NovelToon NovelToon
LAURA "Ocean Blue Eyes"

LAURA "Ocean Blue Eyes"

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Cintapertama
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: SabdaAhessa

Laura yang ingin mendapatkan kebebasan dalam hidupnya mengambil keputusan besar untuk kabur dari suami dan ibu kandungnya..

Namun keputusan itu membawa dirinya bertemu dengan seorang mafia yang penuh dengan obsesi.

Bagaimana kah kelanjutan kehidupan Laura setelah bertemu dengan sang mafia? Akankah hidupnya lebih atau malah semakin terpuruk?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SabdaAhessa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alex Bunuh Diri!

Aaron mendekati Alex yang terpaku di tempatnya. Menarik nafas panjang seakan-akan sedang mengambil ancang-ancang untuk memberi pelajaran bagi Alex.

"Aku tidak tau soal itu!" Alex berusaha membela dirinya yang memang tidak tau perihal tersebut.

BRUKK!!

Satu pukulan mendarat di pipi kanan Alex dengan kencang hingga pria paruh baya itu terhuyung ke lantai yang kotor. Dia nampak meringis kesakitan dan tak berdaya. Nampaknya, usia memang tidak bisa di bohongi kali ini.

Lalu Aaron memberikan satu tendangan yang keras ke perut Alex. Di tambah satu lagi. Dan satu lagi. Hingga pria paruh baya itu meringkuk kesakitan dengan rintihannya.

Saat Aaron hendak memberikan pukulan lagi, Laura segera menghentikan. Dia sudah tak sanggup dan tak tega melihat Alex kesakitan di lantai itu.

"Sudah, Aaron! Cukup!" Ucap Laura sambil menarik lengan Aaron yang nampak menggebu-gebu ingin memukul Alex.

"Dia sudah membunuh anak mu!" Ucap Aaron dengan nada tinggi.

"Sumpah aku tidak tau hal itu!" Alex masih berusaha membela diri.

Namun dengan secepat kilat, kaki Aaron sudah melayang dan menendang mulut Alex dengan keras. Membuat pria paruh baya itu terlentang dengan nafas yang tersegal-segal.

Sedangkan Laura segera menarik Aaron untuk keluar dari sana. Dia tau, semakin lama Aaron berada di dalam sana maka akan semakin besar pula amarah dan keinginannya membunuh Alex.

"Aku sudah bilang pada mu, jangan pernah memaafkan dia!" Ucap Aaron penuh penekanan pada Laura.

Laura memejamkan kedua matanya sejenak. Menenangkan diri sebelum membalas Aaron. "Aku tidak akan pernah memaafkan seseorang yang sudah membunuh anak ku, Aaron! Tapi melihatnya kesakitan membuat ku tidak tega!"

"Kalau begitu kau tetaplah disini! Biar aku yang mengurusnya!" Ucap Aaron hendak kembali masuk ke dalam ruangan itu.

Namun belum juga dia masuk kesana. Sudah terdengar satu tembakan.

DOR!!

Sontak Aaron dan Laura terkejut. Aaron dengan insting kuatnya yakin, ini pasti bukan ulah Fred. Tidak mungkin Fred membunuh Alex tanpa seijinnya.

Sehingga dia langsung memberi kode pada Laura agar tetap diam dan menjauh dari ruangan itu. Sedangkan Aaron segera membuka pintu dan mengecek apa yang terjadi di dalam sana.

Ternyata saat pintu sudah terbuka. Aaron melihat Fred tergelak di lantai dengan kaki yang bersimbah darah. Tebakannya benar. Pasti bukan Fred yang melepaskan peluru lebih dulu, melainkan Alex.

Aaron bisa memastikan pistol itu adalah milik Fred yang di curi oleh Alex. Entah kapan pria paruh itu mencurinya. Selain gila lobang ternyata dia juga panjang tangan.

Namun yang membuat Aaron tercengang adalah.. Alex malah menodongkan pistol itu pada kepalanya sendiri. Dengan pelatuk yang sudah di tarik. Siap melepaskan pelurunya. Matanya juga sudah nampak yakin dengan pilihan ini.

Hal itu membuat Aaron dan Laura berdiri menahan nafas. Mematung disana memandang Alex yang nampak sedikit gila dan putus asa.

"Aku lebih baik mati daripada berurusan dengan mu!" Ucap Alex.

Dan.. DOR!!!

Peluru itu menembus kepalanya hingga membuat darah segar muncrat dari sana. Seketika tubuhnya kembali tumbang ke atas lantai yang dingin dan kotor. Kepalanya yang sudah berlubang tak henti-hentinya mengeluarkan darah.

HUEKKK!!

Laura malah muntah di tempat. Tak sanggup melihat darah yang mulai menggenang di sekitar kepala Alex. Dia juga memegang kepalanya yang terasa pusing.

