NovelToon NovelToon
Jalur Baru

Jalur Baru

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Karena jalan yang lama sudah tidak bisa digunakan. Maka dibuatlah jalan yang baru. Sebuah jalur baru untuk para pemudik yang selalu rindu ingin pulang ke kampung halaman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sumber Kedatangan Setan

Pagi hari

Sesuai janji Ki Susuk kembali ke rumah Darmo keesokan harinya.

Tidak sendiri Ki Susuk mengajak seorang tokoh yang tidak terduga.

Darmo sampai kaget dan tidak percaya.

Yang ikut bersama Ki Susuk datang ke rumahnya pagi hari ini adalah Ki Gawe-gawe.

Bagaimana Ki Gawe-gawe bisa mau bergabung dalam misi pagi hari ini?

Ki Susuk merupakan murid pertama dari Ki Gawe-gawe.

Kebetulan Ki Gawe-gawe yang sekarang sudah merambah ke dunia seni peran sedang melakukan proses syuting di wilayah yang sama.

Darmo yang ngefans sama Ki Gawe-gawe jadi banyak bertanya.

"Kalau boleh tahu sedang syuting film apa Ki?",

"Judulnya misteri kematian pelakor",

"Tapi kenapa Ki Gawe-gawe mau terjun ke dunia showbiz Ki?",

"Bukankah Ki Gawe-gawe dulunya sangat idealis?",

"Tidak mau mengikuti trend jadi artis",

"Semboyan Ki Gawe-gawe dulu, sekali dukun tetap dukun",

"Waktu itu kan lagi laku keras mas",

"Sekarang rejekinya sedang seperti ini, ya terima dan syukuri saja",

"Lagian, antara dunia mistis dengan dunia hiburan itu kan saling berkaitan",

"Dari dahulu sekali hubungannya sudah terjalin sangat rapi",

"Para businessman butuh tema kuat yang digemari oleh masyarakat luas untuk dikemas sebagai produk",

"Mereka mau horor, ya kami berlomba-lomba untuk menjadi yang paling seram dan menarik",

"Konsepnya seperti itu",

Ki Gawe-gawe adalah nama pertama yang muncul di kepala Ki Susuk.

Ki Susuk yakin kesaktian gurunya masih belum melempem meskipun sudah beralih profesi menjadi bintang film.

Ki Gawe-gawe mengamati rumah Darmo dari luar terlebih dahulu.

"Rumahmu ini kaya pasar malamnya para setan mas",

"Sekarang rumah mu dihuni banyak makhluk-makhluk halus yang tak kasat mata",

"Mereka berdesak-desakan... ",

"Berebutan ingin tinggal di rumah mu",

"Kenapa bisa demikian Ki?",

"Soalnya rumah mu ini membuat betah para makhluk gaib",

"Mereka nyaman dan kerasan berlama-lama berada di rumah mu",

"Sekarang kita pikirkan bersama",

"Terutama kamu Darmo",

"Barang apa yang membuat mereka menjadi datang berduyun-duyun ke rumah mu seperti pindahan masal?",

"Barang apa yang kamu simpan di dalam rumah mu Darmo?",

"Seingat ku kami tidak memiliki benda semacam itu Ki Susuk",

"Kamu yakin?",

"Kami yakin tidak pernah memiliki benda pusaka, jimat atau pun yang sejenisnya",

"Sungguh tidak pernah Ki",

"Coba kamu ingat-ingat lagi Darmo",

"Mereka datang kemari, berkumpul, pasti karena ada sesuatu yang hebat",

Darmo berpikir keras.

Kira-kira benda atau barang berharga apa yang dimiliki oleh keluarganya yang disimpan di dalam rumah?

Waktu nikah saja mas kawin mereka bukan mas.

Modal uang tunai 300 ribu dan sebatang bonsai.

Akhirnya Darmo mengingat sesuatu.

Tapi ini bisa betul atau juga salah.

"Aku ingat sesuatu Ki",

"Dahulu almarhum kakekku pernah mewariskan kepada ku sebuah batu",

"Katanya batu itu punya khasiat",

"Apa ciri-ciri batu yang kamu maksud?",

"Kakekku selalu bilang batu itu berwarna ungu menyala",

"Tapi kenyataannya batu itu sejak pertama kali aku melihatnya selalu berwarna hitam butek",

"Mungkin karena kakekku sudah rabun waktu memberikan batu itu kepadaku",

"Apakah kamu masih menyimpan batu itu di rumah Darmo?",

"Masih Ki",

"Dulu aku sempat berkeinginan mau menjualnya tapi tidak laku-laku",

"Tidak ada yang berminat",

"Kalau begitu ayo kita ambil batu itu bersama-sama",

"Mari Ki",

Darmo mengajak Ki Susuk dan Ki Gawe-gawe masuk ke dalam rumah untuk mengambil batuan akik yang dimaksud oleh pemilik rumah.

Batu itu Darmo simpan di dalam kotak kaleng biskuit yang sudah burik bersama benda lain milik Darmo dan istrinya.

Seperti jam tangan yang sudah mati dan perhiasan imitasi yang biasa dipakai istri Darmo pergi ke acara kondangan.

Darmo terkejut bukan kepalang.

Ketika kaleng biskuit itu dibuka.

Terlihat batu yang sebesar satu kotak korek api kayu itu berwarna ungu menyala.

"Berikan padaku", pinta Ki Gawe-gawe.

Darmo memberikan batu yang memang berwarna ungu itu kepada Ki Gawe-gawe yang langsung membungkusnya dengan sebuah kain rajah.

"Sekarang kita keluar",

Ki Gawe-gawe membawa batu itu di dalam selimutan kain rajah bertuliskan mantra pelindung.

Begitu batu yang berwarna ungu itu diselimuti kain pelindung.

Pancaran energi dari batu yang istimewa itu tertutup dan tidak akan mudah terendus.

Semua makhluk gaib yang tinggal di rumah Darmo, satu persatu pergi menjauh.

Meninggalkan rumah Darmo yang kembali kosong dari makhluk yang tidak bisa dilihat dengan mata biasa.

"Mereka semua sekarang sudah pergi",

"Anak dan istri mu sudah bisa pulang Darmo",

"Syukurlah",

"Terimakasih Ki Gawe-gawe",

"Terimakasih Ki Susuk",

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!