NovelToon NovelToon
Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indrie Lestari

Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 : Siapakah Ayah bayi tersebut?

Setelah pertengkarannya dengan Bisma, Andrew terlihat memasuki area rumah sakit kembali. Fatir yang baru saja selesai berbicara dengan dokter segera menghampiri Andrew yang tengah berjalan sambil menunduk saat ini.

"Gua sudah urus semuanya, saat ini Bella sudah di pindahkan ke ruang inap. tapi dia belum siuman kata dokter sih paling sebentar lagi." Beritahu Fatir.

Kini Andrew langsung mengangkat kepalanya ke atas dan menatap Fatir yang baru saja mengajaknya berbicara.

"Bagus jika Bella telah di pindahkan, lalu apa kata dokter ?"

"Bayi nya sih gak kenapa-kenapa, cuman kondisi kesehatan Bella sedikit menurun karena memiliki riwayat sakit lambung. di tambah akhir-akhir ini ia sering makan pedas dan asam itu membuat dirinya jatuh sakit sampai pingsan. Oh iya ngomong-ngomong ke mana Bisma?"

Setelah menjelaskan semua yang di katakan oleh dokter kepada Andrew, Fatir terlihat heran karena ia tidak melihat sosok Bisma bersama Andrew saat ini. Fatir jadi khawatir jika Bisma telah di buat babar belur oleh pria itu dan saat ini sedang di obati oleh dokter.

"Bisma baru saja pergi." jawab Andrew terlihat menghela nafasnya pelan.

"Hah apa pria itu pergi?, gua pikir dia bakalan stay di sini karena merasa bertanggung jawab atas Bella. Dasar pria brengsek!" maki Fatirr terlihat kesal.

"Biarkan saja dia pergi, lagi pula dia tidak harus bertanggung jawab atas Bella."

Andrew terlihat memijat kepalanya pelan karena merasa pusing dengan masalah yang tengah di hadapi keluarganya saat ini.

"Loh kenapa?" Heran Fatir.

"Bisma ternyata bukan ayah dari anak yang sedang di kandung Bella, gua sudah salah mengira." jelas Andrew.

Mendengar penjelasan Andrew, mata Fatir langsung membulat sempurna dengan mulut agak mengangga. setelah mengetahui fakta jika ternyata bukan Bisma ayah dari anak yang sedang di kandung oleh Bella. kini pria itu tengah bertanya-tanya dalam hatinya siapa sebenarnya ayah dari anak Bella.

"Kalo bukan Bisma lalu siapa?" Tanya Fatir begitu penasaran.

"Gua juga gak tau Tir, kita perlu mengintograsi Bella setelah wanita itu sadar agar kita secepatnya bisa tahu siapa pria tersebut." Ucap Andrew dengan tatapan Frustasi.

"Gua harap Lo bisa berbicara secara baik-baik dengan Bella nantinya, jangan sampai terbawa emosi kasihan bayi yang ada di kandungannya."

"Hmmmm.....gua gak janji, tapi gua bakalan berusaha buat gak emosi di hadapan Bella nantinya."

"Iya sudah ayo kita ke ruangan Bella sekarang, mungkin dia udah siuman saat ini." Ajak Fatir.

"Iya ayo."

*****

Sementara di sebuah ruang inap VVIP, Bella telah siuman beberapa waktu yang lalu. saat ini Bella tengah terduduk di atas kasur pasien sambil menatap sekelilingnya. kini wanita itu berusaha mengingat kejadian sebelum ia tidak sadarkan diri.

"Kamu bodoh banget Bellw kenapa bisa pingsan di kantor!, semoga saja kehamilan ku belum di ketahui." Guman Bella pelan sembari memukul kepalanya sendiri.

Klek!

Tedengar suara knop pintu terbuka.

Bella langsung menatap ke arah pintu dengan ekspresi terkejut. namun detik berikutnya ia refleks langsung merebahkan tubuhnya kembali dan menutup matanya rapat-rapat, saat ini ia sedang berpura-pura belum sadarkan diri.

