NovelToon NovelToon
Ruang Rahasia Milik Nona Su Ying

Ruang Rahasia Milik Nona Su Ying

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Iblis / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: DewaC1nta

Di selamatkan oleh iblis saat nyaris di lecehkan oleh para bandit, seorang gadis kini harus menghadapi kenyataan kelam. ia bebas dari ancaman manusia, namun kini takdirnya terikat pada penghuni neraka. kontrak telah di tandatangani, dan meski iblis itu menjadi pelindungnya, harga yang harus di bayar jauh lebih besar dari sekedar nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DewaC1nta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Lembah Seribu Bunga (bagian akhir)

 Zhao Yun menatapnya lama. Tatapan yang sulit di artikan.

 "Baiklah. Tapi...sebagai orang yang berhak atas dirimu, aku akan terus mengawasimu mulai hari ini." ucap Zhao Yun.

 "Tunggu!," potong Guan Xian. "Berarti kau akan tetap di lembah ini sampai waktu itu tiba?"

 "Ya" sahut Zhao Yun tanpa menoleh.

 "Tidak bisa, lembah ini tidak menerima orang asing. Kau bisa datang lagi ketika waktu itu tiba"

 "Lembah ini tidak menerima orang asing?" Zhao Yun mengulangi kalimat itu.

 Zhao Yun memutar tubuhnya perlahan. Ia menatap ke arah deretan pohon persik yang membentang luas, lalu beralih menatap langit.

 "Bagiku, tidak ada tempat yang asing di bawah langit ini," kata Zhao Yun pelan. "Dan bagiku, tidak ada peraturan yang lebih tinggi dari pada keinginanku."

 Guan Xian terdiam. Angin gunung bertiup, menerbangkan kelopak bunga persik yang gugur, hinggap di pundak pria itu. Ia ingin membantah, tapi tenggorokannya mendadak kaku. Aura yang di pancarkan Zhao Yun bukan lagi sekedar ancaman, melainkan ketetapan alam yang tak bisa di ganggu gugat.

 Zhao Yun melangkah mendekati pohon persik yang paling tua. Batangnya besar, berkerut oleh usia.

 "Bunga yang indah," gumamnya. Suaranya terdengar seperti angin yang lewat di sela bebatuan.

 "Zhao Yun. Sebaiknya kau segera pergi," kata Guan Xian. Ada nada getir dalam suaranya. Mungkin juga ketakutan yang di sembunyikan dengan rapi.

 Zhao Yun tidak menjawab. Ia hanya menyentuhkan ujung jarinya ke kulit pohon itu.

 Sebuah desisan halus terdengar. Tanpa api, tanpa asap yang mengepul hebat, pohon persik itu berubah menjadi hitam legam. Hangus. Bunga-bunganya yang merah muda layu dan meranggas menjadi abu dalam sekejap mata.

 Guan Xian terpaku. Di dunia persilatan yang luas, ia telah melihat banyak ahli tenaga dalam. Ia telah melihat batu pecah dengan satu pukulan, atau air sungai yang terbelah. Namun, kekuatan ini...ini adalah sesuatu yang berbeda. Ini adalah kekuatan yang tidak diciptakan untuk bertarung, melainkan untuk memusnahkan keberadaan.

 Dengan kekuatan sendiri, mana mungkin ia bisa melawan? Melawan Zhao Yun sama saja dengan mencoba membunuh diri sendiri.

 "Tenanglah, aku tidak akan mencampuri urusan manusia," ucap Zhao Yun tanpa menoleh.

 "Meski begitu, ayahku tidak akan mengijinkan kau untuk tinggal disini," sahut Guan Xian dengan suara pelan namun terdengar seperti sebuah peringatan tajam. "ini adalah tempat terlarang. Selain keluarga Guan, tidak boleh ada satupun orang yang boleh tahu tentang lembah ini."

 Zhao Yun tidak langsung menjawab. Ia mengibaskan jubahnya. Dalam satu gerakan yang bahkan tidak sempat di tangkap oleh kerlingan mata, ia sudah berada di atas dahan persik yang hangus itu.

 "Izin ayahmu?" kata Zhao Yun. "Hahahaha...memangnya ayahmu itu raja neraka? Sampai-sampai aku harus memohon izin padanya?"

 Suara tawa Zhao Yun menggelegar, memantul di dinding-dinding tebing, mengisi setiap celah lembah dengan nada yang meremehkan.

 Tawa itu perlahan menghilang, namun gema yang di tinggalkannya membuat suasana terasa lebih mencekam daripada sebelumnya. Burung-burung malam terbang ketakutan dari sarangnya, seolah-olah tawa itu adalah lonceng kematian.

 "Kau" ucap Guan Xian. Kalimatnya tertahan di ujung lidah, tertahan oleh rasa getir kemarahannya yang meluap.

 Namun, kemarahan itu hanya tertahan di sana. Ia tidak bisa melampiaskannya kepada Zhao Yun. Bagaimana mungkin seseorang bertarung melawan badai hanya dengan sebilah pedang? Melawan pria ini bukan lagi soal keberanian, melainkan soal kesia-siaan. Di hadapan Zhao Yun, Guan Xian merasa seperti semut yang menatap kaki raksasa.

 Di tengah ketegangan itu, Su Ying yang sedari tadi hanya diam memperhatikan keduanya, akhirnya membuka suara. "Guan Xian, kurasa iblis ini tidak akan membocorkan tempat ini kepada orang-orang di luar sana."

 Guan Xian menoleh ke arah Su Ying. Matanya masih menyala oleh sisa amarah. "Bagaimana kau bisa seyakin itu? Bagaimana jika dia telah bersekongkol dengan para penjahat dari istana Hua Gu?"

 Mendengar nama itu disebut, Su Ying terdiam. kata-katanya membeku di tenggorokan. Ia tidak tahu harus menjawab apa.

 Istana Hua Gu.

 Nama itu bukan sekedar nama. Baginya, itu adalah aroma darah dan suara jeritan. Orang-orang dari istana Hua Gu adalah iblis yang bertanggung jawab atas pembantaian di desa Gulin.

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!