NovelToon NovelToon
Gadis Cupu Itu Ternyata Ketua Mafia Dan Ceo Dingin

Gadis Cupu Itu Ternyata Ketua Mafia Dan Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mafia
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Intan Oktavianiputri77

Mereka mengenalnya sebagai gadis cupu—pendiam, berkacamata, selalu sendiri, dan sering diremehkan. Tidak ada yang tahu bahwa di balik wajah polosnya, tersembunyi sosok paling berbahaya di kota.
Saat malam tiba, dia berubah menjadi ketua mafia yang dingin dan tak tersentuh. Dengan tatapan tajam dan langkah penuh wibawa, semua orang tunduk pada satu perintahnya. Bukan hanya itu, dia juga CEO muda dari perusahaan terbesar yang menguasai berbagai industri.
Cantik, cerdas, dan mematikan.
Dia tidak pernah membalas hinaan dengan kata-kata—dia membalasnya dengan kekuasaan.
Dulu mereka menertawakan gadis cupu itu.
Sekarang, mereka bahkan takut menatap matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Oktavianiputri77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: PERANG NARASI

Tidak ada lagi yang disebut “kejadian”.

Yang ada hanya “versi”.

Dan semua versi itu… bertabrakan.

SMA Wijaya.

Rumah sakit.

Ruang bawah tanah Anya Corp.

Tiga tempat itu kini menjadi satu ruang yang saling tumpang tindih.

Seperti tiga file yang dibuka bersamaan di satu layar yang sama.

Arsen berdiri di koridor yang tidak stabil.

Selene berdiri beberapa meter darinya.

Dan di antara mereka…

ruang itu seperti menunggu keputusan.

“…jadi ini batasnya.”

Suara Arsen tenang.

Terlalu tenang untuk seseorang yang baru menyadari dunia bisa ditulis ulang.

Selene menatapnya.

“…batas siapa?”

Arsen menjawab:

“…batas sistem.”

Selene tersenyum kecil.

“…atau batas kalian yang baru sadar sistem bisa dilawan.”

Hening.

Di bawah tanah Anya.

Semua layar tiba-tiba berubah putih.

Tulus mundur satu langkah.

“…Queen… kita kehilangan tampilan utama.”

Anya tidak panik.

Tidak bergerak.

Hanya menatap kosong layar putih itu.

“…bukan hilang.”

“…ini reset permukaan.”

Tulus menelan ludah.

“…reset siapa?”

Anya menjawab pelan:

“…siapa pun yang paling kuat menulis ulang lebih cepat.”

Di koridor SMA Wijaya.

Selene melangkah maju.

Dan setiap langkahnya…

realita sedikit berubah arah.

“…aku tidak suka istilah ‘operator ketiga’.”

Arsen menatapnya.

“…kenapa?”

Selene menjawab tanpa emosi:

“…karena itu menganggap aku tambahan.”

Ia berhenti.

“…padahal aku bisa jadi pusat.”

Sunyi.

Dan di saat itu…

langit retak sedikit.

Bukan fisik.

Tapi struktur.

Di rumah sakit.

Arsen yang “asli” terbaring di ranjang.

Tapi matanya terbuka.

Baskoro berdiri di sampingnya, gemetar.

“…Tuan… Anda sedang di dua tempat sekaligus.”

Arsen menjawab pelan:

“…aku tahu.”

Baskoro menatap monitor.

“…ini tidak mungkin secara medis.”

Arsen menoleh sedikit.

“…ini bukan medis lagi.”

Ia menatap udara.

“…ini perang struktur.”

Di ruang Anya.

Alarm berubah lagi.

Tulus panik.

“…Queen! Selene mulai override layer sekolah!”

Anya mengangkat tangan sedikit.

“…aku tahu.”

Tulus menoleh.

“…kita balas?”

Anya diam lama.

“…kalau aku balas sekarang, Arsen ikut terdorong.”

Tulus bingung.

“…jadi kita diam?”

Anya menjawab pelan:

“…tidak.”

“…kita menunggu celah.”

Di SMA Wijaya.

Selene menatap Arsen.