"Ya tuhan semoga saja bukan paman Andrew atau pun paman Fatir yang datang." Doa Bella dalam hati.

Kini Andrew dan Fatir telah memasuki ruang inap Bella, kedua pria itu langsung menatap ke arah ranjang di mana Bella masih berbaring dengan mata yang tertutup menandakan wanita itu belum juga sadarkan diri. kini Andrew dan Fatir berjalan mendekat ke arah ranjang untuk melihat keadaan Bella secara dekat.

"Kok Bella belum sadarkan diri juga ya?, apa gua harus panggil dokter lagi buat cek keadaanya?" Khawatir Fatir.

"Gak perlu, sebentar lagi juga bakalan sadar kok!"

Nada suara Andrew terlihat dingin dengan tatapan mata menatap tajam ke arah Bella yang masih terbaring di atas tempat tidur.

Sementara di atas ranjang pasien Bella berusaha mati-matian untuk tidak membuka matanya, karena ia benar-benar belum siap untuk melihat kedua pamannya tersebut.

"Cepat lah pergi wahai paman-paman menyebalkan ku!, kenapa harus mereka sih yang membawa ku ke rumah sakit!" Gerutu Bella dalam hati.

Bella terus berdoa di dalam hatinya agar kedua pamannya itu segera pergi, namun tanpa di sadari oleh wanita itu sedari tadi Andrew sudah menyadari jika Bella sedang pura-pura belum sadarkan diri terlihat jelas dari bulu mata wanita itu yang terus bergerak.

"Sekarang sudah semakin pintar berbohong ternyata!" Batin Andrew menatap tajam ke arah Bella.

Tanpa basa-basi lagi Andrew langsung menjewer telinga Bella, sontak saja wanita itu langsung terbangun dari posisi tidurnya dengan memegangi sebelah kupingnya yang tengah di tarik oleh Andrew.

"Dasar anak nakal, sudah berani berakting di depan paman-paman mu ini!"

"Ampun paman, jangan jewer terus. nanti bisa-bisa telinga Bella putus!"

Bella terlihat meringis kesakitan sembari memohon agar pamannya itu segera melepaskan tangannya dari telinganya saat ini juga.

"Jika putus paman akan menyambungkannya kembali!"

Bukanya langsung menghentikan aksinya tersebut Andrew terlihat terus menjewer telinga Bella, Fatir yang merasa kasihan ia mulai mendekat ke arah mereka berdua dan mencoba melepaskan jeweran tangan Andrew di telinga Bella.

"Sudah hentikan, kasihan Bella dia terlihat begitu kesakitan."

Mendengar teguran dari Fatir sontak saja Andrew tidak lagi menjewer telinga Bella, namun pria itu saat ini sedang berdecak pinggang dengan wajah terlihat kesal.

Sementara Bella kini langsung mengusap kupingnya pelan karena merasa perih efek di jewer oleh Andrew dengan mulut terus menggerutu.

"Apakah sakit ?" Tanya Fatir khawatir.

"Malah nanya,jelas sakit lah!"

Bella menjawab pertanyaan Fatir dengan begitu ketus, padahal Fatir adalah orang yang telah menyelamatkan wanita itu dari Andrew.

Fatir hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan karena tidak habis pikir denga Bella yang malah ketus kepada nya. seharusnya kan wanita itu berterima kasih kepadanya.

"Kayanya bawaan bayi deh jadi sifatnya judes dan jutek." Batin Fatir menatap wajah Bella.

APAKAH BENAR KAMU SEDANG HAMIL?!, LALU SIAPA AYAH DARI ANAK MU ITU?!

tiba-tiba saja Andrew membuka suara, sontak saja wanita itu langsung menoleh ke arah sang paman dengan ekpresi wajah terkejut.

"A...pa maksud paman, siapa yang hamil?" sangkal Bella.

JANGAN BERBOHONG LAGI BELLA!, KAMI SUDAH MENGETAHUI TENTANG KEHAMILAN MU DARI HASIL PEMERIKSAAN DOKER!, KAMU SUDAH TIDAK BISA MENGELAK ATAU MENYANGKALNYA LAGI!

