NovelToon NovelToon
Mencintaimu Menyakitkan

Mencintaimu Menyakitkan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Lari Saat Hamil / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Indriani Sonaris

Aiden yang telah terbiasa menikmati rasa sakit karena mencintai Agneta. Ia sudah menutup hati untuk wanita manapun. Menjadi sosok yang dingin dan begitu tak tersentuh.
Sejak Agneta memilih Davero, ia memilih pergi menjauh meninggalkan Indonesia. Dan mulai menetap di Negara A tepatnya di kota N dan mulai merintis kariernya di sana.
Tetapi takdir mempertemukan dirinya dengan masalalunya. Masalalu yang merupakan kesalahannya...
Catherin....
Akankah Catherin meluluhkan hati Aiden, dan menggantikan posisi Agneta di dalam hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indriani Sonaris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35

Catherine tengah di tangani oleh seorang Dokter. Aiden berdiri di luar ruangan UGD. Harry tengah mencari keberadaan robert di bantu pihak kepolisian dan mengamankan binatang-binatang yang di tangkal oleh Robert.

Aiden terlihat duduk di kursi yang berada di sisi pintu ruangan. Tatapannya menerawang ke depan. Kepingan kejadian beberapa jam yang lalu kembali memenuhi kepalanya. Saat Catherine melindungi dirinya dan mengorbankan nyawa catherine sendiri.

Aku mencintaimu... Aiden....

Kata-kata itu terngiang di telinga aiden dan terasa begitu menyesakkan dada.

"Kamu harus kembali sehat, cath." gumam Aiden mengusap wajahnya dengan gusar.

Tak lama seorang dokter keluar dari ruang pemeriksaan. Ia meminta Aiden untuk mengikutinya menuju ruangannya.

"Bagaimana keadaan catherine?" tanya Aiden saat ia sudah duduk di kursi yang berhadapan dengan Dokter.

Aiden terlihat begitu khawatir dan ada ketakutan di mata tajam nya.

Dokter itu tampak menghela nafasnya seraya membenarkan posisi kacamata yang ia gunakan.

"Bagaimana?" tanya Aiden begitu lirih. "Dia baik-baik saja, bukan?"

"Nona Catherine sudah melewati masa kritisnya. Hanya ada sedikit masalah," serunya.

"Apa?" tanya Aiden menanti sang Dokter berucap.

"Kondisi Nona Catherine keseluruhan tidak begitu serius. Hanya saja cedera di tulang belakangnya cukup parah," seru Dokter.

Aiden masih diam menunggu sang Dokter melanjutkan ucapannya.

"Efek dari cedera tulang belakang atau spinal cord injury ini berdampak pada hilangnya semua kemampuan saraf sensorik (inderawi) atau saraf motorik (pergerakan). Tergantung seberapa parahnya cedera itu," seru Dokter.

"Jadi apa yang di alami Catherine?" tanya Aiden.

"Kami belum bisa memastikan. Ini akan dapat di ketahui setelah Pasien siuman. Kategori dari cedera saraf ini tidak berfungsinya indera perasa pasien, seperti mati rasa. Tidak merasakan panas, dingin maupun rasa sakit. Dan kategori lainnya adalah paralysis atau kelumpuhan."

Deg

"Lumpuh?" seru Aiden.

"Iya. Bukan hanya akan sering mengalami rasa sakit di bagian leher dan tulang belakang. Pasien bisa mengalami kelumpuhan pada pinggul ke bawah atau kedua kakinya tidak mampu bergerak lagi."

Wajah Aiden berubah menjadi pucat pasi. Apa yang baru saja ia dengar sungguh mengagetkan. Bagaimana kalau Catherine yang mendengar semua ini.

"Kami akan menindaklanjuti kasus yang menimpa nona Catherine ini."

Aiden tidak mengatakan apaoun lagi. Penjelasan Dokter sudah jelas semuanya. Kini ia pergi meninggalkan ruangan Dokter dan berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan tatapan kosong.

Aiden memasuki ruangan Catherine dengan memakai pakaian steril berwarna biru. Ia melihat tubuh wanita yang selalu ia lukai itu terbaring tak berdaya di atas blangkar.

Aiden mengambil duduk di kursi yang berada di sisi blangkar dan menatap sendu wajah pucat Catherine yang terlelap.

"Kenapa kamu harus melakukan ini?" gumam Aiden.

Hatinya bergemuruh dan terasa sangat sesak dan terbakar. Semua ini karena dirinya.

"Kenapa kamu harus menolongku, Cath?" tanya Aiden dengan matanya yang memerah.

Aiden tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Catherine nanti saat mengetahui kondisi dirinya.

"Sungguh Cath, kamu tidak harus melakukan ini. Bagaimana bisa?" gumamnya tidak mampu berkata-kata lagi. Ia merasa sesuatu yang tajam menyumbat tenggorokannya.

"Aku tidak paham bagaimana bisa kamu mencintaiku sedalam ini." Tak mampu lagi menahan tangisannya. Air matanya luruh membasahi pipinya.

"Aku tidak pantas mendapatkan cinta sebesar ini darimu," gumamnya menatap Catherine yang masih terlelap.

