NovelToon NovelToon
Because Of Music We Met

Because Of Music We Met

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Crazy Rich/Konglomerat / Anak Genius
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sandra Yandra

Banyak yang beranggapan bahwa musik hanyalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan. Terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang mampu menciptakan nada indah.

Namun, tidak... Musik tidak sesederhana itu.

Musik jauh lebih kompleks dan dalam daripada apa pun di dunia ini. Musik mengandung kekuatan magis yang mampu membuat seseorang menjadi lebih kreatif, lebih inovatif, lebih peka terhadap rasa, dan bahkan menjadi sosok yang penuh dramatis.

Musik memiliki kekuatan untuk membentuk kehidupan seseorang, namun di saat yang sama, ia juga bisa menjadi alat yang menghancurkan segalanya.

Ketika musik menjadi alasan bagi seseorang untuk memutuskan ikatan emosionalnya dengan orang lain, lalu menutup diri dari dunia...

Maka pertanyaannya kini adalah...

Bisakah musik itu juga menjadi alasan untuk mempersatukan mereka kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Para Sahabat Terhadap Jodha

Di ruangan kantor polisi yang dingin dan sunyi suasana jauh lebih tegang dan menyakitkan. Di sana berdiri Surya, Lucas, Kevin, Jofan, Bima, dan Zaky sahabat-sahabatnya Chandra dan juga sahabat-sahabatnya Jodha. Mereka mengelilingi meja di mana Jodha duduk dengan tangan terborgol di belakang punggungnya. Wajah Jodha terlihat bengkak dan penuh memar akibat perlawanan saat ditangkap.

Namun yang lebih terlihat jelas adalah sorot matanya yang penuh kebencian, rasa kecewa, dan kemarahan yang meledak-ledak.

Dulu sebelum Chandra bertemu dengan adiknya, mereka sering berkumpul dan bersenda gurau. Dulu, mereka adalah kelompok yang tak terpisahkan. Mereka selalu kompak dan selalu bersama-sama. Mereka bermusuhan dengan sekolah Harmoni, tempat Arjuna dan sahabat-sahabatnya bersekolah.

Namun sekarang, mereka berdiri di sisi yang berbeda. Salah satu sahabatnya menjadi musuh.

Surya berdiri paling depan, kedua tangannya mengepal erat di atas meja. Matanya merah padam menatap Jodha, campuran antara rasa marah yang meluap dan rasa sedih yang mendalam.

"Lihat dirimu sekarang, Jodha!" ucap Surya dengan suara berat dan bergetar, berusaha menahan emosi agar tidak meledak. "Lihat apa yang telah kau lakukan. Apa ini yang kau inginkan? Apakah ini yang kau sebut pembalasan karena Chandra membela mereka? Musuh kita dulu?"

Jodha tertawa sinis, meski tawanya terdengar getir dan penuh kepahitan. Dia menatap tajam ke arah Surya, lalu menyapu pandangannya ke seluruh sahabatnya yang dulu selalu ada di sampingnya.

"Kalian bertanya padaku? Kalianlah yang berubah! Kalianlah yang melupakan siapa diri kita!" seru Jodha dengan suara keras dan penuh emosi.

Mata Jodha berkilat penuh amarah. "Dulu kita sama! Kita satu suara! Kita selalu bersatu melawan sekolah itu, melawan Arjuna dan sahabat-sahabat sampahnya itu! Kita bangga menjadi yang terkuat, yang tak terkalahkan! Kita bahkan selalu menang setiap Dance yang kita ikuti Tapi apa yang terjadi saat Chandra bertemu adiknya itu, hah?! Semuanya berubah!"

Jodha menarik napas kasar. Emosinya meluap-luap saat mengingat kejadian demi kejadian yang membakar hatinya, terutama kejadian saat dia menyakiti Tamma, namun Chandra datang menolong Tamma.

"Chandra berubah drastis. Dia yang dulunya paling keras kepala. Yang dulunya paling benci pada sekolah Harmoni, tiba-tiba menjadi lembut. Dia tiba-tiba berani berdiri di tengah-tengah, memihak mereka dan membela mereka. Bahkan menganggap mereka saudara! Dia bilang permusuhan itu bodoh! Dia bilang dia tidak ingin bertikai lagi demi adik barunya itu! Dasar omong kosong!" bentak Jodha dengan mata melotot.

"Arjuna, Yongki, Hendy, Nathan, Jericko dan Tamma! Mereka itu musuh kita! Selama bertahun-tahun mereka lawan kita! Dan Chandra?! Dia lebih memilih membela mereka dari pada kita, sahabat-sahabat yang selalu ada saat dia kesepian sebelum menemukan adiknya itu! Dia lebih mementingkan Judika, anak asing yang baru masuk hidupnya, dari pada kami! Dia mengkhianati persaudaraan kita demi anak itu, demi musuh kita!" teriak Jodha.

Lucas maju selangkah. Wajahnya dipenuhi kekecewaan yang mendalam. Dia menatap Jodha dengan pandangan tajam namun sedih.