DEG!

DAG! DUG! DUG!

Bella tersentak kaget saat sang paman benar-benar telah mengetahui tentang kehamilannya, wanita itu bisa melihat tatapan marah Andrew yang tertuju ke arahnya.

KENAPA DIAM SAJA! CEPAT KATAKAN SEMUA KEBOHONGAN YANG TELAH KAMU SEMBUNYIKAN SELAMA INI HAH!

Andrew berteriak marah di hadapan Bella. hal itu membuat tubuh wanita itu langsung bergetar hebat karena ketakutan.

"Maaf paman, hiks hiks."

Dengan tubuh bergetar Bella terlihat terisak dan menangis di hadapan Andrew dan Fatir. saat ini Bella bingung harus mengatakan apa?, dirinya tidak mungkin berkata jujur jika yang telah menghamilinya adalah pamannya sendiri.

JANGAN MENANGIS, KAMU PIKIR DENGAN KAMU MENANGIS AKU AKAN LULUH?! JAWABANYA TIDAK AKAN PERNAH!, SEBELUM KAMU MENGAKATAKAN SIAPA PRIA YANG TELAH MENGHAMILI MU!

Bella semakin terisak setelah mendengar ucapan Andrew dengan amarah yang meluap-luap itu.

"Sudahlah, jangan bentak dan memarahi Bella terus kasihan ia sangat kaget dan shock!"

Kini Fatir sudah berdiri di samping Andrew berusaha menenangkan pria itu dan langsung menuntutnya keluar dari ruang inap Bella.

*******

Malam hari di Mansion.

Makan malam kali ini agak sedikit berbeda karena Bella tidak ikut makan malam bersama mereka.

Andrew dan Fatir pun sedari tadi hanya diam sembari menyantap makanan mereka masing-masing.

Di antara mereka berdua belum ada yang membuka suara tentang kehamilan Bella kepada kakek dan nenek. mereka takut kedua orang tua itu akan sangat shock ketika mengetahui tentang berita kehamilan Bella, di tambah mereka juga belum mengetahui siapa pria yang telah menghamili wanita itu.

Mereka berdua telah saling sepakat untuk tidak memberitahukan terlebih dahulu kakek dan nenek mereka sebelum mengetahui siapa pria yang telah menghamili keponakan mereka tersebut.

"Bi Sri, sudah sudah antarkan makan malam ke kamar Bellw?"

Tiba-tiba saja nenek Lily bertanya kepada bi Sri saat wanita paruh baya itu melewati ruangan makan.

"Sudah nyonya, barusan saya dari kamar non Bella" Jawab bi Sri.

******

Jam sudah menunjukan pukul 12 malam, Andrew  baru saja keluar dari ruangan kerjanya. ia tidak sengaja menangkap sosok Bella yang baru saja keluar dari arah dapur sembari membawa sebuah piring yang sepertinya berisikan makanan. kini Andrew benar-benar yakin jika wanita itu tengah hamil.

"Apakah orang yang hamil selalu kelaparan di tengah malam?"

Kini Andrew hanya bisa memperhatikan sikap Bella yang mengendap-endap memasuki kamarnya sendiri. pria itu pura-pura tidak peduli dan berniat pergi menunju kamarnya sendiri. namun saat melewati pintu kamar Bella tiba-tiba saja pria itu menghentikan langkah kakinya dan menatap daun pintu kamar wanita itu dengan tatapan dingin.

Klek!

Entah dorongan dari mana pria itu langsung membuka pintu kamar Bella dan masuk begitu saja ke dalam. sementara di dalam kamar, Bella tengah menonton drakor di laptopnya sembari memakan cake terlihat begitu kaget saat mendengar pintu kamarnya di buka seseorang.

Sontak saja ia langsung menoleh ke arah pintu, raut wajahnya yang semula terlihat biasa saja kini langsung berubah menjadi cemas setelah melihat orang yang telah masuk ke dalam kamarnya ternyata adalah sang paman. kini cepat-cepat wanita itu mematikan laptop miliknya dan membetulkan cara duduknya di atas kasur.

