NovelToon NovelToon
Tumbal Pengantin

Tumbal Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:66.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Aldo pulang merantau dari kota karena mendengar kabar bahwa sebentar lagi Airin akan segera menikah, Kakak kesayangannya itu akan menikah sehingga dia harus segera pulang.

tanpa dia tahu bahwa sesuatu telah terjadi dan Aldo sama sekali tidak mendengar kabar tentang hal itu, bahkan hal yang begitu buruk akan segera menghampiri dia karena kedatangan dia ke desa ini hanya akan mengungkap apa yang telah terjadi kepada Airin yang telah lama menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Tulang kaki

"Cepaaaattt!" Aldo berteriak keras dan segera mencengkeram tangan Ican.

"Aaaaahkk sakit sekali." Ican juga berteriak karena kaki dia terasa begitu sakit sekali.

"Ya allah!" Aldo terperanjat karena kaki Ican bukan tertusuk oleh barang biasa.

"A...apa ini, Do?!" Ican saja tertegun karena dia tidak percaya dengan apa yang telah dia lihat saat ini.

"Ran ini tulang manusia." Anita juga berteriak kepada Maharani karena yang menusuk kaki Ican memang tulang manusia.

Aldo tidak bisa berkata apa-apa karena dia juga masih sangat kaget dengan apa yang telah hadir di depan mata saat ini, bagaimana bisa di dalam tanah gambut itu telah tersembunyi sebuah potongan kaki atau potongan tulang yang sangat runcing sehingga menusuk tepat pada betis Ican.

Pantas saja tadi Ican merasakan sakit yang tidak terkira karena yang tertusuk itu bagian daging dan yang menusuk juga sangat keras seperti ini, bau busuk dari potongan tubuh tersebut masih bisa mereka cium sehingga Aldo merasa yakin bahwa di dalam tanah gambut ini masih ada potongan yang lain juga.

Sebab yang terbawa keluar hanya bagian kaki dan pikiran Ican saat ini mulai berkelana bahwa bisa saja tubuh Airin yang telah di mutilasi oleh mereka semua, ini adalah potongan kaki dan kemungkinan masih ada potongan-potongan lain yang tersedia di dalam sana ketika mereka nanti memutuskan untuk membongkar sampai dapat semua.

Maharani sendiri yang menatap itu masih tertegun karena ingatan Ratu burung hantu ini kembali kepada masa kelam dirinya saat masih menjadi manusia, walau kini dia telah menjadi arwah yang begitu barbar namun tetap saja rasa trauma itu tidak bisa menghilang dari dalam pikiran Maharani.

Sesaat dia terbayang bagaimana rasa sakit tangan serta kaki dipotong dalam keadaan hidup, mungkin memang benar bahwa penderitaan Airin tidak seberat Maharani. sebab Maharani walau tubuh sudah terpotong seperti itu namun dia tetap hidup dan masih merasakan pemerkosaan yang tidak manusiawi itu, sedangkan Airin mungkin saja dia akan langsung mengakhiri penderitaan dalam waktu cukup hanya satu malam saja.

"Itu bukan di potong dengan benda tajam, seperti nya di patahkan." ujar Maharani dengan nada lirih.

"Ran kamu baik baik saja?" Anita cemas juga melihat Maharani yang mendadak jadi kalem seperti itu.

"Ayo kita gali tanah gambut ini karena pasti di dalam sana ada tubuh Airin!" Aldo sudah penuh semangat untuk menggali.

"Tapi aku perlu pengobatan terlebih dahulu karena tidak bisa membantu dalam keadaan seperti ini." Ican berkata pelan karena untuk berdiri saja dia tidak sanggup.

"Hari ini juga aku akan bergerak untuk membongkar tanah gambut di sekitar sini." Aldo sudah sangat yakin.

"Hei, Hei ada apa dengan kalian ini?!" Pak RT kebetulan lewat dan dia melihat keributan di antara mereka berdua.

"Ya allah!"

"Mulai kumat lebay nya, baru juga datang tapi sudah teriak-teriak seperti itu sehingga membuat mood orang lain menjadi tidak bagus!" Maharani kesal dengan Pak RT.

Padahal RT menjadi kaget bukan main ketika melihat keadaan kaki Ican yang tertusuk oleh patahan tulang dan lengkap juga masih dengan telapak kaki di sana, jadi tadi terasa sangat menyakitkan karena yang terbawa naik itu adalah potongan dari betis hingga telapak kaki.

"Saya harus membongkar tanah gambut ini karena kemungkinan besar mayat ke Airin ada di dalam sini, Pak." Aldo langsung berbicara kepada Pak RT.

"Do, kau pikirkan juga aku ini yang membutuhkan pengobatan sekarang." Ican berteriak karena dia memang kesakitan.

"Oke, kamu silakan bongkar dan saya akan membawa Ican terlebih dahulu untuk mendapat pengobatan." Pak RT agak bingung namun dia tetap bisa mengambil keputusan.

"Tidak ada lagi, tidak ada getaran apa-apa di dalam tanah ini." Anita sudah mengecek terlebih dahulu.