“…kau masih ragu?”

Arsen menjawab:

“…aku tidak ragu.”

“…aku hanya ingin tahu siapa yang pertama kali menulis kita.”

Selene tersenyum tipis.

“…jawaban salah.”

Arsen mengernyit.

“…apa?”

Selene melangkah sedikit.

Dan dunia bergeser.

Koridor berubah menjadi ruang putih seperti server.

“…tidak ada ‘penulis pertama’.”

“…yang ada hanya sistem yang terus memperbaiki dirinya lewat kita.”

Arsen menatap sekeliling.

“…jadi kita hanya proses?”

Selene mengangguk.

“…dan proses bisa diganti.”

Di bawah tanah.

Anya tiba-tiba membuka mata lebih lebar.

“…dia mulai memahami inti EL.”

Tulus tegang.

“…Selene?”

Anya mengangguk.

“…iya.”

“…dia bukan lagi sekadar operator.”

Ia berhenti.

“…dia mulai menjadi evaluator.”

Tulus bingung.

“…itu apa?”

Anya menjawab pelan:

“…yang menentukan siapa yang layak memegang realita.”

Sunyi.

Di koridor SMA Wijaya.

Selene mengangkat tangan.

Dan satu bagian koridor “hilang”.

Bukan hancur.

Bukan pecah.

Hanya… tidak pernah ada.

Arsen langsung mundur.

“…kau menghapus ruang?”

Selene menjawab datar:

“…aku menyederhanakan sistem.”

Di rumah sakit.

Monitor Arsen mulai naik tajam.

Baskoro panik.

“…Tuan! Aktivitas otak Anda melonjak!”

Arsen menggenggam kepalanya.

“…dia menarik bagian dari dunia ini.”

“…ke dalam dirinya.”

Di ruang Anya.

Alarm berubah merah lagi.

Tulus mundur setengah langkah.

“…Queen… ini bukan lagi konflik…”

Anya menyelesaikan kalimatnya:

“…ini dominasi.”

Ia menatap layar.

“…Selene mulai menulis ulang tanpa referensi.”

Tulus menelan ludah.

“…itu buruk?”

Anya menjawab singkat:

“…itu berarti dia tidak lagi butuh struktur lama.”

Sunyi.

Di SMA Wijaya.

Selene menatap Arsen.

“…kau masih ingin melawan?”

Arsen berdiri tegak.

“…aku tidak melawan.”

“…aku menyeimbangkan.”

Selene mengernyit.

“…itu sama saja menolak perubahan.”

Arsen menjawab pelan:

“…atau memastikan perubahan tidak membunuh semuanya.”

Sunyi panjang.

Dan untuk pertama kalinya…

Selene berhenti bergerak.

“…kau berbeda.”

Arsen menatapnya.

“…kau baru sadar?”

Selene menurunkan tangannya.

“…aku mulai mengerti kenapa sistem memilihmu.”

Di bawah tanah.

Anya menutup mata.

“…dia mulai tertarik pada Arsen.”

Tulus menatapnya.

“…itu masalah?”

Anya membuka mata.

Dan untuk pertama kalinya sejak lama…

tatapannya tidak stabil.

“…itu bisa jadi awal penggantian aku.”

Sunyi.

Dan di semua layer…

EL tidak lagi diam.

Tapi tertawa pelan dalam bentuk data yang tidak bisa dilihat siapa pun.

Karena akhirnya…

tiga penulis realita sudah saling menyadari satu hal:

Mereka tidak lagi hanya mempertahankan dunia.

Mereka sedang berebut siapa yang berhak menulisnya.

1
Night Watcher
seharusnya cerita yg bagus, tp mc dibuat terlalu monoton, shg cerita jd kaku dan menjemukan.
kasih sedikit gaya relax deh... biar lebih nyantai bacanya🙏
Night Watcher
sekolah kelas atas masa lantainya semen? granit kek, marmer, minimal keramik lah ..😇
Night Watcher
katanya dlm 2 hr, selene hancur. tp msh ttp aja berjaya?
Night Watcher
mungkinkah aku reader pertama?
Night Watcher
coba mampir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!