"Ada apa paman malam-malam kesini?" Tanya Bella agak gugup, apalagi saat ini Andrew tengah berjalan ke arahnya.

Andrew terlihat hanya diam seperti tidak berniat menjawab pertanyaan dari Bella, namun diam-diam pria itu terus melirik ke arah ponsel milik Bella yang tergelak di atas meja samping tempat tidur.

Tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada sang pemilik, Andrew langsung mengambil ponsel tersebut dan membukanya. untung saja Bella mengunakan kata sandi tanggal ulang tahun wanita itu sendiri sehingga Andrew bisa dengan mudah membuka ponsel tersebut.

"Apa yang tengah paman lakukan?, cepat kembalikan ponsel ku sebelum aku benar-benar marah!"

Bella berusaha mengambil ponsel miliknya dari tangan Andrew, namun pria itu langsung menangkis tangannya begitu saja.

"Paman tidak bisa seenaknya saja melihat ponsel orang lain, ini termasuk pelanggaran privasi!" Ucap Bella terlihat murka.

"Lalu hamil di luar nikah dengan pria tidak jelas bukannya itu juga termasuk tindakan seenaknya saja kan?!" jawab Andrew membalas balik ucapan Bella.

DEG!

Bella langsung terdiam saat Andrew membalikan kata-katanya sendiri, kini ia hanya bisa diam karena sudah di skatmat oleh pamannya sendiri.

"Kenapa diam?, cepat katakan siapa pria itu sebelum paman mencari tahu sendiri!."

"Aku tidak akan memberitahukan siapa pria itu, karena aku sendiri yang akan mengurus dan bertanggung jawab dengan bayi yang ada di dalam kandungan ku sendiri." Jelas Bella penuh keyakinan.

"Sudah ku duga pasti kamu sering melakukan cinta satu malam dengan pria tidak jelas di luaran sana!. dasar jalang!, apakah kamu tidak berpikir tentang perasaan kakek dan nenek jika tahu kelakuan mu itu. pasti mereka akan sangat sedih karena bayi yang ada di dalam kandungan mu itu ayahnya tidak jelas dan akan jadi aib bagi keluarga!" ucap Andrew tajam.

"Aku bukan jalang!, jika ingin tahu silahkan anda cari tahu sendiri siapa pria itu. tapi jangan menyesal nantinya!"

Sangking sakit hatinya di cap jalang oleh sang paman dan di tuduh telah melakukan cinta satu malam dengan banyak pria. tanpa sadar Bella seperti menantang Andrew untuk mencari tahu sendiri indentitas pria yang telah menghamili dirinya.

"Baiklah, aku akan mencari tahu sendiri siapa pria itu!. Aku akan membuatnya bertanggung jawab dan menikahi mu, jika pria itu menolak aku akan menariknya langsung ke kantor polisi!" janji Andrew.

Kini Andrew mulai berbalik, ia berniat untuk segera keluar dari kamar Bella dengan membawa ponsel milik wanita itu untuk dia cek nantinya.

"Jangan lupa cek cctv apartemen mu paman!" Ucap Bella tiba-tiba.

Andrew yang berniat membuka kenop pintu langsung menoleh ke arah wanita itu dengan tatapan marah dan kesal setelah mendengar ucapan Bella barusan.

"Jangan bilang kamu membawa banyak pria ke apartemen milik ku selama ini?!, dasar benar-benar wanita jalang tidak tahu malu!" desis Andrew terlihat murka.

Tanpa meminta kejelasan lebih lanjut Andrew langsung saja membuka pintu dan keluar dari kamar Bella dengan raut wajah begitu emosi.

BRAK!

Bellw terlihat agak kaget saat pintu kamarnya di banting begitu keras oleh sang paman. refleks wanita itu langsung membelai perut ratanya.

"Maafkan Daddy mu ya sayang, kamu pasti kaget di dalam sana?" bisik Bella sambil meneteskan air mata.

*****

1
한스Hans
mampir Thor 👍 semangat
Indrie Lestari: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!