Kapal angkasa Zee yang telah digunakannya selama 15 tahun tiba-tiba saja mengalami error sistem dan meledak, ledakannya sangat besar hingga menewaskan Zee..
Zee pikir itu adalah akhir dari hidupnya tetapi ternyata bukan, Zee kembali terbangun tetapi dia tidak terbangun di dunianya lagi melainkan Zee terbangun di 30 tahun yang lalu dan juga tubuh yang di masuki Zee sekarang tidak tahu mengapa dia sedang dalam keadaan panas (terangsang)...
apakah yang sebenarnya terjadi pada Zee dan tubuh Zee yang sekarang??!!...
bagaimana Zee akan menangani keadaannya sekarang??!!...
apakah Zee akan mendirikan apa yang sudah dia capai dahulu??!!...
Transmigrasi wanita jenius abad 21 dan tiga anaknya yang imut akan segera di mulai!!!...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A.A.Hana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berjuang Menunggumu Terbangun.
Selama Zee tidak sadarkan diri Josephine, Karen dan Arthur tidak pernah sedikitpun meninggalkan sisi Zee, mereka terus secara bergantian menjaga Zee serta anak ke dua Zee sedang dalam kondisi masih lemah, mereka masih belum mengambil tindakan selanjutnya pada anak kedua Zee karena kondisinya baru pertama kali mereka lihat,
Yang mereka tahu hanya satu hal yaitu bahwa kondisi anak ini jadi semakin memburuk saat dikeluarkan dari inkubator, karena itulah anak kedua Zee tidak pernah sekalipun dikeluarkan dari inkubator lagi akhirnya mereka mengerti mengapa Zee menyuruh mereka untuk menaruh anaknya di inkubator, hal itu membuat mereka sekali lagi terkagum dengan kejeniusan Zee sebab dirinya langsung mengetahui kondisi anaknya yang bahkan mereka sendiri tidak mengetahui dan baru dapat mengetahuinya saat kondisinya memburuk saat beberapa menit setelah dikeluarkan dari inkubator tepat didepan mata mereka.
Sedangkan buyut Zee yang mengurus anak-anak Zee yang lainnya, sebab tidak memungkinkan untuk yang lainnya memperhatikan anak-anak Zee yang lainnya karena mereka sudah cukup sangat sibuk untuk terus memperhatikan Zee serta anaknya yang kedua yang sedang dalam kondisi yang lemah dan perlu untuk selalu dipantau setiap saat kondisinya,
Arthur terus berada di Lab meneliti darah anak kedua Zee, Josephine terus menerus berada disisi anak kedua Zee untuk terus memantau kondisi anaknya yang dimana kondisinya akan memburuk saat pengobatannya terlambat sedikit saja, sedangkan Karen diminta oleh Josephine untuk memantau kondisi Zee sampai Arthur telah mendapatkan hasil dari penelitian darahnya, oleh karena itu tidak ada yang mempunyai waktu untuk mengurus anak-anak Zee yang lainnya sebab itulah buyut Zee hanya fokus mengurusi anak-anak Zee yang lain karena Zee serta anak keduanya sudah ada yang merawat mereka jadi dirinya tidak perlu menghawatirkan mereka berdua (Zee dan anak keduanya yang sedang sakit).
Buyut Zee yang punya waktu setelah menidurkan anak-anak Zee menyempatkan diri untuk melihat keadaan Zee di sela-sela waktu luangnya setelah seharian penuh mengurus anak-anak Zee yang terus-menerus rewel, saat buyut Zee masuk ke kamar tempat Zee tertidur koma, dia melihat Karen yang sedang tertidur di kursi yang berada di samping ranjang Zee sepertinya dia sudah sangat kelelahan hingga tidak sadar bahwa dirinya tertidur,
Buyut mengambil selimut dari lemari pakaian Zee kemudian memberikannya secara hati-hati kepada Karen agar tidak membangunkannya, dan disaat buyut sedang menyelimuti Karen buyut merasa bahwa jari telunjuk Zee berkedut, sontak saja hal tersebut membuat buyut terkejut sekaligus senang karena dirinya melihat sedikit harapan bahwa cicitnya akan segera bangun, buyut terus menerus memperhatikan Zee sambil dalam hatinya ia terus-menerus berdoa kepada Tuhan agar Zee segera sadarkan diri,
Mungkin setelah melihat buyut serta orang-orang terdekat Zee berdoa untuknya dengan begitu tulus, tuhan jadi merasa iba dan tidak tega pada mereka akhirnya pun membangunkan Zee dari Koma nya, melihat cicitnya yang akhirnya membuka matanya langsung membuat buyut tidak dapat untuk menahan air matanya, melihatnya yang sudah sadarkan diri seketika membuat rasa takutnya selama ini hilang dalam sekejap,
Suara tangisan buyut Zee membangunkan Karen yang sedang tertidur, melihat buyut yang sedang menangis tentu saja membuat Karen jadi khawatir dan bingung dengan penyebab buyut Zee menangis,
"Nyo...Nyonya kenapa anda menangis apa terjadi sesuatu pada Zee?!" ucap Karen yang bingung dan segera melihat kearah Zee untuk memastikan,
Saat Karen melihat ke arah Zee betapa terkejutnya dia karena yang dia lihat itu, bukanlah Zee yang sedang tertidur Koma, tetapi Zee yang sudah membuka matanya, akhirnya Karen pun tahu alasan buyut Zee menangis, melihat seseorang yang sangat dirindukan akhirnya terbangun dari Koma nya untuk tidak meneteskan air mata bahkan dirinya sendiri tidak mampu untuk tidak mengeluarkan air mata dan menahan refleks untuk memeluknya segera.