NovelToon NovelToon
Arabella Secret

Arabella Secret

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dina Melya

Pertemuan tidak sengaja Arabella dengan seorang wanita di cafe tempatnya bekerja, membawanya menjadi pengantin pengganti untuk seorang putra Billionaire Rusia, kondisi Arabella yang sedang membutuhkan banyak uang sehingga ia menerima penawaran wanita itu. Bukan hanya menjadi pengantin pengganti, ia juga harus menjadi putri pengganti dari seorang Billionaire Rusia yang memiliki pengaruh sangat besar di negara itu, Anara itulah nama barunya.

Neal Radislav tidak punya pilihan lain, selain bersedia melangsungkan pernikahan itu demi nama baik dua keluarga, walaupun Arabella memiliki wajah yang persis sama dengan kekasihnya, tak ada sedikitpun sikap manis yang Neal tunjukkan, baginya Anara adalah wanita yang tidak akan tergantikan di dunia ini.

Kenapa Arabella harus berpura-pura menjadi Anara? mampukan sikap lembut dan penyabar Arabella menaklukkan hati Neal? Rahasia apa yang tersembunyi dibalik sikap tertutup Arabella?

Ikuti kisah cinta mereka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Melya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Aku Tidak Pantas...

Terdengar nada sumbang dari tertawa Daniel begitu mendengar ucapan Dokter Sera, sungguh Neal bisa memanipulasi mata dan pikiran orang lain, ia sangat pandai memainkan peran dalam pernikahan pura-puranya, bahkan seorang Sera sekalipun dapat terkecoh olehnya, dengus Daniel dalam hatinya.

“Kau sangat yakin kalau Neal begitu mencintai istrinya?” Daniel bertanya sambil menatap wanita cantik yang sedang duduk di depannya yang terlihat sedang menulis sesuatu pada sebuah buku agenda.

“Tentu saja saya yakin...mulut sesesorang bisa saja berbohong dan mengelak tapi tatapan mata tak akan pernah berdusta," jelas Sera tanpa mengalihkan pandanganya.

Daniel kembali mendengus kecil mendengar ucapan Sera, ”kau sudah banyak pengalaman ternyata,” sindir Daniel mencoba memancing reaksi wanita yang ada didepannya itu, dan pancingan Daniel sepertinya berhasil, Sera menganggkat wajahnya, menatap Daniel dengan sudut matanya.

“Jangan membahas tentangku Dokter Daniel!"  seru  Sera kesal , “aku sedang sibuk … ada perlu apa kau menemuiku?”

“Dokter Sera jangan terlalu serius, kau cepat sekali marah..!" imbuh Daniel melukis senyum dibibirnya melihat tatapan kesal Sera padanya, “ aku hanya ingin memberikan lapaoran ini padamu!” Seru Daniel meletakkan map yang sedari tadi berada di tangannya.

“Baiklah ..! aku permisi dulu,  sorry sudah menganggu waktu berhargamu Nona.! “ucap Neal Kembali menggoda Sera, yang membuatnya hampir saja melempar pena yang ada ditanganya, tapi Daniel sudah kabur dengan cepat, samar Sera masih mendengar tawa Daniel dibalik pintunya yang sudah kembali ditutup oleh Daniel,

“Benar-benar pria menyebalkan…!"  Sungut Sera kesal dan kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda.

****

Arabela melirik ponsel ditangannya beberapa kali, ada sedikit keraguan dimatanya saat melihat nomor di layar ponselnya , ia kembali mengalihkan pandangan ke luar jendela taksi yang ditumpanginya. Sepulang mengunjungi Noumi di rumah sakit Neal dan Ara kembali ke kantornya Neal, tapi Ara yang merasa bosan disana memutuskan untuk kembali saja ke rumah, tapi ia menolak saat Neal memintah Peter untuk menjemputnya ia bersikeras pulang dengan naik taksi saja, dan akhirnya Neal pun memberi istrinya itu ijin walau pun sangat terpaksa menerimanya, sebelum naik taksi ia berkali-kali berpesan pada istrinya itu untuk berhati-hati, begitu pun tak lupa Neal berpesan pada sang sopir taksi mengantarkan istrinya pulang dengan selamat. Ara hanya terkekeh melihat sikap suaminya yang dianggap terlalu berlebihan.