"Kau bisa merasakan sesuatu di dalam sana?" Maharani juga datang mendekat.

"Ya, kemungkinan besar mayat ini tidak dijadikan dalam satu tempat." ujar Anita.

"Bangsat sekali otak mereka itu karena sangat jahat dan terus membuat masalah seperti ini, padahal aku sangat yakin yang membunuh ini adalah calon suami gadis itu sendiri." Maharani terlihat sangat marah.

"Entah karena terpaksa atau tidak tapi aku juga merasa kemungkinan besar memang calon suami dia menjadi pelaku." Anita juga setuju.

Calon suami Anita melakukan pembunuhan itu karena terpaksa namun tidak tahu kalau calon suami Airin ini, bahkan mereka juga masih belum mengetahui bagaimana para pelaku itu membunuh Airin dan sekarang baru mendapat fakta bahwa mayat Airin telah di mutilasi dan kemungkinan tidak dijadikan dalam satu tempat ketika menguburkan nya.

"Saya sudah menghubungi pak Qodri juga untuk segera datang ke sini, nanti kau bicara saja langsung dengan mereka ya." Pak RT berkata kepada Aldo.

"Ya, saya harus pulang dulu untuk mencari cangkul." Aldo berlari menghampiri motor dia.

"Ayo naik pelan pelan, Saya akan bawa kamu ke rumah sakit sekarang." pak RT yang membawa Ican pergi.

"Astaga sakit sekali, addduuh sakit sekali." Ican meringis ketika kaki dia dipaksa untuk berdiri karena mau naik ke atas motor.

"Ini RT agak bodoh juga ternyata, udah tahu kakinya tertusuk begitu tapi malah dipaksa untuk berdiri." Maharani menggerutu pelan.

Namun tapi begitu tapi tetap saja pemuda ini bisa naik ke atas motor dan Pak RT segera melaju pergi meninggalkan kawasan ini, keadaan Ichan juga cukup mengerikan sehingga dia perlu pengobatan saat ini juga dan Aldo sedang pulang ke rumah untuk mengambil cangkul.

Crassssh.

Crasssssh.

"Aduh, apa yang kau lakukan itu Ran?!" Anita berteriak dan dia reflek menjauh karena wajah Dia terkena hantaman tanah gambut.

"Lama menunggu pemuda bodoh itu mengambil cangkul, biar aku cari sekarang saja." Maharani menggunakan sayap besi untuk menggali tanah gambut itu.

"Ya gali sih gali tapi tidak begini juga cara kau menggali." Anita tidak mau dekat dan dia berlindung di balik pohon sawit.

"Aduh jangan sampai bulu mata aku ini terkena Tanah gambut juga, kan bisa malu nanti kalau sudah cantik tapi malah jadi penggali tanah begini." Maharani berkata sendirian.

"Ya Allah andai saja Dia tidak memiliki banyak pengalaman maka aku tidak mau kerjasama dengan burung hantu sialan itu." keluh Anita sendirian.

Dia meminta Maharani yang menemani karena Anita tahu bahwa burung hantu itu sudah banyak pengalaman dan dia pasti bisa melakukan apa saja, contoh seperti sekarang ini ketika mereka curiga bahwa di dalam gambut itu masih ada potongan lain maka dia langsung bergerak menggunakan sayap untuk menggali, minus Maharani hanya kadang dia bisa bersikap gila.

Selamat sore besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.

1
Nurr Tika
kau tunggu gilaranmu mil
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Aditya hp/ bunda Lia
biarin ajah Ga si Jamil mah bentar dia juga bakalan mati sama Airin
ρυтяσ kang'typo✨
takut kan Yoga😏😏mana teman'y sudah metong 1
ρυтяσ kang'typo✨
mereka kan ka" beradik g ada yang waras Nit, kalo beneran lagi waras mah emang tenang🤣🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
👍👍👍👍cakeeeep... terus teror mereka 1/1 Airin
Ela Jutek
gak caya kau Mil, paling ntar kau target selanjutnya
Ayuk Witanto
apa kau masih mau bungkam yoga...liatlah temanmu sudah mati
Ayuk Witanto
karna Judit sudah ketemu malaikat maut
Raffaza Direzky87
makhlum kakak nya ratu ular, adiknya aja kadang² juga gila apalagi kakaknya 😁
Eli Rahma
ngomong Ga..sebelum didatangi Airin lg
Nuralipah Alipah
sore mak, udah yoga cepet ngomong dari pada keburu dibunuh airin
Eli Rahma
Rani nya lg mode bijak Nit..😆
Nurr Tika
yoga mending km ngomong ke aldo
Nurr Tika
iya bner ran awasi trs airin tkutnya membunuh orang yg ga bersalah
Nurr Tika
jangan sampe meninggal rin biar merasakan pa yang kmu rasakan
Nurr Tika
💪 ya do semoga tulangnya ketemu semua
Nurr Tika
lanjut
Laila Amalia
lanjut Thor..
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah iya si Fitra kan lagi ngerasain di bunuh perlahan2 sama Airin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!