“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”
Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.
Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.
Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara yang sebelumnya mengejarnya karena tak terima diputuskan malah berbalik pergi setelah kecelakaan itu.
Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.
Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?
Dan apakah Ryu akan melepaskannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Istriku yang Berbahaya
“Aku mau hakku,” bisik Ryu saat jarak wajah mereka hampir hilang.
Entah mengapa begitu menyenangkan menggoda gadis ini.
Sesaat, Seroja merasa napasnya tercekat. Hembusan napas hangat pria itu terasa begitu dekat hingga membuat jantungnya semakin tak karuan.
"Ryu..." gumamnya pelan, berusaha mengontrol detak jantungnya.
"Hm," sahut Ryu semakin mendekat. Tangannya masih melingkar erat di pinggang Seroja, seolah tak memberi ruang untuk kabur.
Seroja menelan ludah susah payah. Ryu benar-benar berbeda dari pria-pria yang pernah dekat dengannya.
"Lepas dulu," pintanya masih dengan nada suara yang sama.
"Kalau aku gak mau?" balas Ryu rendah. Aroma tubuh gadis ini begitu menyegarkan dan menenangkan.
Seroja tersenyum tipis. Tangannya yang menahan dada Ryu perlahan terangkat seolah hendak memegang rahang Ryu.
Tiba-tiba jantung Ryu mulai berdegup lebih cepat. Tanpa sengaja matanya jatuh pada bibir merah muda Seroja. Ia makin menunduk, bibirnya hampir menyentuh bibir istrinya.
Namun --
"Jangan salahkan aku," bisik Seroja.
Ryu belum sempat memahami maksud ucapan itu. Atau mungkin tak terlalu mendengarnya karena terlalu fokus pada bibir Seroja. Hingga tiba-tiba jari Seroja yang ia kira akan memegang rahangnya ternyata malah menekan satu titik di sisi lehernya.
"Ahh—!"
Tubuh Ryu refleks menegang. Rasa nyeri dan kebas menjalar cepat hingga membuat pelukannya melemah tanpa sadar.
Seroja langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk mendorong dada Ryu dan menjauh beberapa langkah.
Ryu spontan memegangi lehernya. "Apa yang kau lakukan?!"
"Itu titik saraf," jawab Seroja tenang sambil merapikan handuk yang melilit di rambutnya. "Kalau ditekan dengan benar bisa bikin nyeri dan kebas sesaat."
Ryu menatap istrinya tak percaya. "Kau menyerang suamimu?"
Seroja mengangkat dagunya sedikit. "Aku hanya membela diri."
“Kau ini benar-benar...” Ryu tertawa pendek tanpa humor, menahan nyeri. “Istriku ternyata berbahaya juga.”
“Makanya jangan sembarangan menggoda wanita yang paham anatomi tubuh,” balas Seroja santai.
Ryu masih menatapnya dengan rahang menegang samar.
"Kau sering melakukan itu pada pria?"
Seroja mengangkat satu alis. "Kamu pikir jadi dukun beranak di desa itu aman?" balasnya santai. "Kadang ada laki-laki mabuk yang gak tahu diri."
Ryu terdiam.
Istrinya masih muda dan cantik, tentu banyak pria yang menyukainya. Dan mungkin ada yang berpura-pura berobat hanya untuk menggodanya.
Hanya membayangkannya saja sudah membuat dadanya terasa tak nyaman.
"Jangan minta hakmu sebelum kau memutuskan selingkuhanmu itu," ucap Seroja akhirnya.
Ryu mengusap wajahnya kasar. "Sudah kubilang aku gak selingkuh."
"Aku gak bakal bilang kamu selingkuh lagi," kata Seroja tenang. "Kalau kamu sudah memutuskan pacarmu itu."
"Itu cuma alasanmu menolak menjalankan kewajibanmu," sinis Ryu.
"Terserah apa katamu," ucap Seroja pasrah. "Yang pasti aku mau bukti kalau kau sudah putus sama dia sebelum kau meminta hakmu."
"Tenang saja, akan kuberikan buktinya," balas Ryu. "Dan setelah itu, jangan cari alasan lagi untuk menolakku."
Seroja menyipitkan matanya. "Kita baru bertemu beberapa hari dan kau sudah ingin meminta hakmu?"
"Memangnya kenapa?" ucap Ryu enteng. "Aku ini pria normal dan kau adalah istriku. Apa salahnya kalau kita melakukannya? Sah-sah saja, bukan?"
Seroja tersenyum pahit. "Kau melakukannya hanya untuk memenuhi kebutuhan biologismu? Tanpa cinta?"
