NovelToon NovelToon
Moonlight Over The Mafia Empire

Moonlight Over The Mafia Empire

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Obsesi
Popularitas:35.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alistia Haka

Di kota megah yang dipenuhi gemerlap lampu malam dan dosa, nama Aragon De Hartmann dikenal sebagai raja mafia paling kejam dan tak tersentuh. Di balik kekuasaan, uang, dan darah yang mengalir di tangannya, Aragon hidup dalam kegelapan.

Sementara itu, Aurora, seorang gadis panti asuhan yang sederhana dan lembut, berjuang hidup sendirian setelah panti tempat ia dibesarkan terancam ditutup oleh kelompok kriminal. Demi menyelamatkan anak-anak kecil di sana, Aurora nekat mendatangi seorang pria yang paling ditakuti di seluruh kota, dia adalah Aragon De Hartmann.

Pertemuan mereka seharusnya hanya sebuah transaksi.

Namun, tatapan mata Aurora yang hangat perlahan menghancurkan dinding dingin di hati sang mafia. Untuk pertama kalinya Aragon mulai merasakan sesuatu yang hampir ia lupakan, yaitu cinta dan harapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alistia Haka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 1

Hujan turun deras membasahi kota S malam itu. Lampu-lampu neon memantul di jalanan basah seperti darah yang mengalir di atas kaca. Musik keras menggema dari klub malam paling elit di pusat kota, tempat para pejabat, pengusaha, hingga kriminal kelas atas berpesta tanpa rasa takut.

Namun di lantai paling atas gedung itu, suasana berubah menjadi neraka.

Seorang pria berusia hampir kepala 4 berlutut gemetar dengan wajah penuh darah. Napasnya tersengal, tubuhnya sudah penuh luka, seolah ia baru saja melewati penderitaan yang panjang. Terlihat dari jas mahal dan kemeja putih yang ia kenakan kini dipenuhi noda merah.

“Sa… Saya sudah berjanji Tuan, tak mungkin saya langgar, berikan saya beberapa hari lagi, saya pasti akan menemukan orangnya dan mengembalikan uang anda…” suaranya bergetar ketakutan.

Di hadapannya duduk seorang pria dengan setelan jas lengkap berwarna hitam sempurna. Kakinya yang panjang disilangkan dengan tenang, sepatu hitam mengkilap hampir menyentuh dagu pria malamg yang bersujudu di hadapannya itu.

Tatapan matanya dingin seperti kematian. Dialah Aragon De Hartmann.

Raja mafia yang namanya membuat seluruh kota tunduk ketakutan. Dia adalah pria yang membangun kekaisaran di dunia gelap. Dunia para mafia.

Tidak ada yang tahu pasti berapa banyak nyawa yang telah ia ambil. Tidak ada yang berani menyentuhnya apalagi sekedar menyebutkan namanya dengan keras.

Polisi, pejabat, bahkan mafia lain memilih menutup mata, mereka memilih bungkam, selama Aragon masih berada di puncak kekuasaan, karena satu kesalahan kecil saja, bisa membuat seseorang menghilang tanpa jejak.

Aragon memutar pelan cincin hitam di jarinya sebelum menatap pria di depannya tanpa emosi.

“Kau tahu,” ucapnya rendah dan tenang namun terasa dingin.

“Aku paling membenci pengkhianatan. Keponakanmu membawa lari barang-barang yang seharusnya di ekspor melalui pelabuhan.”

Pria yang bersujud di hadapan Aragon, seketika langsung menangis.

“Tu-tuan Aragon… Kali ini percayalah, saya akan membawa keponakan saya hidup atau mati!” Pria tersebut mengusap tangannya berkali-kali meminta ampun.

Aragon masih diam. Wajahnya dingin, kini tak ada satu kata pun keluar dari mulutnya. Aragon kemudian melirik ke salah satu pengawalnya.

Sang pengawal lalu mendekat dan menodongkan pistol di kepala pria tersebut lalu melemparkan beberapa foto keluarga si pria tersebut.

“Damien Belluci, seluruh keluargamu sudah kami kunci. Jika kau tidak menemukan Rafael Belluci. Kami pastikan tidak ada yang terisa dari semua keturunanmu.”

“Aampuun Tuan aampuun… Tolong ampuni saya… !!! Keluarga saya sedang kesusahan, keponakan saya sedang kesulitan dan dia pasti terpaksa melakukannya. Tuan Aragon tolong kasihanilah saya dan keluarga saya.” Damien bersujud berulang kali.

“Dan kau pikir itu alasan yang cukup untuk mencuri dari milikku?” Suara Aragon rendah dan menakutkan.

Ruangan seketika menjadi sunyi.

Hanya suara hujan yang terdengar dari balik jendela besar dan isak tangis yang tertahan di tenggorokan Damien.

Aragon kemudian berdiri perlahan. Langkah sepatunya menggema memenuhi ruangan gelap itu. Semua anak buahnya langsung menundukkan kepala tanpa berani menatap wajah sang mafia.

Pria bertubuh tinggi itu melihat ke arah jendela, merasakan tiupan angin dingin yang menerpa wajahnya dari jendela yang terbuka.

“BRAKK!”

Aragon menendang kursi di dekatnya hingga terpental keras ke lantai.

“Tolong… ampuni saya…” Damien bergumam dengan suara gemetar sambil menangis ketakutan.

“Waktumu 72 jam,” ucap Aragon dingin.

