NovelToon NovelToon
Disty Milik Javeno (Aku Pelacur Milik Javeno)

Disty Milik Javeno (Aku Pelacur Milik Javeno)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Penyelamat
Popularitas:926
Nilai: 5
Nama Author: S.Lintang

⚠️⚠️

Bukan Cinta Yang Memiliki.
Tapi Obsesi Yang Menjerat.

⚠️⚠️

~•~

Aku bukan milikmu
tapi kamu tidak pernah melepaskanku.
- Disty -

Kamu milikku, dan tidak ada
yang berhak memilikimu selain aku.
- Javeno -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.Lintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Di dalam walk in closet, Disty baru selesai memakai seragam sekolahnya, lalu tiba-tiba Javeno datang memeluknya dari belakang, kembali membuka kancing seragamnya satu persatu, sedikit terburu-buru.

"Jav...."

Disty menghentikan pergerakan tangan Javeno.

"Aku menginginkannya," potong Javeno lembut, memejamkan mata dan menyesap leher Disty, memberi tanda kepemilikan di sana.

Disty menatap jam dinding. "Tapi ini udah hampir jam tujuh, kita bisa... Ahh."

Kalimat Disty tidak selesai dan terganti dengan desahan pelan saat Javeno malah langsung menusuknya tanpa aba-aba.

"Kita nggak akan telat," sahut Javeno dengan geraman dan menghisap daun telinga Disty dengan tangannya yang sangat aktif memainkan semua titik sensitif milik Disty yang hanya bisa pasrah di dalam permainan Javeno.

Di sela permainan, Javeno terus melirik jam dinding yang jarum jam nya terus berputar, waktu terus berjalan. Dan tepat di jam 07.00 permainannya selesai. Keduanya sama-sama membersihkan dan merapikan penampilannya.

"Mandi Dis," suruh Javeno.

"Ini bahkan udah jam tujuh Jav, waktunya...."

"Masih ada 30 menit," potong Javeno dan menarik tangan Disty, keluar dari walk in closet dan membawa masuk ke kamar mandi.

Keduanya mandi bersama dalam waktu 15 menit dan Disty di buat terburu-buru.

"Javeno kampret, semalaman juga dia mainin gue, terus pagi pas mau berangkat malah lagi, sekarang harus buru-buru deh. Mana gue jadi susah jalan," batin Disty menggerutu tanpa berani mengeluarkan suaranya di depan Javeno yang juga tengah bersiap.

Javeno mendekat dan mengeringkan rambut Disty dengan hair dryer, tapi masih setengah kering Disty menghentikan.

"Udah Jav, kelamaan kalau harus sampe bener-bener kering," ucap Disty mulai menyisir rambutnya dan selesai itu mengambil tas ranselnya.

Javeno menahan tangan Disty yang ingin keluar dari kamar, ia merapatkan tubuhnya dengan Disty posesif.

"Hari ini, jangan keluar dari kelas. Aku tau kamu kesulitan jalan," ucap Javeno sambil memakaikan bando biru di kepala Disty.

"Itu juga karena kamu yang buat aku susah jalan," gumam Disty memutar bola matanya kesal.

"Itu makanya jangan keluar dari kelas," ucap Javeno kali ini lebih keras.

"Iya Jav, udah ayo, kita telat nih," ajak Disty.

Javeno mengangkat tubuh kecil Disty, menggendong ala bridal style keluar dari kamar.

"Burger nya Tuan."

Javeno mengambil satu buah burger yang tadi sempat ia minta untuk di siapkan agar Disty bisa sarapan di mobil setelah ini.

Melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, sedangkan Disty mulai menggigit burger buatan maid tadi, namun..

Uhuk..

Disty tersedak dan wajahnya memerah, membuat Javeno langsung berhenti tanpa aba-aba, segera membukakan air mineral, memberikan pada Disty yang langsung minum hingga setengahnya.

Mulut Disty berdesis kepedasan dan menatap Javeno. "Pedes Jav," adu nya.

Gigi Javeno langsung bergemelatuk marah, ingin memutar arah mobil kembali ke mansion namun Disty menghentikan.

"Aku gapapa, tapi aku nggak bisa lanjutin makan ini," ucap Disty lembut, mencoba menenangkan Javeno yang marah.

"Mereka akan menerima hukuman setelah kita pulang sekolah nanti," desis Javeno sambil membuang burger keluar. Lalu melanjutkan perjalanan ke sekolah.

