Alih-alih menikmati fasilitas orang tuanya Sheeva memilih menepi dan hidup di panti asuhan sejak duduk di bangku kelas 8 menengah atas. Banyak hal membuatnya memutuskan demikian
lantas apa yang mendorong gadis sekecil itu menjauh dari dekapan hangat keluarganya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kalian jadian aja
Sheeva mengikuti langkah daddy Edward yang ingin dirinya ikut keruangan pribadi beliau di Harapan bangsa ini. Sebenarnya Sheeva tak nyaman karena mendapat tatapan penuh tanya dari penghuni Harapan bangsa.
" Kok nggak telfon daddy sih nak kalau kamu ada masalah di sekolah ?" Ucap Daddy Edwar.
" Hanya masalah kecil kenapa harus membuat daddy repot. Kak Kay ya yang minta daddy kemari ?" Daddy Edwar mengeleng.
" Kebetulan daddy sedang ada kunjungan kemari untuk meng ACC calon penerima beasiswa di tahun ajaran baru nanti"
" Sebenarnya Kay juga sempat telfon daddy tadi, makanya Daddy tau kalau kamu di panggil ke ruang BK. Kalau Kay nggak telfon daddy juga nggak akan tau. Soalnya kepala sekolah dan beberapa guru yang tadi bersama daddy juga tidak tau "
" Apa anak yang bernama Jasmine tadi sering menganggumu nak ?" Sheeva tersenyum.
" Hanya jika kak Kay mendekatiku dad "
" Maksudnya ?" mereka berhenti sejenak di depan ruangan pribadi daddy Edward.
" Jasmine menyukai kak Kay dad, namun daddy tau kan kak Kay gimana ?" Daddy edward terkekeh.
" Gara-gara terus mendapat penolakan dari kak Kay dan hanya sekali melihat aku duduk bersama kak Kay sekali dia menganggap aku pesaingnya dad."
" Ada aja kelakuannya Dad, semakin aku diamin semakin menjadi. Nggak taunya berlindung di balik ketiak omnya yang ternyata guru BK di sini."
" Aku sengaja membiarkan dia melebih-lebihkan situasinya dad karena aku ingin melihat kredibilitas guru BK di sini.apakah mereka bisa bekerja secara profesional atau tidak."
" Nyatanya tidak kan, huff memang penting ya ternyata mencari karyawan bukan hanya karena sebatas gelar saja." Sheeva mengangguk.
" Masuk nak mommy di dalam menungumu " Senyum di bibir Sheeva terpancar.
" Terima kasih dad '' Sheeva bergegas masuk, rupanya bukan cuma mommy Renita sudah ada Kay di dalam.
" Mom's '' Sheeva mendekati mommy Renita.
" Kangen tau, kenapa nggak main kerumah sih ?"
" Maaf mom's toko ramai banget akhir-akhir ini. Desainku juga di kejar deadline "
" Iya nggak papa sayang. Sop buntunya bi Sari sampai ka kemaren ?" Sheeva menangguk.
" Terima kasih banyak ya mon's "
" Sama-sama.oya mom's denger kamu di pangil BK ada apa sayang ?" Sheeva menghela nafas.
" Fans putramu bertingkah mom's "
" Maksudnya ?"
Mengalir lah cerita dari Sheeva tentang bagaimana Jasmine selalu menganggunya dengan alesan dia sudah membuat Kay berpaling.
" Bilangin sama kak Kay mom's untuk jangan gangguin aku terus. Capek mom's aku selalu menjadi bahan pelampiasan Jasmine atas penolakan kak Kay " Daddy Edward dan mommy Renita terkekeh. Sementara Kay menatap Sheeva dengan tatapan yang sulit di artikan
" Mommy ada solusi biar anak itu tidak lagi mengusik kalian berdua ?"
" Nggak usah aneh-aneh mom's " Ucap kay yang menyadari kejahilan mommynya.
" Su'udzon aja kamu Kay" Sungut mommy Renita.
" Padahal mommy yakin ide mommy bakalan bikin kamu seneng lho " Kay mendengus.
" Memang apa idenya mom's ?"
" Kalian jadian aja " Sheeva sampai tersedak karena terkejut dengan ide mommy Renita.
" Mom's " Kay segera membantu Sheeva dengan menepuk lembut pungung Sheeva.
" Minum dulu Sheev " Kay menyodorkan air mineral yang ada di depannya.
