NovelToon NovelToon
Second Half: Velix The Next Legend

Second Half: Velix The Next Legend

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Sistem
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wawan wan

Velix Purnama umur 26tahun seorang pekerja kantoran tanpa sengaja kembali ke masa lalu saat dia masih menduduki bangku SMP.

"Dengan sistem aku akan mengejar apa yang menjadi mimpiku", ujar Velix

bagaimana kisah Velix menjadi legenda sepakbola mari kita saksikan bersama sama!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

BAB 34: Kemelut di Tiang Jauh

Bola hasil irisan kaki kanan Velix melayang di udara dengan lintasan yang membingungkan lini pertahanan SMP Cendrawasih Pusat. Kiper mereka sempat melangkah maju dua langkah, berniat memotong bola di udara, namun dia langsung mengerem mendadak dengan wajah panik.

Efek outswing yang disuntikkan oleh memori otot Andrea Pirlo membuat bola berputar menjauh, melengkung melewati jangkauan tangan sang kiper dan melesat tepat menuju tiang jauh.

"Jaga tiang jauh! Blok nomor 9!" teriak Arya histeris dari tengah kotak penalti.

Di tiang jauh, striker utama Merah Marun yang bertubuh kurus berhasil melepaskan diri dari kawalan bek kanan Cendrawasih. Dia melompat dengan meyakinkan, menyongsong bola yang menukik tajam berkat efek backspin mikro.

Dug!

Striker utama melakukan sundulan pantul ke arah tanah. Bola membentur rumput dengan keras, mengecoh refleks bek terakhir yang mencoba melakukan sapuan di garis gawang.

Breeettt!

Gol! Bola bersarang telak di pojok kiri atas gawang Cendrawasih Pusat!

Skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan mengejutkan Tim Merah Marun pada menit ke-27!

Stadion Cendrawasih mendadak sunyi senyap seolah-olah seluruh pasokan oksigen di Jakarta Barat disedot habis dalam sekejap. Suporter tuan rumah yang memenuhi tribune hitam-emas melongo, menatap papan skor elektronik dengan pandangan tidak percaya. Tim elit mereka, sang juara bertahan tiga tahun berturut-turut, kini tertinggal oleh tim kecamatan semenjana.

[Pemberitahuan Sistem: Anda Mencetak Assist Kedua di Level Regional!]

[Sinkronisasi "Operan Melengkung Jarak Jauh Andrea Pirlo" meningkat: 12% -> 15%]

[Kondisi Mental Lawan: Skuad SMP Cendrawasih Pusat Mengalami Guncangan Taktis (+20% Risiko Kesalahan Operan)]

"Gua golin, Vel! Gua golin lagi!" Striker utama Merah Marun berlari histeris ke sudut lapangan, diikuti oleh Danu, Ryan, dan seluruh pemain cadangan yang melompat melewati garis pembatas untuk menumpuk membentuk lingkaran kegembiraan.

Velix tersenyum hangat, berlari kecil menghampiri rekan-rekannya dan memberikan pelukan bangga. Sifat suportifnya terpancar jelas, membuat ikatan mental tim Merah Marun kian kokoh. Namun, begitu dia berbalik menuju lingkaran tengah, mode serius dan fokusnya kembali terkunci rapat.

Sebagai pria dewasa yang kenyang pengalaman menonton kompetisi profesional, Velix tahu betul bahwa sisa waktu di babak pertama akan menjadi momen paling berbahaya. Tim besar yang terluka seperti Cendrawasih Pusat pasti akan mengamuk.

Benar saja. Arya berdiri di lingkaran tengah dengan wajah memerah karena malu dan marah. Rahangnya menggertak rapat, dan matanya menatap Velix seolah ingin menelan bocah nomor 11 itu hidup-hidup. Tingkat frustrasinya melonjak tajam menembus angka 65%.

"Jangan senang dulu, Merah Marun!" teriak Arya berapi-api pada rekan-rekan setimnya saat wasit bersiap meniup peluit kick-off. "Gua bakal hancurin pertahanan mereka sekarang juga! Naikkan intensitas fisik!"

Prreeettt!

Pertandingan dimulai kembali. Skuad Cendrawasih Pusat bermain kesetanan. Mereka tidak lagi memikirkan taktik rapi; bola-bola dialirkan dengan sangat bertenaga dan benturan fisik sengaja ditingkatkan untuk meruntuhkan nyali anak-anak Merah Marun.

Menit ke-33, Arya menerima umpan pendek di sepertiga akhir lapangan. Dengan kecepatan elitnya, dia melewati satu gelandang sayap Merah Marun dengan dribbel agresif, langsung mengarah ke koridor tengah yang dijaga oleh Velix dan Danu.

Sisi antusias Velix sebagai pencinta sepak bola taktis membara. Dia menurunkan pusat gravitasinya, memasang kuda-kuda kokoh dengan tubuh 165 cm-nya yang kian bugar. Duel penentu babak pertama di lingkaran tengah resmi meletus kembali.

1
Alia Chans
lanjut🌹✍️🤭
Wawan
Salam kenal buat Velix✍️
aldo
seru sekali 🙏🙏🙏🙏
aldo
ayo lanjut author 🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏
NoxVeil
Ayok like dan komen guys biar tambah smngt up nya💪😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!