"Aku sering menyakitimu. Tapi kamu malah membalasku dengan cinta yang begitu tulus. Bagaimana bisa aku mendapatkan semua ini. Bagaimana aku harus membalasnya?"

Tangan Aiden terulur menyentuh pipi Catherine dan membelainya.

"Apa sekarang aku tidak terlambat untuk mencintaimu dan memahamimu. Sampai sekarang pun aku masih tidak bisa memahamimu. Bagaimana kamu bisa mencintaiku seperti ini. Sungguh aku merasa tak pantas mendapatkan pengorbanan sebesar ini darimu."

"Seharusnya aku yang lumpuh dan cedera. Seharusnya aku yang menerima kesakitan ini semua. Kamu tidak berhak mendapatkan kesakitan ini. Kamu harusnya bahagia."

Aiden hanya bisa menangis dalam diam menatap wajah Catherine.

"Untuk sekarang biarkan aku yang menjagamu, membahagiakanmu. Mulai kali ini ijinkan aku untuk selalu di sisi kamu. Aku ingin membalas cintamu. Aku ingin menjadi orang yang bisa membuatmu bahagia."

"Cepatlah buka matamu. Aku menunggu mu di sini." Aiden mencium mening Catherine.

***

Harry datang ke rumah sakit dan melihat Aiden duduk terdiam di depan ruang Catherine.

"Bagaimana keadaannya? Apa semuanya baik-baik saja?" tanya Harry yang mengambil duduk di sisi Aiden.

"Kenapa harus seperti ini. Kenapa bukan aku yang celaka. Kenapa dia harus melindungi ku. Kenapa aku begitu tidak berguna," seru Aiden mengusap wajahnya dengan gusar.

"Kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri. Semua ini sudah takdirnya. Tidak ada yang perlu di salahkan dalam hal ini."

"Bagaimana bisa dia mencintaiku setulus ini.".

"Aku tidak tau bagaimana perasaan cinta itu. Aku bahkan belum pernah mencintai seseorang."

"Aiden... Bagaimana dengan Catherine?"

Pertanyaan itu membuat mereka berdua menoleh ke sumber suara dimana Evelyn berdiri.

"Setelah mendapat kabar sini.bagaimanadarimu, aku langsung datang ke sini. Bagaimana Catherine?" tanya Evelyn terlihat sangat khawatir.

"Dia masih belum sadarkan ini," ucap Aiden.

Harry terlihat wajahnya memerah hingga telinganya saat melihat kehadiran Evelyn di sana.

Ia merasa hatinya berdebar cepat dan rasanya ingin meloncat keluar.

"Ba-bagaimana ceritanya kok Catherine bisa sampai terluka parah? Huh, pria brengsek itu benar-benar ingin aku bejek-bejek sampai jadi perkedel Robert!" seru Evelyn berapi-api.

Melihat tingkah Evelyn yang terlihat polos dan lucu itu membuat Harry sangat gemas. Rasanya ia ingin segera berkencan dengan Evelyn.

"Ini semua karena aku," seru Aiden.

"Apa maksud kamu?" tanya Evelyn mengernyitkan dahinya.

Aiden pun mencerigakan apa yang terjadi.

"Kalau saat itu Catherine tidak melindungiku. Mungkin dia tidak akan terbaring di dalam sana," ucapnya.

"Jangan menyalahkan dirimu sendiri," seru Harry.

"Benar. Kamu tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri." Harry merasa sangat bahagia saat Evelyn menyetujui kata-katanya.

"Ya, kalian benar," gumam Aiden.

Mereka bertiga terdiam dan termenung dengan pikiran masing-masing.

***

TBC...

04-05-2020

1
Siarsazkia Siarsazkia
setelah bertahun ku tunggu akhirnya
Elok Pratiwi
tidak menarik
Amrisa Simatupang
jgn macam macam Aiden,ntar ada mine yg kedua Lo.. nikahi mommy mine dulu
Amrisa Simatupang
ayo mine jgn menyerah... ayo Aiden berjuanglah 🙏😁
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
bunda R2
lanjut up lg kak thor,,,udah lama baru up lg😁
bunda R2
👍👍
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹😂🌹
Rinnie Hassan Azhoeri
thor ini kenapa di ulang lagi....
maunya sih extra part nya saja thooor....
hehehe maaf yaa....
Susi Yanti
udah , cuma sampai dsn critanya ?
Tulip
Aiden sdh mulai nih mesumnya mau kumat
Tulip
🤣🤣🤣🤣
Tulip
🤣🤣🤣🤣yok kita bentur kepala aiden
Tulip
masak gak tau dg isi hati sendiri aiden... dulu gimana waktu sm agneta terbakar gak lihat agneta sm varo. pengen tak getok tu si aiden
Tulip
e. e. e. masih kok cemburu kan cath kamu anggap sahabat
Tulip
dasar gak peka aiden, masak gak tau alasan cathetrin pergi.
Tulip
merasa ya aiden tersindir. samalah dgmu aiden saat sm cathren menyebutkan nama wanita lain.
Tulip
masak lupa dg kesalahan masa lalu ketika bersama ageta. sungguh terlalu
Tulip
mmmm anknya aiden dg masa lalunya kali ya
faa
bener banget takdir d dunia novel ada d tangan autor😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!