Ara kembali menatap layar ponselnya, dengan mengumpulkan keberaniannya ia akhirnya memanggil nomor yang terterah di layer ponselnya,

“Hallo Ara!” jelas sekali suara keterkejutan David dari sebrang karena memang inilah pertama kali Ara menghubunginya.

“Maaf David, apakah kau sedang sibuk?” Tanya Ara tak enak hati kalau sampai mengganggu kesibukan David.

“Tidak…!" Imbuh David cepat, " ada apa Ara?”

“Bisakah kita bertemu sebentar?”

“Tentu saja, aku sedang ada di apartemenku, sahut David, "aku akan mengirimkan alamatnya padamu," imbuh David lagi, Ara pun mengiyakan dan  memutuskan panggilan telpon mereka.

Ara pun memintah sopir taksi untuk mengantarkannya ke alamat yang baru saja di kirimkan David padanya, tak butuh waktu lama keduanya sampai di alamat yang mereka tujuh, sopir taksi itu pun menurunkan Ara di lobi Apartemen, setelah mengucapkan terima kasih Ara pun turun , baru saja ia menjejakan kakinya, terdengar suara memanggil namanya, Ara pun menolehkan wajahnya pada sumber suara,  ia melihat David sedang menuju ke arahnya dengan langkah yang cukup lebar.

Keduanya pun saling menyapa, David pun mengajak Ara masuk ke apertemennya, mereka berjalan beriringan sambil mengobrol santai, keduanya naik lift menuju tempat David, keduanya segera turun begitu pintu lift terbuka, berjalan beberapa langkah mereka pun sampai , David membuka pintu apartemennya dan mempersilahkan Ara masuk. begitu masuk Ara mengedarkan pandanganya kesetiap sudut ruangan itu, apartemen David sangan luas dan juga semua tertata dengan rapi,

“Duduklah…! Sebentar aku mengambil minum dulu," David pun berlalu dari hadapan Ara, ia pun mendudukan tubuhnya di sofa lalu mengamati David yang sedang mengambil minum untuknya, karena memang dapur  terlihat jelas dari ruangan itu, Ara mengalihkan pandangannya, ia melihat dua buah ruangan yang pintu tertutup mungkin itu kamar David. Di ruangan ini juga ada beberapa rak buku yang begitu apik dengan buku yang tersusun rapi, dan di pojok ruangan itu juga terlihat sebuah piano.

“Apartemenku sangat kecil, mungkin membuatmu tidak nyaman," tegur David sambil membawa dua kaleng minuman ditangannya.

“Tidak..! ini sangat luas, aku menyukainya,”tugas Ara menatap David yang sedang berjalan ke arahnya , ia pun

meletakkan minuman di atas meja lalu mendudukan tubuhnya di sofa di depan Ara,

"Maaf..! tadi aku gak datang karena aku dan suamiku ada keperluan mendadak,"

"Gak masalah !"

Ara kembali mengedarkan pandangan kesekelilingnya, lalu memalingkan wajahnya pada David yang juga sedang menatapnya,

“David.. kau tinggal sendiri saja?”

David terkekeh mendengar pertanyaan Ara, "menurutmu bagaimana?" David balik bertanya.

“Mana aku tahu!” sahut Ara sambil mengangkat bahunya.

“Silahkan di minum , hanya itu yang dapat aku sediakan untukmu," tutur David sambil mengambil salah satu minuman kaleng diatas meja, “ ini sudah cukup, terima kasih ya..!” ujar Ara ikut mengambil minuman itu dan menenguknya lalu ia letakkan kembali ke posisinya semula.

“Aku ini pria yang  sungguh menyedihkan, tak ada yang mau menemaniku tinggal di sini...! ucap Neal tersenyum lebar sambil memainkan kaleng minuman ditangannya.