Saat sampai di sekolah, Aurel langsung menghampiri Disty. "Loh, rambut kamu kelihatannya masih basah Dis," paparnya bingung.

Disty berdehem sebentar dan segera pergi dari parkiran menuju ke kelas. Untung saja saat bel berbunyi mereka sudah sampai.

"Dia kesiangan ya? Makanya kalian hampir telat?" tanya Aurel pada Javeno yang langsung meninggalkan tanpa melirik gadis cantik itu.

Aurel menyusul langkah Javeno. "Oh iya, nanti malam kata Om Robert kita bakal dinner, dia udah siapin tempatnya. Kamu jemput aku kan? Aku tunggu di rumah ya," ucapnya senang.

Javeno diam tidak menanggapi Aurel, ia hanya memperhatikan langkah Disty yang sangat hati-hati karena pastinya merasa perih di bagian intim nya.

Javeno mengambil langkah lebar dan langsung menggendong tubuh Disty tanpa aba-aba.

"Eh." Disty terkejut.

Javeno diam dengan wajah datarnya itu, Disty juga diam sampai mereka sudah sampai di kelas. Javeno menundukkan Disty di kursi, menatap pada mata gadis ini.

"Jangan keluar kelas!" ucap Javeno menekan.

Disty mengangguk patuh, dan setelah itu Javeno keluar dari kelas IPS 5 ini, menuju ke kelasnya yang sialnya Aurel sangat berisik. Membahas tentang perjodohan mereka.

Hingga waktu istirahat tiba, Javeno segera meninggalkan kelas dengan cepat membuat Aurel tidak mendapati jejak nya.

Aurel mendengus. "Padahal kita harus pendekatan Jav, aku calon istri kamu," gumamnya.

"Yaudah deh, samperin Disty aja, ajak ke kantin bareng daripada aku nggak punya teman. Eh tapi, ada yang nggak beres sama Zayna," gumamnya lagi.

"Zayna!" Aurel berteriak menghampiri Zayna yang berhenti.

"Ya?" sahut Zayna bingung.

Aurel tersenyum lebar, lalu membawa Zayna pergi ke taman belakang. "Aku mau tanya deh, kamu sama Disty sahabatan ya? Aku ada denger dari bisik-bisik murid lain sih kemarin, tapi kayaknya kalian lagi nggak baik-baik aja, bener?"

Zayna tersenyum tipis dan mengangguk. "Memang lagi nggak baik. Dia marah dan minta gue ngejauh," ucapnya tanpa sadar bercerita.

Aurel tampak sedih mendengar semua cerita Zayna, lalu ia berdiri dari duduknya.

"Tunggu sebentar di sini ya, nggak lama kok," ucap Aurel segera berlari pergi.

Aurel berlari ke kelas IPS 5, menghampiri Disty yang fokus menggambar.

"Disty," panggil Aurel membuat gadis itu mendongak.

Aurel tersenyum menggenggam tangan Disty lalu mengajaknya pergi dari kelas.

"Ikut aku sebentar ya, sebentar doang kok, masih ada waktu lima menit sebelum jam masuk lagi," ucap Aurel mengoceh.

Disty panik, ia hendak melepaskan genggaman tangan Aurel tapi Aurel tidak membiarkan itu.

"Janji cuma sebentar doang kok Dis," kata Aurel tetap menarik tangan Disty keluar dari kelas.

"Masalahnya Javeno tadi udah larang gue untuk keluar dari kelas hari ini," batin Disty sebelum tatapannya beralih pada Zayna yang segera berdiri dari duduknya.

Aurel memang membawa Disty ke taman belakang, mempertemukan kedua sahabat yang hubungannya sedang retak ini.

Zayna dan Disty berhadapan dengan Aurel yang tersenyum di antara keduanya, tapi memberi jarak juga.

Aurel bisa melihat tatapan dalam dan tulus dari keduanya, sampai Zayna menunduk dengan air mata.

"Maaf Dis," cicitnya.

Disty menghapus air matanya, memeluk Zayna tanpa aba-aba dan Zayna tentu membalasnya. Aurel yang melihat itu juga terharu, ia bertepuk tangan.

"Yeayy akhirnya kalian baikan, aku seneng," ucap Aurel.

Senyum Disty luntur saat melihat Javeno berdiri tegap di sana, di dekat mereka. Ia segera melepas pelukannya dan mendorong tubuh Zayna agar menjauh darinya.

"Jav," lirih Disty dengan tubuh menegang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!