"Kita sudah menikah. Cinta bisa dipupuk, bukan?" sahut Ryu tanpa beban. "Lagipula, hubungan suami istri juga bisa membuat perasaan tumbuh.”
Seroja hanya bisa menghela napas panjang. Ia tahu yang dikatakan Ryu memang benar. Tapi tetap saja, ia ingin mereka melakukannya bukan hanya karena kebutuhan biologis semata.
"Mau ke mana?" tanya Ryu.
"Mau mengeringkan rambut," sahut Seroja seraya melepaskan handuk yang melilit di kepalanya.
Ryu terdiam sejenak, lalu tiba-tiba muncul sebuah ide jahil di kepalanya.
"Bantu aku lepas baju dulu," katanya datar.
Langkah Seroja sempat melambat sepersekian detik sebelum kembali normal.
"Tunggu sebentar," ucapnya tanpa menghentikan langkahnya.
Seroja menjemur handuknya, lalu kembali menghampiri Ryu dengan rambut lembab yang tergerai.
"Biasanya yang melepas dasi dan bajumu siapa?" tanya Seroja sambil membuka simpul dasi Ryu.
"Aku sendiri," jawab Ryu, lalu menambahkan, "Tapi sekarang aku sudah punya istri. Wajar, bukan, kalau istriku yang membantuku mengenakan dan melepaskan pakaian?"
Seroja mengangkat wajahnya menatap pria itu sebentar. "Kau menjadikan istrimu tempat bermanja?"
Ryu kembali meraih pinggang Seroja. Kali ini perlahan, tanpa memaksa.
Seroja melirik lengan Ryu yang melingkar di pinggangnya sekilas, lalu kembali fokus membuka kancing kemeja pria itu.
"Apa salahnya kalau istriku kujadikan tempat bermanja?" sahut Ryu santai. "Aku juga gak menyiksamu dengan menyuruhmu kerja berat. Bahkan kamu gak perlu beres-beres rumah atau memasak."
Seroja tak menanggapi. Jemarinya terus bergerak membuka kancing kemeja Ryu.
Semakin ke bawah ia membuka kancing itu, semakin terlihat dada bidang dan perut sixpack pria itu.
"Aku sudah sering melihat dada dan perut pria," batin Seroja. "Tapi aku gak pernah merasa penasaran ingin menyentuhnya. Lalu kenapa kalau melihat tubuh Ryu..."
Seroja menarik napas dalam-dalam, berusaha menetralkan detak jantungnya.
Ia tak tahu kenapa dirinya begitu tertarik melihat dan menyentuh tubuh Ryu. Seolah tubuh pria itu memiliki daya tarik yang tak bisa ia jelaskan.
Mata Ryu berkilat nakal. Tiba-tiba ia menggenggam tangan Seroja yang baru saja melepaskan kancing terakhir kemejanya.
Seroja langsung menatapnya. Namun sebelum ia sempat membuka mulut untuk bicara, Ryu menempelkan tangan gadis itu di dadanya.
Seroja menegang, apalagi saat dengan sengaja Ryu menuntun tangan Seroja bergerak turun ke perutnya.
Jantung Seroja kembali berdetak tak normal saat telapak tangannya merasakan hangat tubuh pria itu secara langsung.
“Kenapa hanya pria ini yang bisa membuatku kehilangan kendali?” tanya Seroja dalam hati.
...🔸🔸🔸...
...“Tubuh bisa saling mendekat karena status, tapi hati hanya akan terbuka pada seseorang yang mampu mengacaukan detaknya.”...
...“Ada sentuhan yang hanya membuat gugup, dan ada sentuhan yang diam-diam membuat hati mulai jatuh.”...
...“Mereka terikat karena pernikahan, tapi perasaan mulai tumbuh dari hal-hal kecil yang tak bisa dikendalikan.”...
..."Nana 17 Oktober "...
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
Drama apalagi yang dimainkan Clara demi perusahaan keluarganya tetep hidup?
Seroja jangan tanggung² nyleding Clara ya 🤣
apa para karyawan udah tau Ryu boss mereka sudah menikah?? atau sudah ada di jelaskan di Bab sebelum nya??
selamat ya Ryu dan Seroja akhirnya jadi suami istri sesungguhnya
Jordi jodohnya yg waktu itu meluk n kejar2 Jordi di desa Seroja.... wkwkkkwkk
jgn lupakan nnti smpe kantor tuh kemeja msh terbuka dn terekspos gegara abz unboxing.....🤭😄
slmt eaaa dh pecah telorrr....
Semangat Ksk Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