“Mungkin kau yang tidak mau mengajak seseorang untuk menemanimu , jangan  menyalahkan orang lain,” tugas Ara ikut tersenyum.

“Apakah ada wanita yang mau denganku?”

“Tentu saja ada, kau sangat baik dan juga tampan..! sahut Ara kembali meneguk minumannya. Ara tidak berbohong David memang tampan dengan tubuh tinggi Atletis, rambutnya sebahu dan ikal sangat cocok dengan  dengan garis wajahnya yang tegas.

“Kalau kau belum menikah , apakah kau mau tinggal bersamaku disini," papar David menatap Ara tajam.

Ara tersedak mendengar pertanyaan David, mukanya memerah menahan rasa pedih karena minuman bersoda itu masuk ke hidungnya, beberapa kali ia terbatuk-batuk  matanya sampai berair, dengan cepat ia mengambil tissue yang ada di atas meja, lalu mengusapkan ke wajahnya,

“Maaf…! kau baik-baik saja?" tanya David menghampiri Ara .

“Leluconmu tidak lucu David,” sahut Ara dengan suara yang masih sedikit serak .

“Maafkan aku dengan lelucon konyolku..! seru David  tertawa sumbang.

“David..!” Ara memanggil pria itu yang terdiam sambil menatap kosong kaleng minuamnnya yang ada ditangannya.

“David..!

Ara Kembali memanggilnya dengan suara lebih keras lagi, ia pun tersendak dan segera menyaut panggilan Ara,

“Oh.. maaf  kau bicara apa?" sambil mendudukan kembali tubuhnya di sofa.

“Aku kesini ingin memintah maaf padamu..” sahut Ara sedikit ragu-ragu.

“Meminta maaf…? Memintah maaf untuk apa?” tanya David mengernyitkan keningnya menatap mata Ara bergantian.

“Ini tentang kemaren maafkan  sikap suamiku yang mungkin membuatmu tersinggung, aku mewakilinya ingin minta maaf padamu," Ara berucap balik menatap David.

David terdiam sambil mengamati wajah , tatapan matanya yang begitu tulus, seandainay ia pria beruntung yang

dapat memiliki wanita yang ada didepannya itu, kalau saja Tuhan lebih cepat memepertemukannya,

“David..!

“Kau tidak perlu memintah maaf seperti ini, aku tidak mempermasalahknanya sedikit pun, jangan dipikirkan," sahut David pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Ara.

“Terimah kasih David..!

“ Iya, Neal sangat beruntung dapat memilikimu, imbuh David tersenyum walaupun senyum itu terkesan dipaksakan,

“Tidak..! kau terlalu berlebihan…!”

“David, ini tidak seperti yang kau pikirkan…., guman Ara dalam hati, tiba-tiba perasaan sedih menyelimuti hatinya saat mendengar ucapan David, betapa beruntungnya ia kalau ia benar-benar wanita yang sangat diinginkan oleh Neal, tapi semua ini hanya ada dalam mimpinya yang akan berakhir bila Anara sudah terbangun, Selagi waktu itu ada  ia akan  mempergunakan waktu kebersamaannya dengan Neal sebaik mungkin, menikmati sikap manis Neal padanya,  walaupun itu mungkin hanya rasa kasihan Neal padanya. Setidaknya ia sangat bahagia mendapat perhatian yang begitu manis dari Neal, memperlakuaknnya layaknya seorang istri yang dicintai.

Tak seorang pun tahu siapa yang akan dipilih oleh hati ini untuk disukainya, begitu pun ia tidak bisa menahan hatinya Ketika ia jatuh cinta kepada Neal, ia akan memberikan segenap cinta yang ada dihatinya walaupun ia

suatu hari ia akan terluka dengan hatinya, tapi ia tidak akan pernah menyesalinya ..! Tak semua cinta itu harus terbalas…., tak selamanya cinta itu harus memilki, karena ia mempunyai cara sendiri untuk memberikan kepuasan bagi pemiliknya.

