NovelToon NovelToon
Arumi Gadis Pemetik Teh

Arumi Gadis Pemetik Teh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: feby_mb

Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.

Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bandara

Mobil mewah milik Kusuma sudah sampai di bandara. Bodyguard membukakan pintu mobil untuk Arumi. Arumi masih canggung menerima perlakuan dari bodyguard Kusuma.

Ini pertama kalinya Arumi menginjakkan kaki di bandara. Arumi tidak pernah membayangkan kalau ia bisa pergi ke bandara. Tapi sekarang ia berada di bandara. Arumi bisa melihat pesawat dari jarak dekat.

Arumi teringat sesuatu, ia belum berpamitan dengan sahabatnya. Ia tidak tau apakah nanti bisa bertemu dengan sahabatnya. Tanpa terasa air mata Arumi keluar tanpa seizinnya.

Arumi segera menghapus air matanya. Ia tidak ingin orang lain melihat kesedihannya lagi. Ia tidak ingin orang lain kasihan melihat keadaannya.

" Ayo nak Rumi"

Arumi mengikuti tuan Kusuma dan juga bodyguard-nya. Arumi seperti anak ayam yang selalu mengikuti kemana induknya. Karena Arumi memang tidak tau seluk beluk bandara.

Setelah check-in, Kusuma membawa Arumi ke restoran yang ada di bandara. Sebelum berangkat mereka akan mengisi perut dulu. Kusuma tau Arumi pasti belum makan.

Arumi sangat canggung masuk ke dalam restoran. Seumur hidupnya ia belum pernah masuk ke restoran. Apalagi sekarang pakaiannya juga terlihat sangat lusuh. Apa nanti dia akan di usir sama pemilik restoran.

" Ayo masuk Rumi"

" Apa nggak apa-apa saya masuk kedalam restoran, tuan"

" Nggak apa-apa, emangnya ada yang salah dengan kamu"

" Saya cuma takut diusir"

" Siapa yang berani mengusir kamu, akan berhadapan dengan saya. Ayo masuk"

Setelah mendengarkan ucapan tuan Kusuma, akhirnya Arumi memberanikan diri masuk ke dalam restoran.

Suasana di restoran itu cukup ramai sama pembeli. Para pembeli terlihat sangat menikmati makanan mereka.

Beberapa orang menatap Arumi dengan tatapan jijik. Mereka seperti melihat orang kotoran. Bahkan ada di antara mereka yang terang-terangan menutup hidung mereka saat Arumi melewati mereka.

Arumi tau bagaimana sifat orang-orang kaya. Mereka memang suka merendahkan orang lain. Padahal badan Arumi tidak bau, tapi mereka seolah-olah seperti mencium aroma bangkai.

" Ayo duduk Rum"

Arumi duduk di kursi yang ada di sebelah tuan Kusuma. Entah kenapa tuan Kusuma tidak merasa malu ataupun jijik melihatnya.

" Mau pesan apa Rum"

" Apa aja tuan"

" Kamu bisa lihat buku yang ada di hadapan kamu. Di sana ada menu-menu makanan"

Arumi membuka buku yang ada di depannya. Semua gambar makanan yang ada di sana terlihat enak-enak. Tapi ia bingung dengan nama-nama makanannya. Karena ada beberapa makanan yang ditulis dalam bahasa Inggris.

Arumi kaget melihat harga makanannya. Entah kenapa harga makanan di sana bisa mahal-mahal. Harga air mineral juga tidak masuk di akal. Padahal kalau di warung-warung harga air mineralnya cuma tiga ribu.

Arumi pun mencari makanan yang paling murah di sana. Ia tidak enak sama tuan Kusuma kalau memesan makanan yang mahal-mahal.

" Saya pesan yang ini aja tuan"

" Minumannya"

" Air putih aja"

" Nak Rumi tidak mau jus jeruk"

" Nggak tuan, saya air putih aja "

" Baiklah"

Kusuma memesan makanan yang dipilih Arumi. Ia memesan makanan itu dua porsi. Hari ini menu makanannya sama dengan Arumi. Sedangkan untuk bodyguard-nya, Kusuma menyuruh mereka pesan sendiri makanan yang mereka inginkan.

Tidak butuh waktu lama, pesanan Arumi pun datang. Pelayan menyajikan makanan di atas meja. Setelah itu diapun pamit undur diri.

" Silakan dimakan Rumi"

Arumi tidak biasa makan menggunakan sendok dan juga garpu. Biasanya ia makan dengan tangan. Karena menurutnya makan pake tangan itu lebih enak dibandingkan dengan sendok.

Arumi tidak ingin pak Kusuma jijik melihatnya makan pake tangan. Ia pun mencoba makan menggunakan sendok dan garpu. Sebelum makan, Arumi membaca doa dulu.

Walaupun tangannya sangat kaku memakai sendok dan garpu. Setidaknya ia bisa makan menggunakan sendok dan garpu. Mungkin nanti Arumi harus banyak belajar lagi menggunakan sendok dan garpu.

