka.
Leea yang menyadari kini Ziga telah dalam mode siaga pun dengan segera mengelus lembut tangan Ziga yang melingkar di pinggangnya.
Jesica sendiri sempat bingung ketika mendengar Fello menyapa Via dengan panggilan Tya, dan dia merasa seperti ada yang aneh pada calon tunangannya tersebut setelah melihat Via.
Via merasa canggung dengan Jesica, dia tidak ingin Jesica salah paham dengan dirinya.
"Aiden, Zeline beri salam pada Aunty Jesica dan Uncle Fello" ucap Leea berusaha mencairkan suasana canggung di antara mereka.
"Hai Aunty Jesica, hai Uncle Fello" sapa mereka berbarengan kemudian menyalami Jesica dan Fello bergantian.
"Ya Tuhan lucunya kalian" puji Jesica.
"Siapa namamu tampan?" tanya Jesica pada Aiden.
"Aiden Raffasya Pratama, Aunty" jawab Aiden jelas.
"Oh nama yang gagah" puji Jesica lagi,
" Dan kau cantik, siapa namamu?" tanya Jesica pada Zeline.
"Zeline Zakeisha Pratama, Aunty" jawab Zeline dengan sedikit cadel.
"Namamu cantik seperti wajahmu sayang" puji Jesica tulus.
"Sayang nanti jika kita menikah aku juga ingin punya anak yang lucu seperti mereka" rengek Jesica pada Fello.
"hmm" hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Fello.
"Mom, Zel mau ke toilet" ucap Zeline sambil meringis.
"Ok, ayo Mom antar" ucap Leea.
"Sayang, aku antar Zel ke toilet sebentar" pamit Leea pada Ziga.
Ziga menganggukkan kepalanya,
"Hati hati" pesan Ziga.
Leea pun mengangguk kemudian dia dengan segera mengantarkan Zeline yang sudah tidak tahan lagi untuk ke toilet.
Fello menatap kepergian Leea, sebenarnya dia ingin sekali menghampiri wanita itu dan bertanya apa alasannya menghilang lima tahun lalu. Bahkan meninggalkan dirinya yang saat itu sedang dalam keadaan koma karna menyelamatkan nyawanya. Bukannya Fello tidak tulus menyelamatkan Leea, hanya saja dia masih bingung Leea pergi dan menghilang tanpa mengucapkan sepatah katapun padanya.
"Aku jawab telpon sebentar" pamit Fello pada Jesica, entah mungkin Fello sedang beruntung, panggilan telpon dari Steve memberikan alasan padanya untuk meninggalkan meja.
Fello pun berjalan ke arah toilet sambil mengangkat panggilan dari Steve.
"Ada apa ?" tanya Fello pada Steve.
"Kau ada di mana, hari ini pihak produser ingin kau merekam lagu yang baru kau ciptakan" jawab Steve.
"Aku menemukannya Steve, akhirnya setelah lima tahun aku dapat bertemu dengannya lagi" ucap Fello tak fokus pada perkataan Steve karna saat ini dia melihat Leea yang telah keluar dari toilet bersama Zeline.
Leea berusaha tersenyum pada Fello saat dia melewatinya.
"Kau kemana saja selama ini Tya?" tanya Fello sambil meraih tangan Leea.
Leea yang tak mengira Fello akan meraih tangannya pun tak dapat menghindar.
"Aku" ucap Leea sambil berusaha melepaskan tangannya dari Fello.
"Jesica tunangan anda sedang mencari anda Mr.Augusto" ucap Ziga yang tiba tiba berada di belakang Fello.
Leea pun segera menghentakkan tangan Fello kasar, kemudian dia menuntun Zeline menghampiri Ziga karna dia tahu suaminya kini sedang dalam mode bahaya.
"Kalian sudah selesai sayang?" tanya Ziga lembut pada Leea dan Zeline.
"Sudah" jawab Leea di ikuti dengan anggukan Zeline.
Kemudian Leea meraih tangan Ziga berusaha mencoba menurunkan mode Ziga menjadi aman.
"Bolehkah aku bicara dengannya sebentar" ucap Leea meminta izin pada Ziga untuk berbicara dengan Fello.
Ziga pun mengangguk walau hatinya merasa tak rela. Hanya saja dia tidak ingin membuat Leea kecewa jadi sebisa mungkin Ziga menahan rasa cemburunya.
Leea menghampiri Fello,
"Terima kasih" ucap Leea tulus.
"Mungkin jika saat itu kau tidak menyelamatkanku, aku tidak akan berada di hadapanmu saat ini" ucap Leea.
"Dan maaf saat itu aku pergi tanpa mengucapkan terima kasih padamu, karna aku tidak ingin kau terhanyut dalam perasaanmu yang salah" lanjut Leea.
"Jesica wanita yang baik, cintai dia dengan tulus" tambah Leea.
"Aku menganggapmu seperti kakakku" ucap Leea sambil menepuk bahu Fello.
Ziga yang melihat Leea menepuk bahu Fello ingin protes tapi melihat Leea yang langsung berbalik meninggalkan Fello kemudian meraih lengannya membuat Ziga mengurungkan niatnya.
"Kami harus pergi Mr. Augusto" pamit Leea kemudian dia menggandeng Ziga dan Zeline meninggalkan Fello yang masih termangu mendengar perkataan Leea.
Terhanyut dalam perasaanmu, kata kata itu yang terus teriang dalam benak Fello.
Bagaimana Tya bisa tahu aku terhanyut dalam perasaanku yang mencintaimu, batin Fello.
Dia sama sekali tidak berfikir kalau selama ini Leea ternyata mengetahui perasaannya.