"Itu bukan pengkhianatan, Jodha! Itu kedewasaan!" bentak Lucas balik, suaranya menggelegar di ruangan itu. "Chandra tidak mengkhianati kita. Dia hanya lelah bertikai. Dia telah menemukan kebahagiaan dan ketenangan saat bertemu dengan Judika. Dan dia menyadari bahwa permusuhan antar sekolah itu tidak ada gunanya. Arjuna dan teman-temannya bukan lagi musuhnya. Mereka adalah manusia biasa sama seperti kita. Mereka juga bisa menjadi sahabat."

"Bagiku mereka tetap sampah!" potong Jodha dengan kejam. "Dan bagiku, Chandra sudah mati saat dia memilih berpihak pada mereka. Dia sudah mati saat dia menganggap anak itu lebih penting dari pada kita. Lebih penting dari pada harga diri sekolah kita. Aku sakit... aku sakit melihat kalian semua diam saja. Aku sakit melihat kalian menerima perubahan itu begitu saja. Aku ingin Chandra sadar! Aku ingin dia kembali seperti dulu! Dan satu-satunya cara agar dia merasakan sakit. Agar dia sadar betapa salahnya dia meninggalkan kita adalah dengan menghancurkan apa yang paling dia cintai."

Jodha tersenyum miring, senyum yang membuat bulu kuduk meremang karena begitu dingin dan kejam.

"Judika adalah kelemahan terbesarnya. Chandra rela melakukan apa saja demi anak itu. Jadi jika aku menyakiti Judika. Jika aku membuat anak itu tidak berdaya, terluka, dan menderita, maka Chandra akan hancur. Dia akan menyesal telah memusuhiku. Dia akan menyesal telah membela musuhnya. Dia akan kembali padaku, karena dia tidak punya pilihan lain."

Braaakkk..

Kevin tidak tahan lagi. Dia memukul meja dengan keras. Tubuhnya gemetar hebat menahan amarah. Air mata kemarahan menetes di pipinya.

"Kau gila, kak?! Kau benar-benar sudah gila, kak Jodha!" teriak Kevin dengan suara parau. "Kau menganggap itu cara mengembalikan kak Chandra? Kau mengira dengan menyiksa adiknya yang tidak bersalah, dia akan kembali padamu? Tidak! Kau malah merusak segalanya! Kau bukan lagi sahabat kami. Kau bukan lagi saudara kami! Kau adalah monster yang dikendalikan oleh rasa iri dan egomu sendiri!"

"Judika tidak pernah menyakiti siapa pun! Dia tidak pernah ikut campur urusan sekolah atau persahabatan kita!" seru Jofan dengan suara gemetar. Matanya menatap Jodha dengan kecewa. "Dia hanya anak sekaligus seorang adik yang dipertemukan kembali dengan ibu dan kakaknya. Dan kau... kau mengeroyoknya, melukai pinggangnya dengan pisau. Memukulinya sampai nyawanya hampir melayang karena marah kak Chandra menghalangimu menyakiti Tamma? Hanya karena kau tidak terima posisimu tergeser di hati Chandra?"

Bima dan Zaky yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara. Mereka berdua maju mendekat, menatap sahabatnya itu dengan pandangan yang sudah tidak ada lagi rasa persahabatan di dalamnya. Hanya ada kekecewaan yang mendalam.

"Kau bukan lagi Jodha yang kami kenal dulu," ucap Zaky pelan namun tegas dan menusuk. "Jodha yang kami kenal dulu walau keras, tapi tidak sampai melewati batasan. Kau membiarkan perasaanmu sendiri membunuh persahabatan kita, Jodha. Kau sendiri yang menghancurkan segalanya." Bima menunjuk wajah Jodha dengan jari gemetar karena marah.

"Chandra membela Arjuna dan sahabat-sahabatnya karena dia melihat kebaikan di dalam diri mereka. Dia membela mereka karena dia mengerti bahwa permusuhan itu bodoh. Dia berdamai dengan mereka karena mereka adalah sahabat-sahabat sekaligus kakak-kakak dari adiknya. Tapi kau? Kau menyerang Judika membabi buta karena kebencianmu terhadap Chandra dan takut kehilangan kendali atas Chandra. Kau pikir kau berhak memiliki Chandra sepenuhnya? Kau pikir kau satu-satunya orang penting dalam hidupnya? Kau salah besar. Dan sekarang kau harus membayar semuanya."

Surya mengusap wajahnya kasar berusaha menghapus rasa sakit melihat sahabatnya sendiri berakhir seperti ini. Dia menatap Jodha dengan pandangan terakhir yang dingin dan penuh keputusan.

"Kau pikir dengan menyakiti Judika akan membuat Chandra kembali padamu? Kau salah besar. Kau malah membuatnya membencimu seumur hidup. Kau malah membuat kami semua sadar bahwa musuh yang sebenarnya bukanlah Arjuna dan sekolahnya dulu. Tapi kau. Kau dan egomu yang tak terkendali."