"Ara kau baik-baik saja..? tanya David melihat Ara yang terdiam.

"Ya...aku baik-baik saja! baiklah aku pulang dulu, terima kasih untuk minumannya !"

"Aku akan mengantarkanmu," sahut David bangun dari duduknya.

"Tidak..! aku bisa pulang sendiri, aku akan memesan taksi," tolak Ara sambil menahan tangan David , tapi dengan cepat Ara melepaskan tangannya.

"Baiklah..! kita turun bersama saja keran aku juga mau keluar," sahut David berlalu dari hadapan Ara, Ara pun segera menghubungi taksi, tak lama David datang dengan menyandang ransel dibahunya, ditangannya juga memegang beberapa buku,

"Kau mau keman dengan bawaan sebanyak ini?" tanya Ara menatap David penuh keheranan, David tersenyum lebar mendengar pertanayaan Ara,

"Aku ada kelas, aku harus mengajar! Ayo..! seru David mengajak Ara turun.

"Mengajar? kau akan ke tempat kursus lagi?" tanya Ara mengikuti langkah David dan mengamati pria itu yang mengunci pintu apartemennya.

"Tidak..! aku mau ke kampus, aku sudah berjanji dengan beberapa mahasiswaku  untuk mendiskusikan tugas mereka."

"K-kau juga seorang Dosen..? tanya Ara penuh keterkejutan, bahkan mulutnya sedikit mengangah, David tersenyum sambil menutup mulut Ara dengan satu tangannya,

"Tutup mulutmu, nanti lalat masuk..! seru David terkekeh," apa aku terlihat  tidak pantas?"

"Bukan...! kau sangat pantas..! sangat pantas sekali," sahut Ara tersenyum  malu.

Begitu sampai di lobi mereka pun berpisah Ara langsung masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya, sedangkan David menuju tempat parkir apartemen untuk mengambil mobilnya.

.

.

.

.

.

Bersambung

jangan lupa jempolnya 👍👍

1
imoe nawar
👍
Arye Ghad'iz BinAngun
bagus
Endah Lestary
ceritanya bagus pake 'banget'.tapi" H" nya bikin ilang fokus /Facepalm//Curse/
Dewi Siahaan
Kecewa
Dewi Siahaan
Buruk
Katherina Ajawaila
bagus cerita nya outhour 🌹🌹🌹🌹🌹
Katherina Ajawaila
dasar perempuan gila msk lo prodeo, ternyata pager mkn tanaman teman sendiri di suntuk narkoba. mari aja km nathalie
Katherina Ajawaila
jgn2 Nathalie, depresi berat. 🌝
Katherina Ajawaila
jgn. lebai lah Ara, dengar aja apa yg. Nesl bicara, toh ksmush sayang sm zNeal, jgn alrman ingat ada nafas bayi d perut mu
Katherina Ajawaila
soga cepat aja pemberkatan ulang nya biar Nathali sadar diri jgn mau nempel aja sprti benalu
Katherina Ajawaila
Natasya sm Matahari, beda tipis sm 2 edan.
Katherina Ajawaila
keren thour, aku suka🌹🌹🌹
Katherina Ajawaila
ternyata mrk berdua kembar dari anaknya Jannie toh
Katherina Ajawaila
keren thour, sumpah ceritanya aku suka 😭
Katherina Ajawaila
Antara biar gubrak aja sekalian, maksain kehendak😆aleman
Katherina Ajawaila
kasihan Arabella, plases thouryg bisa nentuin. hanya outhour. keren
Katherina Ajawaila
Anara arogan dan manja pantesan aja. sifat. nya ngk terpuji
Katherina Ajawaila
tau udh lg hmilAnara bangun lg dr tidur lamanya
Katherina Ajawaila
nah. lo. beneran kan semoga. kbar aja tuh baby
Katherina Ajawaila
ntar nyesel Nesl bukan kedokter dulu, kerjaan terus yg. di. kejar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!