Aaron dengan sigap menahan tubuh Laura yang mulai terhuyung. Menangkapnya tepat sebelum tubuh wanita itu benar-benar jatuh ke lantai. Lalu menggendong Laura di kedua lengannya. Membawa wanita itu keluar dari sana menuju mobilnya.

Para pengawalnya pun segera membukakan pintu mobil untuknya. Sedangkan Laura mulai meneteskan air matanya sebelum masuk ke dalam mobil.

"Laura, tunggu lah disini! Aku akan mengurusnya." Ucap Aaron setelah menurunkan Laura dari gendongannya ke dalam kursi mobil.

Namun Laura menarik tangan Aaron untuk menghentikan pria itu. "Jangan tinggalkan aku sendiri!" Ucapnya sambil menggelengkan kepala.

Lalu tanpa di duga, Laura memeluk Aaron lebih dulu. Memeluk dengan erat seakan otaknya sudah tau jika Aaron adalah tempat yang aman dan nyaman baginya.

Aaron seketika terdiam. Cukup terkejut dengan hal ini. Namun dia segera menyadarkan dirinya. Membalas pelukan Laura yang semakin erat dan enggan di lepaskan.

"Semua baik-baik saja!" Ucap Aaron.

"Lalu apa yang akan kita lakukan setelah ini? Dalangnya sudah bunuh diri, tidak ada yang bertanggung jawab atas kematian Dante selain diri ku!" Ucap Laura di sela-sela tangisannya.

"Tidak, Laura. Kau tidak sendiri! Kau bisa berbagi semuanya termasuk kesedihan mu pada ku!"

Namun Laura semakin tenggelam ke dalam kesedihannya. Dia tak bisa berpikir dengan jernih sekarang. Orang yang selama ini mereka cari malah bunuh diri di depan matanya. Tanpa harus bertanggung jawab atas apa yang telah dia perbuat. Mati dengan begitu mudah.

Laura seakan tak terima dengan hal itu. Dia memang tak tega melihat Alex di hajar segitu kerasnya oleh Aaron. Namun dia juga tak mau Alex mati dengan begitu cepat. Setidaknya pria paruh baya itu harus di penjara sesuai dengan hukum yang berlaku.

Tapi sekarang dia sudah mati. Seakan cerita soal penculikan dan penjualan organ ini sudah berakhir saat ini juga. Tidak ada keadilan bagi Dante.

Yang ada di pikiran Laura sekarang hanya satu. Yaitu ingin menemui penerima donor organ Dante. Karena bertemu dengan Alex ternyata tidak ada gunanya. Malah membuat dirinya mual dan semakin membenci dirinya sendiri.

Untuk sementara waktu, beberapa menit ke depan ini. Laura masih ingin seperti ini saja. Berada di pelukan Aaron yang kekar dan hangat membuatnya lebih tenang.

"Aaron.." Panggilnya.

"Ya?"

"Aku ingin pulang saja!" Pinta Laura yang masih merasa lemas setelah muntah.

"Baiklah." Jawab Aaron.

Namun Laura masih di posisinya. Hingga Aaron mulai melepaskan pelukan itu. Dan memandang mata biru lautan yang tengah pasang naik. Sungguh, Aaron sangat ingin mengecup bibir ranum Laura dan melumatnya dalam-dalam. Melepaskan hasrat yang selama ini dia pendam sendiri hingga membuat penyakitnya kambuh berulang kali.

Tapi bukan Aaron namanya jika tidak dapat menahan diri dan mengelola emosinya. Dia pandai dalam hal ini. Dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Lalu kembali pada Laura yang mulai terlihat lemas.

"Kita kembali sekarang!" Ucap Aaron yang terdengar gugup.

Dia pun segera masuk ke dalam mobilnya. Lalu memanggil seorang pengawal. "Beri tahu Fred aku kembali ke mansion sekarang! Suruh dia telpon aku!" Titahnya pada seorang pengawalnya.

Bersambung...

.

1
🇦 🇵 🇷 🇾👎
brgoyag bs kau🤣
Lina Ariani
bikin penasaraaaaaaaaaan
Riska Rosiana
keren, enjoy to reading. santai tp dapet momennya
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
Salim ah
minta tolong ya Thor up-nya yg banyak💪
Salim ah: okelah Thor semangat 💪
total 2 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣pa lg aq
Nur Wahyuni
siappppp
Salim ah
lanjut Thor Jan lama" keh💪
mahessa
rekomend!! jelas dan gak belit belit..
Anonymous
lanjuttttt
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mimpi...
🇦 🇵 🇷 🇾👎
aq ykin ni pst ulh dy
🇦 🇵 🇷 🇾👎
da yg janggal ni... sanca atau lki" pria yg lg main kuda
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gas kn
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cp plk ny . kok bs gt..
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mt lh kau ben
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cp plk ny
Salim ah
keren Thor..lsnjut👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!