NovelToon NovelToon
Ruang Rahasia Milik Nona Su Ying

Ruang Rahasia Milik Nona Su Ying

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Iblis / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: DewaC1nta

Di selamatkan oleh iblis saat nyaris di lecehkan oleh para bandit, seorang gadis kini harus menghadapi kenyataan kelam. ia bebas dari ancaman manusia, namun kini takdirnya terikat pada penghuni neraka. kontrak telah di tandatangani, dan meski iblis itu menjadi pelindungnya, harga yang harus di bayar jauh lebih besar dari sekedar nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DewaC1nta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Cinta Seorang Jenaka (bagian pertama)

 "Aku akan mencari tahu kebenarannya sendiri," ucap Zhao Yun pada kesunyian terowongan. Sorot matanya kini berubah, menjadi lebih tajam dan dingin dari sebelumnya.

 Dengan satu gerakan yang anggun namun secepat kilat, tubuh jangkungnya melesat membelah kabut hitam neraka. Jubah besarnya berkibar saat ia menerjang lurus ke dalam pusaran gerbang cahaya vertikal tersebut. Angin baka yang membekukan jiwa seketika lenyap, berganti dengan tarikan gravitasi bumi yang kuat.

 Dalam sekejap mata, kegelapan alam baka runtuh dan digantikan oleh hamparan langit cerah yang mulai membiru di atas Kota Jianghu. Zhao Yun mendarat tanpa suara di salah satu atap bangunan tinggi, menatap ke arah Lembah Seribu Bunga di kejauhan. Waktunya telah tiba untuk menghadapi takdir, manusia, dan konspirasi yang mengintai mereka.

 Tanpa menunggu lama lagi ia segera meluncur ke arah lembah dengan sekali kibasan jubahnya ia sudah berada di atas atap sebuah bangunan di lembah Seribu bunga. Dan seperti biasa pemandangan lembah itu di isi dengan aktivitas para murid-murid Guan Haoran yang dengan gigih berlatih sebuah ayunan pedang.

 Namun, ada sebuah pemandangan yang seketika mengusik perhatian Zhao Yun.

 Itu adalah...

 "Nona Su Ying," panggil Guan Xiaofeng. Pria itu melangkah mendekati Su Ying yang ketika itu sedang fokus memandangi pondok tempat tersimpannya cermin ajaib. "Hari ini aku..." Guan Xiaofeng menggantung kalimatnya sengaja. Ia melangkah satu jengkal lebih dekat, lalu mencondongkan tubuhnya sedikit ke arah Su Ying sembari menyunggingkan senyum jahil andalannya. "...hari ini aku merasa kau tampak jauh lebih cantik dari biasanya, Nona Su. Apakah kabut pagi Lembah Seribu Bunga ini yang membuat pesonamu berkali-kali lipat, atau memang mataku saja yang sejak tadi enggan berkedip?"

 Su Ying yang tadinya mengira Guan Xiaofeng akan membicarakan hal yang sangat serius mengenai cermin di dalam pondok itu, seketika memutar bola matanya. Ketegangan di wajah cantiknya langsung berganti dengan seulas senyum kecil. Bukan tersipu malu atau hatinya berbunga-bunga karena pujian Guan Xiaofeng, melainkan sebuah respon sopan.

 "Ah, Saudara Xiaofeng, ternyata kau adalah pria yang tahu benar bagaimana cara meluluhkan hati seorang gadis," sahut Su Ying. Kalimatnya ditutup dengan seulas senyum manis yang seketika membuat jantung Guan Xiaofeng berhenti berdetak selama beberapa saat.

 Mana mungkin pria itu bisa melawan godaan senyuman semenarik itu. Efeknya langsung membuat otak Guan Xiaofeng kaku dan membeku.

 Guan Xiaofeng yang biasanya selalu memiliki seribu kata rayuan, mendadak kehilangan kemampuannya untuk berbicara. Ia hanya bisa berdiri mematung dengan mulut sedikit terbuka, menatap lekat-lekat wajah Su Ying yang tampak berkilau diterpa cahaya pagi. Butuh waktu beberapa detik baginya untuk menguasai diri kembali, sebelum akhirnya ia berdehem salah tingkah dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

 "Ehem... Nona Su, kau... kau menganggapku sebagai saudara? Bagaimana bisa kita menjadi saudara, sedangkan kita sama sekali tidak memiliki hubungan darah," sahut Guan Xiaofeng, mencoba memprotes julukan "saudara" yang disematkan kepadanya dengan nada separuh bercanda namun penuh harap.

 "Kita tinggal di bawah atap yang sama, tentu saja kita adalah saudara," sahut Su Ying dengan cepat. Ia sengaja melontarkan jawaban itu untuk mencairkan suasana yang mulai terasa kaku, sekaligus dengan halus mengabaikan maksud terselubung di balik perkataan Guan Xiaofeng.

 Guan Xiaofeng menghela napas panjang, pura-pura kecewa sambil menepuk dadanya dramatis. "Ah, jawabanmu sungguh kejam, Nona Su. Menganggapku saudara hanya karena kita berbagi atap? Kalau begitu, semua murid berisik di luar sana juga bersaudara denganmu."

 Su Ying hanya tersenyum simpul, tidak berniat menanggapi lebih jauh. Pandangannya kembali terlempar ke arah pondok cermin ajaib. Meskipun gurauan Guan Xiaofeng sedikit menghiburnya, firasat buruk yang mengendap di dasar hatinya sejak fajar menyingsing tidak bisa diabaikan begitu saja.

 "Nona Su..." Kalimat Guan Xiaofeng terputus sampai di situ. Tiba-tiba, sebuah ranting pohon seukuran telapak tangan melayang dari atas dan membentur keras bagian belakang kepalanya.

 Plakk!

 "Aduh! Siapa itu?!" Guan Xiaofeng mengaduh sambil memegangi kepalanya yang berdenyut. Ia segera menoleh ke segala arah, berusaha menemukan pelaku yang sengaja menyerangnya. "Siapa yang berani membuat onar di lembah ini?!"

 Su Ying terkejut dan ikut mengedarkan pandangannya ke sekeliling halaman. Anehnya, para murid di ujung lembah masih tampak sibuk berlatih ayunan pedang dengan gigih; mereka terlalu jauh untuk bisa melemparkan ranting dengan akurasi setepat itu tanpa disadari.

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!