Damien langsung membulatkan mata. Tujuh puluh dua jam adalah waktu yang sangat singkat untuk menemukan keponakannya yang melarikan diri sambil membawa barang milik Aragon.

“Ta-tapi, Tuan… saya rasa 72 jam…” Damien mencoba menawar dengan panik.

Namun Aragon berbalik perlahan, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Tatapan matanya tajam dan penuh aura membunuh.

“48 jam,” potongnya dingin.

Aragon melangkah mendekat, lalu menatap Damien tanpa belas kasihan yang berada tepat di bawah kakinya.

“Semakin kau menawar, semakin sedikit waktu yang kau punya.” Suara Aragon dingin dan penuh tatapan membunuh.

Tubuh Aragon seolah seperti raksasa yang berdiri di depan Damien. Pria berusia 40an itu pun mengangguk dengan cepat dan menangis.

Aragon kemudian melangkah pergi meninggalkan Damien begitu saja. Pria itu memilih kembali ke perusahaannya.

Meski malam telah larut, Aragon adalah tipe pria yang tidak pernah mengenal kata istirahat. Baginya, dunia terus bergerak, dan kekuasaan tidak akan menunggu siapa pun.

Para pengawal berjalan mengikuti di belakangnya dengan langkah tegap dan penuh kewaspadaan.

Di depan lobi gedung, sebuah mobil Rolls-Royce hitam telah terparkir menunggu. Kilauan bodinya memantulkan cahaya lampu malam yang dingin dan mewah.

Seorang pengawal segera membuka pintu belakang dengan hormat.

Aragon masuk ke dalam mobil tanpa sepatah kata pun, sementara aura dingin yang mematikan selalu menyelimuti kemana ia pergi.

Mobil melaju membelah jalanan dan melewati gedung-gedung pencakar langit yang megah.

Aragon De Hartmann, 28 tahun, dengan tinggi 189cm, bukanlah pria yang lahir dari keluarga kaya atau kehidupan penuh kemewahan. Ia tumbuh di lingkungan kumuh dan penuh kekerasan, dengan seorang ayah pemulung yang menghabiskan hidup di jalanan, sementara ibunya entah pergi kemana dengan para pria hidung belang.

Sejak kecil, Aragon mengenal hinaan, kelaparan, dan dinginnya dunia yang memperlakukan orang miskin seperti sampah. Ia melihat sendiri bagaimana uang dan kekuasaan mampu mengendalikan segalanya. Dari lorong-lorong gelap penuh darah dan penderitaan itulah Aragon belajar satu hal. Di dunia ini, hanya orang kuat yang bisa bertahan hidup.

Di mata publik, Aragon adalah pebisnis muda sekaligus CEO dari perusahaan raksasa internasional Hartmann Corporation, kerajaan bisnis yang menguasai sektor properti, pelabuhan, ekspor-impor, teknologi, hingga jaringan hotel mewah di berbagai negara. Wajahnya menghiasi majalah bisnis, dipuja media dan semua orang sebagai simbol ketampanan sempurna, pria muda dengan segudang kesuksesan, pria mapan yang berdiri di atas kekuasaan.

Aragon di puja karena kesempurnaannya yang seolah tanpa celah noda dan suci bak dewa.

Namun di balik jas mahal dan wajah dinginnya, Aragon adalah penguasa dunia gelap paling berbahaya.

Dari balik bayangan malam, ia membangun kekaisaran mafia yang mengendalikan jalur penyelundupan internasional, perdagangan senjata ilegal, pencucian uang, kasino bawah tanah, hingga pasar gelap yang melibatkan para pejabat korup dan organisasi kriminal terbesar dunia.

Tidak ada transaksi besar yang terjadi tanpa izin Aragon De Hartmann.

Pelabuhan, klub malam, bank, bahkan pemerintahan diam-diam berada dalam genggamannya. Dengan kecerdasan luar biasa dan kekejaman tanpa ampun, Aragon mengubah dirinya dari pria miskin yang dihancurkan masa lalu menjadi raja tak tersentuh di dunia penuh darah dan pengkhianatan.

Bagi musuh-musuhnya, Aragon bukan manusia. Pria itu adalah monster yang tanpa memiliki belas kasihan dapat dengan mudah menghancurkan hidup seseorang.

Bersambung

1
Rainn G.
Calon istri ga tuh 🗿
Rainn G.
Mau kasian tapi lebih kasian diriku 😭
Rainn G.
What? Sakit banget
Rainn G.
Psikotes banget tapi suka 🔥💅🏻
Rainn G.
Manly guys
Rainn G.
Asikk ributtt 🔥
Rainn G.
Merajuk ke? 😂
Rainn G.
Marahin aja marahin 😏
Rainn G.
Iyalah orang jodohnya wkwk
Rainn G.
Makanya jaga jarak 😑
Rainn G.
Padahal omongin aja langsung ra siapa tau bisa sampein
Anggitadama
Aku tungguin lho kok blm up kak?
Anggitadama
belum up ua kak
Anggitadama
keren sekali up lagi
Anggitadama
up lagi
Arumi Hanza
seru lanjut lagi novelnya
Arumi Hanza
lanjutkan update
Luna.aluna
aku sudah tebar koin untuk kakak semoga kakak senang jadi kakak semangat untuk update selanjutnya karena novel kakak bagus sekali
Luna.aluna
Kak apakah kakak tahu novel kakak sangat aku tunggu-tunggu sekali
Bangun Hanjaya
tolong jangan lama-lama up again
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!