Kusuma tidak mengomentari cara makan Arumi. Karena ia tau Arumi belum terbiasa makan menggunakan sendok dan garpu. Daripada Arumi merasa tidak nyaman, Kusuma meletakkan sendok dan garpunya, kemudian ia makan dengan tangan kosong.

Arumi kaget melihat tuan Kusuma makan dengan tangan. Ia tidak menyangka kalau tuan Kusuma makan dengan tangan kosong.

" Makan pake tangan kosong enak juga ya"

" I..iya tuan"

" Kalau kamu nyaman makan pake tangan kosong, lakukan saja. Jangan pernah membuat diri kamu tidak merasa nyaman dan tidak menikmati makanan kamu"

Arumi pun meletakkan sendok dan garpu. Ia pun makan dengan tangan kosong. Ia terharu karena tuan Kusuma mengerti dengan situasinya. Jujur ia memang tidak nyaman makan menggunakan sendok dan garpu. Tapi nanti ia akan belajar menggunakan sendok dan garpu dengan benar.

***

Rani sudah sudah bersiap untuk pergi ke lapangan. Hari ini ia dan sahabatnya akan menjemput rezeki lagi. Semoga sore ini dagangan mereka laris manis.

" Buk, Rani jalan dulu ya"

" Semangat jualannya, semoga dagangannya laris manis"

" Aamiin, pamit dulu, assalamualaikum"

" Wa'alaikumsalam"

Rani mendorong gerobak jualannya. Seperti biasa Rani memanggil Arumi, karena jalan menuju rumahnya melewati rumah sahabatnya.

" Rum, Assalamualaikum Rumi"

Tidak ada jawaban dari dalam rumah. Rani kembali memanggil namanya sahabatnya. Hasilnya sama, tidak ada jawaban. Rani pun memanggil untuk yang ketiga kalinya. Yang ketiga kalinya baru ada jawaban.

" Kamu lagi"

" Rumi ada mbak"

" Nggak ada"

" Emang Rumi pergi kemana mbak"

" Mana saya tau "

Setelah mengatakan itu Anita menutup kembali pintu rumahnya. Anita tidak ingin berlama-lama melihat wajah Rani.

" Arumi pergi kemana ya"

Karena sahabatnya tidak ada di rumah, Rani melanjutkan perjalanan menuju lapangan bola. Mungkin nanti Arumi akan menyusulnya ke lapangan.

Sampai di lapangan Rani mulai menata jualannya. Sebelum ada pembeli ia menggoreng bakwan dulu, jadi nanti pembeli tidak menunggu lama.

Saat sedang menggoreng bakwan, dua orang anak kecil menghampiri lapak dagangan Rani. Sore ini, mereka pembeli pertama jualan Rani. Rani pun melayani pembelinya.

" Mau beli apa Dek"

" Mau minuman rasa strawberry "

" Kalau kamu" tanya Rani pada anak kecil yang satunya.

" Aku minuman rasa anggur, terus telur gulung tiga"

" Sebentar ya kakak buatkan dulu"

Anak-anak itu setia menunggu Rani membuatkan minuman dingin untuk mereka. Sambil menunggu Rani membuatkan minuman, anak kecil itu.

" Kok kakak sendiri jualannya. Kakak yang satu lagi kemana?"

" Belum datang Dek, mungkin sebentar lagi dia datang"

Minuman dingin sudah selesai, sekarang Rani membuat telur gulung. Jujur Rani sedikit kerepotan karena harus menggoreng bakwan dan juga membuat minuman. Biasanya ia dibantu sama sahabatnya.

" Ini Dek telur gulung sama minumannya"

" Berapa Kak empat ribu"

Anak kecil itu memberikan uang kertas lima ribu pada Rani.

" Ini kembaliannya seribu "

" Nggak usah Kak, seribu nya lagi untuk bayar minuman teman aku"

" Baiklah, jadi uangnya pas ya"

" Iya Kak"

Setelah anak-anak itu pergi, Rani melanjutkan kembali menggoreng bakwannya.

To be continued.

Happy reading guys 🤗 🤗

1
Sari Supriyanti
Semangat thooor up nya...cerita bagus,no typo typo...👍👍semangat...semangaaaaat 💪💪💪
AsLan 🦁
jadi ke mantu wae, terus sekolah ke ben si Usman kambi bojoe nyesel
Sulastri Mawardi.87
kk feby sy setuju jika Arumi di jadikan anak angkat sm tuan kusuma..
AsLan 🦁
semoga yang denger pak Kusuma,
Sulastri Mawardi.87
pasti Arumi ini bukan anak kandung nya mungkin...yg sllu di pedulikan hanya si nita aja..
Marie Louis AK
dasar ibu tdk punya akhlak. karma baru tahu rasa. kasihan Arumi.
sunshine wings
Sialan.. ups kelepasan makinya..
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
sunshine wings
Tinggalkan mereka Arumi biar tau rasa..
Memeras aja kerjanya.. huh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!