" Hehehe sorry sayang tapi, percaya sama mommy dengan kalian jadian dia pasti nggak akan berani mengusik Sheeva."
" Nggak deh mom's, aku nggak setuju sama usul mommy kali ini. Orang cuma gosip aja aku hampir nyungsep kalau nggak sadar mereka mau ngerjain aku. Gimana beneran jadi pacarnya kak Kay, bisa mati berdiri karena di teror fansnya kak Kay aku mom's " Daddy Edward terkekeh.
" Gimana menurut kamu Kay ? Kay menghela nafas.
" Kok pada nggak setuju sih, kamu juga dad ?"
" Daddy setujunya kalau mereka langsun nikah. Biar daddy cepet gendong cucu "
" Daddy lebih ngaco " Ucap Sheeva.
" Sudah jangan bercanda lagi katanya mommy mau ajak Sheeva makan siang , jadi nggak ?"
" Ya jadi dong, mau ya Sheev "
" Tapi nungu jam pulang sekolah ya mom's"
" Iya nanti mommy tunggu di parkiran ya ?"
" Memang mau makan di mana mom's. Biar aku susul pakai motor aja "
" NO.. Siapa kasih ijin kamu naik motor ?" Sheeva tersenyum menanggapi ucapan mommynya.
'' Terus motorku gimana mom's, masak di tinggal disini ?"
" Nanti biar di bawa pulang sama Jenni , kamu ikut mommymu saja nak "
" Ya udah kalau gitu. "
" Kalau kamu mau naik motor, bonceng motornya Kay saja Sheev " Kay suka usul mommynya kali ini.
" Nggak deh, ikut mommy saja "
Sheeva dan Kay kembali ke dalam kelas. Masih ada tiga jam mata pelajaran lagi.
" Thank's ya kak tadi udah bantuin aku " ucap Sheeva yang saat ini berjalan di sebelah Kay.
" Sama-sama. Aku sudah berjanji akan melindungimu bukan ?" Sheeva hanya mengangguk.
" Kok bisa kepikiran vidioin sih ?"
" Nggak tau, reflek aja lihat kamu pengen vidioin."
" Apapun itu terima kasih banyak, sampein ke kak Rama dan yang lainnya juga " Kay mengangguk.
" Queen !" Sheeva memejamkan matanya. Mendengar namanya di panggil dan dia yakin itu suara Jagad kakaknya.
" Ada apa bang ?" Tubuh Sheeva reflek mendekat ke arah Kay. Dan menyadari itu. Dengan sigap dia meraih tangan Sheeva. Mengenggam telapak tanggan munggil itu dengan erat.
" Katanya kamu terkena masalah, gimana apa sudah selesai ?"
" Jangan risau bang. Hanya masalah kecil dan sudah di bereskan oleh kak Kay dan daddy Edward." Ucap Sheeva sembari menatap kearah Kay.
" Maaf ya abang telat sampainya " Sheeva menganguk.
" Maaf bang aku harus masuk kelas dan tolong jangan lagi panggil aku begitu,"
" Maaf " Sheeva mengangguk.
" Aku permisi bang " Jagad mengangguk.
" Ayo kak Kay " Kay mengangguk.
Sheeva memilih berlalu dari hadapan Jagad. Dia sebenarnya rindu sama kakaknya itu. Namun hatinya masih tertalu keras untuk mengakui itu.
Sheeva terus berjalan dalam diam, dia bahkan tidak menyadari jika tangannya masih erat dalam genggaman Kay.
" Sudah kak sampai di sini saja " Ucap Sheeva begitu sampai di dekat kelasnya.
" Kata daddy aku harus pastiin kamu masuk kelas dengan aman."
" Kan tinggal deket situ kak " Sheeva menunjuk kelasnya.
" Ya sudah sana " Kay mengalah dia tau suasana hati Sheeva sedang tidak baik.
" Sekali lagi makasih ya kak. Ehm dan tolong.."
" Aku paham, kamu jangan risau Sheev. Asal jangan kamu minta aku untuk berhenti menjaga rasa ini buat kamu. " Sheeva menghela nafas.
" Kamu jangan khawatir tidak akan ada Jasmine-Jasmine yang lainnya."
" Aku masuk kak " Kay mengangguk.
Sheeva merasa percuma melarang seorang Kay. Semakin di larang Sheeva yakin Kay akan semakin gencar mengejarnya.
💪
terlalu berat beban hidup sheeva..