Surya berbalik badan, tidak sanggup lagi menatap wajah yang dulunya sangat dia sayangi sebagai saudara itu.

"Bawa dia ke sel. Proses semuanya sampai tuntas," perintah Surya pada petugas polisi yang menunggu di sudut ruangan.

Suara Surya parau dan hancur. "Dia sudah bukan lagi bagian dari kami. Sejak dia berniat jahat pada Judika. Sejak dia membiarkan kebencian mengalahkan akal sehatnya. Dia sudah mati bagi kami."

Saat petugas polisi mulai menuntun Jodha keluar ruangan, Jodha berteriak keras. Suaranya bergema penuh keputusasaan dan kemarahan yang masih tersisa.

"Kalian yang salah! Kalian semua yang salah! Chandra yang salah karena berubah! Kalian yang mengkhianati persahabatan kita! Aku benci kalian! Aku benci Arjuna dan teman-temannya! Aku benci Judika!"

Teriakan itu perlahan menghilang saat pintu ditutup. Keheningan kembali menyelimuti ruangan itu, namun kali ini penuh dengan rasa pahit dan kesedihan yang mendalam.

Surya, Lucas, Kevin, Jofan, Bima, dan Zaky saling berpandangan. Hati mereka hancur. Persahabatan yang dibangun bertahun-tahun kini hancur hanya karena rasa iri, rasa tidak terima, dan perbedaan cara pandang.

Mereka segera bergegas meninggalkan kantor polisi. Langkah mereka terasa berat namun penuh tekad. Mereka harus segera ke rumah sakit. Mereka harus berada di sana, di samping Chandra agar bisa menghiburnya.

1
sri wahyu
kecewanya judika nembus sini kak ikut nangis aq
whiteblack✴️
itu semua kesalahan kalian...bukan salah dika kalau kembali kesifat aslinya..sie Tamma sialan tuw biang kerooknya...masalah itu terjadi..
whiteblack✴️
mau kulempar nie....l
makanya Musuh tuw harus diselesaikan sebelum dika masuk ke dunia kalian..
whiteblack✴️
keluarkan semua dika...
whiteblack✴️
baru sadar..../Angry/....setela Dika terluka.......Telat....bake.../Speechless/
sri wahyu
semoga saja setelah masuk penjara jodha bisa sadar
whiteblack✴️
tenyata dari kalian yg bikin Masalah permusuhan...itu terjadi...kenapa enggak di akhiri...?? sebelum Dika masuk ke dunia kalian😤
whiteblack✴️
jadi sie Chan itu awalnya jadi Anak nakal + urakan
whiteblack✴️
karna sie jodha.. tidak punya rasa kehilangan darah saudara 😤 jadi seperti itu..ego abisinya menang
whiteblack✴️
sepertinya sie jodha..punya abisi tersembunyi...apa itu??🤔 orangnya seperti apa sie gampang tersulut emosi?
sri wahyu
itu bukan salah candra tp itu salah kamu sendiri yg iri dan benci pada mereka karna takut candra akan lebih sayang sama judika

atau kamu mau menutup mata kalau judika itu adik kandungnya candra
whiteblack✴️
sie Jodha itu enggak tau ya kalau Dika dan Chan itu Adik - Kakak ya🤔
whiteblack✴️: iya kak aku tau...keberaniannya Tamma itu cuma setengahnya apa lagi sie Jodha gampang emosian😤...apa lagi Chan kebawa" jadi masalahnya semakin rumit😤
total 4 replies
Himme
Aku hanya berharap masalah Judika dan Chandra sampai disini. Tolong lah damaikan adik-kakak satu itu. Yah walaupun Judika bukan orang yang mudah percaya dengan bualan tidak berguna dari orang yang tidak dikenal nya.
sri wahyu
semoga saja judika gk sampai parah
whiteblack✴️
hemmm...terjadi lagi seperti ini..hubungan kakak & Adik aja belum berdamai..😤...Chan kasih pelajaran tuw ke🤬 dia biar kapok😒
Himme
Lagian ngapain sih Jodha.. dari segala makluk bumi yang ada di dunia harus Judika yang lo incar. Kan lo nggak pernah ngerasain diposisi Chandra dan Judika. Lo marah? Dendam? seharusnya kau paham kerumitan hubungan mereka dari awal bertemu. Sumpah sakit hati banget lihat kelakuan Jodha. sahabat menjadi musuh dan mengadukan hubungan kakak adik dalam kelompok kalian.
Himme
Kan.. ku bilang juga apa/Grievance/ dianya tumbang/Speechless/
Himme
Nahan emosi itu nggak enak banget sumpah..💢 Aing rasanya emosi banget ya lord/Panic/
Himme
Cepet tolong adik kaulah.. Ntar dia tumbang lagi.
whiteblack✴️
kulihat Dika penuh Teka- teki...sifatnya... berubah- ubah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!